Hi, I'm Heni, welcome to my blog

Sharing Tentang Coding Kids di SEA MORNING SHOW - SEA Today Channel

Laptop ASUS Yang Tipis dan Colorful Ini Paling Cocok Untuk Aktivis Perempuan dan Teknologi

1 komentar


Laptop, Modul, Binder Note, Kalender meja dengan berbagi tempelan sticky note, botol air minum biar isi kepala tetep encer. Ini deretan printilan yang selalu ada di meja panjang tempat saya bekerja di rumah. Tentu saja, cemilan, atau sepiring nasi padang tidak ikut masuk frame. Anggap saja tidak muat :)

Coba bisa dihitung ada berapa warna yang muncul di meja saya itu?
Laptop abu-abu tua. Sticky note pink dan kuning. Botol warna warni cenderung kuning. Binder note dengan sampul handmade yang saya bikin sendiri dari kain perca ungu. Dan satu modul Perempuan Maju Digital yang banyak warna juga.

Nah, perempuan itu memang suka banyak warna. Rame. Complicated juga sih. Cocok banget kan ya :)
Itulah juga yang saya alami ketika sudah hampir tiga tahun lebih malang melintang di dunia pegiat pemberdayaan perempuan melalui teknologi.


\

Sejak lulus dari kelas membuat website yang diadakan oleh Coding Mum Bekraf tahun 2016, saya terus tergerak untuk menyuarakan betapa pentingnya dan baiknya dampak yang akan dialami, jika perempuan semakin melek teknologi. Terutamanya tidak gaptek lagi. 

Terlebih ketika saya dipilih sebagai Presiden Komunitas Coding Mum Indonesia, di akhir bulan November 2018. Satu demi satu kegiatan terkait ini, terus tak berhenti. 

Nah, warna-warni ngejreng itu bisa banget jadii MOOD BOOSTER di kala saya berkegiatan. Sengaja memakai tas ransel warna kuning gonjreng, itu juga taktik. Selain mudah dikenali kalau difoto barengan ya :)

Bayangkan, kalau laptop yang jadi pegangan kerja saya dan kamu sehari-hari juga warna-warni. 
Lihat nih kayak produk barunya ASUS. 


 ASUS VivoBook Ultra A412DA 14 Inch












ya ampun kecenya. Saya pilih MERAH


Bayangkan LAPTOP ASUS MERAH itu sudah ada di genggaman tangan saya. Makin jooss terbakarlah semangat ini untuk mengajar ibu-ibu dan para putri muda di mana-mana. Dan juga kebayang pada pengen ikutan selfie sama laptop saya hahah.

"Mbak Heni, kapan ke Semarang?"
"Kapan nih ke Tangerang? aku yang handle deh Hen!"
"Wih iri aku, ke Papua dong mbak"

Ya ampun, hatiku terkoyak-koyak jika mendapatkan pesan seperti ini. Tentu saja jika bisa membelah diri seperti amoeba, diri ini akan berada serentak di setiap para perempuan Indonesia membutuhkan bantuan. 

Rela pasti daku rela untuk wara wiri kesana kemari bersama si Laptop Merah cantik ini. Dijamin juga kamu juga suka. Karena, nggak bakal bikin pundak kamu linu. Nih laptop tipis buangeett. Beratnya cuma 1,5 kg. 

Biarpun tipis, lebarnya bisa bikin mata lega. 14 inch loh. Ini ukuran laptop yang layarnya lumayan buat melototin code code HTML, CSS, Javascript atau bahkan kode XML -nya blogspot yang campur mawur ra karuan itu.



The world’s smallest colorful 14” Ultrabook


Pada percaya pastinya kalau nih laptop sudah ditahbiskan sebagai laptop 14 inch paling tipiiisss di dunia. Ukuran tipis manis dengan performanya bandel punya. 
Sebagai tipe vivobook paling ringkas di kelasnya, jeroan alias isi engine dan teknology yang ada di dalam laptop ini bisa diadu. Ini sudah tertanam di dalamnya prosesor terbaru AMD Ryzen 300 series, baik Ryzen 3 ataupun Ryzen 5 di Indonesia. Ini adalah jenis prosesor baru yang kencang, bertenaga sekaligus hemat daya

Tidak hanya hemat daya. Dengan teknologi baterainya yang inovatif, nih laptop bisa di-charge jauh lebih cepat untuk penuh. Jadi untuk pekerja lepas, aktivis, anak sekolah dan kuliahan ini sangat membantu. 


Laptop ini bisa fast charging 60%, baterainya awet 3x lipat


Keyboard dan Touch Pad yang lebar dan Nyaman

Tipis, layar lebar 14 inch bikin mata lega. Pun juga keyboard dan Touch Pad bawaannya bikin jari jemari kita lega juga. Ngetik lega, ngoding alias ngetik coding juga lega. Bahkan kalau touch pad lebar gitu, mau menggambar pakai modal jari aja bisa. Smooth gitu. Misalkan kita lupa nggak bawa mouse ya. *tapi anak muda sekarang lebih suka pakai jari doang sih kayaknya apalagi anak kecil : jadi ingat jaman saya bikin kelas coding kids, pada jarang mau pakai mouse loh.

Ada lagi, untuk pejuang Excel atau Spreadsheet yang harus ngetik angka banyak-banyak. Ada inovasi di toucpad laptop ini, yaitu NUMBER PAD. Jadi touch pad berubah jadi ada angka-angkanya gitu. Tinggal sentuh-sentuh saja buat ngetiknya. Canggih banget yoo....suangar bin mbois kalau kata orang Surabaya :)

LED Illuminated Numeric Keypad di Touchpad = Number Pad

Di Touchpad itu ada juga SENSOR FINGERPRINT. Wah penting banget nih fitur deh. 
Kenapa ini penting? 

Para perempuan yang belajar membuat Prototype Mobile Apps dan Blogging

Tergambarkan dari foto di atas kan. Ketika saya mengajar atau mengisi seminar di beberapa tempat, akan selalu berada di situasi yang banyak orang. Kadang saya harus pergi sebentar ke toilet, meninggalkan ruangan. Atau bahkan di ruangan meeting bersama ataupun coworking space. Yang artinya meninggalkan laptop "sendirian" tanpa saya. 

Ada Sensor Fingerprint yang mengamankan hidupmu

Dengan mode Screen server, tampilan di layar saya akan menutup. Nah untuk menyalakan kembali, jika ada Sensor Fingerprint, akan hanya bisa dibuka oleh jejak fingerprint saya saja. Orang lain tidak akan bisa membuka layar laptop saya dan kemudian membaca file penting saya lainnya. Aman gitu. 

Bahkan untuk ibu-ibu di rumah, ini bisa menjaga kerjaan di laptop dari serbuan jari-jari kecil anak-anak yang biasanya suka meniru kegiatan orang tuanya. 


Kebutuhan saya makin terpenuhi dengan lengkapnya port-hub alias colokan di sisi samping laptop seperti di gambar.
Connecting Port yang lengkap

Adanya connection port yang lengkap ini memudahkan kita untuk menyambungkan laptop ke layar untuk mengajar. Di laptop ini tersedia port untuk USB dengan 3 macam bentuknya: C*3.1, 3.1 dan 2.0, HDMI, Security Slot (biasanya untuk kantor yang punya "security card" khusus) dan microSD card reader. Tidak ada port VGA, namun jika diperlukan kita bisa beli tambahan connector VGA-HDMI yang banyak dijual.


Tiada hentinya ASUS menawarkan kemudahan, kenyamanan dan keamanan untuk pengguna produknya. Apalagi jika di laptop yang mereka produksi, sudah pre-install WINDOWS 10 original seperti di laptop ini. 

Sehingga kita tidak perlu install windows lagi, dan repot datang ke toko yang menjualnya atau bahkan install software bajakan - jangan deh ya. Kalau udah pre-install gini, kayaknya beli online saja bisa deh. Laptop datang udah beres aja windows 10, jadi tinggal pakai. Pokoknya kalau beli online, harus memilih toko yang tepat dan terpercaya ya, biar dipastikan aman-aman saja.

Sudah pernah nggak ngerasain Windows 10?
Ini enak banget. Terutama di awal itu ada yang namanya Fitur Windows Hello. 


Fitur Windows Hello mempercepat login awal

Dengan fitur ini, setiap kali menyalakan laptop pertama kalinya, kamu akan disapa dengan hangat. Setelah atur setting login, namamu akan selalu muncul. Halo Dani. Atau kalau saya ya, Halo Heni. 

Nah setelah halo-haloan ini, ada fitur Password juga. Jadi akan ada kolom mengetikkan Password yang khusus kamu aja yang tahu. Atau langsung pakai Sensor Fingerprint di TouchPad *penjelasan di atas sebelumnya ya.

Fiuuhh sudah panjang lebar ya kita "nggibahin" si Laptop Asus paling tipis sedunia dan warna warni ini. Kebayang kalau nih laptop udah di tangan, maka........


Mengajar seperti ini santai pakai laptop ini, Connecting Port-nya lengkap


Biar guru dan muridnya berjilbab ungu, pasti jreng jika laptopku nanti MERAH

Nah, Colourfull Laptop cocok untuk Warna-warninya gerak perempuan dan teknologi

Jadi, kamu juga sepakat kan sama saya, kalau LAPTOP ASUS VIVOBOOK ULTRA A412DA ini memang andalan dan cocok untuk aktivis perempuan dan teknologi. Nah kalau buat saya aja cocok, buat kamu juga pastinya jauh lebih cocok. Laptopnya asik, tipis cuma 1,5 kg gitu, layarnya lebar 14 inch, keyboard juga luas, toucpad lebar bisa jadi numberpad juga, ada sensor fingerprints, performa cepat mantap, hemat baterainya, bisa di - charge cepet banget 60%, connecting port lengkap buat sharing dan ngajar, dan yang asik lagi suaranya mantap dengan Asus Sonic Master. Semua produk Asus keluaran suaranya cakep cakep dah. Saya dah ngalamin sendiri.

Udah, jadi, kalau begitu, segera ke toko resmi produk ASUS terdekat dan cari tipe laptop ini ya.
Ingat, seri ini, LAPTOP ASUS VIVOBOOK ULTRA A412DA.

Okesip

















----------


 Foto diambil dari:
1. Dokumen pribadi
2. Website asus resmi: https://www.asus.com/Laptops/ASUS-VivoBook-14-X412DA
3. Desain

Artikel ini diikutkan Blog Competition dari Aventurose . Cerita yang dituliskan adalah pengalaman pribadi dan opini.


Ekspresi Saat PC All In One ASUS Hadiah Lomba Sampai di Rumah

Tidak ada komentar

Bisa Juga Mendesain Tampilan Awal UI/UX Ios Apps Dengan Sketch


Saya ini sebenarnya paling males kalau bikin desain gambar. Semacam ribet banget gitu. Bisa berjam-jam gonta-ganti warna dan font huruf doang. Atau geser sana geser sini beberapa bagian gambar. Itulah sebabnya untuk mendesain Banner kegiatan apapun, baik itu membuat seminar, kelas training, kuliah online dan lain sebagainya saya mengandalkan beberapa platform Desain Gambar Online. Paling sering sih pakai Canva. 

Nah, ketika di Apple Developer Academy, saya kira bakal kenalan sama pelajaran CODING doang. Eh ternyata, yang dimaksud ada materi DESAIN, salah satunya adalah membuat tampilan UI/UX Ios Apps. Tools yang dipakai untuk desain macem-macem sebenarnya. Bisa Marvel Apps, Sketch dan yang baru juga saya kenal dari beberapa teman adalah Just In Mind (unik ya nama tools-nya). 

Nah, di kelas Apple Dev ini, dianjurkan untuk menggunakan SKETCH. Dengan pertimbangan, hampir semua orang yang membuat aplikasi untuk apple ini menggunakan sketch. Karena konsep bekerja di Apple adalah kolaborasi, maka jika bahasanya sama akan lebih memudahkan. Sederhananya sih, kalau satu ngobrolin Sketch - yang lainnya akan lebih cepat paham. 

Pada awalnya saya memilih membuat desain UI/UX Ios Apps menggunakan Just In Mind. Karena ketika sekilas saya bandingkan dengan Sketch, Just In Mind ini relatif lebih mudah dan icon fiturnya gede-gede. Ramah gitu untuk mata ibu-ibu seperti saya, yang udah pakai lensa plus. 

Akan tetapi kali ini, saya menantang diri sendiri, penasaran juga tentunya, apa bener saya nggak bakal bisa terus pakai Sketch? 

Coba dulu ah, siapa tahu bisa. 
Nah, begitulah, beberapa hari kemarin saya coba otak-atik nih alat mendesain tampilan aplikasi di iphone. Dan alhamdulillah dengan kecepatan bulan, selesai juga rancangan di bagian tugas saya membuat Profile. Berikut tampilannya. 



Di gambar itu hanya tampak kotak-kotak jejer-jejer. Itu sebenarnya tiap screen atau page atau halaman tampil di iphone.

Seharusnya setelah desain per kotak selesai, harus ada semacam kabel-kabel yang saling bertautan atau disebut juga wireframe. Kalau sudah terkoneksi semua, maka desain ini akan bisa dijalankan (di-PLAY) sehingga tampak seperti udah jadi apps beneran, dan itulah yang disebut dengan PROTOTYPE. 

Untuk prototyping web dan mobile app yang saya sebutkan tadi, bisa diakses di link berikut ini:
1. Sketch : https://www.sketch.com
2. Just in Mind : https://www.justinmind.com
3. Marvel Apps : https://marvelapp.com

Silahkan membuka tautannya satu per satu, dan praktek membuat rancangan tampilan aplikasi mobile baik itu untuk dibuka di android ataupun di iphone. Selamat mencoba. 


Belajar Skill Baru Bikin Kamu Lebih Sehat dan Happy

Tidak ada komentar
akademi prasetyorini


Hallo millenials.
Kalau liburan singkat-singkat gini, kayak weekend gitu, biasanya ngapain saja sih?

Masih kerja? atau malah lembur?

Waduh, sorry to hear that ya, kali ini obrolan kita seputar mereka yang dapat anugerah libur di hari Sabtu dan Minggu.

Freelancer work on holiday kak! no libur libur club!

Seketika akan ada suara-suara netijen yang begini. Sabar sabar lah ya.

Baiklah, nggak usah mbahas libur weekend lagi. Fokus pada libur saja, alias sebuah kegiatan yang lepas (walau sesaat) dari rutinitas harian kamu.

Mayoritas orang, mengisi waktu liburnya habis-habisan untuk bersenang-senang dan santai. Apalagi ini untuk mereka yang di weekdays-nya ketat banget ritme kerjanya. Giliran Sabtu dan Minggu datang, energi seperti habis tak bersisa. Mulai pagi sampai ketemu pagi lagi, gegoleran terus depan tivi, laptop atau sambil nenteng ponsel di atas bantal. Capek banget.

Akan tetapi, apakah hal ini bisa membahagiakan jiwamu?
Ceila bahasanya.

Ternyata hasil riset beberapa peneliti neuroscience menunjukkan, salah satu hal yang bisa membuat bahagia adalah otak yang telah menerima ilmu baru. Percaya nggak percaya, belajar itu bisa bikin sehat dan bahagia.

Belajar Bisa Bikin Sehat

On a physiological level, learning new things is good for your brain. According to CCSU Business & Development, practicing a new skill increases the density of your myelin, or the white matter in your brain that helps improve performance on a number of tasks. Additionally, learning new skills stimulates neurons in the brain, which forms more neural pathways and allows electrical impulses to travel faster across them. The combination of these two things helps you learn better. It can even help you stave off dementia.
Sumber artikel itu di sini.

Jadi, belajar atau mempraktekkan skill baru itu bisa meningkatkan massa jenis MYELIN, yaitu semacam selubung putih di otak yang membantu peningkatkan kinerja beberapa tugas otak tersebut. Coba buka lagi buku biologinya deh ya.
Nah, belajar hal baru ini bisa menstimulasi neuron alias sel syaraf di otak. Caranya dengan membentuk jalur neural yang lebih banyak sehingga sinyal-sinyal elektrik yang emang udah suka berloncatan di otak itu, bisa melaju lebih cepat. Sederhananya, kita mikir jadi lebih cepet gitu, nggak lola alias loading lama.

Nah kedua hal ini, myelin makin padet dan jalur neural yang makin banyak itu bisa mencegah kita dari penyakit dementia alias kepikunan. Belajar bikin makin sehat kan?


Trus Bagaimana Belajar Bisa Bikin Happy?

Nah, dikutip lagi dari situs Psikolog. Yang bunyinya begini,
This can also help with creating what psychologists call ‘flow’ or ‘being in the zone’ – when we’re so absorbed in what we’re doing, we lose sense of time and of ourselves. ‘It’s not passive, like when watching TV – it’s active,’ explains King. When we’re in flow, the level of challenge in the activity just exceeds our level of skill. We’re also getting instant feedback from the activity on whether what we are trying is working, so we can adjust what we’re doing accordingly. As our skill increases, so does the challenge. During flow, we generally don’t feel anything – so intense is our focus – but afterwards we might feel a sense of deep satisfaction and a boost from having increased our skill or achieved something. ‘In some ways it’s a form of mindfulness; being totally focused on the present, so we get the benefits of that, too,’ says King.

Untuk membaca artike lengkapnya, bisa klik di sini,

Terjemahan singkat dari kutipan itu adalah,

Belajar itu adalah kegiatan yang aktif. Kalau menonton TV itu sebaliknya, hanya kegiatan pasif, otak nggak akan bergerak. Ketika belajar dan tekun menekuni hal baru itu, orang akan ada dalam keadaan "flow" atau mengalir. Kebayang seperti kita jadi tenggelam dalam bahan yang dipelajari. Entah itu belajar memasak, fotografi, menulis, menggambar atau bahkan membuat rak kayu. Nah ketika orang sudah dalam kondisi "flow" ini, fokus beneran, lama-lama akan merasakan kepuasan yang sangat dalam. Perasaan bersemangat muncul karena kita telah mendapatkan skill baru atau sudah bisa melakukan sesuatu. Puas banget gitu rasa di hati. "Yes, akhirnya aku bisa masak resep baru ini!", misalnya begitu.


Nah, mau itu libur atau waktu senggang, cobain deh belajar hal baru. Dengan fokus dan sungguh-sungguh. Pilih topik yang kamu sukai dan kamu kepoi. Setelah itu, rasakan hatimu. Makin happy kan?

Kalau pengen dapat ide belajar skill baru bidang digital creative, mampir saja ke blognya Akademi Prasetyorini [akademi.prasetyorini.com]

Oke, jadi kamu udah belajar hal baru apa aja akhir-akhir ini?

Share di comment dong :)










Alhamdulillah, Diterima di UC Apple Developer Academy 2019


Di awal tahun 2019, saya mendapatkan kejutan lagi dari Sang Maha Kuasa dan Maha Baik. 
Setelah kejutan pertama di akhir tahun 2018, nggak ada angin nggak ada hujan, tiba-tiba jadi "presiden" :)


Alhamdulillah, Allahu Akbar. Sungguh hanya karena kebaikan-NYA itulah saya akhirnya bisa diterima sebagai salah satu Public Participants UC Apple Developer Academy. 

Hal detil tentang UC Apple Developer Academy, bisa di baca di sini

Tersebutlah mbak Eta Rahayu, salah satu blogger muda dan cantik dari Surabaya, yang membagikan informasi rekritmen ini di grup whatsapp. Dia me-mention nama saya, dan mengatakan, "mungkin ini cocok buat mbak Heni".

Sejenak saya langsung 'suudzon', biasanya rekruitmen semacam ini akan dibatasi umurnya. Kalau nggak maksimal 25 tahun, ya 35 tahun. Maka tanpa pikir panjang, saya langsung teruskan saja informasi itu ke grup Gabung KCMI - Grup whatsapp untuk anggota baru Komunitas Coding Mum Indonesia. Juga beberapa grup alumni Coding Mum. 

Setelah waktu longgar, baru saya baca lebih detil lagi rekruitmen itu, dan ternyata  usia saya masih bisa masuk. Wah, kesempatan ini harus dicoba. Saya pun mengikuti alur pendaftaran yang dipersyaratkan. 

Tahap pertama pendaftaran adalah mengirimkan dokumen di form online yang sudah di sediakan. Jika lolos, maka akan mendapatkan chat di whatsapp. Dan alhamdulillah saya lolos tahap pertama. 

Tahap kedua adalah membuat video profil dengan tema "Kenapa saya harus ikut program UC Apple Dev Academy". Video lalu diposting di you tube dan media sosial dengan hestek tertentu. 

Baik tahap kesatu maupun kedua, masing-masing saya kena deadline sekitar 2 hari saja. Dan ketika akan posting videonya, diselingi drama listrik mati dan wifi ngadat di rumah. Seperti yang saya ceritakan di sini. 

postingan lengkap bisa dibaca di sini

Ketahanan mental pegiat digital memang harus diuji dengan drama akses internet. Maka, ketika listrik sudah menyala dan mulai aman posisi sinyal wifinya yang sempat nyala padam nyala padam, saya posting saja video itu. Video berdurasi 3 menit, lebih lama daripada syarat seharusnya yang sekitar 1 menitan. Tapi saya sudah tidak ada waktu lagi untuk mengeditnya atau rekaman ulang. Khawatir wifi semakin bermasalah. 

Video Profil


Saya mengirimkan video ini dengan ZERO MIND, tidak berandai-andai atau mengharapkan apa-apa. Sengaja saya masukkan profil sebagai Presiden Komunitas Coding Mum Indonesia, juga memasang banner Kelasku Digital sebagai latar belakang. Dengan alasan, kalaupun saya tidak lolos, minimal orang tahu apa itu Coding Mum, lalu juga melihat dan mendengar apa itu Kelasku Digital. Semacam promosi terselubung :)

Hari pengumuman pun datang, saya mendapatkan chat whatsapp bahwa masuk Top Priority calon peserta, kemudian harus mengikuti Potential Test di Universitas Ciputra. Ada hal lucu di hari tes itu. Ketika akan menuliskan absensi, ada peserta yang kikuk ketika melihat saya. Antara ingin hormat ke ibu guru atau pegawai kampus gitu kali perasaannya hahaha. Maklum saja lah ya, penampilan saya pasti udah ibu-ibu banget. 



 Nah ini, saya kebetulan bareng jadwalnya dengan Hildi, dia ini anak muda dev Surabaya yang bekerja di Maulidan Games Studio.


Ujian 100% dilakukan secara online. Hati saya jadi maknyes gimana gitu, serasa anak SMA lagi ujian nasional :).

Isi test-nya sendiri  tentang:
Logika = macam Tes Potensial Akademik, Coding, Creative dan Bisnis.
Total 100 soal dikerjakan online di komputer yang sudah disiapkan Univ.Ciputra Surabaya.

Sebelum pulang, saya dan Hildi ngobrol di lobi belakang. Lalu bertemu bu Jelita yang baru saja selesai ujian di sesi kedua. Kami tertawa membicarakan Score hasil ujian. Hildi mendapat skor 70, saya 65 dan Jelita 45 (merdeka!).



Selesai ujian ini, tahap selanjutnya adalah interview. Jeda waktu pengumuman cukup lama dan awalnya saya tidak mendapatkan chat whatsapp ketika Hildi dan lainnya sudah diberitahu bahwa lolos tes potensial tadi, dan harus interview. 

Nah, saya sudah berasumsi gagal alias tidak lolos. Maka saya pun mengatur siasat dan strategi lain bersama Trio Coding Mum Surabaya dan juga Hildi yang ketemu saya tadi. Pada intinya kami siap gas pol untuk membuka kelas belajar baik untuk Coding Mum maupun Coding Kids di Surabaya dan sekitarnya. 

TRIOBOLOLO = 3 pegiat Coding Mum Surabaya
ki-ka= Jelita, Tika, Saya 

Ternyata, sekitar sebulan kemudian saya mendapatkan chat pribadi dari satu blogger muda Surabaya, yang mendapatkan chat dari UC, untuk mengikuti Potensial Test. Rupanya ada rekruitmen tahap kedua di bulan Februari. Dan tanpa disangka, saya mendapatkan chat whatsapp untuk mengikuti Interview di UC. Wah, saya lolos tes ternyata? Skor 65 masih memenuhi syarat skor minimal.


Antara percaya nggak percaya, alhamdulillah masih ada kesempatan kedua. Maka harus saya gunakan sebaik-baiknya. Namun sekali lagi, Zero Mind, saya tak ingin berharap terlalu muluk. Saya sadar diri dan sadar umur heheh. 

Lihat saja foto di atas, waktu menanti urutan interview, saya bertemu anak-anak muda ini. Mereka mayoritas alumni UNAIR yang baru lulus kuliah sarjana. Masih FRESH banget. Dan ada satu yang sudah aktif bekerja di ranah digital kreatif di Jakarta, yang kemudian pindah ke Surabaya karena mengikuti suaminya, si pengantin baru saya menyebutnya. 

Karena saya sudah siap gagal, maka pertemuan itu tidak boleh tidak ada hasilnya sama sekali. 
Maka dengan kekuatan bulan, saya mengajak mereka bergabung dengan Komunitas Coding Mum Indonesia. Kami juga ngobrol asyiek sekali tentang kegiatan masing-masing. Ada yang dari psikologi, DKV dan manajemen bisnis. Bakal asik sekali kalau mereka bisa berbagi dan aktif bersama Coding Mum. 

Pengumuman hasil interview langsung esok harinya, begitu kata pihak pewawancara. 

Harap Harap Cemas,

Saya meminimalisir perilaku dikit-dikit cek HP dengan mematikan kuota data. Sengaja hahaha. Malah saya rencana buka hape besok paginya aja, sehari setelah masa pengumuman, biar santai aja kalau emang nggak ketrima gitu. Trus menyibukkan diri sendiri membuat Silabus untuk Coding Mum dan Kelasku Digital. 

Rupanya, jika jodoh nggak akan kemana, berlaku juga di sini. Menjelang maghrib, saya iseng membuka hape dan ternyata beberapa orang sudah memberikan Selamat lewat whatsapp. 

"Bu Heni, selamat ibu diterima di UC Apple Academy. Dan malah satu-satunya peserta perempuan di kategori Public Participants."

Allahu Akbar. Sekali lagi Allahu Akbar. 

Ini bukan kemenangan kawan, ini tugas. 
Saya bergegas memastikan teman-teman cantik yang ikutan interview kemarin, untuk segera bergabung ke Coding Mum dan mengenal Coding di sana. Saya yakin, skill basic coding saya yang saya dapat dari Coding Mum selama 3 tahun ini, menjadi salah satu faktor nilai tambah sehingga bisa lolos dan diterima. Sementara mereka, masih belum mengenal coding.


Selesai mengecek keabsahan kelolosan saya di website resmi UC Apple 
Saya pun bersiap memenuhi tahap administrasi selanjutnya. Untunglah Universitas Ciputra ini letaknya di Surabaya Barat, yang notabene dekat dengan rumah saya.

 Alhamdulillah ya Allah...Engkau Sungguh Maha Baik. 



Hati saya berdebar sangat kencang ketika berdiri di depan banner ini, di salah satu ruangan UC untuk registrasi. Kebetulan saat itu bertepatan dengan momen Training The Trainer, untuk fasilitator yang langsung ditraining oleh pihak Apple.

Sesekali saya mencuri pandang dan mencuri dengar. Menyaksikan orang asing, sedang mengajar langsung di depan mata dengan bahasa Inggris. Suatu keadaan yang biasanya saya alami lewat layar laptop atau hape saja. Apalagi instrukturnya ini dari Apple langsung, sebuah brand kelas dunia. 




selesailah urusan login di LMS-nya Apple Dev Academy

Tahu nggak gais,,,,,
Pengumuman diterima ini, saya dapatkan sehari sebelum ulang tahun saya ke-40 tahun. 

40 tahun coba, Can you imagine that?

Di usia 40 tahun ini, Allah SWT memberikan saya kesempatan untuk "kuliah" lagi dengan materi berkelas dunia, secara gratis, bahkan saya digaji sebagai "pekerja magang" oleh Apple, juga mendapatkan pinjaman device berupa Macbook Pro dan Iphone terbaru selama masa belajar sekitar 9 bulan. 

Yang lebih takjub lagi adalah lokasinya dekat dengan rumah saya. 
Ini adalah hadiah yang luar biasa dari Sang Maha Pencipta dan Maha Pengatur segalanya. 

Life is magic.
Keajaiban dalam hidup kita akan datang pada waktunya.

Dalam momen ini juga, sekalian saya mengabarkan bahwa demi menjaga fokus dan energi biar bisa maksimal di UC Apple Developer Academy, maka saya menunda rencana kegiatan yang padat baik untuk Komunitas Coding Mum Indonesia (KCMI) maupun Kelasku Digital, terutama kegiatan offline di Surabaya dan sekitarnya.

Sebagai gantinya, saya bersinergi dengan beberapa pengurus KCMI untuk membuat program kegiatan yang bisa dilakukan secara online.

Semoga dengan langkah ini, hasil "kuliah" saya bersama pihak UC dan Apple, akan maksimal sehingga memberikan impact yang bagus untuk program KCMI ke depannya. 

Sekali lagi MOHON DOA RESTU.
Ini semua adalah Untukmoe Rakjat-Rakjatkoe ...

Salam Edukasi Penuh Kasih

Heni Prasetyorini
Presiden Komunitas Coding Mum Indonesia


Resmi Menjadi Presiden Komunitas Coding Mum Indonesia

7 komentar
Sejak akhir tahun 2018 kemarin, saya resmi menjadi Presiden Komunitas Coding Mum Indonesia. Hal ini menjadi peristiwa yang sangat bersejarah buat saya, keluarga dan para pegiat Coding Mum di Surabaya. Sama sekali tidak menyangka, akhirnya suara terbanyak jatuh pada nama saya. "HENI", "MBAK HENI", "MBAK HENI SARANGHAEYO", beberapa kali nama itu disebut oleh ibu Susi ketika membacakan nama yang ditulis dalam gulungan kertas kecil itu. Kertas yang dibagikan ke semua wakil alumni Coding Mum se-Indonesia yang hadir di Hotel Tunjungan Surabaya, bulan November 2018.

Sebelumnya saya mohon maaf baru sempat menulis artikel ini sekarang, 19 Januari 2019. Karena sejak pelantikan jadi Presiden, isi kepala saya tak ada hentinya berpikir untuk bisa melaksanakan tugas dengan baik. Sampai saat ini pun banyak sekali putaran ide untuk program baru KCMI ke depan. Dengan siapa akan berkolaborasi dan lain sebagainya yang harus dibicarakan secara intens dengan Pengurus Inti KCMI, Ambassador KCMI dan juga pihak Kolla Education dan tentu saja BEKRAF.

Ibu Poppy Savitri, Direktur Edukasi Kreatif BEKRAF memberikan sambutan

Jadi ceritanya begini, CODING MUM itu sebenarnya program unggulan dari Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Indonesia, yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2016. Kebetulan, alhamdulillah, saya termasuk peserta Coding Mum di Surabaya angkatan pertama di tahun itu juga. Semenjak itu, saya dan beberapa alumni di Surabaya, gencar meneruskan "nafas edukasi dan pemberdayaan perempuan melalui teknologi" ini di Surabaya dan sekitarnya. Baik itu berupa seminar, workshop membuat website, menjadi narasumber di radio dan tentu saja aktif "bicara" di media sosial.

Selama dua tahun lebih itu, bisa dibilang para alumni Coding Mum di Indonesia masih berjalan sendiri-sendiri. Coding Mum sebenarnya sudah dilaksanakan juga di luar negeri, yaitu Hongkong dan Malaysia. Teman-teman yang berkerja sebagai Buruh Migran Indonesia, antusias sekali belajar coding bersama dan lulusannya bahkan ada yang sudah berani dan bisa menerima pekerjaan membuat website yang dikerjakan dari jarak jauh, karena klien mereka berasal dari Indonesia. Keren kan ya?

Program Coding Mum ini mulai diminati dan dirasakan manfaatnya. Alumni yang sudah mendapatkan pelatihan juga sudah ada dari beberapa kota besar di Indonesia. Alangkah baiknya jika program ini terus bergulir secara mandiri, untuk itulah dibentuklah Komunitas Coding Mum Indonesia. Pemberdayaan alumni untuk terus menggerakkan program ini diutarakan oleh mbak Ellen dan bu Susi dari pihak Kolla Space Education yang selama ini menjadi penyelenggara pelatihan Coding Mum.

Video Proses Pemilihan Pengurus Inti



Tentu saja rencana ini disambut dengan sangat antusias oleh kami, para wakil alumni Coding Mum dari Aceh sampai Jayapura yang hadir di Surabaya saat itu. Setelah pemilihan pengurus inti, kami bersiap untuk hadir ke Bekraf Festival Surabaya, yang juga acara besarnya Bekraf. Di momen ini saya juga sudah diminta sebelumnya untuk menjadi narasumber Talkshow Coding Mum. 

Intinya semuanya begitu antusias dan menyenangkan. Meluap-luap, meletup-letup sampai akhirnya saya tak begitu awas dengan langkah sendiri. Jadi setelah membuat video singkat ini untuk mengajak hadirin dan hadirat ingat untuk datang ke Grand City Mall Surabaya, tempat diadakannya talkshow sekaligus Bekraf Festival, eh tiba-tiba saya jatuh terkilir. Kaki yang mendadak menekuk sendiri dengan konfigurasi yang entah gimana itu rasanya sakiiit sekali. Apalagi kaki yang terkilir itu adalah kaki kiri, kaki yang beberapa tahun lalu sempat terkilir juga sampai retak, dioperasi dan dipasang kawat tembaga sampai sekarang. Kebayang ngilunya itu loh gaes. Sementara beberapa menit lagi, saya harus naik panggung untuk mengisi talkshow bersama Bu Poppy dan Mbak Ellen.


Video Reminder Talkshow



Talkshow harus terus berjalan


Begitulah, biar kaki ngilu dan sakitnya sampai ke ubun-ubun, semua rencana harus berjalan sebagaimana mestinya. Tepat ketika saya terkilir, ibu Susi buru-buru membawakan balsem yang entah dari siapa itu, untuk membuat kaki saya lumayan "panas". Saya olesi saja dan berusaha mengurutnya sedikit demi sedikit. Saya bersyukur karena kaki saya masih bisa digerakkan, jari-jari kaki bisa bergerak, diurut juga tak terlalu sakit seperti dulu. "Untunglah ini tidak retak lagi sepertinya, sakitnya tak seperti yang lalu itu", begitu saya ucapkan kepada bu Susi yang tampaknya cemas sekali. 

Allahu Akbar, peristiwa ini membuat saya mencoba meramunya menjadi hikmah. Biarpun ini bisa dibilang karangan saya sendiri. 
"Heni, kamu jadi Presiden, jadi pemimpin. Harus hati-hati dalam melangkah. Jika sembrono akan terkilir dan sakit seperti ini." Begitu yang saya ulang-ulang untuk menguatkan diri sendiri. Bahwa sakit ini adalah reminder dan saya nggak boleh cengeng. 

Alhamdulillah banyak teman baik, membantu menggandeng saya untuk naik turun panggung beberapa kali. Untuk momen talkshow, peresmian Komunitas Coding Mum Indonesia dan pelantikan menjadi Presiden, serta yang terakhir berfoto bersama Ketua BEKRAF, bapak Triawan Munaf dan semua anggota alumni dan Kolla yang hadir.

komunitas coding mum indonesia
Wakil alumni Coding Mum se-Indonesia bersama pak Triawan Munaf, Kepala BEKRAF

Begitulah, sejak tanggal 16 November 2018 itu saya resmi menjadi ketua umum yang selanjutnya disebut Presiden dari Komunitas Coding Mum Indonesia sampai 2 tahun ke depan. Semoga bisa menjalankan tugas dengan baik. Mohon dukungan teman-teman semua.

Jika ingin bergabung bersama kami, bisa mengunjungi website codingmum.id.
Sampai jumpa di kegiatan Coding Mum selanjutnya ya...