Kerja Di Rumah: Bisa Segitu Banyaknya

Kalau dari foto ini, saya tuh sedang menyapa secara Live di Grup Facebook Komunitas Coding Mum Indonesia. Sebagai Presiden alias Ketua Umum, ya harus menjaga ikatan batin antar anggota. Setelah itu, membuat video untuk mengais data perihal hal yang dibutuhkan anak usia dini jika diajak belajar menulis menggunakan aplikasi di handphone. Ketika semua urusan depan kamera selesai, blazer dan jilbab saya lepas (karena gerah), dan saya meneruskan menulis buku biografi pesanan klien di laptop.

ibu rumah tangga digital : Heni Prasetyorini
Mengisi Live Webinar Dari Handphone di rumah
Saat lelah ngetik, saya buka peralatan handmade dan mulai membuat satu demi satu prakarya berupa tali kacamata, bros, gelang dan kalung. Yang hasilnya kalau sudah jadi, bisa saya pakai sendiri atau jual. Koleksi bisa dilihat di www.instagram.com/percamanik.
Habis gitu, ke dapur (untuk cari bahan yang bisa dikunyah 😁). Mungkin lanjut menggoreng ikan bandeng, tahu dan tempe. Dilanjutkan lagi buka laptop untuk menulis konten baru di blog. Nge-blog itu sudah saya mulai sejak 10 tahun lalu, tepatnya tahun 2009. Awalnya cuma untuk curhatan aja dan latihan menulis. Saat ini, dari blog saya dapat banyak kejutan. Bisa terbang atau naik pesawat pertama kali juga karena tulisan di blog saya menang lomba.Lalu diundang jadi pembicara, trainer dan hal lainnya, termasuk diminta menulis buku biografi dosen ini, juga karena yang mengajak kerjasama telah melihat rekam jejak saya di blog. Baru-baru ini malah saya dapat sepatu dan sepatu sandal baru dari ngeblog. Cuma harus nulis artikel blog sebiji aja loh, http://www.prasetyorini.com/2020/01/shoesmart-marketplace-sepatu-terbesar-pengusung-brand-lokal-indonesia.html?m=1 Hampir semua pekerjaan itu saya lakukan dari rumah dan di dalam rumah saja. Kecuali memenuhi beberapa undangan. Pengalaman saya ini menarik sekali untuk saya bagikan. Karena saat ini, memilih jadi ibu rumah tangga atau working at home mom, sudah makin keren aja kedengarannya.
Selain keren juga makin mudah. Ada internet, ada platform digital. Ada teman dan komunitas tempat belajar bareng. Bahkan saya ikutan komunitas ibu-ibu dari luar negeri. Terkadang juga menyapa para pakar pendidikan dari luar negeri juga.Bahasa Inggris saya tidak terlalu fluent atau fasih. Saya bisa paham membaca dan mendengarnya. Cuma untuk menulis dan mengucapkan lagi, rada mikir. Tapi kalau sekadar berbalas chat dan mengirim pesan, kan bisa mengandalkan google translate? Jadi ga ada batas. Sharing saya kali ini, untuk memberi semangat pada ibu-ibu ya. Sehingga ke depannya juga, tidak kaget dan shock misalkan anak gadisnya atau menantunya memilih jadi ibu rumah tangga. Jangan cemas ilmunya bakal sia-sia.

Memberikan kelas online pun bisa. Itu rencana saya di startup teknologi pendidikan yang saya rancang dengan anak dan suami, di www.kelaskudigital.com Berbasis dari rumah, bekerja bisa begitu banyak ragamnya. Bahkan tahun 2009 itu saya mulai jualan jilbab online modal nekad, tapi bisa tembus diliput oleh Metro TV Jawa Timur. Ah nantilah, saya banyak cerita tentang ini https://www.facebook.com/pg/koleksijilbaborin/ Gimana, mau lanjut diceritani lagi?

Post a Comment

1 Comments

  1. Lanjuuuut mbak! Aku tertarik nih ikut Coding Mom Indonesia hehehe. Anw kalau ngasih webinar rata-rata gitu ya, pinggang keatas rapih. Bawahan tetap adem berdaster hihi

    ReplyDelete

Thanks For Your Comment :)