Navigation Menu

Pengen Buka Kursus, Alhamdulillah Dapat PC All in One ASUS

Jadi begini teman-teman, sewaktu di akhir bulan puasa kemarin, menjelang deadline saya mendapat info ASUS Writing Competition dari komunitas Blogger Perempuan (BP). Antara pede nggak pede, saya ikutan daftar lomba. Sudah ciri khas BP, kalau ada lomba menulis di blog, pasti diminta ngisi form pendaftaran dulu baru kita bikin tulisannya. Jadi tidak langsung submit artikel lomba begitu saja. Bagus juga ya manajemennya BP, rapi. Perlu dicontoh :)

Dibilang juga, antara pede nggak pede, karena pernah ikutan lomba review gadget sekali lalu mati kutu lihat kompetitor blogger kawakan yang piawai membuat ilustrasi. Namun mbak Shintaries, punggawanya BP memberikan semangat, "Ayo dicoba aja, siapa tahu bisa jadi hadiah lebaran".

Yaudin, ya samsudinlah, Saya bondo nekad mencoba.
Topik lomba nulis ASUS kali ini tentang rencana bisnis StartUp yang bisa dikembangkan dengan menggunakan produk ASUS yang akan di review. Kebetulan, sejak lulus dari Coding Mum, di kepala saya udah beredar imajinasi visual tentang bikin kursus aja di rumah tuh. Ngumpulin emak-emak yang udah pada santai habis nganterin anak sekolah, trus belajar blogging, writing dan ngoding di rumah.

Hampir seminggu lebih saya membuat draft tulisan, riset, nanya ke coach Coding Mum tentang StartUp, membuat ilustrasi dan edit re-edit edit re-edit tulisan begitu seterusnya. Sampai jadilah artikel ini, http://www.heniprasetyorini.com/2016/06/asus-vivo-aio-v200ib-pc-all-in-one-canggih-dan-harga-bersahabat--yang-dibutuhkan-untuk-membuat-kursus.html


Ramadhan berlalu, lebaran pun berlalu. Saya sudah hampir haqqul yakin kalah. Karena tidak ada kabar hasil lomba. Saya pikir, info pemenang udah kelewat, mau nanya juga sungkan. Tapi yang namanya hati ini ngerapal do'a tuh terus aja, hehehe #pedeaja kan cuma doa.

Mengapa? karena saya udah ngidam banget pengen punya PC All In One yang layarnya gede itu. Pengen bikin tutorial dan video tutorial digital learning, yang ciamik gitu loh. Jadi, bismillah saya berdoaa aja bisa menang.

Ternyata, pada suatu pagi. Ketika saya ada di depan laptop, mendadak ada notifikasi email masuk di hape saya. Melihat nama pengirimnya, wow hati deg-degan nggak karuan. Dari ASUS. Dan, itu adala berita saya ditanyakan sebagai Juara 2 Untuk Kategori PC All in One. Allahu Akbar, senangnya tak terkira. Sekitar satu bulan berikutnya, PC All In One yang dijanjikan sebagai hadiah lomba telah sampai dengan selamat di rumah saya. Diterima oleh anak bontot dan suami saya. Kebetulan waktu itu saya sedang mengikuti seminar Ortu Digital dan bertemu dengan sahabat baru yang ingin diajari nge-blog.

blogger surabaya
alhamdulillah sungguh alhamdulillah

start up
juara 2 Asus Writing Competition Kategori PC All in One

langsung lebay di fesbuk, hihihi



Jadi, jika teman-teman mengalami hal yang sama. Ada kegelisahan, harapan, impian yang begitu kuat untuk diungkapkan. Tulis aja. Syukur jika ada lomba terkait. Lalu diam-diam berdo'a. Kalau saya sih lebih banyak minta didoakan ibu, ibu mertua dan bapak mertua, suami dan anak. Kagak pede berdoa sendirian mah, hehehe.

Begitu saja cerita singkat saya.
Sebagai tambahan, setelah seminggu menulis artikel lomba tadi, saya lalu sakit berhari-hari. Lumayan juga sakit ketika puasa. Sakitnya kenapa coba? masuk angin kelamaan kena kipas angin pas ngetik. Juga kelamaan mantengin layar laptop. Mabok laptop namanya lah. hahaha.

Alhamdulillah, semua harga yang harus dibayar telah tertutupi dengan hadirnya PC All in One ASUS di rumah kami. Pengennya bisa  makin bermanfaat, semangat dan nambah sahabat deh. Amin.

Semoga bermanfaat bagi nusa dan bangsa :)

Salam,

Heni Prasetyorini




0 Comments:

Thanks For Your Comment :)

Patut Dicoba! Meningkatkan Page View Blog Dengan Memasang Widget Random Post

Kerjaannya blogger itu bukan #CumaNulisDoang trus dapat duit loh ^-^ 
Sayang sekali alias eman-eman jika tulisan yang sudah diramu sedemikian rupa, tidak ada yang membacanya. Blogger harus kreatif menggunakan sosial media dan tools dari blogspot untuk mempromosikan tulisannya. Salah satu tools dari blogspot ini disebut widget, yang biasanya dipasang di sidebar blog (sisi kiri, kanan atau bawah blog kita).

Umumnya, blogger memasang widget berupa Arsip Blog, Popular Post atau Recent Post untuk menyajikan link langsung pada artikel yang telah ditulisnya. Cara ini bagus juga, namun link yang tersaji tidak berubah. Ada cara menyajikan link artikel blog secara acak dan berubah secara otomatis, yaitu dengan menambahkan widget Random Post. Jadi link tulisan kita tidak itu-itu saja. Dengan cara ini, pengunjung bisa makin betah membaca di blog.

Cara memasang widget ini, mudah sekali. Dari sumber aslinya di sini, saya memberikan gambaran tutorialnya ya.

Cara Memasang Widget Random Post di Blog


1. Buka dashboard blogspot, di www.blogger.com
2. Klik Layout Blog
widget random post
buka dashboard blogspot lalu klik Layout

3. Klik Add Gadget
4. Pilih Gadget HTML/Javascript
widget random post
pilih Add Gadget dan pilih HTML/Javascript

5. Copy kode widget Random Post, ubahlah tanda yang berwarna merah dengan url blog anda
6. Paste ke kolom Gadget HTML/Javascript tadi, beri judul dan simpan


widget random post
copy paste kode Widget Random Post ke kolom HTML/Javascript

KODE HTML WIDGET RANDOM POST:
ubahlah tanda yang berwarna merah dengan url blog anda
lalu copy paste kode widget dibawah ini ke kolom Add Gadget HTML/Javascript
------------------------------------------------------------------------------------

<style scoped='' type="text/css">
#arlina-random ul{list-style:none;margin:0;padding:0}#arlina-random li{display:block;clear:both;overflow:hidden;list-style:none;border-bottom:1px solid #e3e3e3;word-break:break-word;padding:10px 0;margin:0;}
#arlina-random li:last-child{border-bottom:0;}
#arlina-random li a{color:#444;}#arlina-random li a:hover{color:#444;text-decoration:underline}
</style>
<div id='arlina-random'>Memuat...</div>
<script>
//<![CDATA[
// Random Post Widget
var homePage = 'http://www.prasetyorini.com',
    maxResults = 5,
    containerId = 'arlina-random';
function getRandomInt(min, max) {
    return Math.floor(Math.random() * (max - min + 1)) + min;
}
function shuffleArray(arr) {
    var i = arr.length, j, temp;
    if (i === 0) return false;
    while (--i) {
        j = Math.floor(Math.random() * (i + 1));
        temp = arr[i];
        arr[i] = arr[j];
        arr[j] = temp;
    }
    return arr;
}
function ArlinaRandomPosts(json) {
    var startIndex = getRandomInt(1, (json.feed.openSearch$totalResults.$t - maxResults));
    // console.log('Get the post feed start from ' + startIndex + ' until ' + (startIndex + maxResults));
    document.write('<scr' + 'ipt src="' + homePage + '/feeds/posts/summary?alt=json-in-script&orderby=updated&start-index=' + startIndex + '&max-results=' + maxResults + '&callback=randomPosts"></scr' + 'ipt>');
}
function randomPosts(json) {
    var link, ct = document.getElementById(containerId),
        entry = shuffleArray(json.feed.entry),
        skeleton = "<ul>";
    for (var i = 0, len = entry.length; i < len; i++) {
        for (var j = 0, jen = entry[i].link.length; j < jen; j++) {
            link = (entry[i].link[j].rel == "alternate") ? entry[i].link[j].href : '#';
        }
        skeleton += '<li><a href="' + link + '">' + entry[i].title.$t + '</a></li>';
    }
    ct.innerHTML = skeleton + '</ul>';
}
document.write('<scr' + 'ipt src="' + homePage + '/feeds/posts/summary?alt=json-in-script&max-results=0&callback=ArlinaRandomPosts"></scr' + 'ipt>');
//]]>
</script>

------------------------------------------------------------------------------------

7. Random Post sudah tersaji di widget sidebar blog anda.


widget random post


Dengan cara ini semoga pageview blog anda semakin bertambah. Sehingga lebih banyak manfaat dan sahabat yang didapat.

Semoga berguna bagi nusa dan bangsa :)

Salam.

Heni Prasetyorini

9 Comments:

Thanks For Your Comment :)

3 Tools Dari Google Yang Sangat Menarik Untuk Belajar Bersama Anak dan Murid Anda

Coba tanya ke Mbah Google...
Wah, kalimat ini so yesterday loh.
Karena, Google tidak hanya menyediakan mesin pencari. Yang bertugas untuk mencarikan segala jenis informasi yang kita butuhkan.

Sekarang, ada banyak sekali platform yang diusung oleh Google. Dan kabar baiknya lagi adalah aplikasi itu bisa sangat membantu proses belajar mengajar baik di rumah atau di sekolah.

 Projek Google For Edu, lah yang berjasa mengumpulkan aneka rupa platform yang bisa membantu anak mendapatkan wawasan, pengetahuan dan pengalaman belajar yang menarik dan menyenangkan bersama Google. Nah, saya share 3 tools dulu ya, lainnya menyusul nanti :)


1. Google World Wonder


Anak-anak dan murid kita bisa piknik keliling dunia, melalui Google World Wonder. Kita bisa mengunjungi Paris, melihat piramida di Mesir. Mengetahui kebudayaan negara lain melalui gambar, foto, video dengan di situs ini. Jalan-jalan gratisan modal internetan alias Virtual Field Trip ini bisa juga dilakukan di situs google lainnya yaitu, Google Map dan Google Lit Trips.

google tools




2. Google Hangouts

Google Hangouts adalah tools untuk merekam dan membuat percakapan jarak jauh dengan tampilan video seperti halnya skype (teleconference). Terdapat fitur yang bisa menyertakan sampai 100 orang dalam grup chat. Selain itu bisa digunakan untuk menelepon one-on-one calls. Juga membuat grup callas sampai 10 orang. Wah asik kan, kita bisa menelepon bergantian bersama 10 orang. 

Penggunaan untuk kelas belajar, misalnya guru membuat Webinar  dan  bisa mengundang tenaga ahli suatu subyek, contohnya antariksawan, yang sulit ditemui langsung. Dia ini diminta memberikan presentasi singkat melalui Hangouts.Tentu hal ini akan menarik sekali bagi anak-anak di rumah maupun di sekolah. 

asyiknya menyaksikan kelas belajar bersama antariksawan langsung dari dalam pesawat luar angkasa, seperti disini


Dengan diperbolehkannya 10 orang dalam Hangouts, satu presentasi bisa dibagi untuk 8 kelas lainnya secara bersamaan. Tentu saja, yang biasanya menjadi kendala adalah akses internet yang kurang bagus atau stabil di Indonesia. Tetapi jangan sedih juga. Karena guru bisa merekam presentasi tersebut, sehingga bisa digunakan kembali sebagai sumber belajar. Misalnya untuk konsep Flipped Classroom, after-class tutoring atau pekerjaan rumah. Sesi yang direkam akan otomatis terupload ke You Tube, sehingga akan lebih memudahkan akses lagi oleh murid di luar kelas. 


3. Google Drive


Google Drive ini adalah sejenis cloud computing andalan saya. Yaitu platform dari Google yang mempunyai banyak fitur. Selain untuk menyimpan data secara online. Google Drive juga menyediakan Google Doc untuk menulis dokumen. Google Slides untuk membuat slide presentasi. Google Form untuk membuat konten data atau formulir. Dan kesemua fitur itu bisa disimpan otomatis di google drive. Lalu bisa dibagikan dengan mudah. 

Hasil gambar
credit
Keunggulan Google Drive sejauh yang saya alami sendiri adalah bisa menyimpan file saya lebih fleksibel secara online. Jadi ketika saya butuh, segera bisa mengambil file itu, lalu mengunduhnya atau mengirimkannya melalui email kepada mereka yang membutuhkannya. Selain itu, dengan google drive kita bisa mengirimkan file berukuran besar. Yang kadang ditolak oleh Gmail. 

Dalam proses belajar mengajar, google drive bisa dilakukan untuk berbagai hal. Bisa untuk projek menulis secara kolaboratif. Jadi satu kelompok murid, ditugaskan menulis sebuah novel atau kumpulan cerita. Dengan satu akun google drive yang sama, anak bisa menulis melalui Google Doc dan disimpan lalu diedit secara online. Hal ini memberikan pengalaman belajar yang menarik untuk anak. 

Sewaktu PPL di Wonosalam, saya juga berbagi tentang google drive dan blog kepada guru Mtsn.

blog

Cerita lengkap berbagi tentang Google Drive bisa dibaca disini.

3 Tools dari Google ini, menarik sekali loh jika diterapkan untuk belajar bersama anak-anak di rumah, atau di sekolah. Selain itu juga bisa digunakan untuk memudahkan kerja kita sebagai blogger, guru, pegiat online atau siapapun yang memanfaatkan akses internet untuk belajar dan bekerja. 

Selamat mencoba 3 tools ini. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan tulis di kolom komentar di bawah ini. 

Semoga berguna bagi nusa dan bangsa.
Salam,


Heni Prasetyorini.






1 Comments:

Thanks For Your Comment :)

Pakai Aplikasi Foto Jet Biar Page View Blog Makin Meroket

Sebelum mengenal tulisan, manusia berkomunikasi dengan membaca gestur, dengusan dan gambar. 

Di era millenium ini, dimana manusia lebih banyak berkomunikasi secara digital pun peran gambar masih besar. Dalam sebuah riset menyebutkan bahwa ketertarikan orang di dunia digital ini hanya 3 detik saja. Jika dalam 3 detik pertama, tidak ada hal yang menarik tersaji dalam suatu website atau blog, maka dengan cepat orang akan beralih ke web lain.

Cara menarik perhatian dalam 3 detik pertama itu bisa dilakukan secara visual. Yaitu menggunakan gambar atau video. Wabilkhusus sebagai Blogger pun, belakangan ini keperluan konten visual semakin gencar saja diperlukan. Terutama ketika kita ingin mempercantik artikel blog kita sehingga makin enak dibaca dan memanjakan mata para pengunjung blog kita.

Saya pun mengalami kegelisahan yang sama, bahwa menulis saja tidaklah cukup. Saya pun harus membuat konten visual yang cantik dan menarik. Biasanya sih, menggunakan photoshop. Tapi nggak tahu kenapa, saya masih "males" banget belajar otak-atik photoshop. Kayak susah loadingnya gitu loh. Ketika awal mau bikin sesuatu di photoshop, trus klik sana klik sini. Akhirnya saya tutup aja dah tuh photoshopnya. Ngabisin waktu banget sih bikin gambar doang, mending nulis deh bisa jadi 5 artikel. Begitu....

Untunglah, alhamdulillah, sekarang banyak sekali penyedia aplikasi edit gambar atau desain grafis online yang gratisan. Terlebih lagi nih, aplikasi FOTO JET. Saya baru nemu nih aplikasi. Setelah saya klik dikit-dkit, eehhh cakep loh. Terutama ini nih, lihat nih. Saya berhasil bikin Cover Majalah Time versi saya dengan mudahnya. Tinggal upload foto narsis, lalu klik Auto Fit, jadi deh, nggak perlu ngedit apapun lagi. Dah saya juga nggak niat ngedit tulisannya kok. *obsesi banget masuk majalah ya mbak Hen? ,wkkkk

jadi perempuan paling berpengaruh abad ini? *uhuk :D

Gambar cakep diatas dibuat di website Foto Jet


pilih template - upload gambar narsis - klik gambar - klik Auto Fit - jadi deh

 Selain bikin Cover Majalah, ada juga pilihan lainnya di pilihan Collage Maker. Saya baru coba-coba beberapa pilihan desain sih. Dan ingin tahu, apa saja yang tersaji di aplikasi Foto Jet ini. Kalau dari template yang tersedia, wah kesengsem banget. Maniis bin cakep gitu loh, kayak yang nulis #eh.

beberapa pilihan desain di Fitur Collage Maker
Kabar gembira bagi pemburu aplikasi gratisan adalah hasil desain kita bisa diunduh dan dibagikan ke sosial media. Bisa disimpan sebagai gambar atau print as pdf. Malah ada opsi juga disimpan di Google Drive. Tuh, lengkap kan.

kalau save sebagai Gambar, bisa pilih kualitas gambarnya juga loh
klik Print - pilih Simpan Sebagai PDF atau Simpan Ke Google Drive

klik Print - Simpan sebagai PDF - jadi Cover Ebook deh


mau langsung di share ke sosmed, juga bisa
Pilihan desainnya apik dan fiturnya mudah ya. Namun ada satu keterbatasan yang masih mengusik hati sanubari saya. Yaitu, dalam beberapa pilihan desain seperti Facebook Post dan Instagram Post, folder template-nya tidak muncul gambar apapun. Ditunggu beberapa menit, di reload, ditunggu lagi, reload lagi, tetap aja gitu. Kosong. Ketika saya coba tanya ke pihak Foto Jet langsung, katanya itu terkendala web speed saya. Hiks, jadi malu bok. Emang internet di Indonesia belum bagus mbak.


ada bagian pilihan desain yang template-nya nggak muncul, itu karena internet saya lemot sodaraaaa...
 Dan satu lagi yang bikin rada keki, rada sih. Yaitu adanya aneka jenis Tips di awal kita membuka website. Sebenarnya bagus sih tujuannya, cuma ya itu. Alasannya kembali pada web speed. Kalau internetnya masih nyala-mati dan kadang berebutan sama anak yang lagi ngunduh videonya Upin Ipin, ya mewek emaknya.

aneka tips di awal loading website Foto Jet, simak yaaa :)
Walaupun ada 2 hal yang masih belum teratasi karena kendala web speed. Kecuali di atas rumah saya sudah dipasang Google Loop, sehingga akses internetnya bisa wus uwus uwuss babalass angine....
Kita tak perlu baper seperti tuduhan pak Ahok terhadap bu Risma, walikota Surabaya, yang beritanya terpajang di koran Jawa Pos hari ini ya. 

*Idih, Heni...bicara politik, tumben...
Saya hanya membela idola saya bu Risma, Walikotaku tercinta ini kok. 
"Bu Risma, di Surabaya aja ya, jangan kemana-mana. Ntar di bully loh." #SaveRisma

Kembali ke Foto Jet. 
Nah, disini masih banyak pilihan desain yang 'sunnah' untuk dicoba. Sunnah aja ya, karena kalau nggak nyoba biar nggak dapat dosa :)

Coba lihat lagi dua pilihan desain di bawah ini. Untuk Poster dan Sosial Media Post. Aduuh cantik nian itu templatenya. Tinggal ngedit tulisannya doang, udah jadi deh tuh yang namanya EBOOK, POSTER, BANNER, GAMBAR BLOGPOST, dan lain sebagainya. Membantu banget kan, kalau kita ingin membuat konten digital. Eh, dicetak juga jadi cantik kok.

nih lagi bikin calon cover ebook materi belajar di Akademi Prasetyorini, ciamik pan?
 Terutama ini nih, gambar manis kayak di bawah ini kemarin-kemarin itu bikin saya baper ngiler tiada tara. Terutama yang nge-share para blogger mastah atau para desainer grafis yang pakar sama typography cakep dan ngedit nambahin ini itu. Sekarang tersaji dalam bentuk TEMPLATE FOTO JET. Haduh, gembiraa... weekend bisa bikin aneka jenis stok gambar cakep sambil nungguin mesin cuci bekerja nih. Eh curcol emak-emak.

perpaduan warnanya, itu loh, so sweeet......


apalagi gambar ini, haduuh jadi pengen hamil lagi, #eh

Jadi begitulah teman-teman dan handai taulan. Kelemahan kita bisa diatasi dengan keberanian dan ketekunan kita bergelrilya mencari aplikasi. Bikin gambar cantik, sekarang tak bikin mata belekan lagi. Blog makin cantik, rekening makin terisi. Hen, jujur banget sih?

Technology can be this fun!

Salam,

Heni Prasetyorini
Kalau mau langsung ngobrol, silahkan menjapri ke Facebook atau mention ke twitter @HeniPR





4 Comments:

Thanks For Your Comment :)

Jon Morrow, Blogger Difable Yang Sukses Karena Helping People

Kalau kemarin saya “sesumbar” bisa nulis 10 artikel dalam sehari.
Bagaimana komentar anda mengetahui ada blogger yang kerjanya mulai jam 8 pagi sampai jam 11 malam?
Kebayang berapa artikel yang dia tulis seharian?
Jadi ingat sama sakit pinggang alias boyok kemeng?
Bagaimana jika saya tambahkan, bahwa blogger yang kerjanya gila-gilaan itu adalah seorang difable. Makin terperanjat?

Mengetahui orang difable bisa mengurus dirinya sendiri saja, saya sudah terkagum-kagum tidak terkira. Apalagi mengetahui mereka berhasil menjadi penolong orang lain. Sepertinya halnya satu tokoh keren ini, simak ceritanya dengan sepenuh hati, oke.

Blogger Difable Bisa Helping People

Jon
Jon Morrow dari SmartBlogger.COM

Jon Morow. Dalam artikelnya berjudul, “How to Quit Your Job Get Paid And Move To Paradise” dia menceritakan asal muasalnya memilih untuk keluar dari pekerjaannya sebagai orang kantoran lalu terjun bebas menjadi blogger.
hiiiyy...Ngeri-ngeri sedap gitu ya kedengarannya?
Bagaimana kisah lengkapnya, ayo disimak dengan lapang dada.

Nama lengkapnya Jon Morrow. Karena sebuah kecelakaan mobil yang parah, Jon mengalami kelumpuhan. Dia menggunakan kursi roda untuk bergerak. 

Mungkin banyak cerita difabel  seperti dia yang menghiasi media. Namun saya ambil kisahnya, karena kebetulan dia juga seorang blogger profesional. Yaitu seseorang yang bekerja sebagai blogger. Yang mendapatkan dollar demi dollar dari bikin blog (saja). Mengucapkan (saja)-nya jangan terlalu kencang ya. Nanti diserbu oleh blogger sejagad raya loh. *becanda…

Sebelumnya Jon adalah pekerja, karyawan dengan gaji besar dan posisi yang matang. Kecelakaan itu adalah titik balik kehidupannya. Dengan luka yang sangat parah, Jon harus menjalani pemulihan berbulan-bulan. Disitulah dia mulai memikirkan tentang kehidupan. Tentang pertanyaan mendasar dalam kehidupannya. Ketika nyawa, hidup sudah merasa penting. Dia bertanya pada diri sendiri. 

“apakah kehidupan ini yang aku inginkan?”
“apakah bekerja di tempatku kemarin, pola hidupku adalah impianku yang tercapai?”
Ternyata Jon menjawab lain. “Tidak, bukan ini yang kuinginkan”

Jon ingin mengubah hidupnya. Dia ingin lebih banyak waktu bersama keluarganya. Dia ingin bebas bekerja apa saja, kapan saja sesukanya. Dia ingin menulis. Dia ingin tulisannya bisa membantu orang, menginspirasi orang lain dan mengubah orang lain itu dari “kerangkeng” hidupnya.
Setelah dinyatakan sembuh, Jon segera membereskan tugas terakhirnya di kantor. Lalu pergi begitu saja dari kantor lamanya. Ketika temannya bertanya, “apa yang akan kau lakukan sekarang”
Sekedarnya saja Jon menjawab, “entahlah, mungkin mulai membuat blog (saja)”
 Tak disangka jawaban sekedarnya saja itulah yang mengubah hidup Jon kemudian.
Apa yang dilakukan Jon kemudian?

Awal Ngeblog Itu 

Jon Fokus di Blog Dari Jam 8 Pagi - 11 Malam

 Tiap Hari, 3 Bulan Full

Berani? 


Jon tidak hanya memikirkan rencana membuat blog. Tapi dia benar-benar menekuninya. Dalam 3 bulan ke depan, dia bekerja sejak jam 8 pagi sampai jam 11 malam. Dari pagi sampai malam, pekerjaannya adalah menulis, membaca dan berinteraksi dengan blogger lainnya. Hanya itu.
Dalam bulan pertama, blognya yang bicara tentang strategi keuangan, On Money Making, langsung melejit, tembus sampai 2000 pengunjung setiap hari. Sampai masuk nominasi sebagai blog keuangan dan bisnis terbaik tahun itu.

Dua bulan setelahnya, Brian Clark mengajaknya menjadi Associate Editor di website Copyblogger. Akhirnya dia memilih untuk menjual blog pertamanya On Money Making kepada lima orang pembeli dan memilih bekerja di Copyblogger, salah satu blog paling terkenal di dunia.

Kesuksesannya ini ternyata masih awal.
Saat itu, musim dingin yang parah. Jon hanya berdiam di apartemennya tanpa bertemu siapapun. Sampai akhirnya dia sadar. Untuk apa aku terkurung di apartemen seperti orang yang menyedihkan begini? Teriak Jon. Full time blogger itu bisa bekerja dimana saja kan?!
Dengan bantuan temannya, Jon pindah ke Mexico. Sekarang, dia ngeblog, menulis sambil menatap ikan lumba-lumba yang berloncatan di lautan. Alamakjaang itu surgaaa, paradise.

Ngayal Ngeblog di Tanah Surga ^_^


Saya juga sering ngayal kayak gini loh. Ada di rumah kayu, berlantai kayu. Adem. Banyak tanaman di teras, bahkan di halaman rumah. Ada pohon mangga, jambu, durian, rambutan, semangka dan tak ketinggalan  pohon cabe. Saya duduk di teras berlantai kayu. Angin semilir sejuk. Suara anak-anak berlarian di halaman rumah, diantara pepohonan rindang. Gemericik air menyirami pepohonan, dari selang air yang dipegang suami. Di meja teras, ada Macbook, drawing pad, kopi susu panas, brownies manis menemani saya mengetik. Tidak ada cucian yang belum dijemur, piring kotor yang menumpuk, baju bersih belum disetrika. Lantai sudah disapu dan bersih, kamar mandi sudah kinclong sendiri, semua kasur sudah diganti sprei. Di meja makan tersaji aneka ria hidangan. Di kulkas penuh camilan. Di rekening bank……*lanjutkan sendiri , hihihihi.

Kita semua bermimpi seperti itu. Tampaknya mustahil kan? Ternyata tidak bagi Jon.
Jon bisa mewujudkan semua keinginannya dengan menjadi BLOGGER. Bahkan dia berhasil meraup jutaan dollar dan bisa membelikan mobil untuk ayahnya, ketika memutuskan untuk menolong orang, Helping People. Jon membuka kursus atau kelas belajar cara nge-Blog yang baik. Cara menaikkan trafic blog. Cara mendapatkan penghasilan dari sosial media. Dia melakukannya tanpa menetapkan rate card, standar gaji. Sekali waktu dia menerima 50$, di lain waktu dia menerima 350$, namun dia memberikan dedikasi pekerjaan yang sama besarnya kepada mereka, membantu sampai impian dan tujuan para kliennya terwujud.

Yang menyenangkan adalah kalimat terakhirnya yang menegaskan, bahwa Jon tidak fokus untuk mencari uang dari blog. Dia fokus mengubah hidup seseorang jadi lebih baik. Dan ternyata, uang juga datang sendiri.


Di suatu malam, saya menghubungi seorang blogger senior, mbak Ani Berta. Curhat ala blogger sebenarnya. Dan mbak Ani, juga membagikan pandangannya yang sama seperti Jon. Mbak Ani berkata,

"Ketika menjadi BLOGGER fokus saja untuk memberikan dan membagikan manfaat kepada sebanyak mungkin orang yang membutuhkan. Rejeki akan datang mengikuti"

You are Mastah Blogger mbak Ani, makasih ya.

Kembali ke Jon. Setelah dia bosen jadi pegawai dan memutuskan jadi Profesional Fulltime Blogger, Jon mendapatkan penghasilan berlimpah dari blog dan kelas belajarnya. Kemudian Jon diundang sebagai pembicara, narasumber, speaker, motivator. Jon mengatakan, jika dia bisa melakukannya, maka dia ingin banyak orang yang bisa juga sesukses dia.
Anda ingin keluar kerjaan lalu jadi profesional blogger? Bisa!
Anda ingin jalan-jalan keliling dunia sepuasnya? Bisa!
Anda ingin mendedikasikan diri tiap jam membantu orang dan membuat dunia ini jadi tempat tinggal yang lebih baik? bisa!
Dan itu semua diwujudkan Jon, dengan menjadi BLOGGER.

hhfhh..kalau sudah baca artikel ini ,mereka yang ringan berkomentar, “Enak ya jadi Blogger, Cuma Nulis Doang bisa Dapat Duit” , akan terdiam dan lari tunggang langgang menuju lautan kemudian dicaplok ikan.
*ih dendam banget sih Hen, :D

Begitulah kisah inspiratif dari saya, cerita aslinya dari artikel ini http://www.problogger.net/how-to-quit-your-job-move-to-paradise-and-get-paid-to-change-the-world/

Kalau ingin jadi blogger sukses, coba dulu fokus ngeblog "dari jam 8 pagi sampai jam 11 malam".
Lalu perhatikan apa yang terjadi :)

Semoga menginspirasi,

Salam

Heni Prasetyorini




7 Comments:

Thanks For Your Comment :)

Dari Coding Mum Menjadi Akademi Prasetyorini

Di akhir kelas belajar Coding Mum, saya mempresentasikan desain website Akademi Prasetyorini. Sebenarnya di program ini, tujuan utamanya tidak sekedar menunjukkan keterampilan membuat website. Namun diharapkan yang ditampilkan adalah website dari rencana bisnis yang akan digeluti oleh peserta itu sendiri. Dari teman-teman saya kemudian, muncul beraneka jenis bisnis yang akan dan sudah dijalani, kemudian ditampilkan secara apik dan menarik dalam bentuk website.

Jenis bisnisnya antara lain

  • C4KM4D Scribble Art oleh Tika
  • 3D Body Potrait oleh bu Prima
  • Ghoni Handmade oleh bu Cicim
  • Fashion oleh bu Jelita
  • Kids Catering oleh Aisyah
  • Proffesional Blogger oleh bu Titi
  • Akademi Prasetyorini oleh saya sendiri

Sebelum mengikuti Coding Mum, beberapa kali saya ngobrol dengan teman untuk membuka kelas belajar bersama untuk perempuan. Semacam mini workshop yang bisa diadakan di rumah saya, di taman kota Surabaya atau keliling di rumah ibu-ibu lainnya. Karena saya bergaul dengan para ibu rumah tangga, yang pagi harinya longgar waktunya, ya rencana saya mengisi waktu kosong itu.

Di awal Coding Mum, saya merencanakan membuat website pembelajaran anak-anak, yaitu Studio Belajar Doji. Untuk merekam jejak belajar anak-anak di rumah dan menyimpan link sumber belajar yang bisa diakses oleh anak lain secara online.

Website Studio Belajar Doji = Hasil ngoding pertama kali di Coding Mum Surabaya


Rencana ini saya buat karena terlanjur janji juga, saya harus mempersiapkan bimbel rumahan untuk keponakan dan teman-teman anak saya. Namun kesiapan saya belum mumpuni untuk website ini. Terlebih lagi, rencana bimbel ini ternyata batal. Karena teman saya itu pindah rumah jauh dari saya. Dan teman lainnya memasukkan anaknya ke pondok pesantren. Sedangkan keponakan saya, hanya bertahan seminggu belajar bimbel tiap pulang sekolah ke rumah saya, karena kangen sama adek bayinya, hehehe. Ada-ada aja.

Alhamdulillah, keputusan saya mengubah rencana dari Studio Belajar Doji ke Akademi Prasetyorini (AP), adalah keputusan yang tepat. Tepat karena saya bisa merealisasikannya secara berkelanjutan. Jadi tidak sekedar presentasi untuk tugas akhir Coding Mum kemarin.

akademi prasetyorini
single web design untuk Akademi Prasetyorini 


Memang ada lagi perubahannya. Jadi, awalnya saya merencanakan Akademi Prasetyorini akan membuka kelas workshop offline dan online, untuk 3 jenis materi belajar yaitu Bisnis, Kreatif dan Digital. Sebagai pemateri, saya merekrut dua teman saya yang berprofesi di bidang ekonomi bisnis, tata rias kecantikan dan handycraft.
Ya, namanya juga rencana pasti ada saja kendala. Teman saya yang perias, pindah rumah. Sedangkan yang pebisnis, sibuknya luar biasa. yang handycraft susah mencari waktu ketemu yang tepat dengan saya. Namanya sama-sama ibu rumah tangga ya, ritme kerja mengikuti aktivitas anak dan keluarga.

Jadinya ya begitu, untuk merealisasikan rencana ke depan, saya mengalami kesulitan.
Setelah mencoba melakukan SWOT dengan diri sendiri, akhirnya saya memutuskan untuk memulai rencana ini sendirian dulu saja.
Dengan modal 1M saja sudah cukup.
Haa? 1 M? 1 Milyar?

Iya 1 M = 1 Me = saya sendirian. One man show. Begitu maksud istilahnya. Saya kenal istilah ini dari CEO Dea Bakery waktu ikutan acara Leaders Academy oleh CEOSTARS Surabaya. *apaan lagi nih? ntar aja ya saya ceritain di artikel berikutnya.

Modal 1 M ini, adalah cara yang biasa dilakukan juga oleh beberapa pengusaha lainnya ketika memulai usahanya. Baiklah, saya sudah pengalaman nge-run jualan online sendirian di Jilbab Orin, maka kali ini saya insya Alloh juga pasti bisa. Yakin.
Karena akan maju sendiri, saya harus mengukur potensi dan kemampuan diri sendiri. Mengingat umur dan kewajiban di rumah tangga yang masih belum begitu longgar, maka saya pilih fokus pada satu hal saja. Yaitu bidang Digital. Kalau dirangkum sebenarnya mencakup ketiga konsep awal yaitu BISNIS DIGITAL KREATIF. Pokoknya semua diarahkan dalam bentuk digital. Bahkan kelas belajarnya hanya saya buka Kelas Online saja.

Jadi apa itu Akademi Prasetyorini?

Akademi Prasetyorini adalah projek pengembangan perempuan di bidang digital kreatif. Kelas belajar hanya dilakukan secara online melalui Blog dan Facebook Fanpage. Output yang diharapkan adalah peserta dapat menjadi digitalpreneur, yaitu pengusaha di bidang digital. Mereka bisa menjual produk berupa konten digital berupa ebook, video, gambar atau memberikan jasa digital seperti membuka kelas online atau jasa terkait blog dan web design.

Hanya kelas belajar online?
Ya. Sementara ini saya yakin belajar-mengajar secara online akan tepat sasaran. Kedua belah pihak bisa mengakses materi belajar, di mana saja dan kapan saja. Terlebih respon yang masuk berasal dari luar kota Surabaya. Ada beberapa teman di Bandung, Solo, Jombang, Kediri; yang meminta saya mengajarkan materi membuat blog dan lain sebagainya.

Lalu apa yang saya lakukan dan harus saya persiapkan?


  •        Course management system. Saya harus menyiapkan materi belajar seperti ebook, video tutorial. Serta memilih metode belajar yang mudah dipahami oleh peserta.
  •        Learning management system. Saya berencana memanfaatkan platform Course Networking untuk hal ini.
  •        Delivering Content System. Untuk mempermudah komunikasi dan menyampaikan materi belajar, saya memanfaatkan blogspot, You Tube dan fanpage Facebook. Karena kedua platform itu yang paling mudah diakses oleh calon peserta kursus.
  •        Cashflow management system. Kelas belajar ini termasuk juga dalam rangka bisnis yang ada cashflow-nya, saya harus menyiapkan hal ini juga.
  •        Jiwa Raga Management System. Karena saya kerjanya sendirian, maka harus membuat rencana kerja yang aman untuk jiwa raga saya :)


Apakah rencana saya ini akan berhasil?
Apakah rencana saya ini akan menguntungkan?

Saya punya satu keyakinan yang semakin lama semakin merasuk ke sanubari saya, bahkan sampai ke bagian kromosom DNA saya. Bahwa rencana saya ini patut untuk diperjuangkan karena menganut paham:

“Educate a Woman, Educate a Generation”.
Mendidik Satu Perempuan Berarti Mendidik Satu Generasi.”


Kalaupun yang mendaftar di Akademi Prasetyorini dari awal sampai akhir, hanya 5 orang perempuan saja. Artinya Akademi Prasetyorini sudah berhasil menjadi fasilitator belajar untuk 5 generasi. Manis sekali untuk dibayangkan bukan?

Baiklah, saya mulai projek ini dengan bismillah, semoga bisa lancar dan berkelanjutan. Menjadi satu profesi dan pekerjaan yang bisa saya tekuni sampai sudah nenek-nenek nanti. Jadi Nenek Coding. Yeaahh !!!!

Technology can be this fun!

Salam,

Heni Prasetyorini


0 Comments:

Thanks For Your Comment :)

Coding Mum Bekraf Membuka Peluang Kerja Untuk Perempuan di Dunia Digital

Sekali lagi saya sampaikan, saya merasa beruntung sekali bisa terlibat di Coding Mum Surabaya. Selain karena dapat ilmu baru yang sudah lama saya idam-idamkan. Saya juga makin keren. Plus membuka peluang kerja baru bagi saya pribadi. Nambah joblist gitu loh. Beneran? Bener banget, beneran, serius deh.

Coding Mum adalah program belajar ibu-ibu untuk mengenal pemrograman front-end dan web-design.

coding mum
Coding Mum pusat bisa diakses di www.codingmum.id
Coding Mum Surabaya bisa diakses di http://codingmumsby.wordpress.com
Program ini diselenggarakan oleh Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif), bikinan pak Jokowi. Jadi program ini resmi diselenggarakan oleh negara tercinta kita ini. Yang ingin memberikan peluang berkarya dan bekerja para perempuan, ibu-ibu, khususnya ibu rumah tangga. Program belajar yang ditawarkan masih pada basic web design dan basic front end programming. Hasil belajar yang diharapkan adalah para peserta mampu membuat web design sendiri dan bekerja di bagian front end developer.

Waktu saya antusias mendaftar, sebenarnya harapan saya adalah bisa membuat template blogspot. Selain untuk diri saya sendiri, saya ingin bikin bisnis baru di dunia digital, yaitu “Jualan Template Blogspot”.

Karena awam banget dengan dunia coding (pemrograman), saya ikut saja. Saya senang sekali bisa diterima. Terlebih ketika mendaftar, saya menggunakan status saya sebagai Ibu Rumah Tangga Digital dengan sidejob sebagai Blogger. Namun dalam ESSAI tentang tujuan mengikuti Coding Mum dan rencana selanjutnya, saya tuliskan bahwa saya ingin membuka kelas belajar pemrograman dan digital learning, baik untuk perempuan, guru dan anak-anak. Dan memang ini rencana saya sejak menekuni digital learning dan aneka jenis platform e-learning untuk pembelajaran di sekolah. 

Niat awal ingin bisa bikin template blogspot, ternyata harus ditahan dulu. Kenapa?
Karena di Coding Mum, yang diajarkan adalah membuat web design menggunakan kode HTML 5, Javascript dan CSS 3. Sedangkan kode template blogspot bertipe XML. Beda kode maakk, hiks. Namun kekecewaan saya tidak berumur panjang. Untunglah… karena para mentor memberikan jaminan, akan membimbing saya memahami XML jika diperlukan. Mentornya alias coach-nya super sitimewa deh beneran. Eh, istimewa maksudnya :D

Menurut mentor, “XML itu lebih jadul bu daripada HTML 5 yang akan diajarkan di Coding Mum”.
Tapi ya, gimana lagi, saya ini biasa menggunakan Blogspot yang memakai XML. Jadi biar jadul, tetap aja butuh. Biarin deh saya jadi "Vintage Developer" aja kali. Hehehe.

Lalu bagaimana Coding Mum membuka lapangan kerja buat saya pribadi, khususnya?
Jadi begini. Ketika foto narsis saya pertama kali muncul di Dilo Surabaya, langsung saja derajat saya naik di dunia persilatan jagad maya. Kemarin hanya blogger sekarang nambah jadi coder. Apaan sih coder? Bikin istilah baru sendiri, hehehe.
Beberapa teman baru, malah mengira saya Sarjana IT. Luar biasa kan? Padahal saya Cuma belajar Coding Mum 3 bulan saja.

Yang mungkin memberikan Nilai Tambah bagi saya adalah….saya tidak berhenti belajar dan berkarya di dunia coding itu tadi.
Walaupun saya diberi ilmu tentang HTML5, saya nekad saja masih otak-atik kode XML blogspot saya sendiri secara otodidak. Lalu saya juga kesana-kemari membaca berita tentang dunia developer dan startup. Saya pun rajin ikutan acaranya para developer dan anak-anak muda keren, pinter bin canggih yang pada mendirikan perusahaan digital bernama Startup. Padahal hidden agenda saya sebenarnya biar terus awet muda sekaligus nyari inceran calon mantu, #ehgimana :) .

Dari kiprah ini, saya mendapatkan tawaran job baru berupa:
  1. Aplikasi reviewer. Ya, bahkan ada mbak-mbak bule dari luar negeri yang mengirimkan email Review Request pada saya. Dia meminta saya mereview aplikasi ‘graphic editing’ yang baru dibuatnya itu. Amazing kan? Walaupun saya ngobrol di emailnya dengan bahasa Inggris, dia menginginkan saya mereview aplikasinya dengan bahasa Indonesia saja. Mungkin dia ingin aplikasinya terkenal di negeri kita ini kali ya? Hidup Indonesia!
  2. Narasumber. Tawaran menjadi narasumber alias pembicara di sebuah acara mulai datang pada saya. Yang pertama dari teman saya yang bekerja sebagai dosen. Dia ingin saya tampil di depan mahasiswanya. Yang kedua, teman saya penulis novel, dia ingin saya tampil di komunitas sastranya sebagai blogger. Nah loh, happy kan? Makanya cari temen yang sebaik mereka :D
  3. Trainer. Menjadi trainer alias guru, memang sudah saya jalani sebelumnya. Namun yang terbaru adalah permintaaan menjadi trainer workshop blog dan web design. Biarpun belajar web nya baru aja, saya tetep pede menerimanya. Kenapa? Karena saya punya backup dari mentor Coding Mum yang siaga setiap saat ketika saya butuh bantuan. Coach Siaga dari Dilo Surabaya. Horee…
  4.  Template Blog Redesigner. Peluang jasa ini baru saya temukan kemarin. Ketika saya membenahi template blogspot teman saya yang masih statis. Saya memasang template baru yang responsive dan enak dibaca di gadget mobile seperti HP, Ipad dan tablet android. Disini saya kepikiran ide menerima jasa mengubah template lama jadi responsive. Eh, ternyata responnya bagus juga. Alhamdulillah.


Nah, menarik bukan belajar coding?
Cobain deh. Jika sudah pernah mencoba, akan ketagihan ngodingnya. Dijamin.

Technology can be fun!
Salam,

Heni Prasetyorini



0 Comments:

Thanks For Your Comment :)

Stop Gaptek! Perempuan Harus Melek Teknologi


Though we do need more women to graduate with technological degrees, I always like to remind women that you don't need to have science or technology degrees to build a career in tech. [Susan Wojcicki]

 Sepakat dengan kalimat dari mbak Susan Wojcicki diatas?

"Walaupun kita butuh lebih banyak perempuan yang lulus dari kuliah teknologi, saya selalu mengingatkan bahwa kamu tidak perlu harus jadi lulusan  Sains atau Teknologi lebih dulu, untuk membangun karirmu di bidang teknologi".

Kalau saya, sangat sepakat dengan kalimat diatas.
Dunia teknologi, sangat terbuka menerima calon pebelajar dari berbagai latar belakang.Contohnya teknologi digital kreatif di dunia blogging yang saya geluti sampai sekarang.Membuat blog, merawat dan mengoptimalisasi blog, menjadi BLOGGER, boleh dilakukan oleh siapa saja. Profesi inilah yang paling bisa menerima saya apa adanya.

Mbak Heni, bukannya udah lulus S2?
Iya itu benar. Tapi, walau sudah lulus S2, background saya 14 tahun sebelumnya adalah ibu rumah tangga (IRT). Ketika saya mencoba menggunakan ijazah S2 untuk melamar pekerjaan formal di jaur pendidikan, entah sebagai guru atau dosen, ternyata tidak mudah.

Betapapun saya sudah aktif di dunia pendidikan dari balik layar laptop, kinerja saya tidak tertulis dalam lembaran sertifikasi formal. Mungkin selain faktor IRT ditambah juga usia saya yang sudah over deadline untuk diterima sebagai karyawan :).

Maka, menjadi pekerja bebas (freelancer,), atau pekerja usaha sendiri (self employee) adalah pilihan termudah. Salah satu pilihan adalah menjadi blogger, writer dan trainer pendidikan terutama digital learning.

Ada hal menarik yang saya temui ketika terjun lebih dalam ke komunitas Blogger. Di sana saya berkenalan dengan perempuan yang lulusan SMP, namun kinerja sebagai Bloggernya sudah luar biasa. Dari ngeblog saja, beliau bisa menghidupi keluarganya. Sebut saja namanya Mawar  *loh doi pedagang boraks? - LOL

Anyway, bicara gelar sekolahan, Ibu Menteri kita, bu Susi, juga sekolah formalnya sampai SMP kan?
So, gelas is not a big deal. Bukan patokan kualitas diri seseorang.

Memang benar, belajar dan sekolah formal bukan satu hal yang sama. Belajar itu wajib, bagaimanapun caranya. Jika melihat profil blogger teman saya itu, saya sering menggumam sendiri.
"Seandainya semua perempuan mau melek teknologi, sedikiit saja. Bayangkan sebesar apa pencapaian dalam hidupnya?".

Kalau mau?
Ya kalau mau!
Karena saya masih sering menemukan teman, kenalan, atau perempuan yang tidak peduli dengan teknologi. Cuek dengan ke-gaptek-annya. Namun merasa dunia runtuh karena dia tidak punya skill apa-apa untuk bekerja.

Diajari bikin email, nggak mau lihat langkah saya.
Dibikinin email, nama password selalu lupa.
Padahal mereka lulusan SMA, D3, bahkan Sarjana.
Gemes banget pokoknya.

Perempuan. Ladies. Women.
Ayo toh, melek teknologi. Jangan gaptek, pliiis plis banget deh.


Kita harus meningkatkan kemampuan diri, bagaimanapun bentuknya. Jika fasilitas sudah di genggaman, hape canggih bahkan iphone selalu ditenteng kesana kemari, tinggal memaksimalkan gadget itu. Kalaupun, jika kita sudah dalam zona nyaman. Cukup ekonomi. Rumah tangga harmonis serasi. Anak sekolah di tempat favorit. Tetep saja nggak ada salahnya kita belajar lagi, kan?Kalaupun kita nggak butuh hal lain, Kita bisa membantu orang lain, kan? Kan? Kan?

Ayolah bersusah-susah sedikiit saja.
Agar bisa menjadi garda depan keluarga.
Jika ibu gaptek, bagaimana bisa paham cara mengaktifkan fitur Parental Control, di gadget anak?
Bagaimana bisa diajak ngobrol anak dan suami, yang biasanya lebih melek teknologi?
Apa mau jadi warga kelas dua terus-terusan?
Being underdog?

Ah, ayolah.
Jika mau, kita bisa berbuat sesuatu.
Perempuan, kita harus mulai melek teknologi.

Betul tidaaakk? *masih ala AaGym :)

Semoga menginspirasi
- Heni Prasetyorini -

0 Comments:

Thanks For Your Comment :)

Redesign Template Blogspot Responsive Bisa Jadi Peluang Bisnis Baru

Creativity is inventing, experimenting, growing, taking risks, breaking rules, making mistakes and having fun. - Mary Lou Cook.

Pagi tadi, saya menemukan peluang bisnis baru di dunia digital kreatif. Yaitu membuka jasa mengganti template blogspot yang semula statis, menjadi dinamis (responsive).
Atau bisa disebut jasa REDESIGN TEMPLATE BLOGSPOT RESPONSIVE.
Tanpa menunggu waktu lama, saya segera membuat bannernya. 'Grab the moment' ini namanya prends :) .

Saya menggunakan aplikasi canva.com untuk membuat banner ini. Sebagai pelengkap, saya membuat juga versi bahasa Indonesianya. Supaya mudah dimengerti :)



Template responsive adalah template yang bisa berubah bentuk secara "otomatis" ketika blog di buka melalui komputer/laptop, tablet dan smartphone. Otomatis maksudnya, tampilan blog kita, menyesuaikan bentuk dan ukuran layar gadget yang digunakan. Tentu saja otomatis ini bukan sulap, melainkan memang sudah diatur kode html-nya supaya responsive.
Tampilan blog responsive. Perhatikan perbedaan tampilan blog di ketiga gadget diatas

Keuntungan menggunakan platform blogspot untuk nge-blog adalah banyak sekali template responsive gratisan yang bisa didonlot. Dan kita bisa memasangnya secara gratis juga di blogspot. Coba ketik saja di google: Free Download Responsive Blogger Template. Maka akan bermunculan banyak situs yang menawarkan template tersebut.

Setelah kita mendapatkan template yang diinginkan, kita tinggal mengunduhnya, dan memasukkannya ke dalam template blog kita. Tantangannya adalah, kita harus mau otak-otak kode html template, untuk menyesuaikan hasil akhir template kita itu.

Ada beberapa hal yang biasanya harus diubah:
  1. Header
  2. Nama menu navigasi seperti About, Contact, Accessories, News, dll yang harus disesuaikan dengan tema blog kita. Tidak mungkin kita biarkan Menu Accessories ada di blog kita tentang Parenting misalnya. 
  3. Pengaturan Widget. Seringnya beberapa widget hilang dan harus kita pasang ulang.
  4. Foto profile yang mungkin harus diubah dengan meng-copas url image dari web tertentu.
  5. Lay Out blog yang biasanya jadi dobel atau jadi standar 
  6. Dan beberapa penyesuaian lainnya. 
Akan bisa menjadi nilai tambah jika kita juga menguasai sedikit skill desain grafis. Sehingga bisa membuat Header, Avatar dan Icon yang lain daripada yang lain. Blog makin unik dan cantik.

Membuat gambar digital (desain grafis) ini bisa dengan tools gratisan seperti canva.com atau picsart di smartpone. Yang penting tekun dan telaten berlatih.

Sejak pertama ngeblog, tahun 2009-an di Blog Heni Prasetyorini saya sudah hobi otak-atik template. Kalau sedang "kumat gilanya", sehari saya bisa ganti template blog sampai 3 kali. Lengkap dengan segala pernak-pernik membenahi widget dan lain-lainnya. Makin galau, makin gencar saya ngotak-atik templatenya, bisa sampai jam 2 pagi!

Sampai sekarang pun hobi saya itu belum hilang. Malah makin terarah sejak saya mengikuti kelas belajar pemrograman front end dan web design di Coding Mum Surabaya.

Sayangnya, di Coding Mum, saya belajar kode HTML, CSS dan JAVASCRIPT yang lebih cocok digunakan untuk platform wordpress atau hosting berbayar. Sedangkan saya sudah bertahun-tahun terbiasa menggunakan platform Blogspot yang menggunakan kode XML. Beda kode :)

Walau skill coding saya terbatas, dan jika anda mengalami hal yang sama, jangan sedih. Peluang bisnis menerima jasa re-design template khusus blogspot menjadi responsive masih terbuka lebar. Karena tidak semua blogger mempunyai cukup waktu luang untuk mengganti template blog mereka. Apalagi jika sudah jadi mastah blogger atau seleb-blog, pasti sibuk. Jadi, kita yang ngerjain :)

Hal ini terbukti tadi siang. Orderan dan respon calon klien redesign template, sudah masuk ke inbox saya. Tidak sampai satu jam dari saya tawarkan jasa itu di status facebook. Sesaat setelah saya selesai me-redesign 2 blog seorang crafter doodle.


Kreativitas dengan bumbu bonek, bisa membuka banyak peluang untuk berwirausaha. Tuh kan, dari ngeblog saja, bisa membuka peluang bisnis baru. Asal kita jeli menangkapnya. Selamat berdigital kreatif.

*bonek = bondo nekad = modal nekad [dalam versi yang positif dan bermanfaat tentunya] :) 


Semoga menginspirasi.

-Heni Prasetyorini -
Ingin ngobrol langsung dengan saya? silahkan mention ke twitter @HeniPR atau Facebook





0 Comments:

Thanks For Your Comment :)

Inspirasi Dari Bu Rini Untuk Perempuan Indonesia Mandiri

Ketika kita lebih mengenal seseorang, kita akan lebih tahu mengapa orang ini begini dan begitu. Begitu juga ttg bu Rini...[status facebook bu Rini - 2 Agustus 2016]

Saya mengenal bu Koeshartati Saptorini, atau biasa dipanggil bu Rini ini dari facebook.
Ketika sebuah postingan tentang media belajar matematika buatan beliau, ada di beranda facebook saya. Sedikit kepo, saya telusuri profil beliau, dan ternyata satu almamater dengan saya. Bedanya beliau di Teknik Lingkungan ITB, saya di Kimia FMIPA.
Usia kami terpaut cukup jauh, beliau angkatan 1988, saya angkatan 1997. Namun kinerja beliau di dunia pendidikan, saya kalah jauh. Kalah banget. 

Walau begitu, bu Rini, ramah sekali ketika saya sapa melalui facebook messenger. Tak terkesan sedikitpun kesulitan yang beliau hadapi. Saya pun asik-asik saja bercanda ketika memesan beberapa buku Ringkasan Matematika dan Fisika SMP , buatan bu Rini, untuk anak saya.

Dari fotonya pun, bu Rini sangat ceria. Memang pernah, kakak perempuan saya bercerita, jika beliau mempunyai anak berkebutuhan khusus (ABK). Saya belum tahu detilnya seperti apa. 

Namun menjelang shubuh hari ini, saya lumayan terperanjat dan tertegun. Ketika suami menunjukkan video tentang bu Rini. Yang ternyata sebagai ibu pejuang 2 anak CP (Cerebal Palsy).





Setelah melihat video itu, saya terenyuh sekali. Teringat lika-liku dan segala hal yang saya hadapi ketika tanpa diduga anak kedua saya lahir prematur. Lalu harus berada 14 hari di inkubator-jauh dari saya. Kemudian saya harus disampingnya full sampai 3 tahun. Bahkan sampai sekarang perjuangan tak henti untuk  mengoptimalkan perkembangan anak saya itu. Kadang terasa amat lelah. Apalagi jika harus menerima komentar dari orang, yang melemahkan jiwa.
Terlebih merasa begitu bersalah pada anak, sehingga energi untuk berpikir apapun sudah habis rasanya.

Namun, setelah berkenalan sendiri dengan bu Rini, saya jadi KUAT kembali. Terlebih mengetahui kisah beliau di video itu, yang tak pernah sekalipun saya dengar dan baca dari fb-nya. Juga tak pernah saya baca keluhan di status bu Rini. Hanya beberapa kali ketika sepertinya beliau mendapatkan kalimat komentar yang memedihkan hati, beliau hanya menulis, 
"Ya Alloh, tugas bu Rini ini sudah banyak. Jangan ditambah lagi pikiran ini itu....."

Bu Rini pasti lelah luar biasa, lahir batin, ketika bertekad untuk menterapi anaknya sendiri ketika bayi. Menanti 5 tahun sampai berhasil dan anaknya bisa berjalan, pasti tidak gampang. Karena orang sekitar biasanya tidak mudah percaya. 

Sambil menterapi anak CP, bu Rini  memberikan les privat matematika.
Masya Alloh, luar biasa. Sekarang pun bu Rini, bisa menulis buku Ringkasan Matematika dan Panduan Matematika dan Fisika.

Semalam saya membaca buku tersebut, Ringkasan Matematika SD. Satu demi satu ulasan beliau, dari soal-soal Matematika, saya cermati. Di dalam hati saya berbisik, betapa telaten dan rajinnya bu Rini ini. Satu demi satu soal latihan Matematika pasti telah beliau ulik sedemikian rupa, sehingga bisa memberikan cara mengerjakan soal yang mudah dan cara belajar yang menarik dari Matematika.

Dari chatting saya tempo hari, bu Rini bercerita kalau semua buku itu beliau tulis dan edit sendiri. Dimana penerbitan buku itu dikelola oleh teman seangkatannya, ITB 88 Peduli Pendidikan. Jadi termasuk Indie Publishing. 

"Bu Rini sampai turun 5 kilo karena menulis buku dan mengurusi buku," cerita beliau sambil memberikan emoticon tertawa.
Facebook Bu Rini, KLIK DISINI


Ah, bu Rini, sungguh beruntung sekali saya mengenal ibu.
Terima kasih telah menyadarkan saya, bahwa kesulitan saya tidak ada apa-apanya.
Bahwa kesulitan kita semua, mungkin juga tidak ada apa-apanya dibanding bu Rini.

Jadi, Perempuan, marilah terus menerus memompa semangat untuk lebih baik dan lebih baik lagi.
Seperti halnya bu Rini. Walau kondisi sulit, masih bisa memberikan baktinya untuk anak negeri. Sebuah karya yang bisa mencerdaskan bangsa.

Lalu, apa karya kita?
-
Semoga menginspirasi.
- Heni Prasetyorini - 

2 Comments:

Thanks For Your Comment :)