Catatan Singkat di Apple Developer Academy | UC

11 Desember 2019, Saya lulus dari 10 bulan program Apple Developer Academy di Universitas Ciputra (UC) Surabaya angkatan pertama atau disebut juga Cohort 1.

 Beberapa hari kemudian baru dilakukan penyerahan Sertifikat - Certification of Completion - resmi di Flexible Space gedung Apple Academy di kawasan kampus UC, seperti yang tampak di foto saya tersebut.
photo credit: Thenar Visual

Sudah kurang lebih 10 bulan sejak hari pertama mengikuti program ini. Dan sampai kemarin, masih ada anak-anak muda, terutama mahasiswa yang mengirimkan pesan pribadi ke media sosial saya. Tentu saja ingin bertanya tentang pengalaman dan cara biar lolos diterima di Apple Developer Academy|UC.Untuk singkatnya, sekaligus akan saya jawab di sini:

Sebelum mendaftar, saya mencari dulu informasi sebanyak-banyaknya tentang Apple Developer Academy, baik yang di Indonesia maupun di beberapa negara lainnya. Untuk mengetahui konsepnya apa sih, tujuannya apa, dan apakah saya bakal diterima jika mendaftar, juga apakah sanggup menjalani proses di akademi selama berbulan-bulan?

Setelah hasil pencarian menunjukkan bahwa ada peluang untuk masuk, maka saya persiapkan dokumen CV untuk mendaftar sebaik mungkin. Jejak rekam, prestasi, hasil karya dan sebagainya diperbarui di semua lini pribadi yang saya punya: blog, instagram, facebook, twitter, linkedin. Supaya apapun tautan yang saya tulis di CV, ketika dicek ulang memang benar isinya dan sudah ter-update.Setelah tahap dokumen lolos dan masuk ke pembuatan video profil, saya lakukan lagi riset kedua. Yaitu riset video profil teman yang memang juga baru mendaftar, dengan cara mengikuti tanda pagar (#) yang sudah diatur tersebut di You Tube, yaitu #uc.apple.academy.2019.

Nah, dari situ ditarik benang merah, kira-kira Pesan apa yang mau disampaikan di video profil, supaya bisa sesuai dengan isi CV dan personal branding yang sudah dibangun sebelumnya. Karena aktivitas saya beberapa tahun ini seputar pemberdayaan perempuan di ranah teknologi juga teknologi pendidikan untuk kelas belajar anak, maka itulah yang saya tampilkan.

Video saya berjudul "Impactfull: Dari Apple Academy Untuk Coding Mum & Coding Kids Indonesia" bisa disimak di sini:


video


Ketika membuat video, usahakan dengan intonasi suara yang keras, jelas dan bersemangat. Ini pasti terpancar otomatis jika kalian punya karakter motivasi diri yang kuat. Kalau sedang baper dan bad mood, lebih baik jangan bikin video dulu ya. Makan bakso pedes dulu biar muncul lagi semangat membaranya :)

Seharusnya video profil ini hanya dibatasi 1 menit. Tapi saya keblabasan lebih dari 3 menit. Dan ketika masa rekam video itu ada drama listrik di rumah mati berjam-jam, maka ketika listrik nyala wifi nyala, tanpa babibu lagi, langsung saya posting videonya ke You Tube, karena memang deadline sampai jam 12 malam itu. Pokoke budal, kalau kata orang Surabaya.

Dokumen dan video lolos, selanjutnya adalah tahapan Tes Tulis yang langsung dikerjakan di Universitas Ciputra. Apa saja bahan materi tes tulis? Nah ini semua juga saya riset dan pelajari sendiri, sebisa mungkin, semaksimal mungkin. Mulai dari konsep Coding : OOP, Swift Programming, lalu tentang design dan juga bisnis. Ditambah lagi karena tes tulis ini waktu saya daftar disebut Tes Potensial Akademik, maka saya pun mengulang lagi materi TPA yang sekarang banyak bertebaran model soal online yang bisa dikerjakan sambil nungguin dadar jagung yang sedang digoreng matang sempurna di dapur :). Kalau ingat TPA harus ingat lagi model tes kalau mau masuk sekolah negeri reguler atau mendaftar jadi dosen. Yaitu ada Deret Hitung, Deret Ukur, Sinonim, Pola dan sebagainya.

Waktu tes tulis ini, dilakukan di Lab. Komputer UC. Soal berjumlah 100 butir dan nilai saya 65. Lumayan dan ternyata memenuhi kredit minimum untuk bisa lolos tahap selanjutnya yaitu interview.
Nah, terakhir persiapan interview, maka persiapannya tidak lain dan tidak bukan adalah menampilkan diri sendiri sekeren mungkin. Jangan sampai kelihatan gembos, ngglembosi atau males-malesan aja gitu ya.

Oke, semua tahap terlampaui dan saya lolos diterima. Cerita lengkapnya bisa dibaca di blog pribadi saya berikut ini: 




Berlanjut menjawab model pertanyaan anak muda tentang pengalaman saya di program ini, berikut jawabannya.

Sebagai informasi awal, profil saya adalah ibu rumah tangga yang punya beberapa aktifitas dan jenis pekerjaan remote work atau sebagai freelancer. Sebagai IBU RUMAH TANGGA perlu digarisbawahi, karena itu mempengaruhi rekam jejak saya sebagai satu-satunya ibu-ibu dan satu-satunya peserta perempuan dari Public Participant.

Menjadi ibu rumah tangga (model saya), artinya mengantar jemput anak, mengurus rumah dan lain sebagainya adalah tugas saya. Ketika ikutan program ini, dan kebetulan masuk ke shift sore dimana harus datang pukul 13.30 WIB siang, dan pulang saat maghib pukul 17.30 WIB petang, itu bukan hal yang biasa-biasa saja. Melainkan suatu keadaan antimainstream yang luar biasa di mana harus ada banyak sekali perubahan dalam struktur yang sudah aman dan nyaman di dalam rumah tangga saya.
Menjemput anak pulang, misalnya, tidak bisa saya lakukan sendiri karena bentrok jam. Maka harus dialihkan ke pihak lain.

Di awal akademi, anak saya titipkan ke tetangga perumahan sebelah yang juga mempunyai usaha laundry kecil-kecilan. Ternyata berjalan 3 bulan, beliau mundur karena kecapekan dengan jalur dari rumahnya ke sekolahan anak saya yang cukup jauh menurutnya (Sambikerep - Lidah Kulon). Apalagi waktu jemput sekitar jam 3 sore, di masa kemarau di mana matahari lagi panas-panasnya juga. Wajar kalau mbak penjemput jadi jatuh sakit. Dengan kondisi ini, saya coba menjadi pengganti, tapi sama juga, nggak sanggup. Jadi migren kepala karena harus riwa-riwi dari UC - Lidah Kulon - Sambikerep - UC untuk sekali jalan.

Maka opsi kedua diambil yaitu menggunakan jasa ojek online. Walau di awal cukup bikin deg-degan karena anak saya masih SMP kelas 7, alhamdulillah berjalan waktu, cukup aman dan lancar.

Ini bentuk struggle saya yang pertama.

Di Apple Developer Academy|UC, kita tidak diberikan jadwal belajar yang ketat, saklek dan padat berjam-jam duduk di meja menghadap komputer saja. Melainkan bentuk belajar yang dinamis dan mandiri (self directed learning). Konsep ini sangat bagus terutama untuk generasi muda, gen Z yang punya karakter jauh berbeda dengan saya si Gen X. Dan ini lagi yang menjadi bentuk struggle saya yang kedua.

Saya mengalami proses adaptasi yang cukup sulit dalam beberapa hal. Ada momentum di mana fokus saya benar-benar terbelah karena hal keluarga. Dan jadwal saya untuk fokus dan mengerjakan sesuatu, belum tentu sinkron dengan jadwal dari teman-teman satu tim, yang usianya jauh lebih muda, yaitu setengah dari usia saya. Ya, di hari penerimaan program ini, usia saya tepat 40 tahun, sedangkan mayoritas peserta di akademi berusia 18-22 tahun. Walau ada beberapa yang juga seumuran dengan saya, namun belum pernah satu tim :)

Keterbatasan ini, cukup berdampak juga dalam kinerja saya di akademi. Bahkan hasil kontemplasi atas kondisi itu, menjadi bentuk satu podcast ini:



Dengan pengalaman saya tadi, pelajaran yang bisa diambil untuk teman-teman yang ingin masuk ke Apple Developer Academy adalah sebagai berikut:
  1. Jika mengalami kesulitan, sampaikan kepada mentor pribadi, mentor akademi, teman atau siapapun yang bisa menjembatani. Karena sebenarnya di apple developer academy, diterapkan model interaksi yang bebas, cair dan dinamis. Tell somebody that you have a problem and you need help. Saya ditempa bertahun-tahun untuk tidak mudah minta tolong, jadi lumayan keteteran di akademi. Just don't act like me there.
  2. Dokumentasikan dengan baik perjalanan belajar (learning Journey) dan refleksi. Setelah di akhir akademi, saya menggunakan tools bernama Airtable (bisa dicari dan diunduh sendiri ya). Dengan fitur Calendar di Airtable, lebih mudah bagi saya mencatat kegiatan sehari-hari, sekaligus memasukkan Learning Evidence atau bukti belajar, baik dalam bentuk gambar screenshot, dokumen ataupun video. Coba deh di www.airtable.com

Baiklah itulah catatan singkat saya. Semoga bisa menginspirasi.

Tak lupa saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk keluarga baru saya di Apple Developer Academy | Universitas Ciputra Surabaya. Juga pihak Apple yang bertukar username, saling follow dan sesekali ngobrol di inbox media sosial. Serta beberapa narasumber yang hadir di Sharing session atau Training session, dan masih terus berkomunikasi dengan saya. Terima kasih banyak. Semoga ke depan bisa saling memberikan manfaat dan kebaikan.

Jika ingin melihat informasi lengkap tentang Apple Developer Academy | Universitas Ciputra Surabaya, silahkan di baca di website officialnya berikut ini:
https://developeracademy.uc.ac.id/id/landing/

Post a Comment

24 Comments

  1. Wow keren ibu cantik disarang penyamun itu man mbak😊😊

    ReplyDelete
  2. Selamat Mba, keren abis nih!
    Salut banget melihat mamak-mamak penuh energi seperti ini.
    Btw, saya jadi mendengarkan podcastnya nih, dan suka banget bahasannya.

    Semacam menemukan jawaban yang masuk akal, antara semangat menaklukan tantangan, dengan hal-hal yang harus ditahan sejenak karena limit seorang ibu :)

    ReplyDelete
  3. aku nggak heran kalau mbak Heni lolos di UC Apple Academy ini... jos gandos kotos-kotos pokok e
    Btw, seleksinya ketat banget yo mbak, ngalah-ngalahi tes kerja iki

    ReplyDelete
  4. Budhe selalu menginspirasi...
    Jadi kangen. Sudah lama g ktm..
    Pgn bljr juga, gmn caranya biar bisa melek teknologi dan bermanfaat bagi banyak orang spt yg budhe lakukan

    ReplyDelete
  5. Luar biasa, pengalaman yang bikin kepengen. Apalagi pergi ke Apple Academy. Selamat y mbak

    ReplyDelete
  6. Pertama selamat dulu nih ya. Hebat dan beneran menggebu nih semangatnya. Kedua informasinya sangat bermanfaat. Tidak ada kata terlambat untuk belajar ya Mbak...

    ReplyDelete
  7. Wah hebat.
    Ngga lelah menimba ilmu
    Sukses ya

    ReplyDelete
  8. Keren mbak. Saya kemarin maju mundur mau daftar. Kerjaan kantor lagi banyak, punya batita pula. Akhirnya kelewat deh waktunya.

    ReplyDelete
  9. worth it banget ya mba proses dan perjuangannya sampe akhirnya selesai masa workshopnya. jadi dapet banyak insight dan ilmu baru pastinya ya.

    ReplyDelete
  10. Ya Allah keren banget, ini yang dinamakan opportunity.
    Aku ingin ambil kursus bahasa Mandarin aja sampai anak usia 5th ga kunjung jadi karena blm bs break the habit yang sudah terbiasa kujalani.

    Salut dan inspiring banget. Bisa tetel konsentrasi belajar.

    ReplyDelete
  11. Waaaaa salut mbaaaa! The power of emak-emak! Emak-emak aja bisa coding, cakeppp eui!

    Lah anak saya nyoba ngajarin saya, sayanya gak mudeng-mudeng ������

    ReplyDelete
  12. Ini mah keren abissss mba pengalamannya. Jadii ilmunya lebih marketable dan aplikatif ya mba.

    ReplyDelete
  13. Kereeennn mbak! Semoga ilmunya bermanfaat untuk banyak orang dan membawa keberkahan ya mbak..

    ReplyDelete
  14. MasyaAllah keren banget Mba Hani. Aku malah baru denger soal ini Mba
    ini seluruh Indonesia atau bagaimana mba? Pengen juga belajar upgrade skill
    selamat ya Mba Hani Semoga semakin menginspirasi buat kami

    ReplyDelete
  15. Luar biasa ibu ini.. aku salut sama semangat dan pasti capaiannya. Selamat yaa bu...

    ReplyDelete
  16. KEREN MBAAAK! Selamaaat! Menjadi ibu rumah tangga dan punya banyak kesibukan bukan berarti mangkir dalam kegiatan lain untuk perkembangan diri dan usaha yaaa.

    ReplyDelete
  17. Wooow...
    Ini keren banget mbak. Bukan Ibu rumah tangga biasa ya.
    Inspiring banget deh!
    Saya jadi termotivasi untuk terus menjadi lebih baik di bidang yang saya tekuni. Maka si mbak...

    ReplyDelete
  18. Aih keren bangeeet. Peserta termuda dong, ya ... Huehehehe ...

    Mbak, kalau belajar di Apple Developer Academy begini tuh hasil akhir yang diharapkan seperti apa sih, Mbak?

    Aku terus terang baru tahu dan ini masih mengawang-awang apaaa yang dipelajari, ngapain aja, setelah itu apa, biayanya berapa, hihihi ...

    ReplyDelete
  19. Selamat ya mbak.. atas konsitensinya mengikuti Apple academy ini. Berarti sekarang udah punya gelar "Coding Mom">
    Jadi bisa bermanfaat untuk otak-atik blog juga ya.

    ReplyDelete
  20. Duhduhduh ngefan banget sama ibu ini. Aku ndak rau lho mbak, klo dirimu juga ngeblog. Lah baru kali ini ketemu di grup BW. Ternyata masih sempet ngeblog yaaaaa... makin kagum 😍😍

    ReplyDelete
  21. Dramatis kali ya mba, kalau emak2 ikut kegiatan seperti ini. Untung mba bisa menyelesaikannya dengan baik. Emang deh, the power of emak-emak, nggak mau kalau dengan yang muda.😁

    ReplyDelete
  22. Mbak.. keren banget 😭 salut saya. Jadi ibu rumah tangga yg juga berprestasi ❤️ sangat inspiratif

    ReplyDelete
  23. Wah keren ya Mbak bisa lolos di UC Apple Academy. Memang kalau mau daftar gitu penting banget untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya ya Mbak sehingga kita juga bisa membaca peluang., seperti yang mbak lakukan sebelum mengirim cv.

    ReplyDelete
  24. Pengalaman yang luar biasa bisa masuk di Apple academy ni kak. . Semoga nanti banyak penerus kakak yang hebat dan keren-keren. Aamiin ..

    ReplyDelete

Thanks For Your Comment :)