Mulai Karier Kedua dengan Bantuan AI: 7 Prompt Praktis

Tidak ada komentar


 

Gunakan AI yang anda sukai, dan gunakan 7 prompt ini satu per satu. Dan terapkan dalam rencanamu.


7 Prompt Membantu Menentukan Peta Karir Kedua  

  1. Find my hidden skills. "Based on my career history below, identify the 10 most valuable skills I am underestimating. Explain why they are valuable, who would pay for them, and how Al could help me use them."

  2. Find income options "Based on my experience, suggest realistic ways I could earn extra income on the side. Include startup cost, time commitment, difficulty, and earning potential for each."
  3. Monetise my experience. "Act as a business strategist. Based on my work history, identify services used consulting offers, digital products, or freelance work I could create using skills I already have."
  4. Find my highest leverage move "If you had to help me increase my income as fast as possible using only my current skills, what would you focus on first and why?"
  5. Show me what pays more"Based on my experience, identify roles, industries, or opportunities that would pay significantly more than my current position, and explain what makes me qualified."
  6. Build a low time side project"Using my skills and background suggest 5 Al assisted services I could offer that take less than 5 hours a week to start"
  7. Build my 90 day plan"If my goal was more financial security over the next 90 days, build a step by step plan based on my background, schedule, and experience."

Prompt dalam bahasa Indonesia:

7 Prompt Membantu Menentukan Peta Karir Kedua

1. Temukan Kemampuan Tersembunyiku

"Berdasarkan riwayat pendidikan, pengalaman kerja, organisasi, dan aktivitas yang saya lakukan di bawah ini, identifikasi 10 kemampuan paling berharga yang mungkin selama ini saya anggap biasa saja. Jelaskan mengapa kemampuan tersebut bernilai, siapa yang membutuhkan atau bersedia membayar kemampuan itu, serta bagaimana AI dapat membantu saya mengembangkannya menjadi peluang karier atau bisnis."


2. Temukan Peluang Penghasilan Tambahan

"Berdasarkan pengalaman dan kemampuan saya, berikan beberapa ide realistis untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Sertakan perkiraan modal awal, waktu yang dibutuhkan, tingkat kesulitan, dan potensi penghasilannya."


3. Ubah Pengalaman Menjadi Produk atau Jasa

"Berperanlah sebagai konsultan strategi bisnis. Berdasarkan pengalaman saya, identifikasi jasa, layanan konsultasi, pekerjaan freelance, kelas, atau produk digital yang dapat saya buat menggunakan kemampuan yang sudah saya miliki."


4. Tentukan Langkah Paling Berdampak

"Jika tujuan saya adalah meningkatkan penghasilan secepat mungkin hanya dengan memanfaatkan kemampuan yang saya miliki saat ini, langkah apa yang sebaiknya saya fokuskan terlebih dahulu? Jelaskan alasannya dan berikan urutan prioritasnya."


5. Tunjukkan Peluang Karier yang Lebih Bernilai

"Berdasarkan pengalaman dan kemampuan saya, identifikasi pekerjaan, profesi, industri, atau peluang usaha yang memiliki potensi penghasilan lebih tinggi daripada yang saya lakukan saat ini. Jelaskan mengapa saya sudah memiliki modal untuk masuk ke bidang tersebut."


6. Bangun Side Project yang Ringan

"Berdasarkan latar belakang dan kemampuan saya, berikan lima ide produk atau layanan yang dapat dibantu dengan AI dan dapat saya jalankan sebagai side project dengan waktu kurang dari lima jam setiap minggu."


7. Buatkan Rencana 90 Hari

"Jika target saya adalah memiliki kondisi finansial yang lebih aman dalam 90 hari ke depan, buatkan rencana langkah demi langkah berdasarkan pengalaman, kemampuan, jadwal, dan kondisi saya saat ini. Sertakan target mingguan yang realistis dan mudah dijalankan."


Semoga ini membantu untuk menentukan langkah pertama, mengambil karir kedua. 


Sumber kredit tulisan: dari beberapa postingan media sosial dan digenerate dengan AI ChatGPT

Jadi Dosen Edupreneurship di Praktisi Mengajar Mandiri Universitas Negeri Malang

Tidak ada komentar

 Praktisi Mengajar Mandiri adalah program menyertakan para praktisi dan profesional untuk mengajar di kampus, secara mandiri dikelola kampusnya dan tidak dikelola oleh Menristekdikti. 

Saya sudah tahu sebelumnya program Praktisi Mengajar Menristekdikti ini. Beberapa kali teman mengajak untuk mendaftar. Namun saya tunda terus, karena beberapa hal. Termasuk keengganan mengisi blanko formulir di website resmi Praktisi Mengajar Kemdikbud itu yang banyak banget prompt questionnya. Masih rada trauma mengisi formulir serupa saat mendaftar sebagai Pelatih Ahli Kemdikbud. Sudah daftarnya mengisi banyak blanko, diwawancara dan diuji hampir 2 jam lebih di zoom, eh gak lolos :)

Intinya, saya skip lah. Sampai sempat iseng membuka website itu lagi, dan masih menunda lagi mengisinya karena harus menulis beberapa essay dan mencari dokumen pendukung lain. 

Eh ternyata, seminggu kemudian, halaman di website ini sudah tidak aktif. Ditutup sampai entah kapan. Mungkin nanti kalau Praktisi Mengajar masih diaktifkan oleh kementerian baru. 

Baik, intro bernada curhat, sudah cukup :)

Lanjut ke Program Praktisi Mengajar Mandiri UM, yang saya ikuti. 

Suatu hari, keponakan pertama saya memberikan link pendaftarannya. Kebetulan dia tinggal di Malang. Jadi mungkin dapat informasi dari temannya sesama Malang.

“Mbak, ikut ini yuk di UM.”

Saya sedikit skeptis sekaligus senang. 

“Wah kalau ketrima, bisa bolak-balik main ke Malang nih.” Saya pun mendaftar. 

Singkat cerita, diterima. Saya diterima. Keponakan saya juga diterima. Kami sama-sama sudah lulus S2. Saya mengajar Edupreneurship di jurusan Teknologi Pendidikan. Keponakan saya mengajar tentang eCommerce di jurusan Ekonomi di UM (Universitas Negeri Malang). 

Rencana saya batalkan untuk sering main ke Malang sekaligus mengajar. Karena jadwal untuk saya adalah mengajar di Hari Senin pukul 10.30 - 12.00 WIB. 

Ke Malang di hari efektif, sulit. Jadi saya memutuskan mengajar online saja sampai 6 pertemuan. 

Sesi ke-5 mengajar

Sesi ke-6 (akhir) mengajar













The Remarkable Life of Ibelin Membuatku Menulis di Blog Lagi

Tidak ada komentar


 

Pagi ini aku duduk di lantai ruang tamu. Menghadap meja lipat kecil dengan laptop ASUS Zenbook kecil juga di atasnya. Di depanku ada Samsung Smart TV ukuran besar, sedang memutar film dokumenter tentang anak difabel, berjudul The Remarkable Life of Ibelin di Netflix. Seorang anak dengan kelainan kelemahan otot langka dan hidupnya di atas kursi roda. 

Awal cerita Ibelin ini mulai menarik perhatianku. Orangtuanya bilang, Ibelin menuliskan password emailnya dengan sengaja. Supaya orang tuanya bisa masuk ke akun email, blog dan juga game onlinenya. 

Menulis Blog?

Wow, cukup tersengat ya jadinya. Aku jadi ingat dengan beberapa blog milikku yang sudah lama aku abaikan. Terhitung sejak 2019, ketika aku masuk Apple Developer Academy di Universitas Ciputra Surabaya. Sejak ini, bisa dilihat jarang sekali aku menulis berita tentang diriku sendiri, kecuali pengumuman saat diterima di akademi itu, dan juga diterima setahun kemudian di inkubator bisnis UNAIR. 

Biasanya, bahkan setiap hari, aku rajin menuliskan langkah demi langkah saat aku belajar. Seperti halnya di Coding Mum tahun 2016 lalu. Satu script coding baru saja, akan segera tampil di blog ini. Menyimpan segembira itu aku menjalani proses belajar membuat website di gedung Dilo, Ketintang, bersama beberapa teman baru, ibu-ibu Coding Mum Surabaya. 

Adanya beberapa aturan untuk tidak menampilkan yang ada di akademi besutan Apple ini, mengurungkan niatku untuk melakukan hal yang sama. Karena takut khilaf, menulis ini itu dan sharing ini itu tanpa sadar, sesuai kebiasanku menyelipkan cerita sehari-hari di blog. 

Larangannya tidak begitu-begitu amat sih. Tidak ada hal rahasia membahayakan negara atau semacamnya. Namun, memahami ini sebagai prinsip menjaga privacy, copyright dan juga branding perusahaan besar internasional ini, aku menurutinya sebaik mungkin. 

Tapi, tidak hanya larangan ini yang membuatku menahan diri. Di saat yang sama, aku mengalami beberapa peristiwa keluarga yang mengguncang hidup. Entah itu dari anak-anakku yang sedang bergejolak di masa remaja, dan salah satunya sedang sekolah jauh dari rumah, di luar kota. Juga ada kejadian kecelakaan lalu lintas yang dialami saudara ipar, dan entah kenapa itu memantik rasa shock dan trauma cukup dalam untukku saat itu. Bisa dibilang, aku mengalami disfungsional sementara. Jadi bengong, tidak bisa mikir, tidak bisa merasa (numb atau mati rasa), dan menjalani hari demi hari sekadar datang dan pulang on time ke akademi, lalu melanjutnkan mengurus rumah tangga seperti biasa. 

Cukup heran dengan betapa beraninya aku melewatkan catatan dan peristiwa penting di dalam akademi, yang aku yakin, jika tidak ada rasa shock itu, aku takkan mampu melewatkannya begitu saja, tanpa aku tulis di blog ini atau buku harianku sendiri. Tapi nyatanya, aku ingin ini semua berlalu begitu saja. Tidak ingin mencatatnya, atau mengingatnya. 

Sedahsyat itu ya pengaruh trauma?

Cerita Ibelin menulis di blog, membuatku ingat kembali, kenapa dulu aku ingin menulis di blog. Ya, aku ingin berbagi cerita di tempat yang runtut dan bisa dibaca ulang dengan lebih nyaman. Sebelumnya aku menulis di note facebook, fitur ini sudah dihapus sekarang. 

Segera setelah menyimak cerita Ibelin menulis blog di film ini, aku segera login ke dashboard blogger, dan menulis blogpost ini, tanpa beban, tanpa memikirkan SEO, just write. Hanya menulis. 

Sedikit demi sedikit, perasaan berbinar ketika bisa menulis cerita sehari-hariku di blog, muncul kembali. Perasaan yang ditenggelamkan sedikit demi sedikit, karena besarnya tekad menjadikan blog sebagai sumber mencari uang atau monetize istilahnya. 

Aku tidak ingin menyesalinya, karena cukup lama tidak menulis cerita secara alamiah dan santai begini. Jika kemarin berhenti, memang seharusnya berhenti, karena itu memang alur hidup yang harus aku jalani. Kewajiban membereskan tanggung jawab di saat itu yang memang wajib jadi fokus utama. Maka, inilah saatnya blogku terisi lagi dengan gembira. 

Lanjut di film Ibelin pada menit ke 21:48 ditampilkan isi blognya. Aku berusaha menekan Pause dan membaca alamat blog Ibelin, dan taraaa...berhasil kutemukan. 

Ini link blog Ibelin http://musingslif.blogspot.com/


Menginspirasi Perempuan Muda Indonesia Dengan Pendidikan dan Teknologi

Tidak ada komentar

 

Bersama Shabrina di Pameran Inkubasi Bisnis Startup UNAIR Surabaya

Saya percaya bahwa teknologi memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan, termasuk kehidupan perempuan. Sebagai seorang pendidik dan pengusaha, saya telah melihat sendiri bagaimana teknologi bisa membuka peluang yang sebelumnya tidak terjangkau. Dengan mendirikan Heztek Coding, saya berharap dapat terus menginspirasi perempuan muda untuk mengambil peran dalam dunia teknologi.

Perjalanan saya tidak selalu mudah, namun setiap tantangan memberikan pelajaran berharga. Saya belajar bahwa kegigihan dan dedikasi adalah kunci untuk berhasil, terutama dalam industri yang dinamis seperti teknologi. Dan yang lebih penting, saya menyadari bahwa perempuan memiliki potensi yang sama besarnya untuk berkarya di bidang ini. Yang kita butuhkan adalah dukungan, pendidikan, dan akses yang setara.

Menginspirasi Perempuan Muda untuk Berkarya di Dunia Teknologi dan Ilmu Pengetahuan

Dalam beberapa dekade terakhir, kita telah melihat perkembangan pesat di bidang teknologi dan ilmu pengetahuan. Namun, meski terjadi banyak kemajuan, kesenjangan gender di industri ini masih nyata. Perempuan masih kurang terwakili, terutama dalam peran kepemimpinan dan inovasi teknologi. Artikel ini mengajak perempuan muda untuk melihat potensi besar di dunia teknologi dan ilmu pengetahuan serta bagaimana mereka bisa berkarya dan mengubah masa depan.

Mengapa Perempuan Harus Berkarya di Dunia Teknologi dan Ilmu Pengetahuan?

Teknologi bukan hanya bidang yang berkembang pesat, tetapi juga salah satu yang paling berpengaruh dalam membentuk masa depan. Dari kecerdasan buatan (AI) hingga bioteknologi, perempuan memiliki kesempatan untuk ikut serta dalam inovasi yang mengubah dunia. Pemberdayaan perempuan di sektor ini tidak hanya tentang mendapatkan pekerjaan atau gaji tinggi; ini adalah tentang memanfaatkan teknologi untuk menciptakan solusi yang lebih inklusif dan berdampak positif.

Sebagai perempuan yang telah terjun ke bidang teknologi, saya, Heni Prasetyorini, menyadari betapa pentingnya kehadiran perempuan dalam industri ini. Berawal dari minat saya dalam pendidikan teknologi, saya mendirikan Heztek Coding, platform yang membantu anak-anak belajar coding secara kreatif. Dari pengalaman saya, banyak anak perempuan yang sebenarnya memiliki potensi besar, tetapi terkadang ragu untuk melangkah ke dunia teknologi.

Menghadapi Tantangan di Industri Teknologi

Tidak bisa dipungkiri, perempuan seringkali menghadapi tantangan unik di dunia teknologi dan ilmu pengetahuan. Di banyak budaya, terdapat stereotip bahwa teknologi adalah bidang "untuk laki-laki." Stereotip ini bisa menjadi penghalang bagi perempuan untuk merasa percaya diri mengejar karier di bidang ini. Namun, penting untuk disadari bahwa teknologi dan ilmu pengetahuan adalah bidang yang universal—mereka terbuka untuk siapa saja yang memiliki tekad dan kreativitas.

Dalam perjalanan saya mengembangkan Heztek Coding, saya bertemu banyak guru dan orang tua yang merasa bahwa teknologi dan coding lebih cocok untuk anak laki-laki. Namun, saya terus mendorong pandangan bahwa perempuan muda harus memiliki akses yang sama dan semangat yang sama dalam mengeksplorasi dunia teknologi. Saya berusaha menghilangkan stereotip ini melalui kelas dan materi yang saya buat, dengan fokus pada inklusivitas dan pendekatan yang menyenangkan dalam belajar.

Peran Perempuan dalam Mengubah Dunia Teknologi

Perempuan memiliki peran besar dalam mendorong inovasi yang lebih inklusif. Dengan perspektif unik mereka, perempuan dapat membawa perubahan besar dalam bagaimana teknologi dirancang dan diterapkan. Sebagai contoh, penelitian menunjukkan bahwa tim yang lebih beragam, termasuk dari sisi gender, lebih inovatif dan mampu menghasilkan solusi yang lebih baik.

Di ranah ilmu pengetahuan, kita telah melihat perempuan-perempuan hebat yang memberikan kontribusi luar biasa, seperti Marie Curie dalam fisika dan kimia, dan Rosalind Franklin dalam genetika. Namun, masih banyak perempuan berbakat yang belum mendapatkan panggung yang layak.

Kita memerlukan lebih banyak tokoh inspiratif seperti mereka di dunia teknologi saat ini. Di sinilah peran komunitas, mentor, dan pendidikan sangat penting. Saya percaya bahwa kita bisa menciptakan lingkungan di mana perempuan muda merasa didukung untuk terus belajar dan berkarya dalam bidang ini.

Pentingnya Pendidikan dan Akses Teknologi untuk Perempuan

Salah satu faktor terpenting dalam memberdayakan perempuan untuk berkarya di bidang teknologi adalah akses pendidikan. Pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) memberikan landasan penting bagi perempuan muda untuk memulai karier di bidang ini. Sayangnya, di banyak tempat, akses ke pendidikan STEM masih terbatas, terutama bagi anak perempuan.

Melalui Heztek Coding, saya berupaya mengubah hal ini. Dengan menyediakan program belajar coding yang menyenangkan dan mudah diakses, saya berharap dapat memberikan dorongan kepada anak-anak perempuan untuk mengeksplorasi teknologi tanpa rasa takut. Program ini dirancang untuk menarik minat anak-anak perempuan dengan menyajikan cerita dan permainan yang kreatif, sehingga mereka merasa bahwa teknologi adalah bagian dari kehidupan sehari-hari yang bisa mereka kuasai.

Banyak dari siswa saya yang sebelumnya merasa ragu untuk belajar coding, namun setelah beberapa sesi, mereka mulai merasa nyaman dan bahkan antusias. Inilah yang ingin saya dorong: perubahan persepsi bahwa teknologi itu sulit atau menakutkan. Sebaliknya, teknologi adalah alat yang bisa membantu mereka menciptakan dunia yang lebih baik.

Bagaimana Perempuan Muda Dapat Berkarya di Dunia Teknologi

Bagi perempuan muda yang ingin mulai berkarya di dunia teknologi dan ilmu pengetahuan, ada beberapa langkah praktis yang bisa diambil:

  1. Pelajari Dasar-Dasar Teknologi: Mulailah dengan mempelajari keterampilan dasar seperti coding, desain grafis, atau analisis data. Banyak sumber daya gratis yang tersedia online untuk membantu memulai.
  2. Cari Mentor atau Role Model: Temukan tokoh perempuan yang bisa menjadi inspirasi dan mentor dalam perjalanan kariermu. Mereka dapat memberikan bimbingan dan dukungan moral yang sangat dibutuhkan.
  3. Ikut dalam Komunitas: Bergabunglah dengan komunitas atau kelompok belajar teknologi. Komunitas dapat membantu memperluas jaringan, memberikan dukungan, dan berbagi ilmu.
  4. Teruslah Belajar: Dunia teknologi berubah sangat cepat, jadi penting untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan baru. Jangan takut untuk mencoba hal-hal baru dan memperdalam pengetahuan di bidang yang menarik minatmu.
  5. Berani Melangkah: Mungkin ada banyak keraguan atau ketakutan di awal, namun langkah pertama selalu yang paling penting. Beranilah untuk melangkah, meski itu berarti keluar dari zona nyaman.

Mulai Mengembangkan Startup Heztek Coding dari Rumah

Perempuan muda memiliki potensi besar untuk membuat dampak yang signifikan di dunia teknologi dan ilmu pengetahuan. Dengan pendidikan, dukungan, dan akses yang tepat, mereka bisa menjadi inovator, pemimpin, dan pengubah dunia. Melalui program-program seperti Heztek Coding, saya berharap bisa memberikan inspirasi dan kesempatan bagi perempuan muda untuk mengeksplorasi dunia teknologi tanpa rasa takut.

Teknologi adalah masa depan, dan perempuan adalah bagian penting dari masa depan itu. Mari kita terus mendorong perempuan muda untuk berkarya, berinovasi, dan mengubah dunia melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.