Saya ini sebenarnya paling males kalau bikin desain gambar. Semacam ribet banget gitu. Bisa berjam-jam gonta-ganti warna dan font huruf doang. Atau geser sana geser sini beberapa bagian gambar. Itulah sebabnya untuk mendesain Banner kegiatan apapun, baik itu membuat seminar, kelas training, kuliah online dan lain sebagainya saya mengandalkan beberapa platform Desain Gambar Online. Paling sering sih pakai Canva. 

Nah, ketika di Apple Developer Academy, saya kira bakal kenalan sama pelajaran CODING doang. Eh ternyata, yang dimaksud ada materi DESAIN, salah satunya adalah membuat tampilan UI/UX Ios Apps. Tools yang dipakai untuk desain macem-macem sebenarnya. Bisa Marvel Apps, Sketch dan yang baru juga saya kenal dari beberapa teman adalah Just In Mind (unik ya nama tools-nya). 

Nah, di kelas Apple Dev ini, dianjurkan untuk menggunakan SKETCH. Dengan pertimbangan, hampir semua orang yang membuat aplikasi untuk apple ini menggunakan sketch. Karena konsep bekerja di Apple adalah kolaborasi, maka jika bahasanya sama akan lebih memudahkan. Sederhananya sih, kalau satu ngobrolin Sketch - yang lainnya akan lebih cepat paham. 

Pada awalnya saya memilih membuat desain UI/UX Ios Apps menggunakan Just In Mind. Karena ketika sekilas saya bandingkan dengan Sketch, Just In Mind ini relatif lebih mudah dan icon fiturnya gede-gede. Ramah gitu untuk mata ibu-ibu seperti saya, yang udah pakai lensa plus. 

Akan tetapi kali ini, saya menantang diri sendiri, penasaran juga tentunya, apa bener saya nggak bakal bisa terus pakai Sketch? 

Coba dulu ah, siapa tahu bisa. 
Nah, begitulah, beberapa hari kemarin saya coba otak-atik nih alat mendesain tampilan aplikasi di iphone. Dan alhamdulillah dengan kecepatan bulan, selesai juga rancangan di bagian tugas saya membuat Profile. Berikut tampilannya. 



Di gambar itu hanya tampak kotak-kotak jejer-jejer. Itu sebenarnya tiap screen atau page atau halaman tampil di iphone.

Seharusnya setelah desain per kotak selesai, harus ada semacam kabel-kabel yang saling bertautan atau disebut juga wireframe. Kalau sudah terkoneksi semua, maka desain ini akan bisa dijalankan (di-PLAY) sehingga tampak seperti udah jadi apps beneran, dan itulah yang disebut dengan PROTOTYPE. 

Untuk prototyping web dan mobile app yang saya sebutkan tadi, bisa diakses di link berikut ini:
1. Sketch : https://www.sketch.com
2. Just in Mind : https://www.justinmind.com
3. Marvel Apps : https://marvelapp.com

Silahkan membuka tautannya satu per satu, dan praktek membuat rancangan tampilan aplikasi mobile baik itu untuk dibuka di android ataupun di iphone. Selamat mencoba. 


11 Comments

  1. Suka sama semangat mbak heni, selalu smagat belajar hal baru. Keren mbak

    ReplyDelete
  2. Pengen jajal juga just in mind nya mbak, kenapa? Karena she's always in my mind wkkwkwkw (opo iki malah baper)

    ReplyDelete
  3. wah bu heni maaah kereeen.. mau dong kapan2 saya diajari. ini semacam desain aplikasi khusus apple gitu ya bu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sketch? bukan, ini umum untuk bikin desain prototyping atau bahkan design grafis biasa. Yang khusus apple namanya Swift (bahasa coding bikin ios apps dan macos dan semacamnya)

      Delete
  4. Wah, OK nih mb. Makasi sharingnya
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  5. topp deh sistah.. .semangat terus.. selalu strong dan mudah menerima ilmu yang mahal ini...

    ReplyDelete
  6. kalau boleh tau berapa bulan buk durasinya progam apple developer uc?

    ReplyDelete

Thanks For Your Comment :)