Hi, I'm Heni, welcome to my blog

Sharing Tentang Coding Kids di SEA MORNING SHOW - SEA Today Channel

Biar Data Hosting Nggak Cepet Penuh, Compress Ukuran Gambar Dengan TinyPNG

6 komentar
"aku harus resize foto dulu mbak, biar blogspot nggak gampang penuh"
Eh..bener juga ya kata teman saya sang beauty blogger ini. Waktu itu kami ngobrol tentang kebiasaan ngeblog itu dimana? saya jawab, kalau emak-emak kayak saya gini ya biasa ngeblog pakai hp aja. Atau tablet 7 inch yang sekaligus saya jadikan hape gitu.

Kenapa?
Ya biar praktis aja. Saya potoin subjek materi ngeblog. Diedit pake PicsArt. Langsung buka browser. Buka blogger.com. Yasudah, isilah kolom postingan disitu. Saya ngeblog pake hape, di waktu senggang yang saya bisa. Kadang sambil nungguin mesin cuci selesai bekerja. Kadang di pelataran parkiran sekolahan sambil nunggu anak saya keluar dari sekolah. Atau sambil njagain ponakan saya di rumah adek. Apapun lah, pokoknya ada waktu senggang.

Nah, teman saya itu bilang, kalau dia harus pakai laptop ketika ngeblog. Karena dia sukanya mengedit gambar di photoshop sekaligus meresize ukuran gambarnya biar nggak terlalu gede. Karena sebagai pengguna hosting gratisan dari blogspot, kita kudu irit jatah kb yang disediakan oleh blogspot.

Saya coba cek ukuran gambar hasil memotret menggunakan kamera tab, eh bener gede ukurannya, hampir 1 MB. Kalau langsung dimasukkan ke blog, bisa-bisa penuh deh. Tapii, saya juga belum bisa kalau dikit-dikit kudu buka laptop. Maklum urusan emak-emak itu banyak bookk...

Untung saja saya nemu ini nih, TinyPNG.Com

Mudahnya Compress Foto Dengan TinyPNG.Com



tinggal buka saja www.tinypng.com lalu masukkan file gambar dan klik tinypng. Nanti otomatis, ukuran gambar akan di compress oleh si panda imut itu. Setelah selesai, gambar bisa diunduh atau disimpan di dropbox. Aman kan.


Saya coba cara ini di tablet smartphone saya, juga bisa. Nah, enak nih, urusan ngeblog makin mudah. Jatah hosting dari blogspot juga nggak cepet penuh karena kita keliru ngisi gambar berukuran besar. 

Semoga tutorial blog sederhana ini bisa bermanfaat bagi nusa dan bangsa ya..
Salam,

Heni Prasetyorini

Cara Termudah Memperpendek Link Tulisan URL Menjadi bit.ly

Tidak ada komentar
"eh rek, cara ngubah url jadi pendek kayak bit.ly/...... itu gimana sih?"
Sebenarnya sudah lama sekali saya penasaran, bagaimana bisa link tulisan kita di blog atau website hasil browsing itu kalau di share di status fesbuk, bisa jadi singkat aja, seperti ada tulisan bit.ly/.... . Biasanya juga saya langsung aja browsing ke Google, cari tahu caranya. Entah kok lupaa melulu dan saat itu spontan saya bertanya setelah melihat url link pendek milik orang lewat di timeline fb saya.

Nah, pas kemarin saya coba tanya ke teman di grup blogger. Ehh, malah pada ngikik semua. Dikirain saya cuma guyonan, cuma ngetes teman-teman dengan pertanyaan itu. Hihihi, saya juga ikutan ngikik.

"hei rek, pencitraanku luar biasa pinter ya? wong nanya beneran kok dikira nguji"

Dengan nada bercanda, saya balas lagi komentar teman-teman yang mengira saya semacam dosen penguji para blogger. Saya ngikik juga sendirian di rumah. Mekar juga nih hidung dikira udah jadi mastah antah berantah :D. Dah saya mah, kalau nggak ngerti juga nanya. Profesor juga kalau nggak ngerti cara bikin blog, juga nanya kok. Saya bikinin malahan blognya, :D :D

Baiklah cukup intermezonya.
Alhamdulillah, ternyata teman blogger saya itu pada baeeekkk semua. Walaupun pada sahut-sahutan komentar, tetep aja juga diajarin sayanya.

Jadi, memperpendek url link itu bisa dengan membuka website bit.ly

Caranya mudah banget kawan-kawan. Kita masuk saja ke website bit.ly.  
Atau ketikkan bit.ly di kolom address dan tekan enter.
Nanti akan muncul tampilan berikut, lalu masukkan link yang akan diperpendek.




url pendek :  enak dilihat, mudah di share di sosmed




Nah, alhamdulillah, udah tahu deh caranya memperpendek link artikel. Saya coba langsung bikin status di fesbuk. mau bikin storytelling di status, jadi enak nyisipkan linknya yang udah dipendekin jadi bit.ly itu tadi. Kalau nanti di share di twitter juga nggak menghabiskan jatah 140 karakter. Cuma ya nggak bisa otomatis share seperti biasa. Kita harus mampir ke website bitly.com dulu, ubah url jadi pendek, copy url baru deh siap disisipkan.

Semoga tips blogging yang sederhana ini bisa berguna bagi nusa dan bangsa ya .. :)

Salam,

Heni Prasetyorini


Ketemu Game Developer di Hotel Keren Surabaya

2 komentar
kadang kita tidak tahu, peluang apa yang bisa didapatkan dari sebuah acara

Tanggal 4 September 2016 kemarin, ada acara super besar yang mengumpulkan para penggiat IT dan programmer di Surabaya. Yaitu acara Bekraf Developer Day. Pagi-pagi saya berangkat bersama anak sulung saya, dan kaget terpana melihat antrian ribuan anak muda yang mengular di pelataran hotel. Setelah kunjungi situs hotelnya, barulah saya tahu kalau ini hotel yang terkenal di Surabaya. Persepsi saya langsung positif. Nih acara bergengsi deh kayaknya dan pasti seru.





Sebenarnya, saya tidak sengaja menemukan informasi acara ini. Alhamdulillah, kebetulan saya ikut acara Female Geek sebelumnya di Dilo Ketintang.

Disitu saya bertemu dengan ibu dosen ITATS, yaitu bu Arien. Beliau memberikan info Bekraf Developer Day ini di saat break time. Sekilas saya membaca satu session yang sangat menarik. Yaitu Sesi Game Developer, yaitu sesi berbagi para pembuat game.

Langsung saja, tanpa babibu lagi, saya mendaftar acara tersebut. Dan, untuung saja alhamdulillah saya dapat 2 seat. Beda beberapa jam saja, sudah habis seatnya. Memang tuh, kalau ada acara online kayak gini dengan pendaftaran online juga, kita harus sigap segera mendaftar. Nggak usah pakai nunggu lama. Hitungannya detik untuk rebutan seat.

Eh tapi, ngapain juga emak-emak ikutan sesi bikin game?
Lah bukan untuk saya juga, ini buat anak sulung saya yang demen banget main game dan pengen bikin game sejak jaman dia SD. Jadi, ketika orang tua panik anaknya suka main game. Saya lebih memilih mengarahkan kegemaran anak main game untuk menjadi pembuat game. Mengarahkan anak menjadi produsen konten digital, bukan hanya user (pengguna). 


bekraf developer day surabaya
Sesi Game Developer

Tentu saja, anak saya seneng banget. Terutama di sesi Game Developer. Ada sekitar 6 CEO Studio Game dan Animasi Developer yang berbagi pengalaman, insight dan motivasi.  Selain isi materi yang disampaikan sangat keren, saya juga terpana dengan perangkat yang disediakan oleh hotel untuk presentasi peserta. Layar monitor super lebar, sound system jelas dan menggelegar serta resolusi layar yang ciamik banget. Puas rasanya melihat contoh animasi atau game lucu-lucu dari para gamedev ini. Anak saya jadi semakin bersemangat untuk belajar pemrograman terutama how to develope game. Beberapa kali dia merekam video presentasi para narasumber. Kadang memfoto juga. Saya seneng sekali melihatnya. Biasanya dia pasang wajah bete kalau saya ajak ke acara startup. Rupanya dunia game bener-bener menjadi dunia yang bikin anak saya penasaran.

Karena harus bertarung dengan ribuan anak muda, saya dan anak saya memilih pulang lebih dulu. Jadi belum tuntas banget selesai acaranya. Kami juga khawatir bakal kelewatan jam sholat Maghrib dan kemalaman di jalan. Untungnya pihak hotel selalu sigap melayani. Jadi kami bisa pulang dengan lancar dan selamat sampai tujuan. Ah, pengalaman hari itu sangat berkesan buat saya. Terlebih bisa kencan berdua dengan anak sulung di acara yang dia sukai. Untuk reportase acara ini, akan saya tulis lengkap di artikel berikutnya. Stay tune ya.

Just finish your game.
Salam,


Heni Prasetyorini



Female Dev Alert ! Dicari Programmer Perempuan di Indonesia

2 komentar
credit

Female Dev = female developer = programmer perempuan, masih menjadi profesi yang langka. Tidak hanya di Indonesia, di negara lain juga. Kebanyakan yang menekuni dunia IT atau pemrograman, masih kaum adam, laki-laki.
Mengapa?

Entahlah.
Mungkin masih banyak hal paranoid atau kita ketakutan sendiri dengan kata "teknologi". Apalagi ditambahi kata-kata, "pemrograman" dan "coding".

Kenapa harus ketakutan?
Merajut juga sulit. Memasak pun sulit.
Semuanya tampak sulit jika kita tidak mengetahui caranya, ilmunya sekaligus belum terlatih berulang-ulang untuk mempraktekkannya.

Begitu juga dengan coding.

Begitulah pengalaman saya berkenalan dengan dunia coding. Awalnya dengan otak-atik HTML template blogspot sendiri, saya mengenal kode. Setelah itu, mengikuti program Coding Mum di Surabaya. Disana lebih banyak lagi bahasa pemrograman yang saya kenal. Terlebih ketika bisa ngobrol dengan dua programmer perempuan di acara Female Dev Talkshow bersama Intel XDK.

Disana disebutkan bahwa sedikit sekali teman mereka, sesama perempuan, yang jadi programmer. Akhirnya mereka rata-rata menjadi satu-satunya perempuan dalam kelompok kerja di startup yang mereka dirikan.

Untungnya, syukur alhamdulillah ada programmer perempuan yang peduli dan ingin sekali memberdayakan perempuan dari segi per-coding-an alias teknologi pemrograman ini. Saya pernah beberapa kali bertemu mereka dan dikenalkan komunitasnya. Antara lain:


  1. FemaleDev bisa diakses di femaledev.com
  2. FemaleGeek, bisa diakses di femalegeek.phpindonesia.or.id
  3. Girls In Tech Indonesia bisa diakses di http://girlsintechindonesia.com/
  4. Coding Mum, bisa diakses di www.codingmum.id

Jika tertarik untuk belajar pemrograman, bisa kepo-in website, twitter dan sosial media komunitas diatas. Untuk femalegeek, saya baru saja ikutan acaranya kemarin. Asik sekali karena malah kenalan dengan ibu dosen coding ahli data base, yang bisa dijadikan konsultan gratisan dari Surabaya, hehehe. Serta terus menyetrum semangat agar saya belajar terus otak-atik kode. Sedangkan untuk Coding Mum, saya sudah ikuti programnya di Surabaya untuk Batch 1. Para alumni dan mentor sedang merancang untuk membuat program serupa dan lanjutan, dengan disesuaikan kondisi dan kebutuhan para perempuan di Surabaya.

Asik sekali bertemu langsung para programmer perempuan. Penampilan mereka ya perempuan banget, cenderung kalem dan tenang. Iyalah terbiasa kudu melototin kode satu per satu, dijamin ketahanan mereka di depan layar laptop sudah sangat teruji. Jadinya tabah banget wajahnya, heheh.

 Cukup menjadi dilema, karena di usia saya yang baru diatas 17 tahun lebih sedikit ini, *ngayal :D. Maksudnya usia diatas 35 tahun, *tuh kan udah tuwir. Saya baru berkenalan dengan dunia coding dan pemrograman yang sangat menarik. Memang tidak ada kata terlambat untuk belajar. Tapi jika kalian ini, nona manis muda-muda dan masih banyak energinya, ayo coba belajar coding dan lihatlah seberapa besar pencapaian dalam hidup yang bisa kalian raih. Pasti akan sukses dan bisa merintis karir yang mudah dikerjakan di rumah saja, jika pilihan menjadi stay at home mom diambil setelah menikah dan mempunyai anak. Ya, karena menjadi coder alias developer alias ahli pemrograman, kerjaan kita kan mostly di depan laptop doang...

So, let's code now girls :D

Semoga bermanfaat bagi nusa dan bangsa,

Salam,








Dengan Sepatu Yang Tepat Perempuan Bisa Makin Percaya Diri, Inilah Alasannya

Tidak ada komentar
shoes transform your body language & attitude. they lift you physically & emotionally [Christian Louboutin]

Emang bener juga sih quote diatas kan ya?
"Sepatu akan mengubah bahasa tubuh dan perilakumu. Dia akan menaikkan (kepercayaan dirimu) baik secara fisik maupun emosional.

Pernah mengalami nggak, salah milih sepatu?
Saya pernah.
Waktu itu ada even di sebuah hotel. Di benak saya, jarak tempat parkir dan lobi hotel pasti dekat. Saat itu saya naik sepeda motor, eh ternyata tempat parkirnya jauh harus memutar di jalan belakang. Alhasil, karena itu acara resmi saya pakai sepatu hak tinggi. Bersepatu hak tinggi tanpa kaos kaki, dengan jalan menanjak dan cukup jauh, sukses membuat kaki saya lecet. Hasilnya? sepanjang acara saya gelisah. Pakai sepatu, sakit. Dilepas, kok nggak sopan. Apalagi saat mulai sesi foto, luch dan networking. Haduuh tersiksa saya, karena harus wara-wiri jalan kaki.

Dengan pengalaman lecet itu, sekarang saya lebih berhati-hati memilih sepatu  sesuai acara. Tentu saja, setelah mengamati koleksi sendiri, merasa ada yang harus ditambahkan. Untungnya di situs online MatahariMall.com tersedia banyak pilihan koleksi sepatu perempuan cantik. Nah, model sneaker gini nih yang saya demen. Anti lecet dan bisa dibuat gerak dengan leluasa.
koleksi MatahariMall.Com

Saya amati juga, sekarang makin banyak perempuan menggunakan sepatu model Sneaker gini ya? mulai mereka pakai gamis syar'i sampai celana jins, semua pakai sneaker. Sekarang udah nggak aneh lagi, malah keren. Makin keren bagi saya, karena bisa lari kesana kemari dengan enaknya kalau pakai sneaker.

Hal ini, saya buktikan di even para Female Geek berikutnya. Di acara yang diisi programmer perempuan yang hebat itu, saya memakai kulot lebar batik dan sneaker warna warni. Aslinya sih sneakernya warna biru tua aja polos. Saya iseng mau belajar melukis sepatu, jadi deh diwarna dengan cat akrilik. Hasilnya nggak terlalu bagus, tapi tak tampak di foto kok, jadi aman, hehehe.

Nah, di saat acara ternyata narasumbernya juga pakai sneaker. Malah dia lucu banget. Bajunya model rok balon seperti putri kecil, sepatunya sneaker santai kayak mau olah raga. Matching juga tuh. Karena dia nyaman banget kali ya? itu orang susah banget difotonya.  Walaupun si mbak ini menerangkan tentang Data Base yang rumit dan coding banget, tapi ekspresinya tetap santai, senyum dan penuh percaya diri. Pasti ini karena sepatunya enak dipakai. Yakin deh.

Tapi, yang keren dan asik juga bukan sepatu sneaker aja kan?
Mungkin sepatu berhak tinggi, alias high heel, bisa enak dipakai asal kita milihnya tepat. Nah, milih di katalog online di situs tadi, bisa dilakukan untuk menambah koleksi sepatu perempuan cantik. Kalau bisa, milihnya yang warna netral untuk mudah dipadu padankan dengan busana kita. Tapi kalau emang karakter kita berani dan suka tabrak warna, bebas ajaaa mau milihnya sepatu apa.

Yang penting, sepatu tepat akan membuat kepedean kita meningkat. Sepakat?



Ingin Bisnis Cepat Sukses? Coba Jadi Pemilik Waralaba

Tidak ada komentar
owning a franchise, with all its hard work, is just another type of entrepreneurship

 Seringkali orang beranggapan, menjadi pemilik waralaba itu bukan bisnis.
Karena kita dianggap hanya membesarkan merk atau brand orang lain. Ini tidak sepenuhnya benar. Menjadi pemilik waralaba, bisa jadi pilihan bisnis yang tepat dalam keadaan tertentu.

Misalnya kisah yang dialami kakak kandung saya sendiri.
Kakak saya ini ingin sekali mempunyai bisnis yang bisa kuat ketika dia pensiun kerja. Mulailah dibuat daftar bisnis yang bisa menguntungkan. Banyak sekali. Setiap kami bertemu, dia menceritakan niat bisnis yang berbeda. Galau ceritanya.

Kakak saya ini punya modal berupa bangunan di lokasi strategis. Dalam rapat keluarga dadakan, kami sarankan dia mencoba peluang bisnis waralaba. Salah satunya menjadi pemilik waralaba dari Alfamart.

koleksi Alfamart.Com

Bener kan? daripada galau terus mau bisnis apa dan nggak jelas ini itunya, mending jadi pemilik waralaba sebuah brand yang sudah teruji kualitasnya.

Di rapat keluarga itu, bisa dibilang kami nggak sekedar memberi saran. Tapi juga meneror kakak biar cepet ambil keputusan. Karena gemes banget. Kemarin bilang mau jualan baju. Besok berubah mau buka toko bahan bangunan. Trus jualan bubur ayam. Eh, terakhir malah mau jualan bahan kue. Sementara potensi diri, sumber daya manusia dan strategi bisnisnya masih bingung mau digimanain.

Nah, daripada nekad milih membangun brand sendiri sementara semua perangkat belum siap. Lebih baik mengembangkan bisnis yang sudah mapan. Kami sarankan lagi, untuk lebih serius mencari informasi peluang bisnis waralaba. Langkah selanjutnya tinggal mencari trik meningkatkan penjualan dan repeat order. Bagaimana agar konsumen yang datang ke tempat kita merasa enak, nyaman, di-"manusia"-kan dengan service yang baik. Sehingga walaupun ada kompetitor di dekat kita, konsumen mending milih kita.

Yang namanya -engagement- alias keterkaitan emosional dalam bisnis juga perlu dipertimbangkan. Jual beli sekarang tidak sekedar dipandang kamu jual gua beli. Tetapi lebih pada, kamu butuh apa? ini saya berikan solusinya. Jadi ada ikatan non material yang mengikat konsumen menjadi setia.

Banyak sekali cara yang bisa diterapkan untuk hal ini. Misalnya dengan member card, diskon berkala, hadiah kejutan atau even menarik di pelataran minimarket. Apapunlah caranya, supaya menarik orang untuk datang ke tempat kita. Ini juga susah juga loh. Walau udah punya brand gede, kalau kita lengah dan nggak tanggap dengan perubahan konsumen di lingkungan sekitar, tempat kita bisa sepi dan tutup.

Keuntungan lain menjadi pemilik waralaba adalah adanya sistem edukasi bisnis yang diberikan oleh pusat. Jadi misalnya, cara membuat laporan keuangan bahkan sumber daya manusia juga ditraining dari pusat. Kita tinggal memantau pergerakan omset dan laba dari jauh. Apalagi sekarang semuanya sudah dikomputerisasi dengan digital mobile technology. Ngecek omset dan profit bisa dari handphone kita, dimana saja, kapan saja.

Nah, jadi BOS juga kan namanya?
Ayo, kalau udah siap, bisa coba bisnis waralaba deh. Semoga sukses beneran ya...