Hi, I'm Heni, welcome to my blog

Sharing Tentang Coding Kids di SEA MORNING SHOW - SEA Today Channel

Bisa Juga Mendesain Tampilan Awal UI/UX Ios Apps Dengan Sketch


Saya ini sebenarnya paling males kalau bikin desain gambar. Semacam ribet banget gitu. Bisa berjam-jam gonta-ganti warna dan font huruf doang. Atau geser sana geser sini beberapa bagian gambar. Itulah sebabnya untuk mendesain Banner kegiatan apapun, baik itu membuat seminar, kelas training, kuliah online dan lain sebagainya saya mengandalkan beberapa platform Desain Gambar Online. Paling sering sih pakai Canva. 

Nah, ketika di Apple Developer Academy, saya kira bakal kenalan sama pelajaran CODING doang. Eh ternyata, yang dimaksud ada materi DESAIN, salah satunya adalah membuat tampilan UI/UX Ios Apps. Tools yang dipakai untuk desain macem-macem sebenarnya. Bisa Marvel Apps, Sketch dan yang baru juga saya kenal dari beberapa teman adalah Just In Mind (unik ya nama tools-nya). 

Nah, di kelas Apple Dev ini, dianjurkan untuk menggunakan SKETCH. Dengan pertimbangan, hampir semua orang yang membuat aplikasi untuk apple ini menggunakan sketch. Karena konsep bekerja di Apple adalah kolaborasi, maka jika bahasanya sama akan lebih memudahkan. Sederhananya sih, kalau satu ngobrolin Sketch - yang lainnya akan lebih cepat paham. 

Pada awalnya saya memilih membuat desain UI/UX Ios Apps menggunakan Just In Mind. Karena ketika sekilas saya bandingkan dengan Sketch, Just In Mind ini relatif lebih mudah dan icon fiturnya gede-gede. Ramah gitu untuk mata ibu-ibu seperti saya, yang udah pakai lensa plus. 

Akan tetapi kali ini, saya menantang diri sendiri, penasaran juga tentunya, apa bener saya nggak bakal bisa terus pakai Sketch? 

Coba dulu ah, siapa tahu bisa. 
Nah, begitulah, beberapa hari kemarin saya coba otak-atik nih alat mendesain tampilan aplikasi di iphone. Dan alhamdulillah dengan kecepatan bulan, selesai juga rancangan di bagian tugas saya membuat Profile. Berikut tampilannya. 



Di gambar itu hanya tampak kotak-kotak jejer-jejer. Itu sebenarnya tiap screen atau page atau halaman tampil di iphone.

Seharusnya setelah desain per kotak selesai, harus ada semacam kabel-kabel yang saling bertautan atau disebut juga wireframe. Kalau sudah terkoneksi semua, maka desain ini akan bisa dijalankan (di-PLAY) sehingga tampak seperti udah jadi apps beneran, dan itulah yang disebut dengan PROTOTYPE. 

Untuk prototyping web dan mobile app yang saya sebutkan tadi, bisa diakses di link berikut ini:
1. Sketch : https://www.sketch.com
2. Just in Mind : https://www.justinmind.com
3. Marvel Apps : https://marvelapp.com

Silahkan membuka tautannya satu per satu, dan praktek membuat rancangan tampilan aplikasi mobile baik itu untuk dibuka di android ataupun di iphone. Selamat mencoba. 


Belajar Skill Baru Bikin Kamu Lebih Sehat dan Happy

Tidak ada komentar
akademi prasetyorini


Hallo millenials.
Kalau liburan singkat-singkat gini, kayak weekend gitu, biasanya ngapain saja sih?

Masih kerja? atau malah lembur?

Waduh, sorry to hear that ya, kali ini obrolan kita seputar mereka yang dapat anugerah libur di hari Sabtu dan Minggu.

Freelancer work on holiday kak! no libur libur club!

Seketika akan ada suara-suara netijen yang begini. Sabar sabar lah ya.

Baiklah, nggak usah mbahas libur weekend lagi. Fokus pada libur saja, alias sebuah kegiatan yang lepas (walau sesaat) dari rutinitas harian kamu.

Mayoritas orang, mengisi waktu liburnya habis-habisan untuk bersenang-senang dan santai. Apalagi ini untuk mereka yang di weekdays-nya ketat banget ritme kerjanya. Giliran Sabtu dan Minggu datang, energi seperti habis tak bersisa. Mulai pagi sampai ketemu pagi lagi, gegoleran terus depan tivi, laptop atau sambil nenteng ponsel di atas bantal. Capek banget.

Akan tetapi, apakah hal ini bisa membahagiakan jiwamu?
Ceila bahasanya.

Ternyata hasil riset beberapa peneliti neuroscience menunjukkan, salah satu hal yang bisa membuat bahagia adalah otak yang telah menerima ilmu baru. Percaya nggak percaya, belajar itu bisa bikin sehat dan bahagia.

Belajar Bisa Bikin Sehat

On a physiological level, learning new things is good for your brain. According to CCSU Business & Development, practicing a new skill increases the density of your myelin, or the white matter in your brain that helps improve performance on a number of tasks. Additionally, learning new skills stimulates neurons in the brain, which forms more neural pathways and allows electrical impulses to travel faster across them. The combination of these two things helps you learn better. It can even help you stave off dementia.
Sumber artikel itu di sini.

Jadi, belajar atau mempraktekkan skill baru itu bisa meningkatkan massa jenis MYELIN, yaitu semacam selubung putih di otak yang membantu peningkatkan kinerja beberapa tugas otak tersebut. Coba buka lagi buku biologinya deh ya.
Nah, belajar hal baru ini bisa menstimulasi neuron alias sel syaraf di otak. Caranya dengan membentuk jalur neural yang lebih banyak sehingga sinyal-sinyal elektrik yang emang udah suka berloncatan di otak itu, bisa melaju lebih cepat. Sederhananya, kita mikir jadi lebih cepet gitu, nggak lola alias loading lama.

Nah kedua hal ini, myelin makin padet dan jalur neural yang makin banyak itu bisa mencegah kita dari penyakit dementia alias kepikunan. Belajar bikin makin sehat kan?


Trus Bagaimana Belajar Bisa Bikin Happy?

Nah, dikutip lagi dari situs Psikolog. Yang bunyinya begini,
This can also help with creating what psychologists call ‘flow’ or ‘being in the zone’ – when we’re so absorbed in what we’re doing, we lose sense of time and of ourselves. ‘It’s not passive, like when watching TV – it’s active,’ explains King. When we’re in flow, the level of challenge in the activity just exceeds our level of skill. We’re also getting instant feedback from the activity on whether what we are trying is working, so we can adjust what we’re doing accordingly. As our skill increases, so does the challenge. During flow, we generally don’t feel anything – so intense is our focus – but afterwards we might feel a sense of deep satisfaction and a boost from having increased our skill or achieved something. ‘In some ways it’s a form of mindfulness; being totally focused on the present, so we get the benefits of that, too,’ says King.

Untuk membaca artike lengkapnya, bisa klik di sini,

Terjemahan singkat dari kutipan itu adalah,

Belajar itu adalah kegiatan yang aktif. Kalau menonton TV itu sebaliknya, hanya kegiatan pasif, otak nggak akan bergerak. Ketika belajar dan tekun menekuni hal baru itu, orang akan ada dalam keadaan "flow" atau mengalir. Kebayang seperti kita jadi tenggelam dalam bahan yang dipelajari. Entah itu belajar memasak, fotografi, menulis, menggambar atau bahkan membuat rak kayu. Nah ketika orang sudah dalam kondisi "flow" ini, fokus beneran, lama-lama akan merasakan kepuasan yang sangat dalam. Perasaan bersemangat muncul karena kita telah mendapatkan skill baru atau sudah bisa melakukan sesuatu. Puas banget gitu rasa di hati. "Yes, akhirnya aku bisa masak resep baru ini!", misalnya begitu.


Nah, mau itu libur atau waktu senggang, cobain deh belajar hal baru. Dengan fokus dan sungguh-sungguh. Pilih topik yang kamu sukai dan kamu kepoi. Setelah itu, rasakan hatimu. Makin happy kan?

Kalau pengen dapat ide belajar skill baru bidang digital creative, mampir saja ke blognya Akademi Prasetyorini [akademi.prasetyorini.com]

Oke, jadi kamu udah belajar hal baru apa aja akhir-akhir ini?

Share di comment dong :)










Alhamdulillah, Diterima di UC Apple Developer Academy 2019


Di awal tahun 2019, saya mendapatkan kejutan lagi dari Sang Maha Kuasa dan Maha Baik. 
Setelah kejutan pertama di akhir tahun 2018, nggak ada angin nggak ada hujan, tiba-tiba jadi "presiden" :)


Alhamdulillah, Allahu Akbar. Sungguh hanya karena kebaikan-NYA itulah saya akhirnya bisa diterima sebagai salah satu Public Participants UC Apple Developer Academy. 

Hal detil tentang UC Apple Developer Academy, bisa di baca di sini

Tersebutlah mbak Eta Rahayu, salah satu blogger muda dan cantik dari Surabaya, yang membagikan informasi rekritmen ini di grup whatsapp. Dia me-mention nama saya, dan mengatakan, "mungkin ini cocok buat mbak Heni".

Sejenak saya langsung 'suudzon', biasanya rekruitmen semacam ini akan dibatasi umurnya. Kalau nggak maksimal 25 tahun, ya 35 tahun. Maka tanpa pikir panjang, saya langsung teruskan saja informasi itu ke grup Gabung KCMI - Grup whatsapp untuk anggota baru Komunitas Coding Mum Indonesia. Juga beberapa grup alumni Coding Mum. 

Setelah waktu longgar, baru saya baca lebih detil lagi rekruitmen itu, dan ternyata  usia saya masih bisa masuk. Wah, kesempatan ini harus dicoba. Saya pun mengikuti alur pendaftaran yang dipersyaratkan. 

Tahap pertama pendaftaran adalah mengirimkan dokumen di form online yang sudah di sediakan. Jika lolos, maka akan mendapatkan chat di whatsapp. Dan alhamdulillah saya lolos tahap pertama. 

Tahap kedua adalah membuat video profil dengan tema "Kenapa saya harus ikut program UC Apple Dev Academy". Video lalu diposting di you tube dan media sosial dengan hestek tertentu. 

Baik tahap kesatu maupun kedua, masing-masing saya kena deadline sekitar 2 hari saja. Dan ketika akan posting videonya, diselingi drama listrik mati dan wifi ngadat di rumah. Seperti yang saya ceritakan di sini. 

postingan lengkap bisa dibaca di sini

Ketahanan mental pegiat digital memang harus diuji dengan drama akses internet. Maka, ketika listrik sudah menyala dan mulai aman posisi sinyal wifinya yang sempat nyala padam nyala padam, saya posting saja video itu. Video berdurasi 3 menit, lebih lama daripada syarat seharusnya yang sekitar 1 menitan. Tapi saya sudah tidak ada waktu lagi untuk mengeditnya atau rekaman ulang. Khawatir wifi semakin bermasalah. 

Video Profil


Saya mengirimkan video ini dengan ZERO MIND, tidak berandai-andai atau mengharapkan apa-apa. Sengaja saya masukkan profil sebagai Presiden Komunitas Coding Mum Indonesia, juga memasang banner Kelasku Digital sebagai latar belakang. Dengan alasan, kalaupun saya tidak lolos, minimal orang tahu apa itu Coding Mum, lalu juga melihat dan mendengar apa itu Kelasku Digital. Semacam promosi terselubung :)

Hari pengumuman pun datang, saya mendapatkan chat whatsapp bahwa masuk Top Priority calon peserta, kemudian harus mengikuti Potential Test di Universitas Ciputra. Ada hal lucu di hari tes itu. Ketika akan menuliskan absensi, ada peserta yang kikuk ketika melihat saya. Antara ingin hormat ke ibu guru atau pegawai kampus gitu kali perasaannya hahaha. Maklum saja lah ya, penampilan saya pasti udah ibu-ibu banget. 



 Nah ini, saya kebetulan bareng jadwalnya dengan Hildi, dia ini anak muda dev Surabaya yang bekerja di Maulidan Games Studio.


Ujian 100% dilakukan secara online. Hati saya jadi maknyes gimana gitu, serasa anak SMA lagi ujian nasional :).

Isi test-nya sendiri  tentang:
Logika = macam Tes Potensial Akademik, Coding, Creative dan Bisnis.
Total 100 soal dikerjakan online di komputer yang sudah disiapkan Univ.Ciputra Surabaya.

Sebelum pulang, saya dan Hildi ngobrol di lobi belakang. Lalu bertemu bu Jelita yang baru saja selesai ujian di sesi kedua. Kami tertawa membicarakan Score hasil ujian. Hildi mendapat skor 70, saya 65 dan Jelita 45 (merdeka!).



Selesai ujian ini, tahap selanjutnya adalah interview. Jeda waktu pengumuman cukup lama dan awalnya saya tidak mendapatkan chat whatsapp ketika Hildi dan lainnya sudah diberitahu bahwa lolos tes potensial tadi, dan harus interview. 

Nah, saya sudah berasumsi gagal alias tidak lolos. Maka saya pun mengatur siasat dan strategi lain bersama Trio Coding Mum Surabaya dan juga Hildi yang ketemu saya tadi. Pada intinya kami siap gas pol untuk membuka kelas belajar baik untuk Coding Mum maupun Coding Kids di Surabaya dan sekitarnya. 

TRIOBOLOLO = 3 pegiat Coding Mum Surabaya
ki-ka= Jelita, Tika, Saya 

Ternyata, sekitar sebulan kemudian saya mendapatkan chat pribadi dari satu blogger muda Surabaya, yang mendapatkan chat dari UC, untuk mengikuti Potensial Test. Rupanya ada rekruitmen tahap kedua di bulan Februari. Dan tanpa disangka, saya mendapatkan chat whatsapp untuk mengikuti Interview di UC. Wah, saya lolos tes ternyata? Skor 65 masih memenuhi syarat skor minimal.


Antara percaya nggak percaya, alhamdulillah masih ada kesempatan kedua. Maka harus saya gunakan sebaik-baiknya. Namun sekali lagi, Zero Mind, saya tak ingin berharap terlalu muluk. Saya sadar diri dan sadar umur heheh. 

Lihat saja foto di atas, waktu menanti urutan interview, saya bertemu anak-anak muda ini. Mereka mayoritas alumni UNAIR yang baru lulus kuliah sarjana. Masih FRESH banget. Dan ada satu yang sudah aktif bekerja di ranah digital kreatif di Jakarta, yang kemudian pindah ke Surabaya karena mengikuti suaminya, si pengantin baru saya menyebutnya. 

Karena saya sudah siap gagal, maka pertemuan itu tidak boleh tidak ada hasilnya sama sekali. 
Maka dengan kekuatan bulan, saya mengajak mereka bergabung dengan Komunitas Coding Mum Indonesia. Kami juga ngobrol asyiek sekali tentang kegiatan masing-masing. Ada yang dari psikologi, DKV dan manajemen bisnis. Bakal asik sekali kalau mereka bisa berbagi dan aktif bersama Coding Mum. 

Pengumuman hasil interview langsung esok harinya, begitu kata pihak pewawancara. 

Harap Harap Cemas,

Saya meminimalisir perilaku dikit-dikit cek HP dengan mematikan kuota data. Sengaja hahaha. Malah saya rencana buka hape besok paginya aja, sehari setelah masa pengumuman, biar santai aja kalau emang nggak ketrima gitu. Trus menyibukkan diri sendiri membuat Silabus untuk Coding Mum dan Kelasku Digital. 

Rupanya, jika jodoh nggak akan kemana, berlaku juga di sini. Menjelang maghrib, saya iseng membuka hape dan ternyata beberapa orang sudah memberikan Selamat lewat whatsapp. 

"Bu Heni, selamat ibu diterima di UC Apple Academy. Dan malah satu-satunya peserta perempuan di kategori Public Participants."

Allahu Akbar. Sekali lagi Allahu Akbar. 

Ini bukan kemenangan kawan, ini tugas. 
Saya bergegas memastikan teman-teman cantik yang ikutan interview kemarin, untuk segera bergabung ke Coding Mum dan mengenal Coding di sana. Saya yakin, skill basic coding saya yang saya dapat dari Coding Mum selama 3 tahun ini, menjadi salah satu faktor nilai tambah sehingga bisa lolos dan diterima. Sementara mereka, masih belum mengenal coding.


Selesai mengecek keabsahan kelolosan saya di website resmi UC Apple 
Saya pun bersiap memenuhi tahap administrasi selanjutnya. Untunglah Universitas Ciputra ini letaknya di Surabaya Barat, yang notabene dekat dengan rumah saya.

 Alhamdulillah ya Allah...Engkau Sungguh Maha Baik. 



Hati saya berdebar sangat kencang ketika berdiri di depan banner ini, di salah satu ruangan UC untuk registrasi. Kebetulan saat itu bertepatan dengan momen Training The Trainer, untuk fasilitator yang langsung ditraining oleh pihak Apple.

Sesekali saya mencuri pandang dan mencuri dengar. Menyaksikan orang asing, sedang mengajar langsung di depan mata dengan bahasa Inggris. Suatu keadaan yang biasanya saya alami lewat layar laptop atau hape saja. Apalagi instrukturnya ini dari Apple langsung, sebuah brand kelas dunia. 




selesailah urusan login di LMS-nya Apple Dev Academy

Tahu nggak gais,,,,,
Pengumuman diterima ini, saya dapatkan sehari sebelum ulang tahun saya ke-40 tahun. 

40 tahun coba, Can you imagine that?

Di usia 40 tahun ini, Allah SWT memberikan saya kesempatan untuk "kuliah" lagi dengan materi berkelas dunia, secara gratis, bahkan saya digaji sebagai "pekerja magang" oleh Apple, juga mendapatkan pinjaman device berupa Macbook Pro dan Iphone terbaru selama masa belajar sekitar 9 bulan. 

Yang lebih takjub lagi adalah lokasinya dekat dengan rumah saya. 
Ini adalah hadiah yang luar biasa dari Sang Maha Pencipta dan Maha Pengatur segalanya. 

Life is magic.
Keajaiban dalam hidup kita akan datang pada waktunya.

Dalam momen ini juga, sekalian saya mengabarkan bahwa demi menjaga fokus dan energi biar bisa maksimal di UC Apple Developer Academy, maka saya menunda rencana kegiatan yang padat baik untuk Komunitas Coding Mum Indonesia (KCMI) maupun Kelasku Digital, terutama kegiatan offline di Surabaya dan sekitarnya.

Sebagai gantinya, saya bersinergi dengan beberapa pengurus KCMI untuk membuat program kegiatan yang bisa dilakukan secara online.

Semoga dengan langkah ini, hasil "kuliah" saya bersama pihak UC dan Apple, akan maksimal sehingga memberikan impact yang bagus untuk program KCMI ke depannya. 

Sekali lagi MOHON DOA RESTU.
Ini semua adalah Untukmoe Rakjat-Rakjatkoe ...

Salam Edukasi Penuh Kasih

Heni Prasetyorini
Presiden Komunitas Coding Mum Indonesia


Resmi Menjadi Presiden Komunitas Coding Mum Indonesia

7 komentar
Sejak akhir tahun 2018 kemarin, saya resmi menjadi Presiden Komunitas Coding Mum Indonesia. Hal ini menjadi peristiwa yang sangat bersejarah buat saya, keluarga dan para pegiat Coding Mum di Surabaya. Sama sekali tidak menyangka, akhirnya suara terbanyak jatuh pada nama saya. "HENI", "MBAK HENI", "MBAK HENI SARANGHAEYO", beberapa kali nama itu disebut oleh ibu Susi ketika membacakan nama yang ditulis dalam gulungan kertas kecil itu. Kertas yang dibagikan ke semua wakil alumni Coding Mum se-Indonesia yang hadir di Hotel Tunjungan Surabaya, bulan November 2018.

Sebelumnya saya mohon maaf baru sempat menulis artikel ini sekarang, 19 Januari 2019. Karena sejak pelantikan jadi Presiden, isi kepala saya tak ada hentinya berpikir untuk bisa melaksanakan tugas dengan baik. Sampai saat ini pun banyak sekali putaran ide untuk program baru KCMI ke depan. Dengan siapa akan berkolaborasi dan lain sebagainya yang harus dibicarakan secara intens dengan Pengurus Inti KCMI, Ambassador KCMI dan juga pihak Kolla Education dan tentu saja BEKRAF.

Ibu Poppy Savitri, Direktur Edukasi Kreatif BEKRAF memberikan sambutan

Jadi ceritanya begini, CODING MUM itu sebenarnya program unggulan dari Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Indonesia, yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2016. Kebetulan, alhamdulillah, saya termasuk peserta Coding Mum di Surabaya angkatan pertama di tahun itu juga. Semenjak itu, saya dan beberapa alumni di Surabaya, gencar meneruskan "nafas edukasi dan pemberdayaan perempuan melalui teknologi" ini di Surabaya dan sekitarnya. Baik itu berupa seminar, workshop membuat website, menjadi narasumber di radio dan tentu saja aktif "bicara" di media sosial.

Selama dua tahun lebih itu, bisa dibilang para alumni Coding Mum di Indonesia masih berjalan sendiri-sendiri. Coding Mum sebenarnya sudah dilaksanakan juga di luar negeri, yaitu Hongkong dan Malaysia. Teman-teman yang berkerja sebagai Buruh Migran Indonesia, antusias sekali belajar coding bersama dan lulusannya bahkan ada yang sudah berani dan bisa menerima pekerjaan membuat website yang dikerjakan dari jarak jauh, karena klien mereka berasal dari Indonesia. Keren kan ya?

Program Coding Mum ini mulai diminati dan dirasakan manfaatnya. Alumni yang sudah mendapatkan pelatihan juga sudah ada dari beberapa kota besar di Indonesia. Alangkah baiknya jika program ini terus bergulir secara mandiri, untuk itulah dibentuklah Komunitas Coding Mum Indonesia. Pemberdayaan alumni untuk terus menggerakkan program ini diutarakan oleh mbak Ellen dan bu Susi dari pihak Kolla Space Education yang selama ini menjadi penyelenggara pelatihan Coding Mum.

Video Proses Pemilihan Pengurus Inti



Tentu saja rencana ini disambut dengan sangat antusias oleh kami, para wakil alumni Coding Mum dari Aceh sampai Jayapura yang hadir di Surabaya saat itu. Setelah pemilihan pengurus inti, kami bersiap untuk hadir ke Bekraf Festival Surabaya, yang juga acara besarnya Bekraf. Di momen ini saya juga sudah diminta sebelumnya untuk menjadi narasumber Talkshow Coding Mum. 

Intinya semuanya begitu antusias dan menyenangkan. Meluap-luap, meletup-letup sampai akhirnya saya tak begitu awas dengan langkah sendiri. Jadi setelah membuat video singkat ini untuk mengajak hadirin dan hadirat ingat untuk datang ke Grand City Mall Surabaya, tempat diadakannya talkshow sekaligus Bekraf Festival, eh tiba-tiba saya jatuh terkilir. Kaki yang mendadak menekuk sendiri dengan konfigurasi yang entah gimana itu rasanya sakiiit sekali. Apalagi kaki yang terkilir itu adalah kaki kiri, kaki yang beberapa tahun lalu sempat terkilir juga sampai retak, dioperasi dan dipasang kawat tembaga sampai sekarang. Kebayang ngilunya itu loh gaes. Sementara beberapa menit lagi, saya harus naik panggung untuk mengisi talkshow bersama Bu Poppy dan Mbak Ellen.


Video Reminder Talkshow



Talkshow harus terus berjalan


Begitulah, biar kaki ngilu dan sakitnya sampai ke ubun-ubun, semua rencana harus berjalan sebagaimana mestinya. Tepat ketika saya terkilir, ibu Susi buru-buru membawakan balsem yang entah dari siapa itu, untuk membuat kaki saya lumayan "panas". Saya olesi saja dan berusaha mengurutnya sedikit demi sedikit. Saya bersyukur karena kaki saya masih bisa digerakkan, jari-jari kaki bisa bergerak, diurut juga tak terlalu sakit seperti dulu. "Untunglah ini tidak retak lagi sepertinya, sakitnya tak seperti yang lalu itu", begitu saya ucapkan kepada bu Susi yang tampaknya cemas sekali. 

Allahu Akbar, peristiwa ini membuat saya mencoba meramunya menjadi hikmah. Biarpun ini bisa dibilang karangan saya sendiri. 
"Heni, kamu jadi Presiden, jadi pemimpin. Harus hati-hati dalam melangkah. Jika sembrono akan terkilir dan sakit seperti ini." Begitu yang saya ulang-ulang untuk menguatkan diri sendiri. Bahwa sakit ini adalah reminder dan saya nggak boleh cengeng. 

Alhamdulillah banyak teman baik, membantu menggandeng saya untuk naik turun panggung beberapa kali. Untuk momen talkshow, peresmian Komunitas Coding Mum Indonesia dan pelantikan menjadi Presiden, serta yang terakhir berfoto bersama Ketua BEKRAF, bapak Triawan Munaf dan semua anggota alumni dan Kolla yang hadir.

komunitas coding mum indonesia
Wakil alumni Coding Mum se-Indonesia bersama pak Triawan Munaf, Kepala BEKRAF

Begitulah, sejak tanggal 16 November 2018 itu saya resmi menjadi ketua umum yang selanjutnya disebut Presiden dari Komunitas Coding Mum Indonesia sampai 2 tahun ke depan. Semoga bisa menjalankan tugas dengan baik. Mohon dukungan teman-teman semua.

Jika ingin bergabung bersama kami, bisa mengunjungi website codingmum.id.
Sampai jumpa di kegiatan Coding Mum selanjutnya ya...

Dapatkan Keseruan Nonton 5 Film Akhir Tahun 2018 di Cinemaxx

Tidak ada komentar
credit

Ramaikan momen pergantian tahun dengan 5 film bioskop paling ditunggu-tunggu berikut ini
Tahun baru sebentar lagi tiba. Bagi Anda yang belum memiliki agenda untuk merayakan momen pergantian tahun, cek jadwal Cinemaxx dan temukan 5 film bioskop keren yang trailer-nya sempat viral di dunia maya. Apa sajakah 5 film tersebut? Berikut informasinya.

1.     Aquaman: Menghadirkan Cerita dari Negeri Atlantis
Ini dia film bertema super hero yang diadaptasi dari DC Comics. Banyak dinantikan oleh penggemar, Aquaman bercerita mengenai sosok Arthur Curry yang diperankan oleh Jason Momoa. Bersama Hera (Amber Heard), Arthur berusaha untuk menyelamatkan dua kehidupan (daratan dan lautan) sekaligus dari ambisi Orm—saudara tiri Arthur. Konfliknya pun semakin menegang ketika Arthur bertemu dengan sosok lain yang tak kalah jahat dengan Orm yaitu Black Manta. Bagaimana kelanjutan petualangan Arthur dan Hera untuk mengalahkan ke dua sosok tersebut? Yuk, cek jadwal Cinemaxx dan temukan jawabannya.

2.     Mortal Engines: Film yang Diadaptasi dari Novel Karya Philip Reever
Satu lagi film Hollywood terbaru yang akan mengisi minggu-minggu terakhir sebelum tahun 2019 tiba. Diperankan oleh Hera Hilmar, film Mortal Engines bercerita mengenai karakter Hester Shaw yang berjuang menghadapi kekacauan bumi di masa Apocalyptic. Film ini diadaptasi dari novel Philip Reeve dengan judul yang sama. Dalam trailer-nya, Mortal Engines banyak menyuguhkan adegan aksi yang mendebarkan. Belum lagi efek audio dan visual yang membuat film ini begitu hidup. Untuk Anda yang ingin memeriahkan momen akhir tahun, menonton film ini di bioskop bisa menjadi pilihan yang tepat.

3.     Bumblebee: Awal Kisah Si Mobil VW Kuning di Film Transformers
Kalau Anda penggemar film fiksi Transformer pasti sudah tak asing lagi dengan karakter bernama Bumblebee bukan? Bumblebee merupakan robot berwarna kuning dan menjadi bagian dari  Autobots. Film yang disutradarai oleh Travis Knight ini dijadwalkan tayang pada 21 Desember mendatang, Menurut kabar, Bumblebee akan jadi kisah terakhir dari film sekuel Transformer. Dengan setting tahun 1980-an, Bumblebee muncul sebagai sosok VW Beetle yang bertemu dengan Charlie Watson (Hailee Steinfeld) dan mereka pun saling melengkapi.

4.     Mary Poppins Returns: Kisah Dongeng dengan Setting Tahun 30-an
Dirilis tanggal 19 Desember mendatang, Mary Poppins Returns bercerita tentang pengasuh anak yang memiliki kekuatan sihir. Kali ini  Mary Poppins kembali ke keluarga Banks untuk membantu mereka dari ancaman kehilangan rumah. Dalam trailernya terlihat bahwa film ini dikemas secara apik dengan mengambil gambar London tahun 1930-an sebagai latar cerita  serta memberikan sentuhan animasi yang menarik.

5.     Widows: Cerita Balas Dendam Para Janda
Widows mengisahkan tentang 4 janda yang melakukan balas dendam atas kematian suami mereka yang mengenaskan. Diperankan oleh Viola Davis, Michelle Rodriguez, Elizabeth Debicki, dan Cynthia Erivo, ke empatnya pun harus berhadapan dengan polisi korup dan mafia. Aksi balas dendam berupa saling tembak dan baku hantam tak terelakkan. Mampukah ke empat janda ini menyelesaikan masalah mereka? Temukan jawabannya di film Widows yang sudah tayang di Cinemaxx.

Sudah tahu film mana yang akan Anda tonton? Nah, kini saatnya memesan tiket. Tak perlu antre di depan loket, sekarang pembelian tiket Cinemaxx bisa Anda lakukan dengan mudah di Traveloka. Selamat menonton dan jangan lupa selalu rutin cek jadwal Cinemaxx untuk mengetahui jam tayang film-film terbaru.

5 Barang Wajib Ada Di Tas

Tidak ada komentar

Hiya, tas kuning mencrang selalu mencuri perhatian. Apalagi jika tabrak warna sama outfit yang saya pakai. Ini nyentrik karena tas-nya ya itu-itu aja. Saya juga heran kenapa dulu milih warna tas yang kuning, bukan hitam?
Entahlah hahaha.

Yang penting sesuai instruksi Blogger Perempuan challenge, saat ini membahas 5 barang yang wajib ada di tas ala saya.

1. Handphone dan Chargernya, diusahakan juga ada kuota data. Jaga-jaga jika jauh dari wifi.

2. Dompet dan segala isinya. Mulai duit, SIM, KTP sampai Kartu Nama.

3. Notebook kecil dan pulpennya. Buat mencatat cepat hasil olah pikir, biasanya berupa Mind Map. Dan timeline rencana program ke depan.

4. Tisue kering atau basah. Makin gede anakku, makin lupa bawa ini.

5. Air minum dalam botol. Bisa rada kuat nahan lapar, kalau haus wah wassalam. Beli air juga kadang rasanya aneh atau mahalnya nggak ketulungan. Mending bekal sendiri deh.

Dengan 5 barang ini, di manapun saya berada, bisa merasa aman.