Hi, I'm Heni, welcome to my blog

Sharing Tentang Coding Kids di SEA MORNING SHOW - SEA Today Channel

Tampilkan postingan dengan label digital learning. Tampilkan semua postingan

Cara Bikin Kelas Online dengan Tools Gratisan Sesuai Pengalaman

Tidak ada komentar

Bikin kelas belajar, baik online atau offline, bakal lebih mudah, seru dan menarik dengan beberapa tools online ini. Saya sudah menggunakannya selama bertahun-tahun. Dan tetap bertahan menggunakan ini, karena selain mudah, murah bahkan seringnya gratis. Baiklah saya bagikan pengalamannya berikut ya:

 


1. Google Suite

Lebih mudahnya, sebut saja produknya Google yang bisa digunakan untuk bekerja dan mengajar. Varian Google Suite sebenarnya sangat banyak, namun yang saya sebutkan di bawah ini yang paling sering saya gunakan dan masih baik-baik saja sampai sekarang. Bahkan saya akses secara gratis. 

  1. GMail : untuk membuat email dan pusat login ke semua platform online
  2. Google Drive : untuk menyimpan dan mengirim file
  3. Google Doc : untuk menulis dokumen
  4. Google Slide : untuk membuat slide presentasi, lesson plan, bahkan ebook. 
  5. Google Form : untuk membuat formulir pendaftaran, invoice, juga semacam angket.
  6. Google Classroom : sebagai LMS (Learning Management System)
  7. Google Meet : untuk mengajar secara live streaming meeting class
  8. Google Sites : jarang dipakai sih, tapi bagus juga untuk membuat landing page
  9. Google My Business: selain untuk digital marketing, membuat ini menambah trust bisnis
  10. Google Keep: Untuk menyimpan catatan singkat 
  11. Google Calendar: untuk menyimpan jadwal dengan baik dan remindernya muncul di notif
  12. YouTube : untuk menyimpan video pembelajaran, seminar dll
  13. Blogger.com : untuk membuat blog dan landing page


2. Canva

Ini penyelamat sejuta umat yang ingin membuat konten gambar bagus tapi tidak bisa desain. Dulu saya menggunakan Canva hanya untuk isi konten blog dan instagram. Namun sekarang Canva berkembang sangat pesat dan bagus sekali. Berikut hasil penelusuran saya di website Canva tadi pagi. 

Jadi Canva sekarang bisa untuk:
  1. Membuat konten visual baik gambar atau video
  2. Membuat ebook, karena semua desain bisa disimpan dalam bentuk pdf. 
  3. Membuat landing page secara online.
  4. Canva for education, memberikan pelatihan dan template untuk pendidikan. Harus daftar dulu sih.
  5. Membuka Contributor Hub, jadi yang suka nggambar bisa kerja menjual desainnya langsung di Canva

3. Aplikasi Kirim Pesan (Chatting)

Chatting itu seperti nafasnya orang Indonesia. Biarpun sudah disediakan lengkap di banner, website, instagram, marketplace yang tinggal klik langsung beres. Tapi kalau nggak chatting nggak enak. Rasanya belum nyambung aja gitu kepada siapapun yang sedang muncul di internet. 

Ya sudah, mari kita maksimalkan saja aplikasi chatting ini dengan sebaik mungkin. Ini saya sebutkan yang ada ya,
  1. whatsApp
  2. whatsApp business
  3. telegram
  4. LINE
  5. slack
Kalau saya lebih suka pakai nomor 1,2,3. Sesuai umur dan pertemanan sepertinya :). 
Kalau ada lagi, silahkan ditambahkan di komentar. 


Nah 3 tools ini saja sudah cukup untuk dijadikan senjata andalan membuat kelas atau bahkan pekerjaan biasa yang butuh online. 


Membuat banner kelas online untuk Udemy, juga dengan canva



Bikin Kelasku Digital

Kalau pengalaman saya, urutan bekerja membuat kelas online di Kelasku Digital seperti ini:
  1. Menentukan ide kelas dan riset dulu, ditulis manual di buku atau binder note. Acakadut saja tidak usah rapi juga gpp. Bahkan buat juga mind map. Ini butuh pemikiran yang mendalam ya. Anggap saja merancang kurikulum satu tahun penuh untuk satu kelas. Bahkan bisa ditarik garis untuk kelas-kelas terkait lainnya. Bisa diterapkan juga untuk pekerjaan lainnya. 
  2. Menulis poin kelas dan rencana kurikulum di google doc. Ini mudah karena bisa langsung mengetik tanpa harus menambahkan slide baru. 
  3. Jika sudah beres semua poin dan kita sudah tahu mau bikin kelas apa dan materinya apa saja, maka sekarang gilirannya membuat Lesson Plan dan Buku Panduan. Sekaligus membuat slide presentasi untuk mengajar di kelas, baik online atau offline. Nah untungnya, semua ini bisa kita buat langsung di Google Slides. Ingat untuk atur format ukuran kertas, bisa diatur jadi A4, B5 atau Legal sesuai kebutuhan. Google Slides ini lebih menarik digunakan untuk membuat Buku Panduan atau ebook, karena mudah mengaturnya jika ingin menambahkan gambar, elemen, atau hasil copas screenshot tutorial coding di slide. Tanpa perlu harus mengatur moda wrapping seperti kalau kita bikin di google doc. Cobain deh, you will love it. 
  4. Sebagai konten visual di Lesson Plan atau materi belajar, anda bisa memanfaatkan canva.
  5. Nah urusan internal beres, yaitu materi belajar, jadwal dan lain sebagainya, maka saatnya membuat konten Promosi. Nah kalau ini, sudah pasti saya pakai canva. Karena sangat mudah. Tinggal modifikasi ini itu, sudah jadi desainnya. 
  6. Konten promosi bisa langsing disebarkan di media sosial. Form pendaftaran dibuat dengan Google Form. Tanya jawab kelas bisa dari whatsApp atau telegram. 
  7. Untuk pusat informasi atau rumah segala informasi kelas, sebaiknya buat juga landing page. Nah ini bisa memanfaatkan Google Sites atau Blogspot. Tambah juga belajar coding dikit ya, HTML dan CSS aja juga oke, biar bisa otak-atik template atau bikin trik konten HTML interaktif di blognya. 
  8. Untuk semua materi pelajaran, jika ingin diakses umum tanpa batas, bisa disimpan di blog dan youtube. Sedangkan jika ingin dibatasi yang mendaftar kelas saja, gunakan Google Classroom. 
  9. Oke, urusan daftar kelas dll sudah beres. Anda bisa mulai mengajar dengan Google Meet. Yang dikolaborasikan dengan Google Drive atau Google Classroom, sebagai pusat menyimpan materi atau menyimpan hasil belajar murid. 
  10. Selesai. Segala komunikasi dengan murid atau orang tua murid, bisa pakai aplikasi chatting biasa. 

Nah kesepuluh tahap ini, semuanya gratis. Kecuali anda ingin redirect blogspot ke Top Level Domain. Yang ini butuh modal beli domain saja. 

Berikut video cara redirect atau mengalihkan blogspot ke dot com, seperti yang saya lakukan di KELASKUDIGITAL.COM dan juga blog ini. 




4. Padlet

Saya baru menemukan ini, dan bisa jadi solusi untuk menampilkan hasil coding anak-anak secara live, tanpa harus login dulu atau dibatasi waktu. 
Bisa diakses di https://www.padlet.com.
Dan anda bisa melihat contohnya di sini: 

tampilan Padlet

Selain sebagai tempat mengirimkan hasil coding setiap saat, Padlet ini bisa digunakan untuk brainstorming atau canvas menuliskan ide. Misalkan dalam satu kelas atau satu tim kerja anda ingin merancang sesuatu, maka semua anggota bisa menuliskan ide di situ. 

Kenapa bisa? karena padlet ini bisa dibagikan atau dishare dalam bentuk link publik, bahkan bisa dalam bentuk semat (embed code), di satu halaman blog/website tertentu. 

Ada juga yang mirip ini, yaitu Miro. Namun lebih rumit sedikit sepertinya. 

5. Miro 

Miro banyak digunakan oleh startup, perusahaan dan pekerja sekarang. Karena bisa untuk kolaborasi kerja tim secara online. Bisa diakses di https://miro.com/.

Saya belum banyak mengeksplor Miro. Baru aja kenal waktu ikut Akademi Mentoring BekUp 2021 kemarin. Yang disambungkan dengan Butter Apps. 

6. Butter Apps

Butter ini mirip Zoom, tapi lebih seru dan unik deh. Kalau saya suka karena ada seperti Avatar 3 dimensi lucu-lucu sebagai pengganti wajah kita jika tidak on cam. 

Kalian bisa coba akses di https://app.butter.us/

contoh avatar di butter apps, lucu kan



Nah, itu saja dulu, jangan kebanyakan tools, nanti malah bingung sendiri. 
Untuk pemula, bisa pakai urutan nomor 1, 2, 3 saja dulu ya. 
Dan sesuaikan dengan gadget serta budget anda. Selamat membuat kelas. 

Design Interaksi Pada Pembelajaran Jarak Jauh

Tidak ada komentar
Berikut video streaming dari acara webinar yang diselenggarkaan oleh Lead Institute. 
Berjudul DESIGN INTERAKSI PADA PJJ


[CODING] Mengenal Cara Membuat Website Untuk Pemula

Tidak ada komentar

Membuat website itu banyak caranya. Ada cara instan, sekali jadi dengan aplikasi tertentu baik itu online atau offline. Ada cara manual, yaitu membuat website dari nol.

Pengalaman saya ikut program belajar Coding Mum Surabaya 2016 dan menjadi koordinator Coding Mum Disabilitas Surabaya 2018, berkenalan dengan konsep yang manual. Kami diajari untuk membuat website dari nol. Menggunakan beberapa bahasa pemrograman yaitu HTML 5, CSS 3 dan Javascript (Js).

Menyusun atau menulis bahasa pemrograman ini lazim dikenal dengan istilah CODING.
Jadi kalau anda mendengar kata CODING, itu artinya sesuatu yang terkait dengan pemrograman. Berasal dari kata CODE atau kode atau bahasa pemrograman.

Seperti apa bentuk CODING itu?
Apa maksudnya HTML, CSS dan Javascript?

Untuk memahami istilah-istilah ini, anda bisa melihat ke website W3 SCHOOLS , bisa di klik di laman berikut: https://www.w3schools.com/

Jika anda membuka laman tersebut, akan tampak bahwa bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa Inggris.

Jika ingin menggantinya menjadi bahasa Indonesia, kita bisa SETTING bahasanya. Dengan cara mengganti BAHASA INDONESIA pada icon TRANSLATE yang berbentuk bola dunia, di ujung kanan atas.

klik untuk memperbesar. 

Dari website ini, kita belajar otodidak untuk membuat website. Selain ada keterangan di setiap materi. Ada juga bentuk belajar mandiri, sehingga kita bisa langsung mencoba menulis kode atau CODING di website itu, kemudian melihat hasilnya. Seperti yang berikut ini:
Untuk mengenal apa itu CSS dan Javascript juga tersedia di laman W3SCHOOLS. 

Jika anda sudah ada gambaran tentang bahasa pemrograman untuk membuat website, maka bisa dilanjutkan untuk praktek coding sendiri. 

Pertama, kita harus menginstall software code editor, untuk menuliskan kode-kode HTML, CSS dan lain sebagainya di sana. Ibaratnya jika mengetik kita biasa menggunakan Ms. Word, Wordpad, Notepad atau Libre Office. Maka untuk menulis code, bisa digunakan Notepad ++, Brackets dan Sublime Text. 

Tautan untuk mengunduh softaware tersebut di sini:

contoh tampilan Brackets adalah sebagai berikut:



Setelah code editor ini terinstall di komputer anda, bisa dimulai langkah coding, yaitu menuliskan code HTML. Adapun agar deretan code yang sudah ditulis bisa berwujud menjadi tampilan website, perlu dilakukan cara-cara khusus dalam menyimpan file. 






Pentingnya Disabilitas Belajar Coding Dan Skill Digital Kreatif

Tidak ada komentar
Ini adalah video perkenalan menggunakan bahasa isyarat untuk teman tuli.Tujuannya untuk mengajak ikut bergabung program belajar membuat website, Coding Mum Disabilitas Surabaya. 
Ini adalah program yang diselenggarakan oleh BEKRAF (Badan Ekonomi Kreatif) Indonesia. Total program ini hanya diselenggarakan di 3 kota besar, yaitu Jakarta, Bandung dan Surabaya.


 

Dalam proses belajarnya, yang bergabung di acara itu adalah teman tuli, difabel daksa, slow learner. Untuk teman difabel netra, belum bisa kami akomodasi.

Coding Mum Disabilitas hanya memberikan materi coding dasar untuk membuat website dari nol. Website yang dibangun dengan 3 bahasa pemrograman dasar yaitu HTML5, CSS3 dan Javascript.

Dari sini, tampak sekali antusias teman-teman difabel dan ketekunannya. Dan ini sangat baik sekali. Misalnya untuk teman difabel daksa, mereka yang terbatas ruang geraknya itu akan bekerja jauh lebih efektif di depan laptop. Dan keterbatasannya ini tidak menghalanginya untuk belajar, bekerja dan berkarya.

Maka, pengenalan dan penguasaan terhadap teknologi digital kreatif adalah sebuah hal yang perlu terus menerus digaungkan terutama untuk teman difabel atau disabilitas. Semoga semakin banyak program semacam ini di Indonesia.

Penyandang Disabilitas Perlu Untuk Melek Teknologi

3 komentar
coding mum disabilitas surabaya
trainer harus didampingi interpreter untuk penyandang tuli belajar di kelas


Sekitar bulan Maret 2018, telah diselenggarakan CODING MUM DISABILITAS di Surabaya. Ini adalah program belajar coding (bahasa pemrograman) membuat website dari nol, khusus untuk penyandang disabilitas dan pemerhati disabilitas.

Kebetulan saya didapuk sebagai Koordinator Daerah. Cerita lengkapnya di sini

coding mum disabilitas surabaya
Trainer untuk tuli, menggunakan bahasa isyarat ketika menjelaskan materi

Penyandang disabilitas yang diterima di program itu adalah tuna daksa, tuli dan lambat belajar. Untuk tuna netra, belum bisa difasilitasi saat itu karena memerlukan perlakuan yang berbeda dan software code editor yang bisa dibaca oleh aplikasi pembaca layar yang biasa digunakan oleh tuna netra dalam menggunakan komputer.

Bekraf adalah Badan Ekonomi Kreatif, bagian dari pemerintah yang menginisiasi program ini. Dengan harapan bisa meningkatkan keterampilan disabilitas untuk bisa kerja di ranah kreatif. Pilihan yang dirasa tepat adalah mengenalkan mereka untuk paham dunia teknologi konten digital kreatif.

Konten digital kreatif ini bisa dalam bentuk website, blog, game, desain grafis, video, animasi dan inovasi lainnya. Di mana fasilitas bekerja yang diperlukan hanyalah komputer/laptop dan akses internet.

Penyandang disabilitas diyakini mempunyai kelebihan untuk bisa bekerja lebih tekun. Dan bagi mereka yang terbatas untuk bergerak, seperti tuna daksa, bekerja di depan laptop adalah satu hal yang sangat sesuai dengan mereka. Mereka tidak perlu kelelahan karena pekerjaan yang membutuhkan tenaga fisik.

Untuk itu, disimpulkan bahwa penyandang disabilitas perlu untuk melek teknologi. Mereka harus tahu cara memanfaatkan sosial media, internet, teknologi digital dan hal terkait lainnya untuk mempermudah hidupnya juga sekaligus menjadikan ini sebagai lahan pekerjaan.


WORKSHOP GRATIS MEMBUAT BLOG DAN WEBSITE

Tidak ada komentar

Kabar gembira.
Kolaborasi KELASKU DIGITAL dan DILO SURABAYA menyelenggarakan kelas belajar gratis membuat blog dan website.
.
.
Workshop Blogging/Coding.
Rabu, 17 Oktober 2018.
Lokasi:  Dilo Surabaya, @dilosurabaya
Jl. Ketintang no. 156, Surabaya.
Pukul 09.00-12.00 WIB.
Biaya Gratis.
Peserta membawa laptop/mouse sendiri.
Pengajar: @heniprasetyorini
dan tim Coding Mum Surabaya.
Peserta untuk umum & Difabel.
.
.
REMAJA PUTUS SEKOLAH, lulusan SMP/SMA.
.
Untuk sahabat DIFABEL juga bisa. *Mohon maaf, Kecuali difabel netra, kami belum ada fasilitasnya.
.
Untuk difabel tuli, menyediakan sendiri pendamping interpreter bahasa isyaratnya. .
.
Difabel daksa, bisa mengajak pendampingnya atau yang diperlukan. Lokasi Dilo bisa dicapai kursi roda..
.
Sangat terbuka juga untuk IBU RUMAH TANGGA yang ingin belajar skill baru. .
.
Sesi 1:
09.00-10.30
Workshop belajar membuat blog untuk pemula, dengan platform blogspot.
Blog bisa digunakan nanti untuk media promosi bisnis, mengajar atau personal.
.
.
Sesi 2:
10.30-12.00
Workshop coding untuk pemula. Pengenalan cara membuat website mulai dari nol (HTML 5, CSS3, Javascript) dan tools yang diperlukan.
.
.
Terbatas untuk 15 peserta.
Daftar langsung WA 087851781356 (Heni) dan
isi formulir online berikut ini, http://bit.ly/kelaskudigital171018
.
#kelaskudigital
#dilosurabaya
#codingmumsurabaya
#kelaskudigitalblogging
#kelaskudigitalcoding
#difabel

Sharing Tentang Digital Learning di Radio

Tidak ada komentar


Kamis, 20 April 2017 kemarin saya diundang di radio Suara Muslim Surabaya untuk sharing Mengenal Digital Learning Sebagai Cara Pembelajaran Sesuai Perkembangan Jaman.

Seneng banget kali ini bisa ngobrol tentang hal-hal yang sudah saya "kepo-in" sejak dulu kala. Apalagi sejak mengambil kuliah Teknologi Pendidikan di Pasca Sarjana Unesa dengan topik e-learning untuk tesis.

Sebelumnya saya ajukan judul tema tentang mudahnya memulai bisnis online. Kok bisnis? ya maksud saya masuk ke ranah muslimahpreneur gitu, dan yang masih nyambung dengan segala hal per-digital-an.

Akan tetapi setelah saya telaah lagi, kayaknya kok belum kompeten banget ngobrolin bisnis. Takutnya nanti nggak bisa jawab pertanyaan. Saya memang pernah mulai buka online shop dan di tahun ketiga sampai ada media televisi yang meliput. Tetapi selanjutnya bisnis saya nggak jalan. Brenti karena kuliah lagi. Nggak pede lah bicara bisnis, hihihi.

Akhirnya saya ajukan tema tentang Digital Learning, yang lumayan sudah saya kuasai. Hal ini juga diperkuat, setelah saya chit-chat dengan teman yang menjadi dosen dan mengeluh susahnya menerapkan digital learning untuk mahasiswanya. Sementara saya diajak seorang Kepala Sekolah Dasar untuk membantu keinginan beliau menerapkan digital learning untuk kelas 1-2 SD.

Klop deh, pembahasan Digital Learning adalah pilihan topik yang tepat.
Sebelum ke radio, saya sudah menyiapkan materi. Namun karena keterbatasan ada beberapa materi yang belum tersampaikan. Jadi, saya share saja disini.

Mengenal Digital Learning Sebagai Cara Belajar Sesuai Jaman

Ketika era digital sudah tiba, siapa yang tidak mau menyesuaikan diri bisa ketinggalan.
Adalah salah satu karakter makhluk hidup untuk bisa beradaptasi.
Begitu juga manusia. Mau tidak mau, harus bisa beradaptasi dengan perubahan yang terjadi
apalagi perubahan di bidang teknologi.

Perlu juga digarisbawahi bahwa karakter tiap generasi itu berbeda-beda.
Ada istilah generasi X, Y dan Z.
Generasi X bisa dibilang generasi jadul dan gaptek.
Generasi Y dan Z adalah generasi yang sejak jadi embrio sudah mengenal gadget dan internet.
Generasi ini sudah lazim disebut generasi Millenials atau generasi Langgas.

Millenials punya sifat yang harus selalu connected, atau berhubungan dengan dunia luar.
Media sosial bisa menyediakannya.Itulah kenapa mereka harus selalu update dan kemana-mana megang gadget.

Bagaimana jika, fenomena ini ditangkap dengan positif di ranah pendidikan.
Bagaimana caranya agar belajar baik di sekolah formal atau non formal bisa sesuai dengan karakter generasi millenials.

Caranya adalah menerapkan teknologi digital dalam pembelajaran yang biasa di sebut e-learning atau digital learning.

Segmen 1: Mengenal Digital Learning

1.       Apa itu digital learning?

eLearning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media Internet, jaringan komputer,maupun komputer standalone. (LearnFrame.com).

Digital Learning System (DLS) merupakan suatu terobosan baru dalam teknologi pembelajaran yang diterapkan bagi para pelajar untuk belajar secara digital melalui pemanfaatan teknologi baik software (perangkat lunak) maupun hardware (perangkat keras), online maupun offline yang dikemas secara menarik dan interaktif (Sugema)

2.       Apa manfaat digital learning?
Penerapan digital learning ini menjadikan pelajar lebih mandiri belajar dan mendalami materi bahan ajar, karena pelajar dapat belajar kapan saja dan di mana saja, baik secara online maupun offline. Dan evaluasi pembelajaran dilakukan oleh guru secara otomatis melalui proses digital, sehingga tidak perlu pengoreksian secara manual melalui kertas. Hasil evaluasi yang diperoleh pun akan lebih cepat, akurat dan objektif. Digital learning juga dapat menyatukan semua kegiatan belajar mengajar yang biasa dilakukan secara konvensional ke dalam bentuk digital. Di dalam DLS ini, dapat mencantumkan beberapa bahan ajar sebagai referensi yang dapat mempermudah pelajar dalam memahami pelajaran seperti: e-book teori, video tutorial, soal latihan, simulasi percobaan, konsultasi, bahkan fitur pencerahan atau motivasi pagi pelajar.

3.       Siapa yang membutuhkan digital learning?
Siapa saja. ABK. Homeschool karena sakit/hal tertentu. Karyawan atau Anak usia sekolah yang harus bekerja. Bisa jadi pengajar yang dengan keadaan tertentu, misal sakit atau bertugas, tetap bisa mengajar.

Ada kisah sukses anak homeschooling yang masih berusia belasan tahun, sekitar SMP, sudah bisa menyelesaikan kursus online di Coursera dan mendapatkan sertifikat, itu sampai 20 mata kuliah. Dan itu anak Indonesia.
Kursus online ini menerapkan digital learning dimana semuanya dilakukan secara digital tanpa kertas sama sekali (paperless). Buku handout berupa ebook digital, soal ujian juga digital, interaksi dengan dosen dari luar negeri pun digital.
Anak ini selain bisa menguasai materi, juga punya skill kemandirian belajar yang begitu tinggi. Dan itu sangat bagus untuk bekal masa depannya.
Belajar mandiri bukan berarti belajar sendirian. Akan tetapi dengan motivasi diri bisa belajar sesuai kebutuhan, juga tau caranya bertanya kepada para ahli atau mencari jawaban ketika tidak bisa menguasai materi.

Siapa mau punya anak atau murid dengan karakter seperti itu?



Segmen 2: Mengapa kita butuh menerapkan digital learning?

1.       Mengapa kita butuh?
Karena sudah menjadi tuntutan jaman. Digital learning memberikan pengalaman belajar baru yang sesuai dengan karakter generasi millenials. Dengan cara ini, kita bisa menarik perhatian mereka. Selain itu digital learning memberikan kesempatan mereka untuk menumbuhkan soft skill yang dibutuhkan di era digital:
a.       Kolaborasi -à fleksibel virtual team
b.      belajar mandiri à belajar karena butuh
c.       luwes berinteraksi secara global dan internasional
d.      menerima perbedaan dengan terbuka
e.      mengendalikan diri à dengan adanya UU ITE dan etika Digital Netizen

2.       Apa yang terjadi jika tidak menerapkan?
Tentu saja tidak akan kiamat. Karena di detik ini, mereka yang hidup dengan cara sangat sederhana juga bisa.

Kalau menurut pengalaman saya berinteraksi dengan mereka yang bertahan untuk gaptek atau menolak teknologi adalah mudah sekali menjadi pengguna saja. Sekaligus mudah keliru karena tidak tahu dan tidak mau tahu.
Kalau kita dan anak-anak terus bertahan hanya menjadi pengguna, maka kita adalah korban bagi mereka yang pinter teknologi. Mereka yang bikin, kita yang beli. Begitu seterusnya.

Jadi, jika kita punya ilmu dan kemampuan sesuai perubahan jaman yang begitu cepat, maka kita bisa punya senjata lebih banyak untuk mengendalikan diri sekaligus mengembangkan diri.



Segmen 3: Kendala selama ini
1. Apa saja kendalanya?
   a. Mindset keluarga (orang tua) bahwa teknologi itu lebih banyak mudharatnya jadi di stop semuanya
   b. Mindset guru bahwa kerja dengan teknologi itu lebih sulit
   c. Siswa belum terbiasa berkomunikasi dengan platform edukatif
   d. belum meratanya akses listrik dan internet di Indonesia

2. Bagaimana cara mengatasi kendala?
   a. edukasi ke orang tua oleh pihak lembaga pendidikan
   b. pembiasaan penggunaan kinerja berbasis teknologi di sekolah dan di kelas
   c. aktif dalam komunitas teknologi pendidikan


Segmen 4: Langkah Menerapkan Digital Learning

1.       Bagaimana tahapan menerapkan digital learning di sekolah?
a.       Punya mindset yang sama dan sepakat akan pentingnya digital learning.
b.      Menganalisa kesiapan sumber daya manusia dan sumber daya internet. Karena akses internet adalah wajib.
c.       Mencari sumber belajar, bisa belajar mandiri, memanggil Trainer / Guest Teacher, ikut Komunitas terkait seperti Google Educator Group, Bincang Edukasi, dll.


2.       Platform atau tools apa yang bisa digunakan?
a.       Ada gratisan dan berbayar
b.      Alhamdulillah nya yang gratisan itu buanyak sekali. Beberapa negara sudah membuat platform digital learning, termasuk Indonesia.
Terutama yang ada unsur LMS (Learning Management System), seperti Edmodo, Course Networking, Schoology,dll. Kalau di Indonesia: ada  Kelase, Kelas Kita, Ge School.

Bahkan Google sendiri juga mengembangkan banyak tools untuk pendidikan. Terangkum di GAFE (Google App For Education). Saya sendiri sudah menggunakan beberapa tools Google untuk pembelajaran ketika masih bersama teman di pasca Unesa, untuk beberapa guru di MTs Wonosalam Jombang. Dan nanti ada satu sekolah lagi di Sidoarjo yang ingin menerapkan hal yang serupa.

Platform yang sering digunakan, terutama di Indonesia adalah Edmodo. Karena relatif mudah dan menarik, bisa dilihat di www.edmodo.com. Di Indonesia sendiri sudah ada Kelase. Bisa dicoba di www.kelase.net.
Khusus Kelase, saya belum berhasil utak-atik karena register masih belum berhasil. Tetapi jika sudah semakin diperbaiki, dan sesuai kebutuhan, saya akan senang sekali menggunakan produk lokal dari bangsa Indonesia sendiri seperti Kelase.

Untuk rekaman suara saya di radio, bisa disimak disini:


Semoga bermanfaat, jika ada yang ingin ditanyakan atau sharing bisa hubungi saya di email:
heni.prasetyorini@gmail.com

Belajar di Universitas di Jakarta Pusat? Tentukan Tujuan Akademikmu

1 komentar
Kebanyakan orang bakal mengalami dilema ketika harus memilih satu kampus di antara sekian banyak pilihan universitas di Jakarta Pusat. Akan tetapi permasalah yang terbesar bukan hanya soal memilih kampus, namun juga menentukan tujuan akademik. Ketika sedang berpikir ingin kuliah di mana, seseorang juga bisa mulai menentukan tujuan, atau untuk apa saya kuliah. Bila di masa depan ingin menjadi seorang pebisnis, misalnya, maka tentu saja Anda mesti menimba ilmu di kampus ekonomi. Lalu bila di masa depan ingin menjadi seorang dosen, maka sebaiknya Anda berkuliah sambil menimba hubungan baik dengan dosen. Akan tetapi ini hanya satu contoh dari sekian banyak contoh yang berkaitan dengan tujuan akademik.



Dengan demikian, kuliah di universitas di Jakarta Pusat bukan berarti hanya soal lulus dan memperoleh nilai IPK yang baik atau memperoleh predikat magna cum laude. Anda juga harus menentukan tujuan akademik sendiri. Lalu bagaimana menentukan tujuan akademik yang realistis?

1.       Tentukan secara spesifik
Tujuan yang realistis adalah tujuan yang dilakukan secara spesifik. Artinya Anda harus tahu dengan jelas jalan yang mesti ditempuh untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Lebih jauh lagi, menentukan tujuan secara spesifik juga mampu memberikan motivasi, dan pada gilirannya akan membantu Anda ketika ingin menggapainya.
Tentukan tujuan yang spesifik dengan bertanya pekerjaan macam apa yang paling disukai dan diinginkan. Misalnya bila kelak ketika lulus Anda ingin menjadi musisi, maka tentukan apa saja yang harus dipelajari dan pilih universitas yang memang tepat untuk itu.

2.        Memikirkan tujuan
Anggaplah Anda sudah tahu apa yang paling diingkan, langkah selanjutnya adalah merumuskannya. Misalnya bila Anda ingin belajar menjadi pebisnis yang baik, maka definisikan apa itu pebisnis yang baik dan seperti apa pebisnis yang baik itu. Anda bisa saja memikirkan lebih dari satu tujuan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

3.       Menentukan langkah untuk mencapai tujuan
Ini lebih terkait dengan bagaimana Anda mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Di titik ini Anda perlu merumuskan rencana tindakan. Bila ingin menjadi ahli bahasa Inggris, Anda bisa kuliah di jurusan Bahasa Inggris di Universitas di Jakarta Pusat dan belajar memahami teori bahasa. Dan langkah berikutnya adalah melamar di institusi yang paling tepat untuk mewadahi tujuan Anda itu, ketika lulus kelak. 

3 Tools Dari Google Yang Sangat Menarik Untuk Belajar Bersama Anak dan Murid Anda

1 komentar
Coba tanya ke Mbah Google...
Wah, kalimat ini so yesterday loh.
Karena, Google tidak hanya menyediakan mesin pencari. Yang bertugas untuk mencarikan segala jenis informasi yang kita butuhkan.

Sekarang, ada banyak sekali platform yang diusung oleh Google. Dan kabar baiknya lagi adalah aplikasi itu bisa sangat membantu proses belajar mengajar baik di rumah atau di sekolah.

 Projek Google For Edu, lah yang berjasa mengumpulkan aneka rupa platform yang bisa membantu anak mendapatkan wawasan, pengetahuan dan pengalaman belajar yang menarik dan menyenangkan bersama Google. Nah, saya share 3 tools dulu ya, lainnya menyusul nanti :)


1. Google World Wonder


Anak-anak dan murid kita bisa piknik keliling dunia, melalui Google World Wonder. Kita bisa mengunjungi Paris, melihat piramida di Mesir. Mengetahui kebudayaan negara lain melalui gambar, foto, video dengan di situs ini. Jalan-jalan gratisan modal internetan alias Virtual Field Trip ini bisa juga dilakukan di situs google lainnya yaitu, Google Map dan Google Lit Trips.

google tools




2. Google Hangouts

Google Hangouts adalah tools untuk merekam dan membuat percakapan jarak jauh dengan tampilan video seperti halnya skype (teleconference). Terdapat fitur yang bisa menyertakan sampai 100 orang dalam grup chat. Selain itu bisa digunakan untuk menelepon one-on-one calls. Juga membuat grup callas sampai 10 orang. Wah asik kan, kita bisa menelepon bergantian bersama 10 orang. 

Penggunaan untuk kelas belajar, misalnya guru membuat Webinar  dan  bisa mengundang tenaga ahli suatu subyek, contohnya antariksawan, yang sulit ditemui langsung. Dia ini diminta memberikan presentasi singkat melalui Hangouts.Tentu hal ini akan menarik sekali bagi anak-anak di rumah maupun di sekolah. 

asyiknya menyaksikan kelas belajar bersama antariksawan langsung dari dalam pesawat luar angkasa, seperti disini


Dengan diperbolehkannya 10 orang dalam Hangouts, satu presentasi bisa dibagi untuk 8 kelas lainnya secara bersamaan. Tentu saja, yang biasanya menjadi kendala adalah akses internet yang kurang bagus atau stabil di Indonesia. Tetapi jangan sedih juga. Karena guru bisa merekam presentasi tersebut, sehingga bisa digunakan kembali sebagai sumber belajar. Misalnya untuk konsep Flipped Classroom, after-class tutoring atau pekerjaan rumah. Sesi yang direkam akan otomatis terupload ke You Tube, sehingga akan lebih memudahkan akses lagi oleh murid di luar kelas. 


3. Google Drive


Google Drive ini adalah sejenis cloud computing andalan saya. Yaitu platform dari Google yang mempunyai banyak fitur. Selain untuk menyimpan data secara online. Google Drive juga menyediakan Google Doc untuk menulis dokumen. Google Slides untuk membuat slide presentasi. Google Form untuk membuat konten data atau formulir. Dan kesemua fitur itu bisa disimpan otomatis di google drive. Lalu bisa dibagikan dengan mudah. 

Hasil gambar
credit
Keunggulan Google Drive sejauh yang saya alami sendiri adalah bisa menyimpan file saya lebih fleksibel secara online. Jadi ketika saya butuh, segera bisa mengambil file itu, lalu mengunduhnya atau mengirimkannya melalui email kepada mereka yang membutuhkannya. Selain itu, dengan google drive kita bisa mengirimkan file berukuran besar. Yang kadang ditolak oleh Gmail. 

Dalam proses belajar mengajar, google drive bisa dilakukan untuk berbagai hal. Bisa untuk projek menulis secara kolaboratif. Jadi satu kelompok murid, ditugaskan menulis sebuah novel atau kumpulan cerita. Dengan satu akun google drive yang sama, anak bisa menulis melalui Google Doc dan disimpan lalu diedit secara online. Hal ini memberikan pengalaman belajar yang menarik untuk anak. 

Sewaktu PPL di Wonosalam, saya juga berbagi tentang google drive dan blog kepada guru Mtsn.

blog

Cerita lengkap berbagi tentang Google Drive bisa dibaca disini.

3 Tools dari Google ini, menarik sekali loh jika diterapkan untuk belajar bersama anak-anak di rumah, atau di sekolah. Selain itu juga bisa digunakan untuk memudahkan kerja kita sebagai blogger, guru, pegiat online atau siapapun yang memanfaatkan akses internet untuk belajar dan bekerja. 

Selamat mencoba 3 tools ini. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan tulis di kolom komentar di bawah ini. 

Semoga berguna bagi nusa dan bangsa.
Salam,


Heni Prasetyorini.