IRTD 7: Kriptonik

Tidak ada komentar
KRIPTONIK

Kain hero berwarna kuning berukuran 1,5 m x 3 m ini sudah penuh dengan tracing tulisan. Aku dan suamiku bergantian menebali tiap hurufnya dengan cat minyak berwarna hitam. Beberapa kali aku mendesah nafas panjang. Pinggangku terasa nyeri apalagi punggungku yang sudah menyangga janin berusia 4 bulan.

“Aku salah nih bikin hurufnya kecil-kecil begini. Jadi susah kita menebalinya dengan kuas cat.” Keluhku pada suamiku. Sejenak kemudian dia berhenti menggores kuas bercat hitam, lalu masuk ke dalam rumah. Sebungkus plastic kecil berisi cotton bud ada di tangan kanannya. 

Aku menerima barang itu dengan tersenyum. “Bagus juga idenya. Lebih rapi gini, mengecat dengan cotton bud.”

KRIPTONIK
JASA PENGETIKAN & BIMBEL SD, SMP, SMA
MATEMATIKA, FISIKA, KIMIA, BAHASA INGGRIS

Hampir selesai pekerjaan kami, ada tamu datang dan masuk ke ruangan depan rumah ibuku yang akan menjadi tempatku menerima murid bimbingan belajar dan jasa pengetikan. 

“Lagi ngapain dek Heni?”
“Owala pakai bikin sendiri geber’e rek. Pesen ae pok’o…”

Aku dan suami nyengir saja menerima komentar itu. Iya memang geber alias banner usaha ini bisa pesan ke tukang sablon. Tapi harganya waktu itu lumayan mahal juga. Demi ngirit, aku beli saja kain polosan kemudian menulisnya sendiri. Sebisa mungkin semua “modal usaha” ini dari kantongku dan suamiku sendiri. 

“gak papa mbak, daripada nganggur. Bisa bikin sendiri gini. Mau ta tak bikini?”candaku. 

KRIPTONIK. 

Aslinya adalah nama salah satu unsur kimia di deretan Sistim Periodik. Kriptonik punya nomor atom 36 dan ini adalah nomor absenku di kelas Kimia ITB angkatan 97. Sewaktu kami ospek, biasanya memanggil dengan nama unsure yang sesuai dengan nomor absen atau NIM ini. 

Setelah memutuskan kembali ke Surabaya, praktis kami berdua, aku dan suamiku menjadi “pengangguran”. Suamiku mengambil cuti belajar untuk kuliah lagi ke ITS. Dia dulu lulusan D3 Teknik Mesin (D3MITS), kemudian langsung bekerja di IPTN, perusahaannya pak B.J. Habibie yang bikin pesawat terbang itu loh. Sejak tahun 1999 dia pun memutuskan untuk melanjutkan kuliah lagi, sehingga bisa lulus S1 di jurusan yang sama juga, Teknik Mesin ITS.





Tidak ada komentar

Thanks For Your Comment :)