Sehari-hari bekerja di depan laptop, membuat kita bisa kehilangan rasa kecantikan yang hakiki. Halah bahasanya :). Ini yang saya alami sendiri sih. Kalau dihitung, saya lebih sering berinteraksi dengan "mesin" daripada dengan manusia. Giliran sudah harus ketemuan langsung atau tampil di depan publik, mesti ada rasa kurang percaya diri. Bahkan setelah berusaha untuk berdandan sebaik mungkin, masih saja merasa kurang bener.

Alisku dah bener ga ya? atau kayak Sinchan?
Bedakku kelihatan mbedok nggak ya? bener nggak warna bedak pilihanku itu? atau malah terlalu putih jadinya kayak topeng gitu?


Gak pede Gak pede gak pede.
Salting, Salah Tingkah
Heri, Heboh sendiri

Kalau ini terjadi akibatnya fokus dan konsentrasi jadi terpecah. Apa yang dikerjakan jadi kurang maksimal karena kepikiran dengan penampilan diri sendiri. Bukannya ja'im, tapi lebih ingin respek pada orang lain gitu.

Eh ternyata, konsep ini yang harus diluruskan oleh Madam Yo, panggilan akrab Yonna Kairupan oleh sahabatnya di media sosial.

"Hei para ladies ya. Kita ini berdandan untuk diri kita sendiri. Coba praktekkan, kalau kamu kerja baik itu di kantor atau di rumah, trus lihat wajah sendiri cakep seger cantik gitu, kan jadi semangat mau kerja. Yee kaan?!"
Madam Yonna membuka acara

Madam Yo saat itu maju untuk membuka event Beauty Class yang diselenggarakan oleh Indonesia Female Blogger dan Lakme Kosmetik. Bertempat di Noach Cafe and Bistro di Jalan Pregolan, Tegal Sari Surabaya. 

Di hari Minggu, 1 Desember 2019, tepatnya di siang bolong saya diantar oleh driver ojol dengan kecepatan cahaya dari rumah di kawasan Surabaya Barat yang jaraknya lumayan jauh, sekitar 20 km lebih. 

"Indonesia Female Blogger ada dengan semangat Empowering Each Other ya, jadi bukan untuk berburu dapat job. Itulah kenapa IFB fokusnya membuka workshop-workshop gitu. Nah, Beauty Class dengan Lakme Kosmetik ini sudah beberapa kali diadakan di kota lain, termasuk Jakarta dan Bandung. Dan akhirnya, hari ini kami hadir di Surabaya."

Madam Yo membuat hati saya senang. Wah konsep IFB senada seirama dengan KCMI (Komunita Coding Mum Indonesia) yang saya gawangi sekarang. Memang bener banget deh ikutan acara ini. Bisa ketemu Woman Leader seperti Madam Yo yang friendly, mbois, nyentrik, blak-blakan  dan penuh semangat.

Damar Aisyah, seorang blogger kenalan dari Bandung, juga menguatkan bahwa event ini bagus. "Aku pernah ikut mbak. Kalau Lakme yang bikin Beauty Class dijamin bagus banget deh."

Jadi makin optimislah saya, event Beauty Class pertama saya itu akan bagus. Dan beneran, pas masuk ke ruangan kelas, berjajarlah produk kosmetik Lakme yang cakep-cakep itu.




Mbak Palupi, biasa dipanggil Upay memimpin acara Beauty Class ini dengan sangat detil, sabar dan seksama. Seneng lihatnya. Tuturnya jelas, tegas dan runtut. Untuk pejuang make up kelas pemula kayak saya ini, tidak terintimadasi dan optimis saya bisa gitu rasa di hati ini. 

Upay: "Siapa yang jarang pakai Sunblock"

Saya ngacung. Dan cuma saya yang ngacung sendirian, omagaat malu mak. Nyengir aja deh.


Mbak Upay the Beauty Trainer hari itu

Ekspresi mbak Upay kaget juga :)

Lalu menjelaskan dengan panjang lebar,
"Memakai sunblock itu wajib hukumnya, bahkan kalau di rumah saja atau di dalam ruangan. Karena sinar UV yang bisa menyerang kulit wajah kita, tidak hanya dari sinar matahari langsung, bisa saja dari sinar lampu dan panas saat masak. Bahkan sinar matahari yang masuk dari sela-sela jendela ke dalam rumah pun bisa memberi dampak ke kulit. Jika tidak pakai sunblock lama-lama akan tumbuh spruten dan bintik-bintik hitam gitu. Ya kan?"

Saya jawab cepat, "iya ini wajah udah mulai ada bintik-bintik hitam." 

Eh bener juga ya, batin saya. Kenapa nggak kepikiran segitunya? kan kamu anak kimia Hen, gimana sih?. Saya sampai ketawa dengan kebodohan sendiri sok gak pedulinya sama sunblock untuk perlindungan kulit. 

Saya sempat GR dan yakin bahwa dengan kulit yang coklat gelap manja gini, pasti kuatlah menahan terpaan sinar matahari. Kagak butuh yang namanya sunblock. Eh ternyata keliru. 

Konsep pentingnya menjaga kulit dan kebersihan kulit sebelum ber-make up dipaparkan oleh mbak Upay dengan baik. Satu produk utama yang menjadi kunci untuk membersihkan wajah adalah penggunaan Lakme Make Up Remover. 

Momen mengesankan ketika pemilihan jenis Cushion yang cocok dengan warna kulit wajah saya. Trik paling tepat adalah mengoleskan langsung cushion ke wajah. Jika tidak nampak perbedaan warna yang mencolok, nah itulah level warna yang tepat. 

Saya dan El si Nyonya Malas berulang kali berdebat kecil.
Secara look, kulit El lebih gelap daripada saya, tapi dia cocok Cushion nomer. 5
Sedangkan saya malah Cushion nomer 6.

Semakin besar nomer cushion, maka tingkat warnanya semakin gelap. Harusnya saya sama-sama nomer 5 atau malah nomer 4. 

Akan tetapi, hasil olesan cushion ke wajah tiap orang itu tidak sama. Prediksi saya karena jenis kulit dan mekanisme biokimia yang berbeda pada reaksi terpada cushion tersebut (halah kimia banget mbak Hen hehe). Intinya kalau beli cushion atau BB atau alas bedak wajah gitu, mending datang langsung dulu ke booth deh untuk coba oles langsung. Daripada salah beli. Kalau dah cocok baru dah untuk repeat order bisa beli online. Itu juga kalau tone kulit wajah udah ga berbeda lagi atau pH wajah dan sebagainya tidak berubah.

"Apakah cushion ini teroksidasi?"

Loh, kok bisa ada terminologi kimia lagi di dalam kosmetik? wah ini keren ini. Hal baru buat saya.


Senior Brand Manager Lakme Kosmetik, Anastasia Pamela


Anastasia Pamela, Senior Brand Manager Lakme Kosmetik yang berkesempatan hadir juga, ikut menjelaskan kualitas produk Lakme yang sudah terpercaya. Terutama untuk yang sudah ditanyakan tadi, Cushion Lakme tidak akan teroksidasi. Kalau kosmetik seperti cushion mudah teroksidasi, ketika awal dipakai bagus, lama-lama tampak buluk begitu. Tetapi Lakme tidak. Bisa dipastikan seharian pun masih bisa set dengan baik di wajah dan tone warnanya tidak berubah di wajah. 

Bagaimana dengan penggunaan kosmetik Lakme untuk ibu hamil dan menyusui, apakah juga aman? Pertanyaan tambahan muncul. Dan dijawab dengan baik pula oleh ibu manager. 

Secara laboratorium memang sudah diuji bahwa produk kosmetik Lakme aman untuk ibu hamil dan menyusui. Akan tetapi, lebih baik ibu hamil atau menyusui tersebut, berkonsultasi lebih dulu ke dokter kandungan dan dokter anak, untuk memastikan bahwa tidak ada hal khusus, seperti alergi pada zat tertentu dan hal lainnya sebelum menggunakan produk Lakme. Karena kondisi ibu hamil dan menyusui tentu tidak sama dan tidak bisa disamaratakan juga. 

Penjelasan product knowledge dan konsep pentingnya skincare, sudah dijelaskan di awal. Tahap berikutnya adalah yang paling panjang dan seru adalah praktek ber-make up untuk wajah sendiri. 

Karena ini kelas beauty pertama saya bersama praktisi Make Up Artis profesional, dan hasilnya beneran bagus dan cocok untuk saya, maka perlu saya simpan langkah-langkahnya di sini. 

Tahap 1: Pembersihan wajah dengan produk yang tepat. Jika wajah masih netral atau bare face, bisa dibersihkan dulu dengan susu pembersih dan toner. Jika wajah sudah diberikan bedak, lipstik dan produk kosmetik lainnya sebaiknya kosmetik dihilangkan dulu dengan Make Up remover. 

Tahap 2 : Perawatan kulit wajah. Setelah wajah bersih, digunakan toner, serum, pelembab wajah dan yang wajib juga adalah sunblock. 

Tahap 3: Penggunaan cushion Lakme yang sudah mengandung primer, jadi lebih set di wajah. Diterapkan dengan cara ditepuk-tepuk ringan sampai rata menggunakan puff bawaan cushion. 


suasana Beauty Class


sebagian produk Lakme Kosmetik yang saya gunakan

Sebentar biar saya rincikan dulu produk Lakme yang saya gunakan dalam Beauty Class waktu itu:

1. Lakme Make Up Remover
2. Lakme Reinvent Primer Matte Cushion Foundation
3. Lakme Make Up Absolute Reinvent x Anggie Rasly Precision Grey Pencil 
4. Eye Color Quarter Eye Shadow
5. Lakme Reinvent Rouge Blusher Blush On - Peach Affair (untuk counturing hidung dan pipi)
6. Lakme Make Up Blush On, Highlighter, Countour, Eye Shadow Absolute Reinvent Illuminating Shimmer Bricks 10 gr (untuk highlight)
7. Finishing Powder
8. Eyeconic Curling Mascara
9. Lipstik Matte Make Up Classics Reinvent Liquid Matte
10. Reinvent Mini Matte Lipstik Crayon


Cukup mencengangkan juga hasil dari kelas make up hari ini. Saya pesimis ada perubahan di wajah ini karena kulit wajah yang cenderung coklat matang, tone cushion aja paling gelap. Jadi saya pikir printilan segala countur, blush on, eye shadow dan sebagainya itu nggak akan mempan tampak di kulit wajah saya. 

Akan tetapi hasilnya adalah jeng jeng jeng...

Setelah memakai cushion dan menggambar alis

setelah menerapkan rangkaian Lakme Kosmetik





Hasilnya tampak memukau sodara sekalian *sound on  :)

Sebelum pulang, saya berhasil menodong Madam Yo untuk memberikan sepatah dua patah kata tentang manfaat menggunakan make up untuk kita. 



Makasih ya madam, wejangannya akan kuingat selalu.



foto bareng (doc. pri)

foto bareng mbak Upay sang Trainer
Makasih banget mbak Upay atas wejangannya tentang pentingnya Sunblock. Baru hari ini dalam sejarah, saya mandi dulu, pakai pelembab dan sunblock dulu baru ke dapur dan menggoreng tahu. Luar biasa :)

wih jadi seger banget ya wajah after Make Up kita.

Acara ini benar-benar berkesan. Training singkat, dengan perhatian seksama dan langsung praktek, bisa memberikan hasil yang cukup optimal. Setiba dari rumah saya langsung praktek lagi semua ilmu dari situ. Mulai membersihkan wajah, memakai sunblock, menggambar alis dan juga menepuk cushion merata di wajah. 

Ketika kegiatan saya ini diposting di instagram, beberapa komentar muncul dari teman-teman. 

"Ah iya, aku mbladus mbak Hen."

"Aku dulu habis resign ngantor, masih rajin loh di rumah pakai make up. Sekarang malah mbladus."

Saya nyengir sendiri membacanya. Lalu menjawab, "tenang mbak, kita akan mbladus dan brai pada waktunya, hahaha"

Menggunakan Make Up dengan perasaan menyayangi diri sendiri, beneran terasa memberikan dampak empowering yang bagus untuk diri sendiri. Selain inner beauty, kita juga kudu peduli dengan outer beauty. Karena manusia selain punya hati kan juga punya fisik.  Semoga menginspirasi ya.

Catatan:
mbladus : bahasa Jawa, artinya buluk atau kusam
brai        : bahasa Jawa, artinya berdandan atau memakai make up

Disclaimer:
Tulisan dan  foto adalah dokumen pribadi dan tidak boleh digunakan ulang tanpa ijin. 



0 Comments