Cara Biar HARBOLNAS Nggak Bikin Sakit Jiwa.

If your business is not on the internet, then your business will be out of the business. - Bill Gate, pendiri Microsoft -

Andaikan ada satu hari pilihan, dimana semua harga murah gila-gilaan. Dijamin  hampir semua orang siap membeli barang idaman. Pasti asiikkk mantengin gadget milih inceran dari sekarang. Pas bangeet kalau harganya murah. Hemat cermat dan bakal disayang mertua.

Tapi, saya kok mikirnya malah pengen sebaliknya to?
Tiap ada yang rame belanja sampai antri di kasir, saat itu saya selalu kepikiran, perasaan sebagai pemilik toko ini gimana ya? Rasanya jadi pengusaha pas lihat kayak gini, seperti apa ya?

Iya loh, serius.
Tiap belanja sembako atau keperluan sabun, odol dan printilan lainnya tiap bulan, saya selalu ngebatin itu di depan kasir. Tiap bulan kok belanjaa aja, kapan aku yang jual?

Pernah kepikiran kayak gitu nggak?

Boleh kan mikir jadi tukang jualannya? Pasti boleh.
Apalagi jadi tukang jualan online, alias punya onlineshop. Wis kebayang adrenalin membuncah pas Harbolnas tiba.


Btw, sudah tau kan maksudnya HARBOLNAS?


HARBOLNAS adalah Hari Belanja Online Nasional
HARBOLNAS sudah ada sejak tahun 2012, tepatnya 12 Desember 2012 Maka dikenal dengan #1212sale

Mulanya HARBOLNAS digagas oleh 7 toko online saja,makin tahun  tuh makin banyak toko online yg mengikuti. Bahkan di tahun 2016 ini sudah ada 200 TOKO ONLINE yg join HARBOLNAS. Wiih banyak.

HARBOLNAS sebenarnya  bertujuan untuk MENGEDUKASI ke masyarakat bahwa belanja online itu gak ribet dan menyeramkan penuh penipuan, tetapi mudah, baik, cepat dan dapat DIPERCAYA.

Pada tahun ini, HARBOLNAS berlangsung selama 3 hari, HANYA TIGA HARI. Yaitu tanggal 12–14 Desember 2016.

Trus trus, mau gimana di 3 hari ke depan ini?
Aaah saya mah, kalau sekarang emang belum siap sih jualan online lagi.
Lagi?
Iya, tahun 2010 saya pernah nekat jualan online. Produknya jilbab dan aksesoris handmade. Nama tokonya Jilbab Orin, pernah dengar?

Saya aktif jualan sampai tahun 2013, sampai akhirnya mengendur karena kuliah lagi. Ternyata makin kesini, malah diarahkan ke dunia dagang. Apalagi, nih adek bontot, udah lama resign dari kantor trus niatnya mau jualan online aja kayak saya dulu. Biar bisa ngasuh anakku yang banyak ini mbak, gitu katanya.

Hehe, anaknya udah tiga. Pantes aja dia kelabakan dan super sutris pas harus mendadak jadi ibu rumah tangga. Untung aja dia punya kakak yang udah pengalaman bikin toko online. Dikit banyak pernah jadi pengusaha, walau cil-kecilan tak iye.

Dengan niat adekku itu  maka kami rembukan bikin konsep lagi untuk buka toko online, alias olshop. Seputar jilbab dan busana muslim lagi deh, karena marketnya terus besar sekaligus saya udah ada jaringan penjahit dan suplier bahan langganan dulu. Hubungannya baik dan makin baik. Tinggal bikin sistim olshop yang makin rapi aja entar ke depannya.

Gimana sih cara bikin olshop?
Ah, hari gini mah gampang banget. Udah sempat saya tulis di postingan saya sebelumnya loh. Yang penting  kita udah akrab dengan internet, blog, marketplace dan sosial media untuk tempat promosi dan transaksi.

Yang penting mental pengusaha dulu harus dibangun kuat-kuat. Yaitu mental untuk,:
1. Lakukan Sekarang Juga
2. Belajar pada ahlinya
3. Jika gagal, bangkit lagi. Gagal bangkit lagi.
4. Fleksibel dengan perubahan
5. Optimis untuk kemajuan

Saya yakin, dengan lima mental ini, kita nggak bakal sakit jiwa walau ada HARBOLNAS tiga kali setahun. Karena kita udah bisa merancang segala sesuatu, supaya momen ini kita bisa dapat omset gede dan pelanggan baru yang makin oke.

Ayo  ubah mindset-nya dari pembeli menjadi pengusaha.
Nggak usah muluk-muluk demi stabilitas negara, pikirin aja bisa mbahagiain keluarga.
Gimana? Udah siap berubah?!


Semoga menginspirasi.
Salam  

Heni Prasetyorini