Hi, I'm Heni, welcome to my blog

Sharing Tentang Coding Kids di SEA MORNING SHOW - SEA Today Channel

Menjadi Koordinator Coding Mum Disabilitas Surabaya 2018

3 komentar
Sebuah pengalaman yang menarik menjadi Koordinator Daerah Coding Mum Disabilitas.

Coding Mum Disabilitas adalah sebuah program belajar coding untuk sahabat disabilitas atau difabel yang diselenggarakan oleh BEKRAF (Badan Ekonomi Kreatif) Indonesia. Sebelumnya Bekraf membuka Coding Mum yang menyasar target ibu rumah tangga yang bekerja di rumah. Keduanya mengusung tema yang sama yaitu melek digital literasi. Artinya program belajar ini mencoba mengenalkan sebuah dunia baru di era digital yaitu bahasa pemrograman. Nah, materi awal yang coba dikenalkan adalah pemrograman untuk membuat website dari nol. Atau bisa dibilang dengan istilah Make A Website from Scratch.

Saya sendiri adalah alumni dari Coding Mum Surabaya Batch 1 tahun 2016. Setelah mengikuti program ini, saya dan beberapa teman membuka kelas belajar coding untuk ibu-ibu dan selanjutnya juga untuk anak-anak.

Mungkin melihat konsistensi saya untuk menggulirkan kembali semangat belajar coding untuk berbagai kalangan terutama perempuan dan anak, maka pihak Bekraf menghubungi saya dan mengajukan tawaran untuk menjadi koordinator daerah Coding Mum Disabilitas Surabaya 2018.

Tentu saja, tanpa berpikir lama saya langsung mengiyakan tawaran itu dan tak peduli akan sesulit apa atau bakal seberhasil apa. Pokoke budal, kalau kata orang Surabaya ya.

Kinerja saya dimulai dengan tugas mencari lokasi belajar yang nyaman dan fasilitasnya cocok untuk pelatihan coding. Lalu publikasi program dalam rangka rekruitmen mentor dan mencari peserta. Untuk melakukan hal ini saya dibantu oleh pihak Kolla dari Jakarta, yang merupakan event organizer dari pihak Bekraf.

Mencari peserta difabel itu PR banget bagi saya yang sama sekali tak pernah bersinggungan dengan pihak mereka dalam acara apapun selama ini. Karena tidak punya koneksi awal, saya pun mengirimkan pesan broadcast ke berbagai grup whatsapp yang saya ikuti. Mulai SCCF, UMKM Surabaya, Blogger, Grup Guru Belajar Surabaya, alumni sekolah dan bahkan wali murid sekolahan anak-anak saya.

Alhamdulillah dengan cara ini, saya mendapatkan satu per satu nomor kontak pihak terkait yang bisa dihubungi. Mulai dari guru SLB, interpreter bahasa isyarat, ketua komunitas disabilitas dan dosen PLB (Pendidikan Luar Biasa). Semuanya saya hubungi dengan sangat intens. Termasuk satu per satu nama yang mendaftar di link google form yang dibuat oleh pihak Kolla.

Deg-degan tiada tara. Dan di awal kerja saya mendapatkan pengalaman sangat berharga tentang perbedaan gaya bahasa ketika berhadapan dengan teman difabel. Intinya saya harus berhati-hati dalam menulis kata demi kata, sehingga tidak ada salah paham.

Karena menulis chat kepada teman tuli berbeda jauh dengan teman yang tuna netra. Cara menulisnya, susunan bahasanya, bahkan tanda baca yang digunakan sempat membuat saya kaget.
Tapi, mbak Gita, mentornya mentor dari pihak Kolla memberikan masukan bahwa itulah yang harus saya hadapi. Saya harus bisa menyesuaikan diri.


Training of Trainer

Program CM Disabilitas ini dimulai dengan 2 hari pelatihan untuk calon trainer  yang disebut ToT (Training of Trainer). Isi pelatihan bukan semata mengajarkan tentang coding, karena tentu saja calon mentor sudah paham semua karena rata-rata mereka adalah programmer dan web designer. 

Pelatihan lebih ditujukan cara mengajar kelas yang harus berdampingan dengan interpreter bahasa isyarat untuk teman tuli. 

Berikut adalah contoh ketika mbak Gita memberikan arahan kepada calon mentor, 





Selama proses ToT, calon mentor saling berdiskusi tentang bagaimana agar pelatihan selama 8 hari ke depan itu berjalan lancar, menyenangkan dan semua peserta utuh sampai akhir. Tidak mrotoli satu per satu di tengah jalan. Nah, mbak Balqis, guru SLB dan interpreter bahasa isyarat memberikan ide bahwa suasana harus menyenangkan dan kita, calon mentor, harus bersikap layaknya keluarga kepada para teman difabel. Untuk itu dia dan mbak Ani, seorang programmer yang akhirnya menjadi asisten mentor, membuat video untuk mengajak teman tuli bersemangat belajar coding. Inilah videonya,




Setelah dua hari ToT , langsung dilanjutkan dengan pelatihan reguler Coding Mum Disabilitas Surabaya 2018. Peserta sejumlah 20 orang, terdiri dari teman disabilitas tuli, tuna daksa dan slow learner, serta beberapa guru SLB dan pemilik yayasan peduli ABK sebagai perwakilan dari pemerhati disabilitas. Di program kali ini, kami belum bisa memfasilitasi teman dari tuna netra karena terbatasnya fasilitas dan sumber daya manusia. Mohon maaf untuk teman tuna netra. Semoga ada program Blind Coding nanti yang bisa diselenggarakan di lain waktu. 





Cara mengajar adalah seperti di bawah ini, ada mentor utama yaitu kak Korniawan serta satu interpreter bahasa isyarat di depan kelas. Mereka bergantian "bicara" menerangkan isi materi. 




Jika ada peserta yang kesulitan, maka ada 3 asisten mentor yang siap membantu, yaitu kak Tika, kak Ani dan kak Yakup. Bahkan ada 2 asisten mentor volunteer, kak Yudhi dan kak Qurin,  yang baik hati mau datang dan juga membantu dalam beberapa hari. 





Berikut gambaran pembelajaran coding dengan interpreter mbak Balqis dan mentor kak Korniawan.



Alhamdulillah CM Disabilitas ini selesai pas waktunya dan hampir semua pesertanya selalu masuk kelas. Ada beberapa yang absen karena harus menempuh ujian di sekolah. Atau peserta tuna daksa yang absen karena pendampingnya tidak bisa mengantar. 

Untuk mengatasi absennya peserta, kami memberikan forum tanya jawab di grup whatsapp. Dan saya berusaha merekam dengan baik sesi pelajaran yang diberikan, lalu membaginya di grup. Jadi saya selama pelatihan kerjanya jadi tukang foto dan tukang rekam video. Selain juga mengurusi printilan kebutuhan logistik dan harian selama acara. Misalnya kabel olor colokan listrik, tatanan kursi, layar dan projectornya, air minum, permen dan beberapa jajanan yang bisa dikunyah dan lain sebagainya. Ya namanya juga koordinator :)

tukang foto modal hape dan tripod dari jaknot 

Di sesi akhir pelatihan adalah presentasi. Semua peserta maju untuk presentasi. Sungguh mengharukan tapi tak ada satu pun yang berlinang air mata. Karena suasana begitu meriah dan rame. Khas Suroboyoan banget. 



Semua bersemangat dan bahkan presentasi kami diposting di instagram pribadi bapak Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF).


Coding Mum Disabilitas: Coding Mum Disabilitas Surabaya telah ditutup hari ini. Sebanyak 18 peserta Coding Mum Disabilitas mempresentasikan website hasil pelatihannya selama ini. Pelatihan coding yang diselenggarakan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerjasama dengan PT Kolaborasi Ide Kreatif (Kolla Space) sudah dimulai sejak tanggal 19 April hingga 3 Mei 2018 di Rumah Kreatif BUMN Mandiri Surabaya. Kegiatan diikuti oleh peserta disabilitas yang memiliki minat untuk mempelajari coding. Ketiga juri yang hadir adalah Ibu Farida dari ITATS, Bapak Amin dari perwakilan BEKRAF dan Ibu Gita Citra dari Kolla Space. Peserta mayoritas adalah siswa SLB yang berasal dari Gresik dan Surabaya. Peserta dari Gresik setiap hari pulang pergi dari Gresik ke Rumah Kretif BUMN Surabaya dengan jarak tempuh lebih dari 1 jam. Berikut video pendek dari salah satu peserta dan beberapa foto.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Triawan Munaf (@triawanmunaf) pada


Beberapa hari sebelum akhir pelatihan, kami mendiskusikan tentang program selanjutnya dari pelatihan ini. Dan alhamdulillah, mentor dan peserta sama antusiasnya ingin belajar terus. 

MENTOR, JURI, PESERTA Coding Mum Disabilitas Surabaya 2018

Begitulah secuplik pengalaman berharga saya ketika meng-handle Coding Mum Disabilitas Surabaya 2018. Cerita lengkapnya banyak banget sebenarnya. Bahkan layak dijadikan novel atau drama beberapa episode. Karena banyak sekali yang terjadi saat itu. Termasuk adanya visualisasi kepala perempuan tanpa jasad, yang sedang ikut kelas Coding Mum mulai awal sampai akhir, tapi hanya bisa disaksikan oleh satu peserta tuli . Hiyyy.... 






Kini Anak Bisa Bikin Game Sendiri di Kelasku Digital

1 komentar
Suasana Coding Kids di Kelasku Digital
"Aduh, anakku kecanduan game. Bisa hancur masa depannya nanti!"

Ekspresi putus asa dan greget ini biasanya diungkapkan orang tua ketika mereka merasa tidak bisa berbuat apapun untuk MENGHENTIKAN kegemaran anak-anaknya bermain game.
Saya sendiri pun mengalaminya. Dengan hadiah berupa 2 anak laki-laki yang gemar sekali main game, masa saya jadi mamah muda, harus mati-matian mencari cara untuk menghentikan anak main game tadi.

Wih kalimat ini panjang bener ya. Maaf. Sekarang pada tarik nafas deh.
Usaha saya yang bertahun-tahun itu, ga ada hasilnya. Anak saya tak bisa lepas dari game. Dan malah emosional, gampang ngamuk kalau ada masalah keciiil banget di rumah.
Saya nyaris menyerah, mau membiarkan saja anak berbuat sekehendak hatinya. 

Dalam bahasa Spanyol bisa disebut, "Sak karepmu wis nak!!!"

Untunglah, ada sejumprit sel neuron di otak saya dan seimprit bisikan hati saya yang mengatakan, "bagaimana kalau nih bocah diarahkan untuk MEMBUAT GAME".

Dan lalu, bergerilyalah saya di jelajah mbah Google, mencari "tempat kursus game anak Surabaya murah meriah bahagia".
*google bete kali ada yang search dengan kata kunci sebanyak itu :)

Dan hasilnya adalah...<<<<zonk>>>

Ada studio animasi, tapi ga nerima peserta anak kecil. Atau ada kursus komputer anak, tapi bayarnya harus satu paket yang nilainya jutaan rupiah.

Akhirnya, saya dan suami mencari cara yang paling bisa kami lakukan, yaitu:
1. Membelikan komputer
2. Memberi aturan bahwa:
A. Hanya boleh main game di komputer
B. Game harus tidak porno, sadis, horor
C. Dilarang main game di PS, Nitendo, dll

Tujuan kami adalah agar setelah capek main game, anak bisa nguprek komputer itu untuk belajar hal lain. Minimal buka ms.words atau Paint.
Sekitar 9-10 tahun lalu, 2007, untuk mendapatkan game "berat" harus beli CD di THR (sekarang disebut Hi Tech Mall).
Untuk main game online, masih terbatas karena belum punya modem apalagi wifi.

Waktu berlalu, ternyata anak saya beneran nguprek komputer selain main game. Singkat cerita, si sulung memilih sekolah di SMK jurusan pemrograman, karena ingin jadi programmer.

Alhamdulillah strategi berhasil.
Saat ini, saya masih melihat masalah yang sama untuk anak-anak kecil terhadap game yang makin canggih dan menarik. Orang tua makin panik, tak tahu bagaimana membendung kehebatan anaknya memainkan gadget untuk gaming.

Dengan niat menjadi bagian dari solusi dan kebetulan bertemu dengan penggagas kursus game anak, maka saya membuka Kelasku Digital di Surabaya. Update informasi bisa dilihat di instagram @kelaskudigital

Dengan pengalaman yang sama, saya yakin program coding kids di Kelasku Digital ini, bisa jadi jalan anak-anak gamer mengasah kreatifitasnya. Dan tidak ada lagi kalimat pedas ortu yang panik ketika melihat anaknya bermain game. Melainkan ortu bisa seiring sejalan mengenal kemajuan teknologi bersama si buah hati.

Ayah, bunda, kini saatnya mengarahkan putra putri kita menjadi Pembuat Game, bukan hanya Pemain game. Semoga dari sana, mereka mulai tertarik dengan dunia pemrograman. Sehingga kelak mereka bisa menjadi TEKNOPRENEUR yang andal. Amin.

Ingin tahu detil kelasnya?
Chat langsung di bit.ly/infokelasku

ROADSHOW CODING MUM SURABAYA

1 komentar
Coding Mum itu ngapain sih mbak Hen?
Emak-emak ngoding beneran?
Dari nol gitu?
Pake HTML, CSS gitu?
Ngoding apa saja?

Kalau mau didaftar lagi, masih panjang pertanyaan tentang Coding Mum ya. Jawaban yang terus saya ulang adalah. "Lah namanya juga Coding Mum. Ya ngoding. Iya coding beneran. Masak ya di sana kita rujakan?" *ngikik

Emang sih, masih belum familiar gitu dengar ada Emak-emak bisa ngoding. Bisa bikin website dari nol. Apalagi bisa bikin aplikasi android/ios sendiri. Kata "CODING" aja menurut teman-teman, yang bapak-bapak programmer pun tampak berat. 

"Jangan ngerjain CODING, itu berat. Aku saja" 

Nah loh, ter-Dylan 1990-an :)

Jadi, supaya CODING ini terdengar familiar dan biasa-biasa saja, kami berinisiatif mengadakan 

ROADSHOW CODING MUM SURABAYA

roadshow coding mum surabaya
Ingin bisa membuat website anda sendiri?
Atau ingin tahu lebih lanjut cara membuatnya dengan HTML5 dan CSS3?
Sekaligus makin penasaran, Coding Mum itu ngapain aja?
Acara ini paling cocok untuk anda ikuti.
Roadshow Coding Mum Surabaya.
Anda akan bertemu alumni Coding Mum Surabaya Batch 1, yang ramenya ngangenin.
Mereka akan menularkan antusiasme belajar coding dan nguprek teknologi untuk kegiatannya sehari-hari. Ada dosen, guru, freelancer dan yang pasti para ibu rumah tangga yang sudah mulai melek teknologi, serta dapat job dan income baru setelah lulus dari sini. .
.
Tidak hanya itu, kita akan praktek bareng bikin website dasar bersama salah satu dari mereka. Jadi, ingat bawa laptop dan chargernya ya.
.
.
Kalau sudah kenalan sama HTML5 dan teman-temannya, dijamin jadi jatuh cinta. Tunggu apa lagi, langsung daftar. Dan, Ayo Ngoding Mak! .
.
Detil acara:
Roadshow Coding Mum Surabaya
Minggu, 11 Februari 2018
Pukul 09.00 – 13.00 WIB
Di Rumah Kreatif BUMN Bank Mandiri Surabaya
Jl. Chairil Anwar 20 Surabaya (dekat Masjid Rahmad Kembang Kuning). .
.
Fasilitas:
- Snack
- Makan siang
- Soft file modul
Investasi edukasi : Rp. 75.000,-
.
.
Info dan pendaftaran:
- 0878-5178-1356 (WA only)
- Klik langsung http://bit.ly/codingmumsurabaya
Instagram official: @codingmumsurabaya
(www.instagram.com/codingmumsurabaya)

APA ITU CODING MUM?

Coding Mum Surabaya Batch 1, tahun 2016

Coding Mum adalah sebuah program belajar coding untuk perempuan, yang diinisiasi oleh BEKRAF (Badan Ekonomi Kreatif). Program ini ingin memfasilitasi perempuan produktif di Indonesia, agar mempunyai skill di ranah digital dan pemrograman. Supaya kelak mendapatkan peluang baru untuk berkarya dan bekerja, dari rumah atau sebagai WORKING AT HOME MOM. Hal ini berkaitan erat dengan semangat pemberdayaan perempuan atau bahkan pemberdayaan ibu rumah tangga.

Dengan punya skill coding, para lulusan Coding Mum, bisa bekerja sebagai Web Designer atau Front End Programmer, baik secara freelancer (individu) atau bekerja di tempat lain yang membutuhkan. Coding Mum Batch 1, diadakan oleh Bekraf di beberapa kota besar di Indonesia. Lulusan dari batch 1 ini diharapkan akan membuka kelas belajar mandiri di kotanya masing-masing. Nah inilah yang sedang kami lakukan di Surabaya. 


Meet The Fasilitators

di meja depan (kiri ke kanan): Jelita, Tika, Heni, Lulus

4 orang lulusan Coding Mum Surabaya batch 1 ini, kemudian bersinergi menjadi FASILITATOR CODING MUM SURABAYA. Mereka adalah:
  1. Bu Jelita (dosen UNIPA)
  2. Bu Tika (Full time freelancer)
  3. Bu Heni (Blogger)
  4. Bu Lulus (Guru SD Muhammadiyah)
Keempat orang ini, yang akan menyediakan energi, waktu dan pikirannya untuk bisa mengembangkan komunitas belajar coding dan pemrograman yang ramah untuk perempuan dan anak-anak di Surabaya dan sekitarnya.

Coding Mum Surabaya, mempunyai rencana besar membuka kelas belajar:

  1. Web Design
  2. Mobile App (android/ios)
  3. Coding Kids (game & animasi)
  4. Coding Camp (why not? *big dream nih) 
Untuk bisa mewujudkan rencana ini, para fasilitator harus berkolaborasi dengan berbagai pihak. Jika anda tertarik dengan program ini, baik sebagai peserta atau pengajar, silahkan langsung kontak kami ke Coding Mum Surabaya.




WOW! Diapers Bekas Bisa Jadi Media Tanam dan Sumber Energi Terbarukan

5 komentar
"Gubernur Jatim digugat karena limbah popok bayi"
Headline berita di televisi itu membuat saya kaget. Wah, kok baru dengar beritanya ya. Sebagai emak-emak biasa alias orang awam masalah hukum. Saya kaget juga kenapa pak Gubernur yang dituntut. Dari benak saya langsung terbersit saja spontan gitu, bukannya ini salah kita semua ya?
Yang pasti paling bersalah menurut saya, ya orang yang membuang popok bayi bekas pakai itu ke sungai atau kali Surabaya. Kok ya mentolo kalau kata orang Jawa. Kok ya tega. Berita lengkapnya seperti berikut ini:



Langsung juga saya teringat bahwa hampir setahun lalu, saya membuat draft tulisan tentang teknologi untuk mendaur ulang popok bayi sekali pakai, atau lazim disebut diapers. Catatan saya yang ditulis manual di buku itu, hilang entah kemana. Akan tetapi konsep teknologi itu masih saya ingat. Dan pasti akan mudah juga untuk melacaknya kembali melalui strategi browsing :)


Baiklah, lanjut ke persoalan menangani sampah diaper atau popok sekali pakai. Sebentar, saya mau ambil nafas dulu karena mengulik persoalan sampah, lingkungan dan kesehatan biasanya butuh nafas yang panjang. Karena hal ini tidak bisa diselesaikan dalam satu kali gebrakan apalagi hanya dengan menulis satu artikel saja. 

Saya mau curhat dikit, kalau sering terperangah dengan kebiasaan dan juga keberanian sebagain mamah muda zaman now, untuk memakaikan diaper pada bayinya yang baru lahir, selama 24 jam sampai anaknya menjelang saat harus bisa ke toilet secara mandiri.

bayi dan diapers
Terperangah, karena kalau dulu, jaman saya melahirkan bayi, pasti ada larangan begitu rupa untuk bayi lahir, termasuk penggunaan popok. Biar kata kita, emaknya, jadi capeknya luar binasa, tuh bayi lahir harus dikenakan popok kain yang harus dicuci jika kotor. Saya menggunakan diaper hanya untuk saat yang sangat genting. Misalnya mau imunisasi ke dokter. Atau ada perjalanan dari rumah menuju rumah kakek nenek dari anak saya. Atau kepepet banget, popok kain belum ada yang kering, dan itu musim hujan berkepanjangan. Susah bookk, tapi ya itulah jaman saya. 

Nah, dengan kebiasaan baru para sebagian mamah ini, bisa terhitung berapa jumlah diaper bekas setiap harinya ya? wih nggak kebayang. Pantesan di Kali Surabaya aja tercyduk sampai 200 kg popok bekas. Kalau 200 kg daging sapi, kan lumayan tuh dijadikan bakso jadi berapa butir? *alur berpikir emak-emak banget dah #peace.

Oke baiklah, saya tidak ingin memicu polemik penggunaan diaper ya. Karena anak saya udah pada berkumis, jadi ini bukan ranah saya lagi. Tapi ijinkan saya membagi hasil browsingan tadi, bahwa ternyata DIAPER BEKAS ini bisa diolah loh say. Bisa dijadikan ini, itu bahkan anu. Lengkapnya saya tuliskan per poin dan dalam kalimat yang sederhana ya. Biar bisa dicerna kalimatnya sambil nunggu mesin cuci anda bekerja :)

1. Diapers Bekas  Diolah Menjadi Media Tanam

Nah loh, keren kan ya. Prinsipnya begini nih. Di dalam diapers, kan ada gel. Gel ini biasanya bertugas menyerap cairan, atau air pipis anak-anak kita, sehingga nanti tidak mbleber kemana-mana. Nah, kabar baiknya, gel ini masih bisa digunakan kembali. Jika dikeluarkan dari diaper dan dicampurkan ke media tanaman, seperti humus, kompos dan sebagainya, akan membantu penyerapan air lebih baik lagi. Air lebih awet nancep di media tanam itu gitu. Jadi misalnya kita ninggalin rumah beberapa hari, tanaman kita nggak akan kering kerontang kehabisan air. Ada gel dari bekas diaper tadi, yang mengeluarkan air sedikit demi sedikit untuk tanaman kita. 

Bagaimana caranya?
Anda bisa lihat di Kabar Tani dan Instructables.com 

Cara ini sudah diterapkan dan berhasil loh di Malang, beritanya di Surabaya Tribun News
Media Tanam dari Pampers Bekas di daerah Malang
Malah ada beberapa pelajar Mts di Lamongan, melakukan penelitian untuk membuat media tanam hidroponik dari bekas diaper ini, seperti yang dilansir di NEWS DETIK COM


Nah, kece kan??
Jadi, ibu-ibu, bapak-bapak, pengelola Day Care dan semua yang terkait dengan penggunaan pospak (popok sekali pakai) atau diapers ini. Coba ikuti beberapa langkah daur ulangnya. Yang pasti pertama, popok sekali pakainya dicuci bersih dulu ya. Buang kotoran terkait di toilet. Lalu sampah diapernya dibredeli alias dibongkar kapasnya dan gelnya. Untuk digunakan lagi jadi media tanam. Bisa dicampur kompos, bisa juga langsung tuh kayak para pelajar MTs. 

Aih jijik atuh... ya jangan jijik lah, daripada dibuang di sungai. Nanti air PDAM yang mengalir ke rumah-rumah kita, jadi kecampuran isinya diapers dong ah. Jijik mana hayo?

Nah, kalau ide pertama bisa dilakukan secara individu. Ide selanjutnya butuh campur tangan dunia industri dan permesinan. 

2. Ide Mengolah Diaper Bekas Menjadi Sumber Energi Baru

Idenya keren bin beken banget kan ya. Diaper bekas jadi sumber energi loh. Kalau bisa terjadi, kita nggak bakalan ngeri kalau stok minyak bumi di dunia ini habis kan? 

Beritanya itu saya baca website ASIA NIKKEI,

Cuplikan beritanya seperti ini:
TOKYO -- Japan's Unicharm, a manufacturer of disposable hygiene products, has developed technology that generates electricity from the waste water produced when recycling disposable diapers.
The breakthrough comes amid company efforts to create a full recycling system for soiled diapers. According to Unicharm, the technology improves the energy efficiency of diaper recycling by using the electricity it generates to power other parts of the system, namely the ozone processing component.


Unicharm ini bisa dibilang perusahaan yang membuat produk diapers dan pembalut lain sekali pakai. Karena bertanggung jawab juga dengan efek produknya, ada tantangan di perusahannya tentang bagaimana cara mengolah kembali produk mereka yang sudah jadi sampah. 

Konsep dengan alur ini, intinya adalah memanfaatkan proses daur ulang sampah diapers saat pencucian, dengan memanfaatkan mikroba. Lalu hasilnya diarahkan supaya bisa menjadi sumber energi. Jadi seperti konsep pembentukan biofuel atau sumber energi dari bahan alam. Hasilnya biasanya nanti berupa bio-etanol. 

*Jadi ingat waktu berkunjung ke LIPI KIMIA di PUSPIPTEK Serpong. Saya bertugas menuliskan artikel tentang ini nih, Energi Terbarukan. Dan saya menulis tentang bioetanol dari limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit. 
Kalau pengen baca tulisannya, harus cari bukunya berjudul Inovasi Anak Negeri, yang hanya bisa didapatkan di Puspiptek ya. Jadi ayo berkunjung kesana, kalau perlu ajak saya. Eh. 

Kembali ke konsep pengolahan diaper bekas tadi, ada juga ide lain yang tak kalah menariknya. Yaitu mengubah diaper bekas menjadi pellet bahan bakar. Di Jepang juga idenya ini djalankan. Jadi ada mesin khusus yang bisa mengolah diaper bekas untuk para orang dewasa di rumah sakit, kemudian diubah menjadi pellet bahan bakar.

Membayangkan mudahnya begini, kita biasanya tahu kan ARANG alias batu bara? nah itu kalau dibakar kan bisa jadi bahan bakar kompor. Arang ini ada yang dibentuk pellet kecil-kecil gitu kan. Dan juga banyak penemuan untuk membuat pellet arang dari daun kering. Nah, karena diapers ini bahannya juga berasal dari kayu, alias bahan organik sebenarnya, jadi bisa diterapkan hal yang sama. Tahu kan ya, kalau kertas, tisue, bahan pembalut wanita, bahan diapers yang putih-putih itu terbuat dari kayu?

Mekanisme pengolahan diaper menjadi pellet energi

Pellet yang dihasilkan, lalu dibakar dan bisa dimanfaatkan berbagai cara.

Menurut kisah lengkapnya di website CNET, , jadi diaper orang dewasa di rumah sakit itu, akan diambil oleh para ROBOT khusus. Lalu dimasukkan ke MESIN khusus juga. Untuk kemudian menjadi pellet energy tadi. 

Dua ide ini keren kan ya? air mencuci diaper yang kotor itu bisa diolah jadi sumber energi, begitu juga ampas diapernya yang sudah bersih bisa dipres dijadikan pellet energy. Saya sih yakin ya jika kelak Indonesia bisa ikut mengadopsi cara ini untuk mengatasi persoalan sampah dari diapers bekas. Tentu untuk melakukan penelitiannya akan lebih efektif dilakukan oleh para peneliti ahli di Puspiptek. Di sana ada berbagai disiplin ilmu penelitian yang bisa dijadikan pendekatan untuk mengatasi masalah ini. Kalau dari mekanisme pembuatan pellet energy dan pemanfaatan air bekas diaper, sepertinya pendekatan kimia dan biologi bisa dilakukan dalam topik mencari sumber Energi Baru dan Terbarukan. Jadi semacam mencari sumber energi selain minyak dan gas bumi. 


Jika sampai proses ini bisa terlaksana dalam skala rumahan, terbayang daur ulang diaper bisa menjadi sumber energi rumahan. Selain bersih dan hemat, tentu lingkungan akan sangat terjaga dengan konsep ini. Memikirkan lingkungan ternyata idenya bisa sekeren ini. Setuju kan?

Browsing Sambil Berdonasi di Geevv Com

3 komentar
Browsing sambil berdonasi? maksudnya gimana?
Ya, konsep ini menarik sekali. Ternyata ada sekelompok anak muda Indonesia yang membuat aplikasi mesin pencari, untuk dikolaborasikan dengan konsep sosial untuk berdonasi. Kok bisa? caranya bagaimana?

Nah, awalnya berita ini saya baca sekilas di satu grup komunitas kreatif di Surabaya yang saya ikuti. Kemudian berita yang sama muncul di televisi, walau sayang sekali saya hanya melihat sesi terakhir sebelum closing. Tapi keduanya mengangkat satu aplikasi yang sama, bernama GEEVV.

Anda bisa mulai mencari tahu dengan cara membuka browser di laptop, komputer atau smartphone. Bisa menggunakan browser: Google Chrome, Mozilla Firefox, dan lainnya. Kebetulan di berbagai gawai saya terpasang browser yang sama, yaitu Google Chrome.

Di kolom url, tuliskan www.geevv.com . 
Nanti akan muncul tampilan seperti ini. 









Nah, GEEVV ini adalah semacam mesin pencari. Cara kerjanya seperti biasa saja, ketika kita ingin mencari informasi di google. kita tinggal mengetikkan kata kunci atau kalimat yang ingin dicari. Begitu juga di Geevv. Bedanya, disini ada hitungan poin dan rupiah yang menunjukkan seberapa banyak anda telah berdonasi.

Jadi secara sederhana, sistim kerja Geevv adalah, ketika anda BROWSING, otomatis anda akan BERDONASI. Artinya, setiap kata kunci yang kita cari dan kita ketik di kolom PENCARIAN, itu akan menambahkan poin jumlah rupiah dari akun kita. Jumlah ini akan didonasikan oleh pihak Geevv.

Contohnya seperti ini, saya sedang mencari informasi cara mendaur ulang diapers. Ini karena baru saja saya melihat berita di televisi bahwa bapak Gubernur Jatim dituntut warga karena sampah diapers di sungai Surabaya mencemari lingkungan.

Saya buka www.geevv.com.

Lalu mengetikkan how to recycle diapers  di kolom search.

Dan hasilnya adalah sebagai berikut :


Hasil browsing, menunjukkan beberapa link ke website terkait. Jika saya klik, akan mengarah ke website tersebut, seperti halnya prosedur browsing biasa di google dan search engine lainnya. 

Kalau anda amati lagi, ada link paling atas yang tidak ada kaitannya dengan kata kunci yang saya masukkan.
Ada tulisan Indonesia Berkurban bersama Global Qurban. Yang kalau diklik akhirnya mengarah ke website yang kalau diamati, ini maksudnya kayak iklan jualan. Dan itu memang benar. ada tulisan berwarna hijau kecil, yaitu Ad. Itu maksudnya link atas adalah iklan, atau Ad (advertising). Disinilah Geevv.com mencari dana untuk menjalankan aplikasinya. 

Kembali ke konsep Browsing sambil Berdonasi tadi, saya ingin membuktikan bahwa hal ini benar berjalan di aplikasi Geevv. Maka saya buka lagi laman www.geevv.com. Dan benar, semula poin donasi saya yang ada di pojok kanan atas hanya Nol Rupiah. Sekarang dengan sekali browsing, sudah bertambah 10 rupiah. Bayangkan jika saya yang memang kerjaannya butuh browsing bisa ratusan kali sehari. Maka sehari saya bisa berdonasi lebih dari 1000 rupiah. dalam satu bulan saya bisa berdonasi sebanyak 30.000 rupiah. Jika teman saya, sesama pegiat online di Surabaya, yang bekerja aktif di internet dengan mengandalkan mesin pencarian, ambil kata 100 orang saja. Maka dalam 1 bulan, kami semua bisa mendonasikan sejumlah 3.000.000 rupiah. 

Saya tak bisa membayangkan jika konsep aplikasi ini berhasil, maka bisa menjadi alat yang sangat efektif untuk berdonasi, mengumpulkan rupiah demi rupiah. Yang kemudian uangnya bisa dialokasikan menjadi projek yang sangat berguna baik di bidang kesehatan, pendidikan atau pemberdayaan ekonomi bangsa. 

Wah jadi pengen ketemu langsung para founder Geevv ini deh. Keren banget mereka. 

Ini kali keempat saya mencoba browsing dengan Geevv. Yang kali ketiga sempat berhenti karena aplikasinya sedang diperbaiki. Kalau diamati juga, memang masih ada kalimat BETA di dekat kolom pencarian. Itu artinya, aplikasi tersebut masih belum tuntas selesai. Masih ada trial dan revisi sana sini untuk menyempurnakan. Pembuat aplikasi biasanya ingin mendapatkan masukan dari pengguna, ketika sudah melaunching aplikasinya yang masih dalam taraf BETA. 
jadi BETA disini bukan maksudnya SAYA atau nama seorang Komika ya *LOL

Nah, supaya selanjutnya ketika saya browsing bisa lebih mudah menggunakan GEEVV, tanpa harus ketik www.geevv.com terus. Saya memilih untuk mentatur Geevv menjadi Default Browser. Maka saya klik PASANG, pada gambar seperti yang di atas kalimat ini. Kemudian kita akan diarahkan ke CHROME WEBSTORE (jika menggunakan browser google chrome). Atau itu TOKO APLIKASI di google chrome. 
Langsung saja klik icon biru yang ada tulisannya, TAMBAHKAN KE CHROME. 


Ikuti saja dengan tabah untuk proses instalasi selanjutnya. Kemudian akan muncul gambar seperti ini. Yang artinya untuk memastikan bahwa anda benar-benar akan memasang EKSTENSI GEEVV di browser chrome anda. Klik saja TAMBAHKAN EKSTENSI.


Awalnya akan muncul, Ekstensi anda akan ditambahkan. Kemudian kalimat ini hilang, dan muncullah otomatis LOGO GEEVV di sudut kanan atas browser. Seperti yang tampak di gambar di bawah ini ya. Yang saya lingkari warna merah. 


 Kalau sudah ada logo itu, maka Geevv terpasang sebagai ekstensi di chrome anda. Ketika anda membuka TAB BARU di browser, maka laman Geevv ini akan otomatis terbuka.  Dan selanjutnya anda tinggal browsing browsing browsing sambil menambah poin donasi anda.

Selamat mencoba ya. Semoga bermanfaat.

Wireless-N USB Adapter

Tidak ada komentar
Pada suatu hari, laptop anak saya error. Dia bilang kalau laptopnya itu tidak bisa menangkap sinyal wifi internet yang nirkabel. Kebetulannya lagi port untuk nancepin kabel LAN langsung ke laptop juga error. Mungkin masalah bisa selesai kalau laptop masuk ke tukang service. Akan tetapi ini tidak masa liburan. Jadi anak saya butuh tiap hari memakai laptopnya karena tiap hari ada aja materi pemrograman di sekolahannya, SMK Telkom Darul Ulum Jombang. 

Anak saya bilang, masalah ini bisa diatasi dengan "donggle wifi" itu istilah yang dia tuliskan ketika chatting pada kami. Alhasil, si bapaknya, alias suami saya langsung mencari alat tersebut dan ketemulah alat ini. Ternyata namanya adalah WIRELESS USB ADAPTER.


USB Wireless adalah suatu perangkat jaringan yang bertugas untuk membagi koneksi Wi-Fi dari satu PC ke PC lain. Fungsinya:
1.    Dapat melakukan swapped antara laptop dan desktop dengan cepat dan mudah.
2.    Dapat mengaktifkan laptop untuk terhubung ke jaringan nirkabel.

wireless usb adapter
Harga 55ribu , beli di Jakarta Notebook 

Kalau beli alat ini, akan dapat USB Adapter dan minidisk Wifi Drivernya. Kebetulan laptop anak saya itu ada DVD Roomnya, jadi bisa langsung menginstall driver. Saya nggak tau caranya ya kalau misalnya ingin memakai usb adapter di netbook yang nggak ada DVD roomnya. Mungkin harus ke warnet dulu, trus copas file dari minidisk, baru deh masukkan ke laptop netbook dan menginstallnya. 

wireless usb adapter

Namanya juga USB Adapter, jadi alat ini ditancapkan ke port USB pada laptop atau PC anda. Nah, awalnya hanya laptop anak saya yang memakai alat itu dan hasilnya bagus, bisa menangkap wifi lagi. Lalu saya pikir akan butuh alat serupa untuk PC All In One saya yang kurang bisa menangkap wifi karena kamar saya jauh dari lokasi modem. 

Untuk selingan bisa baca kisah saya mendapatkan PC ini ya :)

mini disk untuk install wifi driver

Ini penampakan minidisknya, jadi model CD tapi kecil ukurannya. Masukkan saja pada DVD Room di PC atau laptop. Kemudian buka Foldernya di Window Explorer dan ikuti langkahnya untuk instalasi driver wifi.


wireless usb adapter


Selesai install, PC di -restart dulu. Dan kemudian siap dipakai. Hasilnya alhamdulillah, sinyal wifi di PC saya jadi lebih kuat setelah memakai USB Adapter ini. 

Kalau di rumah ada masalah yang sama terjadi dengan proses menangkap sinyal wifi pada gawai anda, mungkin bisa mencoba menggunakan USB Adapter ini ya. Semoga bermanfaat.