Pengalaman Ikut Pelatihan Menulis Jurnal Ilmiah Teknodik

Wednesday, October 11, 2017

Satu pengalaman saya lagi tentang MENULIS. Kali ini lebih dalam lagi dahi harus berkerut. Tak ada lagi kata romansa yang indah melambai dan menusuk kalbu sampai biru. Karena di Jakarta, saya mendapatkan pelatihan menulis jurnal ilmiah. Sebuah topik yang sudah mulai
hilang di radar otak saya.



Perlu diketahui, latar belakang pendidikan saya ada dua bagian. Pertama, Kimia FMIPA waktu sarjana, yang kedua adalah Teknologi Pendidikan ketika pascasarjana. Kedua bidang ilmu ini saya pikir bakal tergerus dengan aktivitas saya sebagai freelancer dan blogger yang lebih mepet-mepet ke ranah bisnis di era digital. Hampir saya 100% yakin kalau tugas hidup saya adalah ngajari orang jualan di internet. Apalagi ketika saya resmi jadi Trainer Gapura Digital, salah satu projeknya google untuk memfasilitasi UMKM di Indonesia bisa go Online dan jadi makin hebat bisnisnya.

Cerita jadi trainer Gapura Digital bisa dibaca disini: Seru, Jadi Trainer Gapura Digital Surabaya

Sempat saya was-was bakal bingung kalau misalnya kelak di akhirat akan ditanyai oleh malaikat, "Heni, ilmu Kimia dan Teknologi Pendidikan yang sudah kamu pelajari itu kamu buat apa saja? udah jadi manfaat apa saja? ingat itu sekolahan negeri, jadi kamu belajar juga dibiayai sama negara alias rakyatnya".

Nah loh, makin gemeter sebenarnya hati ini. Akan tetapi, apa mau dikata, waktu itu menurut saya menjadi pengajar digital marketing adalah pekerjaan yang ada di depan mata.

Mungkin karena saya terlalu gelisah, jadi Alloh SWT kasihan pada saya ya :)

Akhirnya kedua ranah keilmuan ini, pelan-pelan kembali lagi ke saya. Atau bisa dibilang, perlahan namun pasti saya diarahkan untuk kembali mengabdikan ilmu saya ini lagi.

Pertama, saya diarahkan kembali ke kimia dengan acara menulis marathon di Puspiptek dalam ajang writinghton. Lengkapnya bisa dibaca di artikel ini:
http://www.prasetyorini.com/2017/09/writingthon-1-di-puspiptek-membuatku-kembali-redirect-ke-sainstek.html

Kedua, dari informasi teman writingthon itulah saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan jurnal teknodik yang notabene adalah satu lini dengan bidang ilmu Teknologi Pendidikan yang saya pelajari di pascasarjana S2 kemarin di Unesa.

Nyambung banget ya, Alloh SWT memang Maha Baik dan super sekali dalam merencanakan jalur hidup umat-NYA. Kok ya bisa nyambung gitu loh. Saya jadi amazing sendiri.

 
Dan, disinilah saya. Di hotel Kristal Jakarta, dalam 3 hari 2 malam, saya mengikuti Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Jurnal Teknodik yang diselenggarakan oleh PUSTEKKOM KEMDIKBUD Indonesia.



Adalah saya sendiri takjub dan tak habis pikir, bahwa posisi saya sebagai freelancer ternyata bisa mendapatkan kesempatan yang sama dengan mereka. Alhamdulillah, jika melihat lagi banner awal pengumuman Audisi Penulis sebagai syarat diterima ke pelatihan ini, saya memang mendapatkan kesempatan mengisi profesi sebagai PRAKTISI PENDIDIKAN atau PEMERHATI PENDIDIKAN.

Karena saya beberapa kali sudah menjadi Training Digital Learning baik untuk sekolah ataupun UMKM, maka saya bisa mendaftarkan diri sebagai Praktisi Pendidikan. Alhamdulillah, disambut hangat juga disana. 
wefie di saat  pembukaan pertama kali dengan mbak Diana dari LPMP Lampung
 Peserta pelatihan ini mayoritas diisi oleh guru, dosen dan beberapa  orang dari LPMP dan Pustekkom yang memang tugas bekerjanya untuk membuat media pembelajaran juga jurnal pendidikan. Ada juga yang dari bagian Evaluasi Pembelajaran. Pokoknya top-top banget deh. Saya keder sendiri ketika mendengar satu per satu berkenalan.

Yang makin bikin keki adalah setiap berkenalan selalu ditanya, "bu Heni, dari lembaga mana?"

Lalu saya nyengir sendiri, bingung menjawab. Apa saya jawab dari Google? karena terakhir klien saya itu :)

Ya, namanya freelancer gini kan lembaga yang menaungi bisa dibilang banyak. Tergantung siapa yang meng-hire kita to? hihihi

Akhirnya dengan tetap nyengir juga saya menjawab, " saya tidak punya lembaga pak/bu, saya freelancer independen".

Dan tau tidak bagaimana respon mayoritas mereka mendengar jawaban saya ini?

"Wiih enak mbak Heni, bu Heni, freelancer, bebas. Kita mah terikat tugas dan kantor."

Nah loh, pada envy sama freelancer :)

makanan di Hotel Kristal, enak-enak banget :)

Kekakuan saat perkenalan awal segera luntur, tak lain dan tak bukan karena makanan demi makanan yang disajikan. Hotel Kristal Jakarta ini, juara banget urusan makanan, service ramah dan ruangannya deh. Nanti saya tulis khusus ya review hotelnya, biar bisa share banyak foto. Kalau disini nanti kepanjangan.

 Pelatihan pun berlangsung dengan jadwal sangat padat, mulai pagi sampai malam hari. Bisa dibilang mulai jam 7 pagi dan bisa sampai jam 11.30 malam. Dan materinya "daging" semua. Mulai dari pengertian Karya Tulis Ilmiah, Teknik Penulisan, Cara menggunakan aplikasi Jurnal Teknodik terbaru, EYD dan materi lainnya.


Ruangan Shapire tempat pelatihan berlangsung 
Padatnya materi pelatihan tidak begitu terasa berat, karena suasana ruangan yang nyaman,  cahaya terang, LCD dan audio juga bagus plus makanan enak dan kopi yang selalu siap sedia.

 


Peserta yang diterima dan lolos uji artikel awal, usianya beragam. Mulai remaja mahasiswa ada sampai ke beberapa yang sudah sepuh seperti foto di atas. Walau begitu mereka rame banget loh. Dan lucu. Beberapa berkelakar tiap kali ada materi baru. Jadi sampai tengah malam pun rasanya nggak akan pingsan. Karena kita serius sambil santai. 



Narasumber yang menyajikan materi berasal dari strata tertinggi tingkat kemahiran ilmu masing-masing. Pakar bisa dibilang begitu. Terbukti di setiap slide dan kalimat yang dipilih begitu sederhana namun bisa dicerna sedemikian rupa.

Biasanya yang sudah pakar yang bisa meramu ilmu menjadi sederhana. Dan mereka terbukti seperti itu. 


Satu demi satu narasumber menyajikan materinya dengan TEPAT WAKTU. Tiap akhir materi, langsung disambung materi baru. Narsum baru pasti sudah siaga di depan ruangan sambil membawa microphone dan menyajikan slide pertamanya.

Suasana dibuat santai dengan diperbolehkannya peserta hilir mudik mengambil kopi atau teh baru dan jajanan ke meja masing-masing. Suasana tidak tegang tapi ada yang pasti dilarang. Yaitu, dilarang mainan hape!

Lah, jiwa blogger mana tahan memasukkan hape ke dalam tas? secara kamera digital yang saya bawa memori cardnya terbatas sekali kapasitasnya. Baru motret dan rekam video dua biji, eh udah full memory.

Akhirnya saya nekad aja selalu majang hape di atas meja. Dengan tujuan untuk memotret slide yang penting dan tidak ada di dalam modul. Untuk jaga-jaga biar tidak ada protes dari mana-mana dan karena tujuan saya baik, maka setiap hasil potret slide materi itu langsung saya share ke grup whatsapp pelatihan yang sudah dibuat sejak kami mulai datang ke Jakarta di hari pertama. Aman kan :)

saya masuk kelompok bimbingan pak Sudirman - Mitra Bestari Jurnal Teknodik

Hari terakhir pelatihan diisi dengan bimbingan praktek menulis langsung jurnal ilmiah teknologi pendidikan yang dipimpin satu mitra bestari.

Mitra Bestari adalah para senior yang pekerjaannya me-review jurnal ilmiah yang masuk ke aplikasi jurnal teknodik, dan memutuskan apakah jurnal itu layak lolos dipublikasikan atau memerlukan revisi tertentu.

Suatu kebetulan bapak Sudirman adalah teman dari prof. Mustaji, dosen saya dan ketua jurusan S2 Teknologi Pendidikan Unesa. Pak Dirman orangnya kalem dan pandai humor. Kami dibimbing secara klasikal karena terbatasnya waktu.


teman sekamar saya nih :)
Sebelum pulang, saya dan teman sekamar menyempatkan diri berfoto bareng di ruangan makan hotel. Kelihatan banyak makanan ya? ada beberapa roti yang sengaja diambil dan rencana mau dibawa ke bandara buat bekal nunggu pesawat hahaha. Kakak saya bilang, itu trik kalau makan di hotel. Bungkus dengan tisue, masukkan ke dalam tas. Nanti bisa dimakan di kamar hotel, buat bekal kalau malem-malem kelaperan atau bisa juga dibawa ke bandara. Katrok yo ben wis talah. Saya manut aja dan pasang muka tembok ketika ngambil kuenya. Good bye gengsi . Teman sekamar saya juga seneng banget dengan trik itu, karena ada yang minta bagian hahaha.

 

Pelatihan menulis kali ini benar-benar membuka wawasan ilmiah saya deh. Malah jadi sadar dan malu sendiri ingat Tesis dan Skripsi. Kebayang berantakan banget ya garapan waktu mahasiswa itu. Malu pisan euy :)

Sepulang dari sini, saya bismillah mau berencana rutin menulis jurnal ilmiah terutama bagian Teknologi Pendidikan. Kok ya kebeneran, waktu S2 kemarin itu saya terobsesi banget dengan e-learning dengan segala atributnya. Mulai dari Learning Management System, Flipped Classroom, platform opensource e-learning dll.

Waktu kuliah bisa dibilang saya sendirian yang ngobrolin hal itu. Nggak ada yang interest hehehe. Eh, di pelatihan kemarin, disampaikan bahwa diharapkan tema yang dikirimkan kesana memasukkan hal tersebut. Isu terbaru pembelajaran di era digital. Termasuk hal-hal yang bikin saya kepo sejak kuliah pasca itu.

Lahdalah, apa bener itu kebetulan atau memang sudah di-setting sama TUHAN?

ALLAHU AKBAR ya....suka amazing sendiri kalau ingat.

Udah ngobrol panjang lebar, belum saya jelaskan tentang Jurnal Teknodik.
Jadi gini nih,

Jurnal Teknologi Pendidikan diterbitkan oleh Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan


Jurnal Teknodik adalah jurnal yang diterbitkan oleh Pustekkom dengan satu bidang khusus tentang Teknologi Pendidikan. Inti materinya harus seputar Pembelajaran dan Teknologi Informasi yang mendukungnya.

Sebelumnya Jurnal Teknodik diterbitkan secara offline, kemudian kombinasi dengan terbit secara online.

Saat ini, jurnal teknodik akan diterbitkan berkala secara ONLINE. Dan untuk submit artikel dan lain-lainnya lebih mudah serta ada track recordnya. Karena sekarang di website-nya sudah dipasang fitur yang memudahkan hal tersebut.

Siapa saja yang bisa mengirimkan tulisannya?
SEMUA ORANG.

Jika anda tertarik, bisa membuka tautan berikut: http://jurnalteknodik.kemdikbud.go.id/index.php/jurnalteknodik

Di tautan tersebut lengkap sudah ada syarat dan template artikel yang diperlukan. Jika anda mempunyai minat tentang Teknologi Pendidikan dan mengetahui kaidah penulisan jurnal ilmiah, silahkan untuk mengirimkan artikelnya disana.

Jika ada pertanyaan bisa menghubungi admin yang online di website langsung.

Jadi, mari ikut meramaikan kancah pertarungan karya tulis ilmiah di nusantara :)

Salam,


Heni Prasetyorini

You Might Also Like

2 comments

  1. Terimkasih bermanfaat sekali informasinya

    ReplyDelete
  2. Mak, lain kali kalo kemana2 biasakan bawa tupperware. Apalagi kalo nginep di hotel rame2. Ga bakal mubadzir. Oh iya, freelancer itu strata tertinggi sebuah pekerjaan. Jadi berbanggalah. Karena banyak yang iri. Buahahaha...

    ReplyDelete

Thanks For Your Comment :)

Sahabat

Twitter @buhenipr