Tribute to Ibu Rini, Al Fatihah...

Inspirasi Dari Bu Rini Untuk Perempuan Indonesia Mandiri

Tampilkan postingan dengan label good people. Tampilkan semua postingan

Dapat Puluhan Juta Dari Jualan Risol Mayo Ala Margo

Tidak ada komentar

Pagi ini saya iseng ngitung, kira-kira penghasilan penjual Risol Mayo yang bikin sendiri, sebulan berapa...

Harga risol mayo per biji 4.000 Bahannya yang saya lihat dari videonya: - smoke beef bernardi 50ribuan/pack - keju 10ribu - 15 ribuan/kotak kecil - tepung segitiga biru 10ribuan - mayonaise mamayo 23ribuan - susu kental manis putih carnation 14ribuan/kaleng - air untuk adonan kulit - telur ayam 25ribuan/kg direbus - sambal sachet 10 ribuan/pack isi 22 sachet - minyak goreng 35ribuan per 2 liter - tepung panir 17ribuan/kg Bikin risolnya, bahan isian diiris2 aja, smoke beef, telur rebus, keju iris, dikasih 1 sdm campuran mayonaise dan skm. Lalu dibalur tepung panir dan digoreng Yang sering ditampilkan di videonya, sehari bisa laku 400 - 500 risol. Omset per hari, 4000 x 500 = 2 juta Keuntungan, 50%, kecuali tenaga, benar ga sih? Kalau benar, Keuntungan per hari = 1 juta Dan ini hampir bisa dipastikan, jualannya tiap hari, jadi keuntungan 1 bulan = 30 juta. Ini baru jualan risol mayo saja. Sedangkan dia cerita ibunya juga menerima pesanan kue lain, seperti pastel. Dan juga menjualkan kue lain seperti di lapak kue basah, tapi dijualnya di depan rumahnya sendiri gitu. Di teras rumahnya.


@hola.margo Goreng 500 risol 😆 | @rosanna_online ♬ original sound - margo✨
Nah ini adalah cerita dari video Margo. Tiktoker penyintas diabetes tipe 1, yang sekarang rajin bikin dan jualan risol mayo. Dia kalau bikin risol, bisa sampai jam 2 pagi. Iya dia yang bertugas bikin risol. Kue lain dibuat oleh ibunya. Dan bapaknya bertugas jaga lapak untuk jualan di depan rumah. Dulu saya mengikuti cerita Margo, dan rada ngeri-ngeri sedap gitu lihat dia tiap hari menusuk jarinya untuk cek kadar gula darah dan suntik insulin di perut. Sekarang dia punya alat khusus jadi ga gitu lagi. Ditempel di lengan gitu. Yang paling keren, konten Margo ini tidak menye-menye menangis sedih minta belas kasihan karena dia sakit. Suaranya happy. Ekspresinya juga happy. Dan narasinya keren, suaranya empuk. Bahasa Inggrisnya bagus juga. Kalau ga salah di mahasiswa jurusan bahasa Jepang deh, dan dari Surabaya apa gimana gitu ya, lupa.


Resep tiktok dan foto ini diambil dari sini
Tiktok Margo ini https://www.tiktok.com/@hola.margo Videonya dibuat dengan natural. Dia buat hook di cerita bikin risol, diselipkan dengan video endorsan dengan smooth halus dan tetap enak dilihat. Pasti ga mudah jadi Margo. Bayangkan tiap hari bikin kulit risol 400 biji. Tanpa ada bantuan siapapun ini sepertinya ya. Hanya Margo, ibunya dan bapaknya. Margo, kamu semoga sehat dan bisa survive sampai sukses kuliah dan masa depannya ya. Dia terpilih jadi tiktok creator yang baik, edukasi tentang diabetes dan how to survive gitu. Dan memang dia layak mendapatkannya. Btw, ada yang tertarik jualan risol? Bisa dapat 30 juta per bulan Itunganku bener ga tuh, coba bantu itung dari para pejuang kuliner nih yang tahu. Buat yang suka masak dan ingin coba jualan apa, mungkin dapat ide dari tulisanku ini. Ini diitulis di sela-sela bikin modul Belajar Coding Untuk Anak. penghasilan Margo masih lebih gede dariku, hahaha, apa banting setir aja ya? ..... >.<

Study Quill, Channel You Tube Tentang Cara Belajar Anak Remaja

Tidak ada komentar
Menarik sekali, menemukan channel ini. Ada seorang gadis remaja yang antusias tentang belajar dan mendokumentasikannya dengan asik. Channel ini bernama STUDY QUILL.

Kalau melihat videonya, saya jadi membatin, "Seandainya dulu jamanku sekolah sudah ada You Tube, mungkin aku akan juga bikin ginian ya."


Coba lihat video di atas. Isinya tentang cara dia mencatat di buku dengan gambar dan tulisan yang menarik. Bukan sekadar memindahkan isi textbook, tetapi dia membuat rangkuman dan beberapa poin penting. 

Kagum dengan tulisannya yang rapi? apalagi di tambah gambarnya yang bagus dan jelas dengan warna-warni. 

Cara mencatat ini bisa kalian tiru, dengan gaya mencatat sendiri di buku. Tidak harus serapi itu. Bisa dengan MIND MAP atau catatan ruwet yang kalian bisa pahami sendiri. 

Yang penting dari channel ini adalah SEMANGAT BELAJAR MANDIRI. 

Ini adalah kunci penting untuk kita semua yang akan terus berlaku sampai akhir hayat nanti.

Marlina: Jadi Peneliti Nuklir? Siapa Takut!

1 komentar
"Saya memang ingin jadi Peneliti bidang Nuklir," kata Marlina. 


Jawaban dari peneliti nuklir yang bekerja di BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional)  ini cukup mencengangkan. Memang ada ya orang yang dari awal sudah ingin berkarya dan berkarir di satu bidang yang menurut orang awam, cukup bikin "ngeri".

Ya, kata NUKLIR di benak orang awam, yang muncul secara visual adalah negara yang hancur berkeping-keping setelah dikirimi bom nuklir. Jadi nuklir = bom = perang = seram. That's it. Isn't it? Iya kan ya?

Nah, kalau bayangan sudah sengeri itu, kok ya kak Lina ini mau "bertemu" nuklir setiap hari?
Daripada mengira-mengira jawabannya, mari kita baca dengan seksama hasil wawancara melalui email ini dengan kak Marlina, peneliti nuklir Indonesia.

Apakah tidak kuatir dengan dampak nuklir ketika bekerja sebagai
peneliti? dan bagaimana cara mencegahnya?

Tidak khawatir, karena pada awal bekerja di BATAN mendapat diklat dasar mengenai Proteksi Radiasi. Diklat ini memnjelaskan semua bahaya radiasi dan usaha untuk memproteksi diri dari radiasi. Selain itu, selama bekerja dengan zat radioaktif, kita mengguanakan TLD badge, yaitu alat untuk membaca dosis radiasi yang diterima tubuh. 

Batasan dosis radiasi yang diperbolehkan diterima oleh pekerja radiasi, yaitu 20 mSv/thn. TLD badge
ini dievaluasi setiap 3 bulan sekali. Sehingga kita bisa mengukur jumlah dosis yg diterima. Tapi, selama saya bekerja di BATAN, belum pernah mencapai hingga dosis 20 mSv/thn. Jadi masih aman lah... Semisal pada pertengahan tahun sudah mencapai dosis maksimal, maka pekerja radiasi tidak diperbolehkan bekerja dengan zat radioaktif lagi hingga waktu yang ditentukan.

Selama bekerja dengan zat radioaktif, pekerja radiasi selalu ditemani oleh petugas Pengawas Radiasi. Petugas ini bertugas untuk mengukur besaran paparan radiasi di tempat kerja dan juga mengawasi apabila ada kontaminasi zat radioaktif.


Sebenarnya menjadi peneliti nuklir, berbahaya nggak sih, terutama bagi perempuan? dan sampai seperti apa bahayanya?

Efek radiasi itu terbagi 2, yaitu efek deterministik dan efek stokastik.
Efek deterministik yaitu efek jangka pendek yang dirasakan langsung akibat adanya zat radioaktif dengan dosis tertentu. Misalnya dapat mengakibatkan pusing-pusing, atau jika terkena kulit tubuh, bisa terjadi ruam kemerahan, atau seperti terbakar, bergantung pada tinggi rendahnya aktivitas zat
radioaktif.
Sedangkan efek stokastik adalah efek jangka panjang yang terjadi karena adanya akumulasi efek dari zat radioaktif, walau dengan aktivitas sekecil mungkin akan memberikan efek di masa depan.

Efek untuk perempuan atau laki-laki, sama saja. Memang ada efek radiasi bagi sel/organ reproduksi tapi itupun bergantung pada dosis yang diterima oleh pekerja radiasi. Jika masih di bawah dosis ambang, mudah-mudahan tidak ada efeknya.


Jika ada anak muda ingin menjadi peneliti nuklir, tahap belajar harus seperti apa?

Di BATAN sangat luas bidang ilmunya. Banyak sekali bidang keilmuan untuk  menjadi peneliti di BATAN. Diantaranya: Teknik nuklir, Teknik fisika, kimia, biologi, farmasi, Fisika nuklir, kimia nuklir, material, Teknik  lingkungan, apoteker, dokter umum, dokter hewan, dokter spesialis
kedokteran nuklir, pangan, pertanian, geologi, geodesi, fisika medis, dan masih banyak lagi.


Apa hal paling asik ketika menjadi peneliti nuklir? 

Menjadi peneliti nuklir, kita meneliti sesuatu yang sangat spesifik. Di Indonesia, hanya BATAN lah yang boleh melakukan penelitian mengenai nuklir, sehingga kita bisa unggul dengan instansi lain. Contohnya penelitian mengenai bioetanol, yang melakukan penelitian ini banyak sekali, ada LIPI atau perguruan tinggi lainnya. Tapi kalau nuklir, tentu saja hanya BATAN yang melakukan sehingga kita meneliti secara spesifik.

Selain itu, kalau ditanya kerja dimana, dijawab kerja di Badan Tenaga Nuklir Nasional, rata-rata penanya menjadi merasa serem dengan kata nuklir. Nah, kesempatan kita buat menjelaskan manfaat nuklir. Sehingga masyarakat tidak takut lagi dengan nuklir dan mengetahui akan manfaat nuklir itu sendiri. Bahkan ada abang gojek yang nanya-nanya juga.


Siapa tokoh idola/ilmuwan idola?

BJ. Habibie..
Beliau ilmuwan yang mendedikasikan ilmunya demi kepentingan bangsa Indonesia.

Bagaimana cara belajar sehingga bisa jadi ilmuwan atau peneliti?

Duh susah jawabnya. Mungkin sama aja ya kalau belajar di bangku kuliah mah. Namun setelah menjadi peneliti, kita belajar akan lebih sedikit namun lebih fokus pada bidang ilmu yang kita dalami.

*fokus gais...fokus




Cita-cita tertinggi, ingin membuat apa dari teknologi berbasis nuklir ini?

Berhubung saya sedang meneliti generator Tc-99m, cita-cita saya generator ini akan digunakan secara rutin di rumah sakit. Dimana pada saat ini rumah sakit mengimpor generator Tc-99m dari luar negeri. Harga 1 buah generator Tc-99m impor sekitar 30 juta rupiah perbuah yang dapat digunakan selama 1
minggu. Biaya yang mahal ini pastinya dibebankan kepada pasien. Akan dirasa sangat berat apalagi untuk pasien BPJS.

Kalau generator Tc-99m yang saya teliti ini berhasil, tentunya bisa menggantikan generator impor
sehingga biaya pembelian generator tidak terlalu mahal. Semoga sedikitnya bisa meringankan beban pasien.


Oh ya, di Puspiptek ada Reaktor Nuklir, itu suatu saat akan berbahaya nggak sih bagi lingkungan? misalnya bocor kek atau apa gitu? 

Indonesia punya 3 reaktor nuklir:
1.      Reaktor TRIGA, lokasi di Bandung, memiliki daya 2 MW, mulai beroperasi tahun 1964 pada daya 250 kW, dan diupgrade pada daya 2 MW pada tahun 2000. Fungsi utama adalah untuk penelitian dan produksi radioisotop.

2.      Reaktor Kartini, lokasi di Yogyakarta, mulai beroperasi pada tahun 1979, memiliki daya 100 kW. Fungsi utama adalah untuk penelitian dan pelatihan.

3.      Reaktor GA. Siwabessy, lokasi di Serpong, beroperasi pada tahun 1987, memiliki daya 30 MW. Fungsi utama adalah untuk produksi radioisotop, penelitian material, penelitian berkas neutron, pewarnaan batu permata (gemstone), analisis aktivasi neutron, radiografi neutron, dll

Nah, dengan pengalaman memiliki dan menangani reaktor nuklir hampir 54 tahun dan belum pernah terjadi kecelakaan nuklir, rasanya para ahli reaktor sudah bisa dibilang unggul dalam menjalankan reaktor nuklir. Indonesia sudah sangat unggul di bidang nuklir. Bahkan sampai saat ini Indonesia dijadikan rujukan negara-negara lain di Asia untuk mempelajari tentang nuklir.

Semua pelaksanaan ketenaganukliran di Indonesia, mendapat pengawasan dan inspeksi rutin oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nasional (BAPETEN) dan juga International Atomic Energy Agency (IAEA).

--

Wah, dari wawancara singkat ini sudah lumayan terjawab ya segala kecemasan dan ke-suudzonan kita terhadap nuklir. Tentu saja akan masih banyak lagi pertanyaan lanjutan untuk kak Lina ini. Termasuk bagaimana sih cara kerjanya di laboratorium BATAN? perlu baju khusus nggak? repot nggak bekerjanya dengan baju khusus itu?

Jawaban lanjut di artikel berikutnya ya.
Yang penting sekarang kita semua sudah tahu bahwa,
JADI PENELITI NUKLIR? SIAPA TAKUT!


Marlina, M.Si (Ms)
Bidang Teknologi Radioisotop
Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR)
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)
Gedung 11 Kawasan Puspiptek, Tangerang Selatan, Indonesia
Telp/Fax : +62 21 756 3141

Inspirasi Woman Top Leader Kekinian

If your actions inspire others to dream more, learn more, do more and become more, you are a LEADER. - John Quincy Adams.

Jika tindakan anda bisa menginspirasi orang lain untuk bermimpi, belajar dan berbuat lebih baik dan lebih baik lagi, maka anda adalah Leader alias Pemimpin. Quote diatas saya sungguh sepakat, bagaimana dengan anda? Sepakat juga kan?

Ya, terutama di jaman millenials ini, sudah nggak jamannya pemimpin itu sekedar orang yang punya kekuasaan tertinggi, tak bisa dijangkau dari bumi dan tinggal main telunjuk saja agar pekerjaan beres. Leader saat ini tak hanya harus bisa jadi pemimpin. Mereka harus bisa juga menjadi teman, sahabat, partner main dan teman curhat dengan orang-orang yang dipimpinnya. Tentu saja peran sosial ini dilakukan sesuai dengan porsi, situasi dan kondisi yang tepat.

Perempuan menjadi leader, bagi saya pribadi, masih menjadi sesuatu yang luar biasa. Untuk itu saya seperti orang yang selalu kehausan ketika bertemu dengan sosok pemimpin perempuan. Saya haus untuk menyerap energinya, melihat gestur tubuhnya, mendengar dengan seksama cara mereka berkata-kata dan bagaimana cara berpikir mereka, sehingga bisa memimpin sebuah perusahaan besar. Itulah kenapa kalau saya sampai bertemu langsung, maka pandangan saya takkan berpaling sedikitpun dan kalau bisa setiap momen pertemuan itu saya rekam dengan berbagai alat yang ada. Saking kepinginnya saya menyerap banyak informasi dari mereka, untuk kemudian saya terapkan pada diri sendiri dan saya bagikan juga kepada dunia.


Dr. Ir. Sri Setiawati, M.A Kepala PUSPIPTEK
Woman Top Leader yang pertama saya temui langsung adalah ibu Dr. Ir. Sri Setiawati, M.A yang menjabat menjadi Kepala PUSPIPTEK (Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). Saya bertemu beliau, ketika mengikuti ajang kompetisi menulis marathon, Writingthon #1, di Puspiptek. 

Baca Juga: 
Writingthon #1 di Puspiptek Membuatku Redirect Kembali Ke Sainstek

Woman Top Leader kedua yang saya temui langsung adalah bu Dothy, Direktur Utama Terminal Teluk Lamong, sebuah terminal pelabuhan kebanggaan Indonesia yang canggih. ramah lingkungan dan bertaraf internasional.

Bu Dothy sebagai Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong yang sebelumnya menjabat sebagai Plt SM Peralatan pada Direktorat Teknik, Teknologi Informasi dan Komunikasi Kantor Pusat.
credit: photo by Ika (www.kakaika.com)


Antara sosok bu Sri dan bu Dothy ada satu kesamaan. Yaitu keduanya ada basic olahraga dan beladiri. Bu Sri adalah mantan atlet. Serupa juga dengan bu Dothy yang termasuk atlet karate dan aktif berenang. "Saya mantan atlet ya, jadi nggak mudah menyerah dan kalau gerak itu harus cekatan, kuat,"begitu kata bu Sri waktu itu.

Apakah basic menjadi atlet ini yang mendasari mereka berdua menjadi pemimpin perempuan tangguh?

Pertanyaan ini yang ada di benak saya. Dan pastinya langsung saya jawab iya. Karena menjadi atlet bukan perkara mudah. Harus berlatih hal sama terus menerus. Ketika gagal, bangun lagi dengan kekuatan yang lebih penuh. Terus berani melangkah maju. Dan yang pasti kuat dan punya stamina yang tinggi karena latihan yang mumpuni.

"Harus ada ENDURANCE dan POWER" begitu kata bu Dothy di acara sesi sharing bersama Blogger Goes To Lamong, di dalam kantor beliau tanggal 6 Desember 2017 lalu. Tentu saja, kedua hal itu harus beliau punyai karena menjadi pemimpin dari Terminal Teluk Lamong yang mempunyai berbagai kelebihan dan juga rencana inovatif kedepannya sebagai pioneer terminal pelabuhan berbasis automasi di Indonesia dan  menjadi Top 5 ASEAN.


Menyaksikan gestur bu Dothy yang tiap gerakannya tampak ada power. Otot kuatnya sudah dilatih banget ya. Sesuai dengan postingan di instagram Terminal Teluk Lamong berikut yang menyebutkan bahwa Bu Dothy adalah pemegang sabuk cokelat karate. *ah jadi pengen belajar bela diri (lagi).


Sebuah kiriman dibagikan oleh Terminal Teluk Lamong (@terminalteluklamong) pada


Bu Dothy, Pak Eko dan tim Best Costume Bike to Work Terminal Teluk Lamong

Power itu tampak juga ketika beliau bersalaman dengan pak Eko, Direktur SDM dan Keuangan, ketika beliau memberikan piala The Best Costume Bike To Work Pelindo III kepada bu Dothy. Yang menarik, power ini dibarengi dengan senyuman dan sapaan yang ceria dan hangat kepada kami. Begitulah yang kami rasakan ketika pertama kali bertemu dengan bu Dothy, di hari pertama acara Blogger Goes To Lamong.



Sapaan hangat dan ceria itu cukup mengejutkan saya pribadi ya. Karena ketika membaca profil beliau melalui instagram resmi Terminal Teluk Lamong, saya punya asumsi beliau akan bersikap rada kaku dan protokoler karena jabatan sebagai Direktur Utama. 

Ternyata asumsi saya "pecah" begitu bertemu langsung dengan beliau dan melakukan sharing bersama rekan blogger lainnya. 

credit: photo by KangErik_Ingsun




Momen sharing saat itu, adalah momen paling asik dan friendly yang pernah saya alami bersama Top Leader suatu perusahaan. Biasanya saya akan tegang bukan kepalang dan hanya bertanya hal-hal yang sekiranya "aman". 

Akan tetapi bu Dothy telah membuka percakapan dengan sangat ringan dan terbuka, dengan kalimat yang "kekinian". Ketegangan saya langsung lebur menjadi hujan pertanyaan yang memenuhi benak saya. Ketika tiba giliran, tanpa ragu saya kemudian mengajukan pertanyaan perihal Pemberdayaan Perempuan dan bagaimana saran serta pengalaman beliau dalam menghadapi isu serupa. 


credit photo: www.kakaika.com

Ya, mau ke acara apapun, isu Pemberdayaan Perempuan Melalui Teknologi, adalah satu topik yang berusaha saya libatkan. Karena saya ingin mendapatkan masukan dan cara pandang dari berbagai pihak, terutama sosok perempuan yang menjalani sendiri sebagai pemimpin perusahaan besar.

Dan syukurlah, bu Dothy menanggapi pertanyaan saya dengan sangat baik dan memberikan pencerahan. Dengan kalimat kunci, 

"Jadilah PROVOKATOR agar para perempuan itu berani memulai apapun yang mereka minati." 

Menjadi provokator ini kemudian saya ramu lagi menjadi satu kata yang lebih tepat, yaitu menjadi KATALISATOR

Kalau menjadi katalisator, saya bisa menyediakan sesuatu hal sebagai ENERGI AKTIVASI di awal sehingga suatu projek bisa terwujud. Dan ketika projek itu telah berjalan dengan baik, maka saya bisa melepaskan diri dan melanjutkan lagi ke projek selanjutnya. Dengan menjadi katalisator, saya harus terlibat juga dalam proses pemberdayaan perempuan melalui teknologi ini. Kalau hanya sekedar menjadi provokator, bisa jadi saya cuma teriak-teriak di luar lingkaran, tidak ikut terlibat proses dan hanya bikin berisik saja :). 

SALAM GANESHA. . . Salam satu almamater ini saya sebutkan ketika bersalaman dengan bu @sidothy2000 , Direktur Utama Terminal Teluk Lamong. . Sama-sama berasal dari kampus berlambang Ganesha, sama-sama tampak "macho"-nya :) . Tapi yang paling penting adalah sosok bu Dothy, perlu saya angkat lebih detil di blog saya dan dalam setiap momen berbagi ketika menjadi narasumber berbagai acara kelak. . Menjadi Woman Top Leader, adalah hal yang luar biasa. Akan tetapi semua perempuan hakikatnya bisa menjadi pemimpin. Minimal untuk dirinya sendiri, lalu keluarga kecilnya, kemudian lingkungan terdekatnya. . Saya banyak meminta masukan pada bu Dothy, untuk isu PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, ketika bertemu langsung di kantor beliau kemarin. . "Harus ada yang jadi provokator! karena mungkin perempuan yang belum ada kesempatan berkarir itu, hanya takut untuk memulai. Kita harus mendukung mereka, untuk mulai saja apapun kegiatan yang mereka minati. Baru kemudian diarahkan ke tahap selanjutnya." . . Masukan dari bu Dothy ini langsung membuncahkan banyak rencana di kepala saya. Terkait ide menyelenggarakan Road show AYO NGODING REK!, yang InsyaAlloh digagas oleh tim @codingmumsurabaya. . Roadshow itu harus bisa masuk ke semua lini perempuan. Baik itu yang suka masak, macak, manak #eh. . Pokoknya asik deh ketemu bu Dothy. Saya tersengat gaya bicaranya yang lugas, tegas namun tetap hangat bersahabat. . . Masih banyak yang harus didiskusikan dengan berbagai pihak. Yang penting, perempuan harus terus berdaya dan mandiri dalam segala bentuk karyanya. . Bismillah. . . . Terminal Teluk Lamong IG Official: @terminalteluklamong . #InstitutTeknologiBandung #BloggerTelukLamong #TTL4ALL #BloggerGoestoTelukLamong #TelukLamongGoGreen #EmpowerWomen #CodingMumSurabaya
Sebuah kiriman dibagikan oleh Heni Prasetyo Rini (@heniprasetyorini) pada


Inspirasi yang saya dapatkan ketika bertemu dan berbincang langsung dengan bu Dothy, bisa dijabarkan dalam bentuk Question & Answer berikut ini:

Q:  Bagaimana bu Dothy bisa menjadi Direktur Utama Terminal Teluk Lamong, menjadi pemimpin di sebuah perusahaan yang mayoritas adalah laki-laki?

A: Secara pribadi, bergaul dan bekerja dengan laki-laki adalah hal yang sudah biasa bagi bu Dothy. Selain saudara kandungnya banyak yang laki-laki, kuliah juga di ITB yang mayoritas laki-laki, beberapa pekerjaan bu Dothy dulu, juga berada di perusahaan yang banyak laki-lakinya. Jadi beliau sudah terbiasa. Tidak menganggap bahwa bekerja bersama laki-laki itu menakutkan, atau membuat cemas.

Karena merasa biasa saja ini, bu Dothy akhirnya mempunyai sikap yang setara ketika bekerja bersama kaum adam tersebut. Untuk memperlakukan mitra kerjanya, bu Dothy juga bersikap sama. Memilih karyawan baru tidak berdasar perbedaan gender, akan tetapi karena memang kemampuannya sudah mumpuni.

Walaupun begitu, bagaimana perbedaan fisik perempuan dan laki-laki juga mendapat perhatian beliau. Misalnya untuk pekerjaan sebagai operator crane manual yang harus naik sampai ketinggian 35-40 meter di atas tanah, beliau masih memilih pekerja laki-kali. Karena secara fisik, perempuan bisa mengalami perbedaan metabolisme tubuh yang mempengaruhi konsentrasi, misalnya ketika haids, hamil atau sedang menyusui. 

Jika ditarik untuk diri kita pribadi, sebaiknya kita juga bersikap setara ketika harus bekerja dan bekerjasama dengan laki-laki Tidak perlu minder atau bahkan jumawa. Apalagi bersikap terlalu manja dan ingin dinomorsatukan ketika ada hal yang tampak aman dan dibebastugaskan untuk pekerjaan yang sedikit menantang. Jangan manjah ala-ala gitu deh. Percaya diri dan biasa saja, bekerja sesuai dengan kemampuannya. 

Karyawan perempuan dan laki-laki mendapatkan perlakuan yang setara di Terminal Teluk Lamong
Q: Bagaimana pendapat ibu dengan karyawan perempuan? dan apa rencana ke depannya untuk memfasilitasi dan meningkatkan kinerja mereka?

A: Bu Dothy tidak memungkiri bahwa usia sebagian besar karyawan di Terminal Teluk Lamong mayoritas dibawah 40 tahun, alias anak-anak muda. Jika karyawati masih muda, maka tentu akan ada periode menikah - hamil dan melahirkan plus merawat bayi - batita - balita.

Untuk itu, bu Dothy mempunyai rencana akan disedikan Nursing Room dan Day Care di kawasan Terminal Teluk Lamong. Supaya, para karyawati yang masih mempunyai anak bayi dan balita, bisa memaksimalkan pemberian ASI serta mendapatkan tempat penitipan anak yang aman dan dekat dengan ibunya bekerja. Sehingga ibunya tetap bisa bekerja secara optimal, selain itu anaknya juga sehat, aman dan kelak bisa menjadi generasi bangsa yang kuat. 

Dale, tim Humas Terminal Teluk Lamong

Linda, Operator mesin ASC (Automated Stacking Crane)
Sentuhan Feminin Operator Stacking Crane - NET JATIM


Q: Dengan banyaknya karyawan yang muda disini, bagaimana gaya leadership ibu?

A: Bu Dothy mengatakan, bahwa beliau harus melakukan shifting atau penyesuaian gaya kepemimpinannya dengan karakter anak-anak muda yang bekerja di Terminal Teluk Lamong. Seperti halnya ciri khas generasi millenials yang harus connected to social media, innovative, fast moving and open mind, maka Bu Dothy pun berusaha mengikuti ritme kehidupan sosial mereka. Beliau menerapkan gaya bekerja yang luwes, serius tapi santai dan pastinya digitalize.  

Hal ini sangat kami rasakan juga ketika diterima sebagai tamu dalam acara Blogger Goes To Lamong. Bu Dothy, sama sekali tidak menjaga jarak pada kami. Bahkan dengan antusias ikut saja gaya berfoto yang kami usulkan. Beliau pun menerima dengan hangat, 3 Putri Indonesia Jawa Timur yang menyapa di kantornya dengan kalimat yang saling memberikan dukungan.

Bu Dothy mau juga pose berfoto "ajaib" (by KangErik_Ingsun)

Berfoto gaya Teluk Lamong :)


Bu Dothy menyapa 3 Putri Indonesia Jawa Timur
Saya pribadi mendapatkan sengatan motivasi yang cukup besar, ketika bisa berjumpa langsung dengan bu Dothy. Dan yang pasti, sengatan ini akan saya sebarkan juga kepada lebih banyak perempuan yang akan saya temui. Bahkan juga untuk para laki-laki ya, siapapunlah. Karena mereka juga pasti mempunyai istri, anak putri, keponakan atau bahkan murid-murid perempuan. Terima kasih bu, salam sukses mulia barokah selalu. Very Very Very Nice to Meet You.....

SALAM GANESHA, SALAM HI-SPEED