Review Minum Teh Bunga Lavender

Jujur saja, ini baru pertama kalinya saya dan keluarga minum teh tapi bukan dari teh. Maksudnya dari bahan lagi seperti bunga kering, ilalang, daun herbal lainnya juga yang sudah dikeringkan. Termasuk teh dari bunga Lavender yang sudah dikeringkan.



review teh bunga lavender kering prasetyorini dot com

Ini juga pertama kalinya saya melihat dan memegang langsung bunga itu. Ternyata berbentuk bulir-bulir kecil berwarna hijau dan ungu. Tidak sebesar perkiraan saya ketika melihat gambarnya di iklan produk anti nyamuk.

Loh anti nyamuk? iya, kalau ingat Minyak Telon dengan aroma lavender untuk melindungi bayi anda dari gigitan nyamuk. Ada kan varian ini di beberapa produk anti nyamuk. Saya bahkan berseloroh ke anak saya yang heran dan bertanya, itu teh apa ma?. Saya menjawabnya, ini teh autan :)


review teh bunga lavender kering prasetyorini dot com

Tapi tujuan saya ingin mencoba teh lavender, bukan ingin jadi manusia kebal nyamuk. Melainkan ingin bisa tidur lebih nyenyak. Beberapa minggu ini, saya dan suami suka sulit tidur di malam hari. Glisak glisik gelisah sendiri, ga tau apa penyebabnya. Mungkin capek. Mungkin banyak pikiran yang terpendam. Ya mau bagaimana lagi, ada wabah pandemi virus Covid 19 di Indonesia dan negara lain yang membuat beberapa hal menjadi lebih sulit. Biar wajah udah diatur selempeng-lempengnya. Sok santai sok biasa. Tetep aja rasanya cemas, khawatir, bingung harus bagaimana dan sampai kapan ini semua akan berakhir. Mau optimis dan pesimis kok tipis bedanya. 

Nah saya khawatir juga jika terus menerus susah tidur, kekebalan tubuh kami berdua akan turun. Dan resiko terdampak paparan virus baru ini semakin besar. Sementara kami harus bertanggung jawab penuh mengurus keluarga besar dan juga anak-anak. 

Beruntung saya mengikuti satu instagram story teman yang membagikan beberapa produk teh bunga kering yang dia pamerkan. Saya tertarik dan menanyakan di mana tempat membelinya secara online. Karena Social distancing tidak memungkinkan untuk keluar rumah saat ini. Dan memang saya cenderung beli online saja sih sekarang. Lebih efektif dan hemat waktu. 


review teh bunga lavender kering prasetyorini dot com

Saya memesan beberapa jenis bunga kering, daun kering dan ilalang yang bisa dijadikan teh herbal atau teh kesehatan. Nanti satu per satu akan saya bagikan reviewnya di blog ini. 

Nah karena baru pertama kali, saya tidak tahu penampakan teh lavender ini seperti apa. Apakah bening saja, atau berwarna ungu. Ketika saya menuangkan air mendidih di cangkir dan memasukkan 1 sdt bunga lavender, tampak seperti gambar di atas. Air tetap bening sampai sekitar 5 menit kemudian. Harum baunya wangi persis seperti produk anti nyamuk yang saya sebutkan tadi. 

Jika tidak pernah minum teh dari bunga yang berbau harum khas begitu, ya rasanya aneh. Sekali lagi di benak saya seperti sedang menyedot lotion anti nyamuk hahaha. Tapi saya coba tahan, karena ingin malam ini bisa tidur nyenyak. 


review teh bunga lavender kering prasetyorini dot com

Malam itu saya minum teh bareng suami. Dia sengaja membiarkan bunga terendam lebih lama. Sekitar 10 menit lebih. Dan hasilnya air bunga itu berwarna lebih gelap. Seperti coklat teh pada umumnya. Dan itu sepertinya yang paling benar. Saya terlalu cepat. 

Setelah air teh habis, saya merebus air lagi sampai mendidih. Lalu menuangkan lagi air panas ke cangkir, ditutup dulu dengan tutup gelas, lalu saya biarkan semalaman sampai besok pagi. Hasilnya air semakin gelap. Sepertinya zat dari bunga lavender kering ini sudah terekstrak maksimal. 

Kebetulan saya waktu itu puasa, jadi memanfaatkan teh bunga lavender ditambah madu dan es batu untuk takjil. Rasanya segar. 

Nah bagaimana efeknya setelah minum teh lavender pertama kali?
  • Entah sugesti atau beneran, saya tidur lebih cepat dan lebih nyenyak daripada sebelumnya. Ada gelisah juga di awal, tapi pas tidur beneran plesss nyenyak. 
  • Efek baik untuk anak kedua saya, yang sejak kecil itu tiap tertawa pasti batuk. Seperti ada dahak kental di kerongkongannya gitu. Sampai dia umur 13 tahun sekarang ini, tetap begitu. Tiap ketawa batuk. Nah setelah sekali minum teh lavender (dipaksa ibunya), saya perhatikan ketika dia tertawa sudah tidak pakai batuk lagi. Sepertinya dahaknya mencair dan tidak menahan nafasnya atau menggumpal atau apalah seperti saat dia kecil. 
  • Yang menyenangkan juga, bau mulut saya jadi bagus. Tidak bau seperti bau asam lambung gitu. Jadi sepertinya lavender ada khasiat ke asam lambung juga. Ke sistim pencernaan. 
Jadi, saya itu peminum kopi sejak SD. Jaman harus belajar ujian akhir EBTANAS, saya sudah bela-belain begadang biar bisa masuk SMP negeri. Nah itu berlanjut sampai sekarang. Setiap hari saya harus minum kopi. Kopi sifatnya asam banget, terutama kopi instant. Dan saya cocok dengan kopi instan. Kalau minum kopi tubruk, perut saya malah sakit. 

Banyak minum kopi tentu saja asam lambung meningkat. Dan itu bisa naik sampai jadi ke bau mulut yang menyengat dan nggak enak banget. Bikin nggak PD sama sekali deh. 

Nah, ketika minum teh lavender ini, saya rasakan di perut rasanya enteng gak begah atau mbesesek gitu. Perut biasa aja rasanya, ringan. Dan bau mulut saya tidak menyengat seperti biasanya. 

Setelah minum teh ini, keesokan harinya saya mencoba varian teh bunga lain. Kali ini bunga rosella ungu. Lalu esoknya lagi saya mencoba campuran teh dari bunga rosella ungu dan daun kelor kering. 

Nanti akan saya review lagi hasilnya bagaimana. 

Ada yang sudah rutin minum teh herbal dari bunga kering atau daun kering begini?














1 komentar

Thanks For Your Comment :)