Hi, I'm Heni, welcome to my blog

Sharing Tentang Coding Kids di SEA MORNING SHOW - SEA Today Channel

Cara Memasang Widget Translate di Blogger

Tidak ada komentar

Penting juga sekarang lho, membuat blog kita bisa dibaca oleh siapapun, termasuk dalam bahasa apapun. Repot juga kalau kita nulis ulang versi Bahasa Inggris atau Bahasa negara lain ya. 

Jangan cemas, ada kok caranya. 

Kata  kuncinya dalah: Memasang Widget Translate di Blogger. 

Widget adalah bagian di sidebar kiri atau kanan. Translate adalah terjemahan.


Untuk memasang ini, ikuti tahap berikut:

  1. Buka Dashboard anda di blogger.com
  2. Tambahkan widget
  3. Pilih yang add HTML/Javascript
  4. Copy script coding di bawah ini, ingat jangan sampai ketinggalan satu karakter pun.
  5. Paste ke bagian widget, lalu save. 

Hasilnya nanti seperti  ini di sidebar:

Selesai deh. Anda tinggal buka blog dan buka postingan. Lalu masukkan bahasa yang diinginkan, misalnya English. Klik tanda panah, maka postingan akan otomatis menjadi tab baru dengan bahasa asing yang diinginkan.

Contoh:

Setelah  diklik translate dalam bahasa Inggris akan mejadi:

Keduanya bisa dikirimkan sebagai tautan. Tentu akan memudahkan jika ingin menunjukkan tulisan anda ke teman dari negara lain. Silahkan mencoba. 


SCRIPT CODING UNTUK WIDGET TRANSLATE
 *copy script coding di antara garis ini ========

===============================================

 <style type="text/css">


#translator-wrapper {

  display:block;

  width:99%;

  max-width:300px;  

  border:none;  

  background-color:#fff;

  color:#444;

  overflow:hidden;

  position:relative;

  height:40px;

  line-height:40px;

  border:1px solid #e0e0e0;

}

#translator-wrapper select {

  border:none;

  background:transparent;

  font-family:'Verdana',Arial,Sans-Serif;

  font-size:12px;

  width:100%;

  color:#444;

  -webkit-box-sizing:border-box;

  -moz-box-sizing:border-box;

  box-sizing:border-box;

  -webkit-appearance:none;

  cursor:text;

  padding:5px 10px;

}

#translator-wrapper a,

#translator-wrapper a:hover {

  display:block;

  background-color:#FF4F4F;

  border:none;

  color:#fff;

  margin:0 0;

  text-decoration:none;

  position:absolute;

  top:0;

  right:0;

  bottom:0;

  cursor:pointer;

  width:19%; 

  transition:all 0.3s ease;  

}

#translator-wrapper a:before {

  content:"";

  display:block;

  width:0;

  height:0;

  border:6px solid transparent;

  border-left-color:white;

  position:absolute;

  top:50%;

  left:45%;

  margin-top:-5px;

}

#translator-wrapper a:hover {background-color:#222222;}

#translator-wrapper a:active {opacity:0.9;}

#translator-wrapper select:focus,

#translator-wrapper a:focus,

#translator-wrapper select:active,

#translator-wrapper a:active {

  border:none;

  outline:none;

  cursor:pointer;

}

option {

  background:#27ae60;

  color:#e0e0e0;

}

</style>

<div id="translator-wrapper">

    <select id="translate-language">

        <option value="en" selected />English

        <option value="id" />Indonesian

        <option value="af" />Afrikaans

        <option value="sq" />Albanian

        <option value="ar" />Arabic

        <option value="hy" />Armenian

        <option value="az" />Azerbaijani

        <option value="eu" />Basque

        <option value="be" />Belarusian

        <option value="bn" />Bengali

        <option value="bg" />Bulgarian

        <option value="ca" />Catalan

        <option value="zh-CN" />Chinese

        <option value="hr" />Croatian

        <option value="cs" />Czech

        <option value="da" />Danish

        <option value="nl" />Dutch

        <option value="en" />English

        <option value="eo" />Esperanto

        <option value="et" />Estonian

        <option value="tl" />Filipino

        <option value="fi" />Finnish

        <option value="fr" />French

        <option value="gl" />Galician

        <option value="ka" />Georgian

        <option value="de" />German

        <option value="el" />Greek

        <option value="gu" />Gujarati

        <option value="ht" />Haitian Creole

        <option value="iw" />Hebrew

        <option value="hi" />Hindi

        <option value="hu" />Hungarian

        <option value="is" />Icelandic

        <option value="id" />Indonesian

        <option value="ga" />Irish

        <option value="it" />Italian

        <option value="ja" />Japanese

        <option value="kn" />Kannada

        <option value="ko" />Korean

        <option value="la" />Latin

        <option value="lv" />Latvian

        <option value="lt" />Lithuanian

        <option value="mk" />Macedonian

        <option value="ms" />Malay

        <option value="mt" />Maltese

        <option value="no" />Norwegian

        <option value="fa" />Persian

        <option value="pl" />Polish

        <option value="pt" />Portuguese

        <option value="ro" />Romanian

        <option value="ru" />Russian

        <option value="sr" />Serbian

        <option value="sk" />Slovak

        <option value="sl" />Slovenian

        <option value="es" />Spanish

        <option value="sw" />Swahili

        <option value="sv" />Swedish

        <option value="ta" />Tamil

        <option value="te" />Telugu

        <option value="th" />Thai

        <option value="tr" />Turkish

        <option value="uk" />Ukrainian

        <option value="ur" />Urdu

        <option value="vi" />Vietnamese

        <option value="cy" />Welsh

        <option value="yi" />Yiddish

    </select><a id="translate-me" href="#" title="Translate"></a>

</div>

<script type="text/javascript">

(function() {

    var mylang = "id", // Your website language

        anchor = document.getElementById('translate-me');

    anchor.onclick = function() {

        window.open('https://translate.google.com/translate?u=' + encodeURIComponent(location.href) + '&langpair=' + mylang + '%7C' + document.getElementById('translate-language').value + '&hl=en');

        return false;

    };

})();

</script>

===============================

Tutorial ini berasal dari https://www.sebardi.id/2021/01/cara-pasang-widget-translate-di-blogger.html#gsc.tab=0 , terima kasih Pak Sebardi. 

Kisah Perjuangan Bisa Kuliah di ITB

Tidak ada komentar

Kuliah di ITB sekarang jadi impian hampir semua anak-anak dan orang tua, karena ITB termasuk kampus impian di Indonesia. Kalau saya memilih ITB, pada waktu itu, karena ingin menantang diri sendiri saja. Masuk ITS yang ada di tempat kelahiran saya, biasa aja pastinya. Gimana kalau kuliah lebih jauh? dan yang passing grade untuk masuk kuliahnya lebih sulit?

Menantang diri sendiri seperti hobi aneh, yang ternyata berguna juga sampai saat ini. *LOL

Sebelumnya, saya ingin membagi kisah perjuangan atau perjalanan saya belajar dari SMA sampai bisa diterima di ITB jalur UMPTN, di tahun 1997 waktu itu. 

Disclaimer: tulisan ini murni berdasarkan pengalaman saya yang belum tahu segala trik tentang Learning How To Learn, Smart Learning dan semacamnya. 

*sebenarnya mau share ini duluan di Live Youtube, tapi batal, karena SDN di belakang rumah lagi ada kegiatan akhir sekolah untuk anak kelas 6 SD, jadi rame banget :)

Pasti bakal seru kalau saya bisa menyampaikan cerita ini lewat video, namun ada kendala tadi pagi. Maka ditunda dulu bercerita lewat suara. Saya dulukan cerita lewat blog ini ya. Semoga bisa jadi referensi untuk memotivasi anak-anaknya yang ingin belajar di jenjang lebih tinggi. 

ini videonya tadi, dibuang sayang :)

Ohya, di gambar itu ada Macbook Pro besar yang lumayan harganya. Jangan bikin jiper duluan dan menganggap cerita mbak Heni ini, MBA (Modal Bacot Aja), iya bisa ini itu karena kaya dan banyak duitnya. 

Oh tidak, Alhamdulillah, saya berasal dari keluarga menengah ke bawah, cenderung miskin. Yang kalau diceritain bisa bikin kalian meneteskan air mata. Canda guys. 

Silahkan simak dulu sejenak cerita ini, nanti lebih seru lewat video atau suara emang ya. Sabar dulu. Daripada mood hilang, saya tangkap di blog ini aja dulu. 

Singkat cerita, keluarga saya itu mewajibkan anaknya sekolah atau kuliah negeri karena satu alasan. Yaitu murah bayarnya. 

Bapak saya, sudah pensiun sejak saya SMP, sebagai Purnawirawan TNI Angkatan Laut, yang waktu pensiun baru dinaikkan sebagai SERMA (Sersan Mayor). Bapak masuk dari jalur Bintara, kalau tak salah itu sebutannya. Lulus SD saja waktu itu. Sayang tak sempat bertanya ke bapak sebelum beliau wafat. Intinya bukan tentara berjabatan tinggi, melainkan biasa-biasa saja. Uang pensiunan juga tidak besar. 

Ketika bapak pensiun, dengan sedikit uang pensiun bulanan, yang menjadi tonggak nafkah keluarga adalah usahanya ibu di rumah. Berbagai hal ibu lakukan, emang sejak dulu sih, yaitu berjualan rujak, nasi, jamu, menerima pesanan tumpeng, menjahit, berjualan dan seputar itu. 

Kesulitan ekonomi ini yang juga membuat saya pindah sekolah, yang sebelumnya sejak TK-SMP di Surabaya, harus ke Jombang untuk melanjutkan SMA. 

Nilai saya cukup untuk bisa diterima di SMA Negeri 5 Surabaya, sekolah terfavorit di Surabaya dulu sampai sekarang. Namun saat itu, yang saya tahu, ibu ingin kembali ke kampung halaman yaitu di Jombang. Maka saya dan adik bungsu, ikut pindah ke sana. Termasuk sekolah. 

Usia remaja segitu, apalagi orang Jawa ya, kami atau saya dan adik tidak diberitahu alasan kepindahan ke Jombang itu kenapa. Hanya nurut saja begitu. 

Yang saya ingat, waktu mengambil Raport SMP Negeri 1 Surabaya, tempat saya sekolah untuk mengurus kepindahan di Diknas Surabaya ke Diknas Jombang, ada guru yang nyeletuk, "Kok pindah nang ndeso se Hen? kan isok ketrimo nang SMA Limo (5)?".

Saya ingat kalimat itu, tapi lupa siapa yang bicara. Dan saya tidak bereaksi atau merasakan apa-apa. Hanya nurut saja, lupa apa saya senyum atau sedih atau senang atau gimana. Hanya ingat langsung mengikuti langkah ibu untuk balik badan dan pulang naik bemo lyn W dari pinggir Jalan Pacar Surabaya. 

Sampailah saya di Jombang dan diterima di SMA Negeri 2 Jombang. Yang kabarnya juga sekolah favorit negeri di sana. 

Sejak SD ke SMP, SMP ke SMA, saya tak pernah risau dengan akan sekolah di mana. Mikirnya gampang. Sekali berangkat dengan naik satu kali jalur bemo, biar murah. Tidak terlalu terobsesi dengan sekolah favorit. Itulah cara berpikir kami, keluarga miskin ini. Sederhana.

Dan saya, sejak kecil memang suka sekali belajar. Maka asal bisa belajar, dan pasti suka belajar, sekolah di mana saja, ga masalah. Kalau harus negeri, emang benar, sekali lagi karena biar ibu bapak bisa bayar biaya yang murah untuk sekolah anaknya. Kami keluarga besar, saya anak ke-8. Terbayang besarnya tugas ibu bapak ya, semua sekolah dan hampir semua juga kuliah di kampus negeri. Dengan gaji tentara, sudah pensiun pula, ditambah kerja serabutan seorang ibu rumah tangga. 

Saya sekolah di Jombang, terhitung sebagai sekolah "ndeso" atau desa. Jauh banget dari perkembangan di Surabaya. Belum ada bimbel seperti Primagama dll pada waktu itu, sekitar tahun 1996. Maka ketika naik kelas 3 SMA, saya ikutan teman-teman juga sepertinya, saya putuskan ikut Bimbel Luar kota di Surabaya. 

Saya mendaftar di Phi Beta, bimbelnya ada di Jalan Bali Surabaya. Ikut bimbel luar kota itu maksudnya, belajarnya hanya hari Minggu, mulai jam 8 pagi sampai 1 siang. Terhitung 5 jam untuk 5 materi belajar persiapan EBTANAS dan UMPTN. Yaitu Kimia, Matematika, Fisika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. 

Jadi selama 1 tahun, di kelas 3 SMA, setiap hari Sabtu itu saya pulang sekolah jam 12 siang. Pulang di rumah tante (adiknya ibu), makan siang sebentar, mandi, menyiapkan buku untuk bimbel dan baju ganti. Lalu naik bemo menuju terminal bis kota, di depan rumah tante. Perjalanan naik bis kota dari Jombang ke Surabaya, ganti beberapa kali, lalu naik bemo lagi sampai ke rumah ibu di Surabaya, itu rata-rata dari siang sampai jam 7 malam. Karena harus nunggu bemo/bis penuh, istilahnya nge-tem dulu. Ganti bis. Nge-tem lagi. Ganti bemo. Nge-tem lagi. Begitu terus. Apalagi hari Sabtu adalah hari macet jalur luar kota. Hari orang yang kerja di Surabaya akan pulang ke desa/daerahnya karena libur kerja. Ditambah hari liburan atau piknik atau malam mingguan orang yang tinggal di Surabaya. Macet pokoknya. 

Sampai di rumah ibu di Surabaya, sekitar jam 7 malam, saya akan mandi, makan, naik ke kamar kakak dan adik perempuan, lalu belajar karena di bimbel selalu ada pre-test sebelum kelas dimulai. 

Esoknya, hari Minggu, saya akan diantar kakak ke Jalan Bali, tempat bimbel. Lalu ditinggal. Saya belajar di sana selama 5 jam. Untuk makan siang, kadang bawa bekal dari ibu. Kadang membeli tahu isi aja yang gede dan bikin kenyang di kantin bimbel. 

Bimbel selesai sekitar jam 2 siang, saya akan berjalan di pinggir jalan untuk mencegat bis DAMRI menuju ke terminal Bungurasih untuk naik bis luar kota ke Jombang. 

Sampai di Jombang, rumah tante, sekitar jam 7 atau 8 malam. Saya akan mandi, makan malam, dan sekali lagi belajar sebelum tidur. Mengulang lagi pelajaran di bimbel. Mengatur buku dengan baik. Dan juga kroscek dengan tugas dan materi pelajaran untuk sekolah besok Senin.

Ini berputar terus rutin, selama satu tahun utuh tanpa jeda karena saya lelah atau bosan. 

Dan anehnya, nggak ada lelah dan bosan. Dan tidak juga saya berhenti karena sakit. 

Kalau sakit flu, panas, batuk, itu saja akan saya abaikan. 

Pulang ke Surabaya setiap hari Sabtu juga untuk melipur rindu. Bisa makan masakan ibu. Ketika seminggu makan di rumah tante. 

Kenapa kok tiba-tiba di rumah tante, mbak Hen?

Karena ketika saya kelas 3 SMA, ibu memutuskan kembali tinggal di Surabaya. Adik saya sudah lulus SMP jadi bisa ikut ibu ke sana. Giliran saya yang tinggal setahun lagi SMA di Jombang, jadinya terpaksa ditinggal. 

Sekali lagi, saya tidak pernah risau dengan kondisi begini. Karena fokus saya hanya di belajar dan lulus EBTANAS bagus, siap dan lolos UMPTN lalu bisa diterima kuliah di kampus negeri. Itu saja. Lainnya boleh terjadi apa saja saya terima dan jalani saja. 

Wah capek juga nih, ngos-ngosan nulisnya. Lanjut nanti ya. Sekalian udah bisa live streaming. Nanti saya sertakan videonya di bawah ini. 

Tarik nafas dulu juga kalian... :)

Disambangi 3 Founder My Sister’s Fingers | Komunitas Crafter di Surabaya

Tidak ada komentar


Saya ingatnya pertama kali bertemu mereka, sekitar tahun 2012 saat di Kebun Bibit Surabaya. Acara belajar sharing bareng gitu, saya kebagian mengajari atau demo juga cara membuat cincin dari kawat tembaga atau disebut juga wire jewelry. 

Hari itu, Kamis 26 Mei 2022, 10 tahun kemudian baru kami berjumpa tatap muka lagi. 

Haru banget mereka mau main ke rumah saya di daerah Surabaya Barat. Yang notabene jauh banget dari rumah mereka di Surabaya Timur dan Sidoarjo. 

Seneng dan haru. Ditambah sungkan. Karena yang notabene memberi suguhan adalah mereka ya. Ada yang bawa krupuk 2 plastik gede. Ada yang bawa ayam bakar lengkap dengan sayur dan nasinya. Pasti juga sambal. 

Jadi saya cuma kebagian menyediakan air putih dan beberapa mainan untuk anak kecil yang ikutan. Untung saja kemarin iseng saya beli mainan lego dll. 

Mbak Rina, Mbak Ririe dan mbak Nikma berbagi cerita sambil menyampaikan keinginannya memberi ilmu baru untuk komunitas MSF. 

Lebih banyak ingin memasukkan unsur digital marketing  dalam materi edukasi ke crafter nanti. 

Alhamdulillah. Pengalaman saya malang melintang jadi Trainer Gapura Digital (yang mengajarkan konsep digital marketing untuk UMKM pemula), mentor startup juga guru coding, bisa jadi bahan wawasan baru untuk anggota MSF ini. 

Badan saya rada meriang sebenarnya, karena kemarin terlalu ngoyo mindahin mebel jati di rumah. Demi menyediakan ruang duduk yang nyaman untuk mereka :)

Kedatangan 3 crafter ini memberikan suntikan semangat sekaligus nostalgia ingat jaman perjuangan mencari jati diri. Dari jualan jilbab online, belajar otodidak bikin asesoris handmade, belajar bisnis dan digital marketing juga coding dst. 

Makin menarik ketika disebutkan nanti saya bisa ikutan main ke sekolahannya mbak Rina yang jadi guru craft di SMKN 12 Surabaya. Atau ke UNESA tempat mbak Ririe mengajar jadi Dosen Sastra. Begitu juga main di tempat workshop membuat sepatu handmade mbak Nikma Basyar yang sudah masuk ranah ekspor. 

Kedatangan 3 orang penting di Surabaya, terutama area craft atau kerajinan tangan, membuat saya merasa ternyata diri ini berharga. Apalagi sudah 10 tahun tak bersua, mereka sukarela datang ke rumah. 

Semoga bisa saling memberikan manfaat. Amiin. Barakallah. 


ebook Gratis Panduan Awal Membuat Blog Untuk Pemula

Tidak ada komentar


Blog masih menjadi "tool" yang powerful untuk menyimpan portfolio dan menjadi media branding. Dengan blog, orang bisa memastikan bahwa rekam jejak seseorang atau suatu brand itu berjalan dengan rentang waktu yang tepat. Karena setiap kita mempublikasikan satu tulisan blog, akan tertera tanggal dan jam yang sesuai dengan kondisi asli. Hal ini akan menambah kepercayaan publik. 

Berbeda dengan website berbentuk landing page yang hanya menampilkan konten statis yang dibutuhkan oleh pencari informasi singkat, blog adalah cara berkomunikasi antara pembuat blog dan pembacanya. 

Itulah kenapa jika diamati, di hampir semua website suatu brand, entah itu startup, perusahaan besar, juga menyertakan link untuk membuka blog. Karena di sini orang sedang mencari, seperti apa sih perjalanannya? atau siapa saja yang sudah menggunakan produk ini? apa saja cerita dari owner atau founder? dan lain sebagainya. 

Membuat blog, banyak caranya, namun ini saya sampaikan yang paling termudah bagi saya, baik untuk mengisi konten, memodifikasi template dan juga redirect ke domain TLD (Top Level Domain), saya pilih platform BLOGSPOT dari BLOGGER.com.

Berikut adalah modul panduan awal membuat blog, yang saya buat sekitar tahun 2014-2015, sebagai bahan untuk mengajar ke guru di Madrasah Tsanaiyah di Wonosalam Jombang, saat saya kerja praktek lapangan saat kuliah di S2 Teknologi Pendidikan UNESA. 

Beberapa tampilan akan berbeda, karena blogger mengubahnya, lainnya sama. Semoga bermanfaat. 




e-book silahkan diunduh dari sini:

 

Review Wardah Roll On For Her Deodoran Halal Penghilang Bau Badan

Tidak ada komentar

 


Bisa beli di Shopee: Klik di Sini

Sering kerasa ga bun, kalau lagi capek, stress, bau badan kita lebih menyengat?

Ya karena hormon juga jadi salah satu faktor penyebab bau badan pada wanita. Ya gimana lagi ya, apalagi menjelang, ketika dan sesudah datang bulan. Belum kalau sudah pre-menopouse atau bahkan sudah menopuse. 

Hormon emang gimana lagi mau diperlakukan supaya kita bebas bau badan?

Ya sih, katanya harus menjaga pola makan, pola hidup terutama kebersihan. Sepertinya minum jamu tradisional khas bikinan ibu saya dulu, bisa dicoba lagi nih. Jamu campuran kunyit dan daun sirih hijau atau biasa disebut jamu suruh. 

Minum jamu, pola hidup dll itu butuh proses yang panjang banget, tidak bisa sulap menghilangkan bau badan. 

Yang paling bisa dilakukan sekarang adalah mencegah bau badan dalam kehidupan sehari-hari,


Sejak remaja, perjalanan mencegah bau badan saya udah berliku-liku banget. Ini catatannya:

1. Pakai Bedak MBK

Pakai Bedak MBK, ada yang tahu nggak tuh? Ini dulu manjur sih jaman masih SD-SMP. Tapi kalau dah keringeten banget jadi ada burtek alias bubur ketek. Tumpukan bedak campur air keringat yang nempel di ketiak. Lalu nempel ke baju seragam yang menyebabkan kainnya rusak, lama-lama nggripis atau menipis. Jaman menjelang SMA dan kuliah udah ga berani lagi pakai bedak MBK, ga ampuh. Kecuali seharian cuma di rumah aja. 


2. Pakai Deodoran Segala Merk

Meningkat pakai deodoran segala merk. Mulai rexona, viva, pixy dan lain sebagainya dicoba. Yang paling manjur sih rexona. Tapi entah kenapa menjelang usia 40 tahun ke atas, deodoran merk ini udah nggak mempan. Akhirnya beralih ke deodoran alami. 

3. Pakai Deodoran Bahan Alami

Deodoran bahan alami, air jeruk nipis, tawas dan air. Ini kemarin lagi hits banget sih. Jujur aja kena racun tiktok juga. Sempat jualan juga, saudara saya pada cocok. Saya juga awalnya cocok tapi lama-lama bau badan lagi. Apa karena badan saya tambah gede ya? gendut gitu :D. Patah hati banget deh, tiap habis mandi, gak lama gitu bau lagi. Apalagi setelah mengajar di kelas online. Jadi harus ganti baju berkali-kali sehari. Mabuk yang bagian njemur cucian dahlah (sebut saja: suami). 

4. Pakai Wardah Roll On For Her

Sebelumnnya sempat pakai deodoran Khaf (satu lini produk dengan Wardah, cuman khusus cowok). Cocok sih pakai ini, cuma belinya harus online. Ga tahu lagi capek aja beli bodycare online. Jadi kemarin ke sakinah mart, eh nemu Wardah Roll On For Her. 

Setelah dipakai beberapa hari, eh cocok, alhamdulillah. Kendala bau badan berkurang. Ga lengket kok rasanya. Baunya juga smooth lembut gitu wanginya, malah mirip bau deodoran jaman remaja, tapi entah yang mana, lupa. 

Misalkan sore mandi, pakai roll on Wardah ini, lalu tidur, besok paginya ga mandi dulu lah ya seharian buat beres-beres rumah atau sambung laptopan dulu, masih aman jaya tidak ada bau badan menyengat. 

Kalau dipikir ya Wardah ini udah diproduksi oleh perusahaan bear dan bonafid. Tentu saja riset produksinya bagus. Ibu foundernya kan lulusan Farmasi ITB. Satu almamateri dengan saya, eh apa sih :)

Untuk skincare Wardah emang kurang cocok sih aku, sering perih gatel gitu di wajah setelah memakainya. Kalau skincare aku beralih ke Viva Cosmetic. Alhamdulillah ya, murah dan cocok. Sesuai dengan wanita tropis kali ya. Secara aku jarang telaten pakai skincare, jadi tenang juga hati ini pakai Viva. 

Untuk deodoran ini wajib banget deh milih yang bisa membuat kita bebas bau badan. Aku minder banget gaiiis kalau harus bau lagi. Ga enak juga walau kerja sendirian di rumah, tapi membaui diri sendiri. Bisa mabuk aku. 

Oke deodoran cocok udah ketemu. Harus ganti-ganti sesuai metabolisme tubuh kita yang menua kali ya ini deo. Gpp lah.

Ke depannya mau rutin minum jamu lagi. Kalau urusan mandi sih aku rajin banget, sehari lebih dari 3 kali malah seringnya. 

Semoga review asyik ini bisa jadi bahan pertimbangan kalian ya memilih deodoran. 


WARDAH ROLL ON FOR HER

Bisa beli di Shopee: Klik di Sini















10 Konten Yang FYP di Tiktok Tanpa Iklan

Tidak ada komentar

Punya konten yang FYP itu seperti kebanggaan bagi warga tiktok. Itulah sebabnya sering orang menyematkan tanda pagar terkait ini, #fyp #fypdoong dan lain sebagainya. 


https://www.tiktok.com/@heniprasetyorini


KONTEN FYP


FYP di tiktok adalah singkatan dari For Your Page. Artinya yang muncul di halaman kamu. Kalau di facebook itu yang muncul di beranda, kalau di instagram itu yang muncul di bagian explore (pencarian). 

Kesemua konten bertipe fyp ini muncul begitu saja walau kita bukan follower dari kreatornya. Inilah yang menarik. Karena bisa menaikkan jumlah follower dan brand awareness atas branding atau pencitraan yang ditampilkan di akun media sosial. 

Menjadi FYP untuk pemula yang bukan siapa-siapa, bukan selebgram atau yang bernama sudah terkenal, ini adalah usaha yang cukup rumit. Saya mengalami jumlah follower tiktok hanya 80 orang sampai beberapa bulan. Bahkan setelah membuat konten lebih dari 20 video. 

Sampai pada akhirnya, iseng saja di suatu malam, saya gunakan sound dari video yang fyp, lalu merekam laptop saya. Kebetulan saat itu sedang membuat materi coding untuk kelas anak-anak. 


Ini adalah video tiktok yang pertama fyp dan dalam 2 hari bisa membuat follower saya dari cuma 80 menjadi 1000. 




Saya gunakan sound suara Meet dari microsoft yang membuat ramai pendengarnya. Karena jadi ingat momen dikejar kerjaan yang nggak ada habisnya di rumah. 

Ya ini adalah saat awal pandemi dan baru marak perusahaan mewajibkan karyawannya untuk  work from home (WFH) atau kerja di rumah.  

Video ini bisa dilihat di sini

Atau coba saya sematkan videonya di sini ya, biar mudah langsung diputar. 



VIDEO FYP PERTAMA Karena Sound Viral

@heniprasetyorini Anak SD pun bisa diajak belajar #coding. Caranya mudah kok. Ayo bun, ajarin. #scratchprogrammingforkids #codingkidsindonesia ♬ original sound - Heni PR - Bu Heni • Guru Coding Anak




Sudah sampai 1000 follower adalah target pertama saya, supaya bisa mencoba fitur LIVE. 
Dan tak lama saya lakukan itu, Live sambil menyorot laptop yang sedang membuat project lucu dengan coding Scratch. 

Saya pun buat lagi beberapa konten terkait, dengan maksud lebih lama dari 15 detik, dan suara standar bawaan tiktok, namun ini tidak berhasil menarik penonton yang banyak. 

Dari sini saya simpulkan, modal utama fyp adalah SOUND VIRAL dan video singkat 15 detik saja. Tidak perlu mengisi dengan konten yang padat, dikit-dikit aja seperti memberikan "racun" atau hal-hal yang bikin orang kepo, lalu klik Like dan berkomentar. 

Jika orang kepo gereget ingin komentar, maka konten video kita akan naik algoritmanya disukai tiktok, maka akan diusulkan menjadi konten fyp. 

Itulah sebabnya demi fyp, orang bisa berperilaku aneh-aneh. Ada yang prank, joget ga jelas, makan garam atau hal-hal seputar pornografi dan berbahaya. Tujuannya biar videonya dilihat, di-like dan diberi komentar dan supaya fyp. 

Kita tidak perlu seperti itu. Saya tidak melakukan hal aneh, bisa juga fyp. Maka lebih baik fyp karena isi konten yang sesuai dengan pesan yang ingin kita sampaikan melalui tiktok kita itu. 

Saya pun menyadari bahwa membawakan konsep CODING ANAK DAN BELAJAR CODING UNTUK PEMULA adalah daya tarik bagi warga tiktok di akun saya. Maka saya lanjutkan trik berikutnya yaitu membuat video reply atau menjawab komentar. Jadi saya berpegang dari video fyp sebelumnya, lalu dengan telaten saya jawab satu per satu dengan video juga. 

Beberapa bisa fyp, beberapa tidak. Adanya sound viral, video singkat 15 detik dan isi menarik masih berlaku di sini. 





Saya bukan pembuat konten video yang bagus. Dalam arti, tidak telaten untuk rekam dikit-dikit, lalu edit dan menggabungkan. Hampir semua video saya itu dalam sekali rekam saja. Menggunakan fitur pause bawaan tiktok saja, dan edit menambahkan teks sesuai durasi lalu memberikan judul pada cover video. Kadang lupa juga memberikan judul ini. 

Saya tidak telaten menjadi konten kreator yang manis dan rapi. Jadi saya kreator spontan. 




Namun walaupun spontan ternyata menjadi fyp bisa beberapa kali saya capai, itu karena isi kontennya bikin kepo. Seperti rangkaian video untuk menjawab cara mendaftar, masuk dan diterima di Apple Developer Academy Indonesia ini. Walau sengaja saya sediakan lengkap, sampai sekarang masih ada yang bertanya,"Caranya gimana bu?". Gregeten aku rek hahaha.






Jujur saja, media sosial beralih menjadi media promosi semenjak saya mengenal konsep digital marketing. Melelahkan tapi saya tetap berpegang di ranah itu supaya tidak lolos keblabasan hanya bercerita hal pribadi. Ini berbahaya jika berlebihan. Saya bukan tipe yang suka mengumbar kehidupan detil pribadi. Yang ditulis di blog atau di media sosial lainnya sudah sengaja saya atur biar ada benang merahnya terkait personal branding yang ingin saya perkuat untuk ditampilkan. 

Sebuah fakta yang melelahkan tapi harus dilakukan di era digital ini ya?

Begitulah. 

Namun, selain promosi, lama-lama kita akan merasakan tanggung jawab untuk edukasi. Walau ada nuansa curhat juga, kadang kalau hati lagi gundah banget, cara ini ampuh untuk meringankan hati, walau sedikit. 




Sekali lagi, saya ini manusia spontan. Jadi ketika dapat fyp video orang yang sound-nya bagus liriknya atau nadanya, spontan saja saya membuat konten terkait. Dan karena spontan jadi tidak sengaja merekam langsung kan. Jadi saya manfaatkan saja video pendek dan potongan foto-foto yang sudah ada di galeri hp. 





Waktu membuat atau posting pun belum terjadwal bagus menggunakan content planner dan sebagainya. Biasanya malam hari, sambil menunggu suami saya nonton bola, atau saya rehat sebentar setelah mengajar beberapa kali, saya buat video-video itu. 

Dengan cara organik dan spontan ini, follower saya sekarang sudah 12ribu orang, dan saya pastikan 80% itu aktif dan bukan fake people atau orang palsu. 

Beberapa konten videp fyp belum saya sajikan foto screenshot-nya di sini, silahkan simak langsung di tiktok saya ya, https://www.tiktok.com/@heniprasetyorini.

Semoga sharing singkat ini membantu kalian yang takut tampak buruk gak jelas di media sosial tapi ingin memulai digital marketing di kegiatan yang diinginkan. Mulai sajalah. Lama-lama akan ketemu pola yang cocok dengan kita.