Navigation Menu

Selamat Hari Blogger Nasional! Inilah Timeline Blogging Saya Sejak 2009 Sampai 2017

Selamat Hari Blogger Nasional. Wow wow wow tak menyangka profesi Blogger sampai ada hari nasionalnya. Sungguh merasa wow dan amazing. Lebih tidak menyangka lagi, ketika kemarin saya bersalaman dengan dosen saya, lalu beliau mengucapkan hal ini pada saya,

 "Bu Heni, waaah ini BLOGGER sukses nih"

Beliau mengatakan itu di depan Bapak Kepala Jurusan dan beberapa alumni Pasca Sarjana Teknologi Pendidikan Unesa yang pangkatnya huwiihh saya ikutan bangga ada di dekat mereka. 

Intinya, dada saya terasa hangat karena merasakan bahwa satu profesi yang model kerjanya (ala saya) mayoritas kayak gini ini, sekarang diterima dengan baik di masyarakat termasuk di kalangan akademis.


kerja di rumah pake daster dan seringnya di lantai kayak gini :)

Saya pertama kali mengenal dan membuat blog sebenarnya sejak jaman Multiply. Saya bikin 2 blog, satu untuk pribadi, satunya untuk jualan jilbab secara online. Eh lah dalah, multiply ternyata hilang secara tiba-tiba. Dua blog saya pun ikutan hilang.

Kemudian saya mengenal platform blogspot dari hasil kepo sana sini ketika stalking facebook teman atau mencari informasi tentang ilmu menulis dan parenting. Blog pertama saya, adalah http://heniprasetyorini.blogspot.com.

Pertama kali, saya memposting tentang kisah anak kedua saya yang lahir prematur. Sebenarnya tulisan itu saya copas dari note saya di facebook. Ya, jadi ketika saya baru melek komputer dan internet lagi setelah berhibernasi di tahun 2006 (ketika anak kedua lahir prematur), 3 tahun sesudahnya (2009) saya baru kenal ini itu sampai ke facebook dan blog. 

Blog ini pertama kali saya beri nama  Pustaka Madoji, sebuah akronim dari Pustaka Mama Aldo dan Aji. Kemudian saya ganti Blog Heni, lalu ganti lagi lagi lagi dan sekarang saya beri nama Jurnal Ibu Rumah Tangga Digital. 



http://heniprasetyorini.blogspot.co.id/2009/07/diary-inkubator-part1.html

Postingan pertama saya, bisa diklik di caption diatas ya. Jangan nangis. Jangan nangis karena membaca kisah saya atau nangis karena tulisan saya kacau tidak diedit. Maaf, memang sengaja saya biarkan biar jadi kenangan bahwa saat itu saya tidak tahu cara membuat postingan yang enak dipandang mata. Asal copas dari facebook lalu publish.

 Nah, di tahun 2009 itu saya membuat beberapa blog. Tapi intinya satu untuk pribadi, satu lagi untuk jualan jilbab online. Bisnis jilbab saya lumayan moncer ya tahun itu. Sampai saya pun masuk tipi diliput Metro TV untuk segmen liputan bisnis kreatif. Waktu saya nanya reporternya, mas Rifai Pamone, katanya saya dipilih karena mereka membaca tulisan saya di blog pribadi dan jualan. Waah blog moncer loh. Ini videonya, tapi nama saya ditulis keliru hahaha.


kisah behind the scene ini bisa dibaca disini ya,
http://heniprasetyorini.blogspot.co.id/2013/08/behind-scene-jilbab-orin-diliput-metro.html


Kemonceran bisnis saya nggak bertahan lama. Bisnis saya koit di tahun 2013 awal, akhirnya setelah rembukan sama suami saya kuliah lagi ke Unesa. Loncat dari lini awal saya belajar kimia di tingkat sarjana. Saya milih kuliah lagi ke Teknologi Pendidikan. Maksud hati waktu itu biar gathuk nyambung sama hobi blogging dan internetan. Di S2 saya milih topik tentang digital learning atau e-learning, klop kan?

Setelah lulus S2, sambil nunggu hasil kirim lamaran kerja, kebetulan banget ada workshop Fun Blogging di Surabaya dengan tema Menjadikan Hobi Menjadi Profesi. Workshop ini diusung 3 blogger profesional yaitu mbak Haya Aliya Zaki, Ani Berta dan Shintaries. Dari workshop inilah baru ngeh saya, kalau dari nge-blog itu bisa dapat duit. Atau menjadi blogger bisa jadi pekerjaan. Wah menarik, saya mulai dapat ide gimana kalau jadi blogger profesional aja? kayaknya enak



pertama kali ketemu blogger Surabaya 

Workshop Fun Blogging saya ceritakan disini:

3 guru Fun Blogging

Sepulang dari workshop saya mulai tancap gas, membenahi blog dan berlatih nge-blog sebaik mungkin. Saya aktif di komunitasnya di facebook, ikutan lomba menulis di blog. Ikut beberapa acara yang diadakannya dengan pengalaman nol besar. Jadi ketika ikut, saya nggak tahu harus bagaimana. Cuma berasa keren aja ketika ikutan. Dan seneng dapat makanan enak gratis, kadang dapat goodie bag dan uang saku, hehehe.

Dari situ teruuus saya isi blog, ikut lomba, aktif di facebook group, tapi kalau ke event nggak bisa all out banget karena keterbatasan mengurus rumah tangga. Alhamdulillah dari salah satu lomba blog, akhirnya saya menjadi juara dua dan mendapatkan PC All in one, seperti di bawah ini.



link artikel yang saya lombakan


dua anak lelaki saya demen banget nonton you tube di PC ini
Nah, selain nulis di blog dan belajar nulis lebih baik lagi, saya punya hobi otak atik template blogspot. Mulai dari model jaduull sampai harus ruwet kudu edit sana sini. Semua saya lakukan otodidak modal browsing google. Alhamdulillah kok hobi ini nyambung, saya diterima ketika mendaftar kelas belajar membuat website yang diadakan Bekraf, yaitu CODING MUM di Surabaya.

kami belajar coding selama 3 bulan full sampai laptop panassss
Dari Coding Mum inilah saya mendapatkan ide sekaligus titik belok untuk mencari NICHE BLOG saya sekaligus PERSONAL BRANDING saya sebagai blogger dan digital freelancer.

Saya memilih tema Pemberdayaan Perempuan Melalui Teknologi. 
Nah sebisa mungkin isi blog dan acara blogger yang saya datangi sesuai dengan hal itu. Alhamdulillah biarpun jalan yang saya lalui tidak mudah dan tidak ramai (karena belum nemu teman se-NICHE yang cukup banyak sih), saya tetap berjalan.

Alhamdulillah, pilihan saya tepat dan pasti karena Gusti Alloh yang memudahkan segalanya. Kasihan pastinya sama emak-emak yang susah keluar ketika ada acara (event) sebagai buzzer atau mitra branding lain soalnya ya....:)

Dari Coding Mum dan niche yang saya pilih, saya mendapatkan beberapa kesempatan yang bahkan di luar dugaan. Seperti yang tampak di bawah ini, saya menjadi pembicara atau motivator lah untuk 200 ibu-ibu di Tulungagung dalam acara Sosialisasi Coding Mum. 
bicara di depan 200 calon Coding Mum di Tulungagung

Ingat masa hibernasi saya sejak tahun 2006? eh sebenarnya sejak tahun 2001 saya sudah tidak pernah keluar rumah sendirian dan jauh. Nah ke Tulungagung inilah saya pertama kalinya pergi sendirian, cukup jauh dari Surabaya ke Tulungagung. Juga pertama kalinya naik kereta api lagi sejak terakhir lulus tahun 2001. Sekitar 15 tahun lamanya baru naik kereta api lagi. Kebayang nderedeg-nya sodaraa sekaliaaannn. Tapi ke-nderedegan itu terbayar saat bisa selfie sama mbak artis Venna Melinda ini, eeehhhh......


kok mau ya mbak artis fotoan sama saya :))

Saya lulus kuliah tahun 2015, sekarang tahun 2017. Nah selama 2 tahun ini saya mendapatkan banyak sekali ragam pengalaman yang sangat tidak terduga. Dan itu asal muasalnya dari kerjaan saya nulis di blog. 

jadi narsum Perempuan Kudu Melek Teknologi di Radio Sonora

beberapa kali ke Radio Suara Muslim Surabaya
Tema Muslimah Kudu Melek Teknologi, Mengenal Digital Learning, Mengenal Gamifikasi Pendidikan


saya tergabung di komunitas Rumah Kreatif BUMN Mandiri Surabaya dan SCCF (Surabaya Creative City Forum). Bertemu dengan orang kreatif, pengusaha hebat dan profesional hebat lainnya dari Surabaya. 


kesempatan untuk belajar gratisan ilmu daging yang penting kayak gini, selalu adaa aja terutama di ranah teknologi digital kreatif



dari menekuni blog dan coding mum, juga pengalaman jualan, akhirnya saya bisa nyemplung ke ranah Digital Marketing dan didapuk menjadi narasumber terkait bisnis online

menjadi trainer GAPURA DIGITAL yang diselenggarakan oleh Google untuk UMKM go Online
beliau "murid" saya loh, keren ya masih semangat ikutan training Gapura sejak pagi sampai sore


menjadi narasumber seminar atau menjadi trainer bisnis go online sekarang menambah daftar jenis pekerjaan saya sebagai digital freelancer, dan ujung-ujungnya pada pengen belajar nge-BLOG
merasakan juga masuk majalah dan bisa memberikan majalah ini dengan bahagia ke ibu saya
that's heaven !!!

Dengan menjadi blogger, saya terus menerus termotivasi untuk mengasah kemampuan menulis saya. Karena biasanya kerjaan blogger itu terkait tulisan untuk "iklan"atau copywriting, lama kelamaan gaya menulis saya tanpa terasa bernada mempengaruhi. Dari kiprah sebagai blogger, coding mum, trainer dan menulis inilah saya diterima sebagai penulis di ajang menulis marathon, Writinghon #1 di dunia. 

Olala makjang.... acara ini diadakan di Puspitek Bogor. Jauh loh dari Surabaya. Dan artinya apa? di acara inilah saya untuk pertama kalinya naik pesawat terbang Surabaya - Jakarta. Umur 38 tahun baru naik pesawat looh.... ketawa aja silahkan hahaha.

Bahkan kakak kandung saya aja sering menertawakan kenapa nggak pernah naik pesawat. Lah sejak tahun 2001 nikah, balik ke Surabaya, yaudin di rumaaaah aja ngurus anak. Nggak ada alasan sama sekali yang mewajibkan saya naik pesawat, kecuali hari itu.
Ingat saya baru naik kereta api lagi setelah 15 tahun kemudian?
Nah ini 38 tahun baru tahu rasanya naik pesawat dan itu sekali lagi, sendirian..... wiih grrrr...

Kisah lengkap bisa klik ini ya, 
http://www.prasetyorini.com/2017/09/writingthon-1-di-puspiptek-membuatku-kembali-redirect-ke-sainstek.html


Pulang dari Puspiptek Bogor, saya kembali memberanikan diri mendaftar ke audisi penulis. Kali ini ke penulisan jurnal ilmiah Teknodik (Teknologi Pendidikan). Berbekal jurnal tesis saya tentang digital learning (blended learning), saya alhamdulillah diterima sebagai peserta Pelatihan Penulisan karya Tulis Ilmiah Jurnal Teknodik yang diadakan oleh Pustekkom dan Kemdikbud.

Saya diterima dalam program akademis nasional.
Saya? saya loh yang bukan guru, bukan dosen, bukan anggota LPMP apalagi.
Ya, pemilihan niche saya di bidang Digital, dan pengalaman menjadi trainer baik di sekolah maupun di komunitas bisnis, itulah yang mengantar saya kesana. jadi saya diterima sebagai PRAKTISI PENDIDIKAN.

Di acara itu, saya dikenal sebagai BLOGGER dan FREELANCER karena kalau ditanya lembaganya apa? saya nggak bisa jawab hahaha.

Kisah lengkapnya disini, 



bersama kepala Pustekkom dan Salah satu pengajar (Mitra Bestari Jurnal Teknodik)
teman saya itu, yang kiri anggota LPMP Lampung, yang kanan Guru SD dan Dosen UT di Depok

Sebelum berangkat mengikuti pelatihan jurnal ilmiah ini, saya sempat berkonsultasi dengan dosen saya di Pasca. Untuk memastikan apa yang harus saya kerjakan sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan tersebut.

Rupanya mungkin hal inilah yang membuat beliau jadi ingat kembali kepada saya, satu mahasiswanya yang mengenalkan diri sebagai IBU RUMAH TANGGA DIGITAL di awal kuliah hehehe. Dan meminta saya sebagai wakil dari alumni S2 Teknologi Pendidikan Unesa yang bisa berkontribusi pada jurusan. Antara terharu dan nggak yakin kalau sepak terjang saya cocok disampaikan ke pihak asesor, saya pun berangkat ke kampus dan alhamdulillah mendapatkan respon yang baik. Saya adalah satu-satunya alumni yang diundang, yang bekerja di bidang "mengajar" secara non formal.

di kampus Pascasarjana Unesa saat visitasi akreditasi jurusan

Nah, begitulah kisah saya selama 2 tahun ini. Masih bagian sedep-sedepnya ya. Yang bagian merana putus asa ketika memilih menekuni blogging dan jadi blogger profesional nanti aja diceritakan. Atau nggak usah hahaha.

Sekarang ini saya sepenuhnya jadi FREELANCER. Dan lebih banyak bekerja secara digital dan remote (jarak jauh). Jadi saya bisa bekerja 90% dari rumah saja. 

Ohya, ada satu lagi pekerjaan yang belum saya sebutkan. Dari blogging, coding dan bergerilya di ranah teknologi ini saya mendapatkan pekerjaan baru yaitu sebagai penulis buku (co-writer) tentang BIOGRAFI dosen di sebuah perguruan tinggi negeri di Surabaya. Bismillah semoga lancar sampai buku terbit. Amin. Menjadi penulis biografi, sepertinya asik juga bisa mendapat hikmah dari perjalanan hidup orang lain dan membantu mereka meninggalkan jejak sejarah untuk anak cucu mereka kelak.

Banyak kejutan terjadi ketika saya memutuskan tidak bekerja secara formal, menjadi freelancer dan lebih lagi menjadi blogger.

Itulah kisah saya ya, Selamat Hari Blogger Nasional.
Kalau tertarik tentang Blog atau Blogger bisa japri saya di email: heni.prasetyorini@gmail.com

Semoga menginspirasi dan membahagiakan,


Heni Prasetyorini

21 Comments:

Thanks For Your Comment :)

Jurnal Ilmiah Online Dan eBook Untuk Penelitian


Sekarang ini untuk melengkapi data dan literatur penelitian, diperlukan jurnal ilmiah yang cukup banyak. Untuk menyusun tesis saja minimal harus mencantumkan literatur dari 50 jurnal.

Berikut sumber tautan jurnal dan ebook yang bisa digunakan. Semoga bermanfaat.

FREE E-BOOKS & E-JOURNALS FOR DOWNLOADED

If anyone needs  Research paper or Books
Please search  the following websites:

1) http://gen.lib.rus.ec
2) http://sci-hub.org
3) http://sci-hub.cc
4) http://sci-hub.bz
4) http://search.crossref.org
5) http://booksc.org/
6) http://libgen.io/
7) http://gen.lib.rus.ec/scimag/
8) http://airccj.org/csecfp/library/index.php

for text books , these are the links :

1) http://libgen.org/
2)http://gen.lib.rus.ec/
3) http://en.bookfi.org/
4) http://lib.freescienceengineering.org/
5) http://bookza.org/
6) http://bookzz.org/

Free Download Fulltext Articles From Journals and Ebooks......

Untuk yang open akses, terdapat beberapa pilihan yang bagus :

1. Directory of Open Access scholarly Resources (ROAD)
http://www.kopertis12.or.id/2016/03/13/directory-of-open-access-scholarly-resources-road.html
Terdapat 13.745 open access resources dari 150 Negara siap diunduh, terdiri dari: 13.062 journal diantaranya 2.625 yang terindex Scopus 240 Academic Repositoriies 202 Monographic Series 126 Conference Proceeding 103 Scolarly Blogs.

2. Indonesia OneSearch by The National Library of Indonesia, 2016
http://www.kopertis12.or.id/2016/02/12/indonesia-onesearch-by-the-national-library-of-indonesia-2016.html
Terhimpun Journal dan ebook dari berbagai institusi dalam dan luar negeri.
Terdapat 2.734 Journal reputasi berbagai bidang ilmu, sebanyak 21.473.752 artikel jurnal full text avaiable SIAP DIUNDUH, tanpa perlu login.

3. Journals with Open Access options
http://journalfinder.elsevier.com
Dengan mengisi kata kunci title dan abstrak dan conteng kotak Filter : Limit to journals with Open Access options.

4. OAJ terindex Scopus yang dikelola Elsevier/Sciencedirect
http://www.sciencedirect.com/science/journals/all/all-open-access
Kelihatannya terdapat 2.282 jurnal, namun hanya Edisi tertentu dari jurnal tsb yg free.

5. OMICS Open Access Journals
http://www.omicsonline.org/open-access-journals-list.php
OMICS Internasional is current managing 700 + Open Access Journals in field of Clinical, Medical, Life Science, Pharma, Environmental, …

6. IEEE Xplore Digital Library
http://ieeexplore.ieee.org/Xplore/home.jsp

7. Browse Journals-Wiley Open Access
http://www.wileyopenaccess.com/view/journals.html

8. Directory of Open Access Journals
https://doaj.org

9. Open Access Journals Search Engine (OAJSE)
http://www.oajse.com

10. BookSC
The world’s largest scientific articles store. 50,000,000+ articles for free.
http://booksc.org/

11. Portal e-journal langganan Kemristekdikti
ProQuest: http://search.proquest.com
Cengage: http://infotrac.galegroup.com/itweb
– Untuk Pencarian Terpadu: http://ristekdikti.summon.serialssolutions.com
Untuk peroleh username dan password ikuti ini:
http://simlitabmas.dikti.go.id/ejournal/Default.aspx


Sumber: dari pak Bambang Warsito - pembimbing grup Author dan Mitra Bestari Jurnal Teknodik




0 Comments:

Thanks For Your Comment :)

Evvy Kartini Ingin Indonesia Bisa Memproduksi Baterai Ramah Lingkungan

Salah satu sumber energi yang akan dibutuhkan lebih besar di masa depan adalah baterai. Kebutuhan baterai sekarang ini sudah digunakan ke hampir seluruh peralatan elektronik. Misalnya telepon selular, komputer bahkan baterai pada mobil dan alat transportasi lainnya. Selama ini Indonesia lebih banyak memasok baterai yang dibutuhkan dari negara lain. Penelitian tentang baterai di Indonesia sendiri masih belum berkembang baik, begitu yang disampaikan oleh Evvy Kartini.

Prof. Dr. rer. Nat Evvy Kartini adalah ahli nuklir Indonesia yang prestasi dan kemampuannya telah diakui dunia. Ia dikenal sebagai ilmuwan  penemu penghantar listrik berbahan gelas dengan keahlian teknik nuklir yang telah dipelajari  sejak melanjutkan studi di Jerman, yaitu teknik hamburan neutron.  
 
sumber: indonesiamendunia.com
Ketertarikan sarjana Fisika lulusan ITB itu terhadap pengembangan material gelas berawal pada saat ia magang di Hahn Meitner Institute (HMI) di Berlin, Jerman, 1990. Ia dibimbing ahli hamburan netron Prof Dr Ferenc Mezei.

Karier penelitiannya dimulai saat menyelesaikan S2-nya di Universitas Teknik Berlin. Ia berhasil menemukan model baru difusi dalam material gelas. Penemuan itu dipresentasikan pada Konferensi Internasional Hamburan Netron (ICNS) Jepang. Maka namanya mulai tercatat dalam jurnal penelitian internasional bergengsi seperti Physica B (1994). Sejak itu, tawaran presentasi dan konferensi mengalir deras.

Tahun 1996, melalui kolaborasinya dengan profesor dari Universitas Mc Master, Kanada, Evvy kembali menemukan hal baru: adanya puncak Boson pada saat energi rendah. Temuan itu dipresentasikannya pada 600 peserta konferensi hamburan netron Eropa I/ECNS di Interlaken, Swiss. Namanya kembali tercatat dalam jurnal internasional, Canadian Journal of Physics (1995), Physical Review B (1995), dan Physica B (1997).

Ia pun mulai berkolaborasi dengan profesor dari Organisasi Sains dan Teknologi Nuklir Australia (ANSTO). Profesor itulah yang membuka jalan untuk berkolaborasi dengan banyak profesor lain di negara maju.

Evvy terus berkolaborasi dengan berbagai peneliti dunia dan juga di Indonesia. Termasuk kerjasamanya dengan ITS (Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya) dan BATAN tempatnya bekerja. Kerjasama ini meliputi pemberian fasilitas penelitian bagi ilmuwan dari ITS untuk mempelajari baterai di BATAN. Juga menginisiasi terbentuknya Battery School, sebagai sarana edukasi pentingnya pengembangan teknologi baterai untuk kalangan muda.

Dari sini Evvy berhasil membuka peluang adanya baterai isi ulang yang ramah lingkungan. Baterai mikro dapat menggantikan baterai sebelumnya yang dibuat dengan bahan baku “cairan elektronik”. Bahan ini lebih mudah menimbulkan kebocoran dan kebakaran jika bersentuhan dengan percik api. sebaliknya, jika bahan baterai terbuat dari material gelas yang berbentuk padatan, resiko serupa tidak akan terjadi dan akhirnya lebih ramah untuk lingkungan.

Teknologi yang membutuhkan baterai akan semakin besar. Apalagi sekarang mulai juga dikembangkan mobil listrik, dimana Indonesia pun sudah mengambil bagian disana. Evvy pun semakin yakin bahwa Indonesia harus mau dan mampu untuk mengembangan teknologi baterai temuannya tersebut, sekaligus bisa memproduksi di negeri sendiri. Sehingga Indonesia tidak hanya sebagai pengguna baterai, akan tetapi bisa menjadi produsen baterai, minimal untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“The future of our children, the future of our planet, it’s in our hands. That’s why Energy Matters.”

“Masa depan anak kita, masa depan planet kita alias bumi, semuanya ada di tangan kita semua. Itulah kenapa ENERGI PENTING”. Kalimat ini tepat dan relevan untuk kondisi saat ini. Dimana perkembangan kehidupan, terutama di bidang teknologi dan informasi bisa menghabiskan kebutuhan energi yang sangat besar, misalnya listrik dan baterai. Kedua sumber energi tersebut semakin diperlukan dewasa ini dengan berkembangnya teknologi berbasis elektronik.

Sebuah pekerjaan rumah besar bagi kita semua adalah bagaimana kemajuan teknologi masih bisa terus berjalan untuk mempermudah kehidupan manusia. Di waktu yang sama, kita harus memikirkan bagaimana agar kebutuhan energi untuk terwujudnya hal tersebut bisa terpenuhi. Maka sumber energi alternative ramah lingkungan yang bisa menjadi jawaban. Selain produksi baterai mikro berbahan gelas, sebagai ahli nuklir, Evvy pun ingin mengembangkan teknologi nuklir untuk kepentingan sumber energi yang ramah lingkungan.

Menurut Evvy, nuklir adalah sumber energi yang bisa terbarukan dan clean. Indonesia masih tergantung pada batu bara dan minyak bumi sebagai sumber energi. Kedua hal ini bisa menimbulkan polusi dan juga cepat habis. Oleh karena itu, mengembangkan nuklir sebagai sumber energi adalah sesuatu yang harus juga dilakukan oleh Indonesia. Sehingga kelak di masa depan, generasi anak cucu bisa mendapatkan energi yang dibutuhkan sekaligus mendapatkan kualitas hidup yang jauh lebih baik karena sumber energinya ramah lingkungan.

Pengembangan baterai mikro supersonic berbahan gelas, gagasan Battery School dan pengembangan teknologi nuklir yang ramah lingkungan ini, bukan hanya tugas Evvy kartini semata. Melalui keahlian yang ia punya, Indonesia bisa semakin bekerjasama dan berkolaborasi untuk mewujudkannya. Ini adalah tugas kita bersama. Kita harus mandiri, begitu tegas Evvy Kartini.



note:


Tulisan ini saya kirimkan untuk audisi penulis di ajang Writingthon #1 di Puspiptek, cerita lengkapnya bisa dibaca disini: http://www.prasetyorini.com/2017/09/writingthon-1-di-puspiptek-membuatku-kembali-redirect-ke-sainstek.html



EVVY KARTINI
Bogor, Jawa Barat, 22 April 1965
KEAHLIAN Condensed Matter | Fisika | Materials Science | Neutron Scattering



PENDIDIKAN
1988 Sarjana Jurusan Fisika, Institut Teknologi Bandung

1996 Doktor Rerum Naturalium Fachbereich Physik, Technische Universitaet Berlin,  
        German

1998 - 2000 Postdoctoral Fellow Dept of Physics and Astronomy, McMaster University,   
          Hamilton, Canada

2010 Professor Research from Indonesian Institute of Science


PRESTASI
1996 Jurnal Penelitian Internasional Fisika
         Penemuan adanya puncak Boson pada saat energi rendah yang berkolaborasi dengan    
         Kanada
1998 Penghargaaan Riset Unggulan Terpadu (RUT) VI Kementerian Negara, Riset dan
        Teknologi


SUMBER LITERATUR:
  1. http://lensafisika.blogspot.co.id/2012/12/baterai-berbahan-gelas.html http://news.liputan6.com/read/89461/evvy-kartini-ahli-nuklir-kaliber-internasional
  2. http://bitread.id/blog/2017/08/inovasi-untuk-negeriku
  3. http://bitread.id/blog/2017/08/writingthon-1-di-indonesia
  4. http://old.its.ac.id/berita.php?nomer=13617
Keterangan: sumber literatur diakses tanggal 16 Agustus 2017, 11:42 WIB


5 Comments:

Thanks For Your Comment :)

Apartemen Dijual Di Depok Cicilan 3 Juta Per Bulan

source: wartaproperti.com

Rumah merupakan hal yang paling dicari dari beberapa orang, apalagi jika pasangan muda pasti akan sangat ingin memiliki rumah sendiri. Akan tetapi, yang selalu menjadi kendala adalah mengenai harga rumah yang cuku tinggi sehingga menyebabkan banyak dari sebagian orang yang tidak mampu untuk membeli rumah sendiri. Padahal, Anda pun tak perlu merasa khawatir lagi karena masih ada beberapa cara untuk mendapatkan hunian dengan harga murah dan juga layak huni seperti halnya membeli apartemen dengan menggunakan cara kredit yang ada di Indonesia.

Apartemen dijual di Depok memiliki banyak unit apartemen dengan harga yang sangat terjangkau dan yang pasti apartemen bisa Anda beli dengan menggunakan cara kredit bahkan ada apartemen yang cicilannya 3 juta selama perbulan.

Tips memilih apartemen

·         Melihat lokasi apartemen.
      Sebelum Anda menempati apartemen Anda perlu melakukan survey dari lokasi apartemen dijual di Depok, untuk cara ini memang sangat di anjurkan ketika Anda memilih hunian seperti apartemen. Akan sangat baik jika Anda membeli apartemen pada daerah dan juga kawasan yang dekat dengan tempat kerja atau pun di tengah kota. Karena hal ini bertujuan untuk lebih menghemat bahan bakar dan juga waktu dalam perjalanan.

·        Cermati fasilitas apartemen
Cermati terlebihdahulubagaimana fasilitas apartemen seperti listrik dan juga air. Jika listrik dan air mati menyebabkan banyak orang kesusahan untuk melakukan aktivitasnya di dalam rumah. Akan tetapi, untuk penghuni apartemen tentunya tak perlu lagi khawatir dengan adanya pemadaman listrik dan juga air karena apartemen dijual di Depok akan selalu tersedia genset yang tentunya akan menstabilkan persediaan air dan juga listrik.

·        Keamanan dari apartemen
Anda tidak mungkin membeli sebuah apartemen yang tidak memiliki system keamanan yang baik. Itulah sebabnya sebelum Anda memutuskan untuk membeli sebuah apartemen, sangat di anjurkan untuk lebih teliti lagi dalam melihat keamanan dari apartemen. Pilihlahapartemen yang memperkerjaankeamanan yang sudah terlatih dan memiliki banyak kamera pengawas pada setiap sudut apartemen. Dengan begitu, Anda bida lebih aman untuk tinggal di apartemen.

Miliki apartemen impian Anda dengan menggunakan jasa agen property kami yang siap membantu mencari apartemen impian Anda dan juga sesuai dengan dana yang Anda miliki.


Demikianlah informasi yang dapat diberikan kepada Anda mengenai apartemen dijual di kota Depok, semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda.

0 Comments:

Thanks For Your Comment :)

Rumah Dijual Murah Jakarta Timur Kawasan Perumahan

source: wp.zillowstatic.com

Jakarta Timur adalah salah satu kota yang memiliki daya tarik tersendiri. Kota yang dengan segala kemudahan-kemudahannya dan fasilitas-fasilitas yang akan memudahkan serta banyaknya akses yang mudah untuk dijangkau. Tentu saja ini daya tarik yang cukup menggiurkan bukan? Nah bagi Anda yang saat ini memimpikan bisa memiliki rumah di daerah Jakarta Timur khususnya di area perumahan, kini bukan suatu hal yang mustahil untuk mewujudkannya. Rumah dijual murah kini telah hadir untuk Anda. Rumah yang ditawarkan memiliki fasilitas yang lengkap. Selain itu kondisi rumah juga bagus dan siap huni. Bahkan harganya pun sangat bersahabat dan pastinya tak akan menguras isi tabungan Anda. Jangan khawatir dengan keamanan di rumah ini, karena sistem keamanannya berjalan selama 24 jam.

Jual Rumah Murah Jakarta Timur

Kini telah hadir agen jual rumah murah di Jakarta Timur yang akan memberikan penawaran menarik kepada Anda. Bersama dengan agen ini, maka Anda akan segera mendapatkan rumah impian sesuai dengan yang Anda dambakan. Bahkan, tidak usah menunggu memiliki uang  yang banyak dulu untuk bisa memiliki rumah. Rumah dijual murah Jakarta Timur ini adalah penawaran yang sangat bagus bagi Anda yang menginginkan hunian dengan segera hanya dengan bergabung bersama kami, maka keinginan Anda akan bisa segera terwujud.

Kami memberikan penawaran sistem KPR sehingga Anda bisa langsung menghuni rumah yang Anda pilih nantinya. Makanya jika sekarang sedang mendambakan rumah di wilayah Jakarta Timur khususnya area perumahan, maka serahkan saja hal tersebut kepada kami. Dalam waktu yang cepat kami bisa menghadirkan rumah sesuai dengan yang Anda inginkan dan tentu saja dengan harga yang lebih murah.

Miliki Hunian Terbaik Dengan Harga Menarik

Agen jual rumah murah Jakarta Timur ini telah berpengalaman dalam bidang properti selama bertahun-tahun. Kontribusi yang diberikan kepada masyarakat sudah tidak bisa dipandang sebelah mata lagi. Untuk itu, segeralah wujudkan keinginan Anda bisa memiiki rumah berkualitas sendiri dengan bergabung bersama agen jual rumah murah Jakarta Timur sekarang juga. Anda bisa langsung menghubungi kontak kami atau langsung datang ke kantor kami. Akan ada banyak penawaran yang telah kami siapkan kepada Anda dan dijamin akan memberikan banyak kemudahan kepada Anda.

Ingin memiliki rumah sendiri? sudah saatnya untuk bergabung bersama agen terbaiknya. Hanya agen jual rumah murah Jakarta Timur yang akan menawarkan solusi terbaiknya. Dengan pelayanan yang bagus dijamin tidak akan mengecewakan Anda.


0 Comments:

Thanks For Your Comment :)

Pengalaman Ikut Pelatihan Menulis Jurnal Ilmiah Teknodik

Satu pengalaman saya lagi tentang MENULIS. Kali ini lebih dalam lagi dahi harus berkerut. Tak ada lagi kata romansa yang indah melambai dan menusuk kalbu sampai biru. Karena di Jakarta, saya mendapatkan pelatihan menulis jurnal ilmiah. Sebuah topik yang sudah mulai
hilang di radar otak saya.

Perlu diketahui, latar belakang pendidikan saya ada dua bagian. Pertama, Kimia FMIPA waktu sarjana, yang kedua adalah Teknologi Pendidikan ketika pascasarjana. Kedua bidang ilmu ini saya pikir bakal tergerus dengan aktivitas saya sebagai freelancer dan blogger yang lebih mepet-mepet ke ranah bisnis di era digital. Hampir saya 100% yakin kalau tugas hidup saya adalah ngajari orang jualan di internet. Apalagi ketika saya resmi jadi Trainer Gapura Digital, salah satu projeknya google untuk memfasilitasi UMKM di Indonesia bisa go Online dan jadi makin hebat bisnisnya.

Cerita jadi trainer Gapura Digital bisa dibaca disini: Seru, Jadi Trainer Gapura Digital Surabaya

Sempat saya was-was bakal bingung kalau misalnya kelak di akhirat akan ditanyai oleh malaikat, "Heni, ilmu Kimia dan Teknologi Pendidikan yang sudah kamu pelajari itu kamu buat apa saja? udah jadi manfaat apa saja? ingat itu sekolahan negeri, jadi kamu belajar juga dibiayai sama negara alias rakyatnya".

Nah loh, makin gemeter sebenarnya hati ini. Akan tetapi, apa mau dikata, waktu itu menurut saya menjadi pengajar digital marketing adalah pekerjaan yang ada di depan mata.

Mungkin karena saya terlalu gelisah, jadi Alloh SWT kasihan pada saya ya :)

Akhirnya kedua ranah keilmuan ini, pelan-pelan kembali lagi ke saya. Atau bisa dibilang, perlahan namun pasti saya diarahkan untuk kembali mengabdikan ilmu saya ini lagi.

Pertama, saya diarahkan kembali ke kimia dengan acara menulis marathon di Puspiptek dalam ajang writinghton. Lengkapnya bisa dibaca di artikel ini:
http://www.prasetyorini.com/2017/09/writingthon-1-di-puspiptek-membuatku-kembali-redirect-ke-sainstek.html

Kedua, dari informasi teman writingthon itulah saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan jurnal teknodik yang notabene adalah satu lini dengan bidang ilmu Teknologi Pendidikan yang saya pelajari di pascasarjana S2 kemarin di Unesa.

Nyambung banget ya, Alloh SWT memang Maha Baik dan super sekali dalam merencanakan jalur hidup umat-NYA. Kok ya bisa nyambung gitu loh. Saya jadi amazing sendiri.


Dan, disinilah saya. Di hotel Kristal Jakarta, dalam 3 hari 2 malam, saya mengikuti Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Jurnal Teknodik yang diselenggarakan oleh PUSTEKKOM KEMDIKBUD Indonesia.



Adalah saya sendiri takjub dan tak habis pikir, bahwa posisi saya sebagai freelancer ternyata bisa mendapatkan kesempatan yang sama dengan mereka. Alhamdulillah, jika melihat lagi banner awal pengumuman Audisi Penulis sebagai syarat diterima ke pelatihan ini, saya memang mendapatkan kesempatan mengisi profesi sebagai PRAKTISI PENDIDIKAN atau PEMERHATI PENDIDIKAN.

Karena saya beberapa kali sudah menjadi Training Digital Learning baik untuk sekolah ataupun UMKM, maka saya bisa mendaftarkan diri sebagai Praktisi Pendidikan. Alhamdulillah, disambut hangat juga disana.
wefie di saat  pembukaan pertama kali dengan mbak Diana dari LPMP Lampung
 Peserta pelatihan ini mayoritas diisi oleh guru, dosen dan beberapa  orang dari LPMP dan Pustekkom yang memang tugas bekerjanya untuk membuat media pembelajaran juga jurnal pendidikan. Ada juga yang dari bagian Evaluasi Pembelajaran. Pokoknya top-top banget deh. Saya keder sendiri ketika mendengar satu per satu berkenalan.

Yang makin bikin keki adalah setiap berkenalan selalu ditanya, "bu Heni, dari lembaga mana?"

Lalu saya nyengir sendiri, bingung menjawab. Apa saya jawab dari Google? karena terakhir klien saya itu :)

Ya, namanya freelancer gini kan lembaga yang menaungi bisa dibilang banyak. Tergantung siapa yang meng-hire kita to? hihihi

Akhirnya dengan tetap nyengir juga saya menjawab, " saya tidak punya lembaga pak/bu, saya freelancer independen".

Dan tau tidak bagaimana respon mayoritas mereka mendengar jawaban saya ini?

"Wiih enak mbak Heni, bu Heni, freelancer, bebas. Kita mah terikat tugas dan kantor."

Nah loh, pada envy sama freelancer :)

makanan di Hotel Kristal, enak-enak banget :)

Kekakuan saat perkenalan awal segera luntur, tak lain dan tak bukan karena makanan demi makanan yang disajikan. Hotel Kristal Jakarta ini, juara banget urusan makanan, service ramah dan ruangannya deh. Nanti saya tulis khusus ya review hotelnya, biar bisa share banyak foto. Kalau disini nanti kepanjangan.

 Pelatihan pun berlangsung dengan jadwal sangat padat, mulai pagi sampai malam hari. Bisa dibilang mulai jam 7 pagi dan bisa sampai jam 11.30 malam. Dan materinya "daging" semua. Mulai dari pengertian Karya Tulis Ilmiah, Teknik Penulisan, Cara menggunakan aplikasi Jurnal Teknodik terbaru, EYD dan materi lainnya.


Ruangan Shapire tempat pelatihan berlangsung 
Padatnya materi pelatihan tidak begitu terasa berat, karena suasana ruangan yang nyaman,  cahaya terang, LCD dan audio juga bagus plus makanan enak dan kopi yang selalu siap sedia.




Peserta yang diterima dan lolos uji artikel awal, usianya beragam. Mulai remaja mahasiswa ada sampai ke beberapa yang sudah sepuh seperti foto di atas. Walau begitu mereka rame banget loh. Dan lucu. Beberapa berkelakar tiap kali ada materi baru. Jadi sampai tengah malam pun rasanya nggak akan pingsan. Karena kita serius sambil santai.



Narasumber yang menyajikan materi berasal dari strata tertinggi tingkat kemahiran ilmu masing-masing. Pakar bisa dibilang begitu. Terbukti di setiap slide dan kalimat yang dipilih begitu sederhana namun bisa dicerna sedemikian rupa.

Biasanya yang sudah pakar yang bisa meramu ilmu menjadi sederhana. Dan mereka terbukti seperti itu. 


Satu demi satu narasumber menyajikan materinya dengan TEPAT WAKTU. Tiap akhir materi, langsung disambung materi baru. Narsum baru pasti sudah siaga di depan ruangan sambil membawa microphone dan menyajikan slide pertamanya.

Suasana dibuat santai dengan diperbolehkannya peserta hilir mudik mengambil kopi atau teh baru dan jajanan ke meja masing-masing. Suasana tidak tegang tapi ada yang pasti dilarang. Yaitu, dilarang mainan hape!

Lah, jiwa blogger mana tahan memasukkan hape ke dalam tas? secara kamera digital yang saya bawa memori cardnya terbatas sekali kapasitasnya. Baru motret dan rekam video dua biji, eh udah full memory.

Akhirnya saya nekad aja selalu majang hape di atas meja. Dengan tujuan untuk memotret slide yang penting dan tidak ada di dalam modul. Untuk jaga-jaga biar tidak ada protes dari mana-mana dan karena tujuan saya baik, maka setiap hasil potret slide materi itu langsung saya share ke grup whatsapp pelatihan yang sudah dibuat sejak kami mulai datang ke Jakarta di hari pertama. Aman kan :)

saya masuk kelompok bimbingan pak Sudirman - Mitra Bestari Jurnal Teknodik

Hari terakhir pelatihan diisi dengan bimbingan praktek menulis langsung jurnal ilmiah teknologi pendidikan yang dipimpin satu mitra bestari.

Mitra Bestari adalah para senior yang pekerjaannya me-review jurnal ilmiah yang masuk ke aplikasi jurnal teknodik, dan memutuskan apakah jurnal itu layak lolos dipublikasikan atau memerlukan revisi tertentu.

Suatu kebetulan bapak Sudirman adalah teman dari prof. Mustaji, dosen saya dan ketua jurusan S2 Teknologi Pendidikan Unesa. Pak Dirman orangnya kalem dan pandai humor. Kami dibimbing secara klasikal karena terbatasnya waktu.


teman sekamar saya nih :)
Sebelum pulang, saya dan teman sekamar menyempatkan diri berfoto bareng di ruangan makan hotel. Kelihatan banyak makanan ya? ada beberapa roti yang sengaja diambil dan rencana mau dibawa ke bandara buat bekal nunggu pesawat hahaha. Kakak saya bilang, itu trik kalau makan di hotel. Bungkus dengan tisue, masukkan ke dalam tas. Nanti bisa dimakan di kamar hotel, buat bekal kalau malem-malem kelaperan atau bisa juga dibawa ke bandara. Katrok yo ben wis talah. Saya manut aja dan pasang muka tembok ketika ngambil kuenya. Good bye gengsi . Teman sekamar saya juga seneng banget dengan trik itu, karena ada yang minta bagian hahaha.



Pelatihan menulis kali ini benar-benar membuka wawasan ilmiah saya deh. Malah jadi sadar dan malu sendiri ingat Tesis dan Skripsi. Kebayang berantakan banget ya garapan waktu mahasiswa itu. Malu pisan euy :)

Sepulang dari sini, saya bismillah mau berencana rutin menulis jurnal ilmiah terutama bagian Teknologi Pendidikan. Kok ya kebeneran, waktu S2 kemarin itu saya terobsesi banget dengan e-learning dengan segala atributnya. Mulai dari Learning Management System, Flipped Classroom, platform opensource e-learning dll.

Waktu kuliah bisa dibilang saya sendirian yang ngobrolin hal itu. Nggak ada yang interest hehehe. Eh, di pelatihan kemarin, disampaikan bahwa diharapkan tema yang dikirimkan kesana memasukkan hal tersebut. Isu terbaru pembelajaran di era digital. Termasuk hal-hal yang bikin saya kepo sejak kuliah pasca itu.

Lahdalah, apa bener itu kebetulan atau memang sudah di-setting sama TUHAN?

ALLAHU AKBAR ya....suka amazing sendiri kalau ingat.

Udah ngobrol panjang lebar, belum saya jelaskan tentang Jurnal Teknodik.
Jadi gini nih,

Jurnal Teknologi Pendidikan diterbitkan oleh Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan


Jurnal Teknodik adalah jurnal yang diterbitkan oleh Pustekkom dengan satu bidang khusus tentang Teknologi Pendidikan. Inti materinya harus seputar Pembelajaran dan Teknologi Informasi yang mendukungnya.

Sebelumnya Jurnal Teknodik diterbitkan secara offline, kemudian kombinasi dengan terbit secara online.

Saat ini, jurnal teknodik akan diterbitkan berkala secara ONLINE. Dan untuk submit artikel dan lain-lainnya lebih mudah serta ada track recordnya. Karena sekarang di website-nya sudah dipasang fitur yang memudahkan hal tersebut.

Siapa saja yang bisa mengirimkan tulisannya?
SEMUA ORANG.

Jika anda tertarik, bisa membuka tautan berikut: http://jurnalteknodik.kemdikbud.go.id/index.php/jurnalteknodik

Di tautan tersebut lengkap sudah ada syarat dan template artikel yang diperlukan. Jika anda mempunyai minat tentang Teknologi Pendidikan dan mengetahui kaidah penulisan jurnal ilmiah, silahkan untuk mengirimkan artikelnya disana.

Jika ada pertanyaan bisa menghubungi admin yang online di website langsung.

Jadi, mari ikut meramaikan kancah pertarungan karya tulis ilmiah di nusantara :)

Salam,


Heni Prasetyorini

2 Comments:

Thanks For Your Comment :)