Sunday, October 14, 2018

[BLOGGING] Cara Membuat Blog Untuk Pemula

Sunday, October 14, 2018 0 Comments
Apa bedanya blog dengan website? hal ini yang biasa ditanyakan di awal ketika orang mulai mengenal blog. Bahasa sederhananya begini saja, website adalah halaman elektronik untuk menyampaikan informasi yang harus diakses secara online di internet. Dan blog adalah bagian dari website.

Untuk membuat blog sekarang sangat mudah dan gratis. Ada 2 platform yang paling banyak dipakai yaitu BLOGSPOT dan WORDPRESS.

  1. Blogspot bisa diakses di www.blogger.com
  2. Wordpress bisa diakses di https://id.wordpress.com/


Kedua platform ini bebas digunakan untuk apa saja, termasuk jualan atau promosi produk. Berbeda dengan platform blog bersama seperti Kompasiana, Medium dan lain sebagainya. Ini hanya boleh untuk media jurnalistik, tidak untuk promosi produk.




Saya menyarankan menggunakan platform BLOGSPOT karena selain gratis, juga relatif mudah digunakannya. Caranya dengan mengakses ke laman www.blogger.com , lalu anda membuat akun blogger di situ, membuat blog baru dan mengikuti langkah selanjutnya.

Detil langkah-langkah membuat blog bisa dilihat di slide berikut ini:


[CODING] Mengenal Cara Membuat Website Untuk Pemula

Sunday, October 14, 2018 0 Comments

Membuat website itu banyak caranya. Ada cara instan, sekali jadi dengan aplikasi tertentu baik itu online atau offline. Ada cara manual, yaitu membuat website dari nol.

Pengalaman saya ikut program belajar Coding Mum Surabaya 2016 dan menjadi koordinator Coding Mum Disabilitas Surabaya 2018, berkenalan dengan konsep yang manual. Kami diajari untuk membuat website dari nol. Menggunakan beberapa bahasa pemrograman yaitu HTML 5, CSS 3 dan Javascript (Js).

Menyusun atau menulis bahasa pemrograman ini lazim dikenal dengan istilah CODING.
Jadi kalau anda mendengar kata CODING, itu artinya sesuatu yang terkait dengan pemrograman. Berasal dari kata CODE atau kode atau bahasa pemrograman.

Seperti apa bentuk CODING itu?
Apa maksudnya HTML, CSS dan Javascript?

Untuk memahami istilah-istilah ini, anda bisa melihat ke website W3 SCHOOLS , bisa di klik di laman berikut: https://www.w3schools.com/

Jika anda membuka laman tersebut, akan tampak bahwa bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa Inggris.

Jika ingin menggantinya menjadi bahasa Indonesia, kita bisa SETTING bahasanya. Dengan cara mengganti BAHASA INDONESIA pada icon TRANSLATE yang berbentuk bola dunia, di ujung kanan atas.

klik untuk memperbesar. 

Dari website ini, kita belajar otodidak untuk membuat website. Selain ada keterangan di setiap materi. Ada juga bentuk belajar mandiri, sehingga kita bisa langsung mencoba menulis kode atau CODING di website itu, kemudian melihat hasilnya. Seperti yang berikut ini:
Untuk mengenal apa itu CSS dan Javascript juga tersedia di laman W3SCHOOLS. 

Jika anda sudah ada gambaran tentang bahasa pemrograman untuk membuat website, maka bisa dilanjutkan untuk praktek coding sendiri. 

Pertama, kita harus menginstall software code editor, untuk menuliskan kode-kode HTML, CSS dan lain sebagainya di sana. Ibaratnya jika mengetik kita biasa menggunakan Ms. Word, Wordpad, Notepad atau Libre Office. Maka untuk menulis code, bisa digunakan Notepad ++, Brackets dan Sublime Text. 

Tautan untuk mengunduh softaware tersebut di sini:

contoh tampilan Brackets adalah sebagai berikut:



Setelah code editor ini terinstall di komputer anda, bisa dimulai langkah coding, yaitu menuliskan code HTML. Adapun agar deretan code yang sudah ditulis bisa berwujud menjadi tampilan website, perlu dilakukan cara-cara khusus dalam menyimpan file. 






Thursday, October 11, 2018

DEVABLE: Komunitas Disabilitas Belajar Coding Dan Skill Digital Kreatif Di Surabaya

Thursday, October 11, 2018 0 Comments

Teman-teman disabilitas saat ini bisa bergabung dalam komunitas DEVABLE di Surabaya. Komunitas ini memfasilitasi belajar membuat konten digital kreatif seperti membuat website, blog, desain grafis, video dan optimasi sosial media serta digital marketing.

Diharapkan setelah menguasai skill digital kreatif ini, teman-teman disabilitas bisa mulai bekerja sebagai freelancer atau membuka usaha kreatif sendiri berbasis digital.

Untuk kontak dan sosial media yang bisa dihubungi adalah sebagai berikut:
Instagram: @dev_able
Twitter     : @dev_able
HP/WA    : 087851781356 (Heni)

Informasi tentang DEVABLE ini tidak hanya terbuka untuk teman disabilitas, melainkan juga untuk kalian yang ingin menjadi SUKARELAWAN baik sebagai pendamping maupun pengajar di kelas.

Jika ada sahabat yang juga bergerak di bidang serupa, mempunyai komunitas untuk memberdayakan disabilitas, silahkan menghubungi kontak di atas untuk bisa berkolaborasi lebih lanjut.

Penyandang Disabilitas Perlu Untuk Melek Teknologi

Thursday, October 11, 2018 0 Comments
coding mum disabilitas surabaya
trainer harus didampingi interpreter untuk penyandang tuli belajar di kelas


Sekitar bulan Maret 2018, telah diselenggarakan CODING MUM DISABILITAS di Surabaya. Ini adalah program belajar coding (bahasa pemrograman) membuat website dari nol, khusus untuk penyandang disabilitas dan pemerhati disabilitas.

Kebetulan saya didapuk sebagai Koordinator Daerah. Cerita lengkapnya di sini

coding mum disabilitas surabaya
Trainer untuk tuli, menggunakan bahasa isyarat ketika menjelaskan materi

Penyandang disabilitas yang diterima di program itu adalah tuna daksa, tuli dan lambat belajar. Untuk tuna netra, belum bisa difasilitasi saat itu karena memerlukan perlakuan yang berbeda dan software code editor yang bisa dibaca oleh aplikasi pembaca layar yang biasa digunakan oleh tuna netra dalam menggunakan komputer.

Bekraf adalah Badan Ekonomi Kreatif, bagian dari pemerintah yang menginisiasi program ini. Dengan harapan bisa meningkatkan keterampilan disabilitas untuk bisa kerja di ranah kreatif. Pilihan yang dirasa tepat adalah mengenalkan mereka untuk paham dunia teknologi konten digital kreatif.

Konten digital kreatif ini bisa dalam bentuk website, blog, game, desain grafis, video, animasi dan inovasi lainnya. Di mana fasilitas bekerja yang diperlukan hanyalah komputer/laptop dan akses internet.

Penyandang disabilitas diyakini mempunyai kelebihan untuk bisa bekerja lebih tekun. Dan bagi mereka yang terbatas untuk bergerak, seperti tuna daksa, bekerja di depan laptop adalah satu hal yang sangat sesuai dengan mereka. Mereka tidak perlu kelelahan karena pekerjaan yang membutuhkan tenaga fisik.

Untuk itu, disimpulkan bahwa penyandang disabilitas perlu untuk melek teknologi. Mereka harus tahu cara memanfaatkan sosial media, internet, teknologi digital dan hal terkait lainnya untuk mempermudah hidupnya juga sekaligus menjadikan ini sebagai lahan pekerjaan.


Wednesday, October 10, 2018

WORKSHOP GRATIS MEMBUAT BLOG DAN WEBSITE

Wednesday, October 10, 2018 0 Comments

Kabar gembira.
Kolaborasi KELASKU DIGITAL dan DILO SURABAYA menyelenggarakan kelas belajar gratis membuat blog dan website.
.
.
Workshop Blogging/Coding.
Rabu, 17 Oktober 2018.
Lokasi:  Dilo Surabaya, @dilosurabaya
Jl. Ketintang no. 156, Surabaya.
Pukul 09.00-12.00 WIB.
Biaya Gratis.
Peserta membawa laptop/mouse sendiri.
Pengajar: @heniprasetyorini
dan tim Coding Mum Surabaya.
Peserta untuk umum & Difabel.
.
.
REMAJA PUTUS SEKOLAH, lulusan SMP/SMA.
.
Untuk sahabat DIFABEL juga bisa. *Mohon maaf, Kecuali difabel netra, kami belum ada fasilitasnya.
.
Untuk difabel tuli, menyediakan sendiri pendamping interpreter bahasa isyaratnya. .
.
Difabel daksa, bisa mengajak pendampingnya atau yang diperlukan. Lokasi Dilo bisa dicapai kursi roda..
.
Sangat terbuka juga untuk IBU RUMAH TANGGA yang ingin belajar skill baru. .
.
Sesi 1:
09.00-10.30
Workshop belajar membuat blog untuk pemula, dengan platform blogspot.
Blog bisa digunakan nanti untuk media promosi bisnis, mengajar atau personal.
.
.
Sesi 2:
10.30-12.00
Workshop coding untuk pemula. Pengenalan cara membuat website mulai dari nol (HTML 5, CSS3, Javascript) dan tools yang diperlukan.
.
.
Terbatas untuk 15 peserta.
Daftar langsung WA 087851781356 (Heni) dan
isi formulir online berikut ini, http://bit.ly/kelaskudigital171018
.
#kelaskudigital
#dilosurabaya
#codingmumsurabaya
#kelaskudigitalblogging
#kelaskudigitalcoding
#difabel

Tuesday, September 25, 2018

Mengganti Template Blogspot Menjadi Cantik dan Mobile Responsive

Tuesday, September 25, 2018 0 Comments
Mengganti template blog baru adalah hobi saya banget sejak pertama kali kenal blogspot tahun 2009-an. Untuk tahu caranya saya mencari tutorial dari google atau bahkan you tube.

Ini tampilan blog awal



 Ini tampilan blog setelah di ganti. Lebih fresh ya. 


Untuk otak-atik sedikit cara ganti template tadi, saya bagikan di instagram stories hari ini. Bisa langsung saja ke @heniprasetyorini ya. 


Tuesday, August 14, 2018

Berbagi Motivasi Untuk Go Creative Go Digital di Campus Alfa Prima Denpasar Bali Bersama Bekraf

Tuesday, August 14, 2018 1 Comments
Ada magic-nya juga ya saya sering nyetel lagu Lembayung Bali yang dinyanyikan oleh Saras Dewi, ketika di depan laptop. Karena saya akhirnya terbang juga ke B-A-L-I. Wushhh.....

di depan kampus Alfa Prima, Denpasar Bali

Memenuhi undangan dari BEKRAF sebagai alumni Coding Mum dan pelaku bisnis kreatif, saya diterbangkan ke Denpasar Bali untuk berbagi kisah, inspirasi dan yang pasti energi motivasi ke mahasiswa di Campus Alfa Prima dan beberapa tokoh dari Karang Taruna di sana. 

Senin, 6 Agustus 2018 pukul 3 sore saya sudah berangkat ke bandara Juanda. Dengan pesawat Garuda Indonesia, saya sampai di Bali sekitar pukul 8 malam. Loh kok lama banget? iya karena jadwal terbang baru jam 5 sore lebih dikit. Karena rumah saya jauh banget dari bandara Juanda, jadi saya berangkat lebih awal. Jaga-jaga jika ada macet di jalan. Surabaya gitu loh. 

Singkat cerita, esoknya, Selasa 8 Agustus 2018, sekitar pukul 8.30 pagi saya sudah ada di depan campus Alfa Prima.  Sebuah kampus yang tidak terlalu besar dan ternyata memang didesain seperti itu. Kampus kecil, lokal, untuk warga lokal.

Campus Alfa Prima masih membuka jenjang diploma 1 & 2 saja. Yaitu kuliah yang ditempuh dalam 1 sampai 2 tahun. Tentu saja dengan jangka waktu belajar yang singkat itu, maka jurusan yang disediakan adalah bidang vokasional atau keterampilan. Dengan harapan, materi kuliah akan menjadi modal untuk bekerja.


serasa bersama ponakan sendiri yang dulu suka nari Sekar Jagat ini :)

Acara dibuka dengan persembahan tari penyambutan. Tari Sekar Jagat. Sebelum mereka menari, saya sempatkan untuk berfoto bersama. Warna-warni pakaiannya sungguh menarik hati. Saya pun ingat saudara dari Bali yang suka menari seperti ini ketika masih mahasiswi. Mereka serasa keponakan sendiri lah ya :)

Tari Sekar Jagat ini biasanya ditarikan oleh para wanita. Berasal dari kata "Sekar" berarti bunga yang harum dan "Jagat" adalah dunia sehingga tari ini berarti tarian bunga di taman yang harum di seluruh dunia.
Tari ini menggambarkan damainya dunia dengan semerbak kembang - kembang bunga yang menghiasinya.

Terbukti ya, mulai di bandara, hotel sampai di campus Alfa Prima, bunga-bunga yang cantik dirangkai dan diletakkan di mana-mana. Semua demi pesan untuk kedamaian dunia. Ah, indahnya. 

Setelah pembukaan ini, semua orang menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sebuah momen yang selalu membuat bulu kuduk merinding. Padahal masih menyanyi di negeri sendiri, bagaimana rasanya menyanyikan lagu kebangsaan di negeri orang, coba? "mbrebes mili pasti" :)


WORKSHOP PEBISNIS KREATIF BERBASIS PENTAHELIX

Saya bersama tim Bekraf dari Jakarta, datang ke Bali untuk mengikuti acara Workshop Pebisnis Kreatif Berbasis Pentahelix. Yaitu semacam acara untuk berbagi informasi, inspirasi dan motivasi kepada anak-anak muda tentang peluang bisnis kreatif di era millenial ini dan bagaimana keterkaitannya dengan pentahelix. 


talkshow tentang Pentahelix


Pentahelix yang dimaksud di sini adalah 5 bagian yang bisa saling berkolaborasi untuk kemajuan ekonomi kreatif di Indonesia. Yang antara lain dari pihak ACADEMIC, BUSINESS, GOVERNMENT, COMMUNITY dan MEDIA. Atau diartikan Pentahelix adalah keterkaitan antara pihak dari AKADEMISI, BISNIS, PEMERINTAH, KOMUNITAS dan MEDIA. 

Workshop diawali dengan talkshow bersama dari kelima bagian pentahelix tersebut. 
Akademis diwakili oleh bapak Made, selaku Direktur Campus Alfa Prima, Bali. Pemerintah diwakili bapak Wawan dari Deputi BEKRAF dan bapak Putu dari Komisi X DPR Indonesia. Bisnis dari  mbak Ayu, tim Qlapa, sebuah marketplace khusus produk handmade asli Indonesia. Media diwakili oleh mas Daud, yang berasal dari radio dan saat itu menjadi MC acara. Sedangkan saya sendiri mewakili Bisnis juga, dalam hal ini sebagai alumni Coding Mum Surabaya - salah satu program Bekraf, dan sekaligus sebagai pelaku bisnis kreatif. Untuk komunitas diwakili oleh peserta yang berasal dari mahasiswa campus Alfa Prima Denpasar dan beberapa wakil dari Karang Taruna di Bali. 

Inti dari talkshow itu adalah menyampaikan informasi, bahwa di setiap bagian pentahelix itu  mempunyai beberapa program kerja yang kelak bisa saling berkesinambungan. Pertanyaan dan pembicaraan selama talkshow lebih kepada bagaimana para pelaku bisnis kreatif ini bisa meraih bagian Pemerintah melalui BEKRAF. 

Saya hanya menjawab beberapa pertanyaan dari MC, yang intinya menceritakan pengalaman saya sebelum, ketika dan sesudah mengikuti CODING MUM di Surabaya. 

Selesai talkshow bersama, acara dijeda sebentar untuk makan siang dan sholat dhuhur. Waktu akan sholat, ada kejadian cukup menarik karena mahasiswa di campus itu kaget ketika kami bertanya, "Musholla di mana ya dek? tempat sholat di mana?"

Ya sangat diterima dan dimaklumi karena sepertinya semua mahasiswa, dosen dan juga pekerja di campus itu adalah asli dari Bali yang mayoritas beragama Hindu. Kami pun ditunjukkan ruang sekretariat yang cukup bersih untuk dibuat sholat. 

Keheranan ini juga saya rasakan ketika bertanya ke petugas lobi hotel. "Mbak, arah kiblatnya mana ya?". Dan dia pun kaget, diam sebentar. Lalu menjanjikan akan menanyakan hal ini kepada teman lainnya. Ekspresi kagetnya itu cukup mengejutkan juga bagi saya, karena hotel adalah area publik yang biasanya sudah menyiapkan hal ini.

Saya bertanya karena waktu masuk kamar hotel, mencari tanda panah kiblat di manapun, tidak ketemu. Salah satu teman dari Qlapa, lalu bilang, "mbak Heni, download aja aplikasi arah kiblat".

Ah iya, dia benar. Ini adalah hal yang belum pernah saya alami. Selama ini bepergian masih di jalur Jawa, yang mayoritas muslim juga. Dan rasa lokal juga. Sementara saat itu saya di Bali, mayoritas Hindu dan rasa sudah internasional pula. Saya memaklumi kejadian tadi, dan kelak akan siap untuk mengantisipasi kondisi yang serupa. 



mahasiswanya semua dari Bali. Wajahnya rada mirip orang Jawa sih, manies :)

Selesai makan siang, sholat dan istirahat, acara dilanjutkan dengan workshop yang diisi oleh 3 narasumber. Yang pertama maju adalah saya, menampilkan tema Go Creative Go Digital. 

Slide Presentasi Saya



Lalu mas Daud, yang mengajak peserta dengan asiknya untuk mengenal peran media, terutama radio. Juga memberikan trik bagaimana bisa menembus media dengan pundak yang tegap berdiri. Jadi kalau mau mengajak kerjasama dengan radio, misalnya, nggak perlu dengan nada "ngemis-ngemis gitu". Terakhir ditutup presentasi dan giveaway foto instagram yang paling kece oleh Mbak Ayu dan Mbak Rina dari Qlapa. Sebelumnya diselingi aksi heroik Kak Jey, trainer dari campus Alfa Prima, yang memberikan jogetan seru untuk ice breaking. Saking serunya, saya dan tim Qlapa nggak tega mau ikutan, jadi cuma merekam doang hahaha.

video ice breaking


Dalam hati ini salut dengan kepiawaian Kak Jey merebut hati para mahasiswa. Dan seusai acara, saya sempat berbincang cukup lama dengan beliau. Kak Jey ternyata trainer bagian sumber daya manusia. Beliau menyampaikan ketertarikannya dengan program CODING MUM.

Kalimatnya yang unik dan saya ingat adalah seperti ini,
"saya pernah kenal coding dulu, tapi kayaknya sulit. Jadi saya tinggal saja, sekarang lebih ke konten kreator seperti video, gambar dll. Mendengar mbak Heni kok kayaknya asik juga jika anak-anak muda di Bali ini dikenalkan coding. Mereka bisa membuat website dan bekerja dengan skill itu kayaknya oke juga. Coding itu sulit ya? tapi kalau ibu-ibu saja bisa, kenapa kami tidak?"

Yah, kalimat terakhirnya seperti JACKPOT deh. Atau Jebreeet Jebreeettt ala komentator sepakbola.

Itulah poin yang selalu saya kumandangkan ketika diundang jadi narasumber di manapun. Termasuk di hadapan mahasiswa yang masih begitu muda belia.

Saya tekankan, "Hei, Kalau ibu rumah tangga aja bisa, kenapa kalian tidak?"

bersama pebisnis Kipas Lontar sekaligus HRD dari Alfa Prima

Sebelum percakapan dengan kak Jey dan Gek cantik satu ini di akhir acara, saya merasa sesi workshop saya kurang efektif. Dari Surabaya saya siapkan sedikit gambar, foto ataupun video. Maksud saya ketika maju ke depan, saya maksimalkan untuk bicara dua arah. Bagaimana dan apa yang saya bicarakan, biar mereka pada "browsing" aja di hape masing-masing.

Sepertinya taktik saya keliru saat itu. Dan saya tidak membuat slide backup atau file siap putar lainnya. Malah slide presentasi yang saya buat menggunakan Google Slide, setelah diunduh dan dibuka file di laptop Alfa Prima, bentuknya berantakan. Ada font yang tidak sama. Untung saja, saya sudah mengunduh versi file pdf. Nah, karena presentasi dengan file pdf, jadi terbatas untuk bereksplorasi. Semoga mahasiswa pada kepolah ya buka blog dan link semua sosial media yang saya tunjukkan. Atau browsing segala kata kunci yang sudah saya sampaikan dalam pembicaraan. 

Kembali ke Gek Cantik di atas, saya lupa namanya. Tapi beliau punya bisnis membuat Kipas Lontar yang sudah laris dijual di Kementerian Indonesia. Gek ini bertutur tentang kegundahannya, kenapa kipasnya laku dibeli oleh orang luar Bali. Tapi tetangganya sendiri ibaratnya, tidak tertarik dengan kipasnya. Matanya sampai berkaca-kaca loh ketika menceritakan hal ini. 

Saya pun berbagi cerita pengalaman jualan online, juga pengalaman ketika menjadi Trainer Gapura Digital di Surabaya serta berdiskusi di komunitas UMKM di Surabaya. 

"Gek ini kok aneh? orang pada pengen produknya bisa ekspor, disukai oleh orang luar negeri. Ini sudah gek capai, kok tetep sedih?"

Dia pun tersenyum, dan masih menahan air matanya. Nggak tahu kok sedih banget si embak ini ya? 

"Oke, kita tidak bisa menjual satu produk untuk semua orang. Target market harus dipilih salah satu. Jika orang terdekat gek tidak suka produk ini, ya sudah tawarkan produk lain. Atau malah aktifkan mereka sebagai produsennya. Mungkin saja mereka kurang tertarik karena hampir setiap hari melihat daun lontar. Sementara itu bagi orang luar negeri, sangat unik dan menarik. Bahkan saya pun belum pernah memegang daun lontar langsung. Saya orang Jawa saja padahal"

Mata gek ini sedikit berbinar. "Jangan sedih, banggalah. Dan terus asahlah serta peliharalah pencapaian ini." Kemudian kami pun bertukar inspirasi bagaimana cara memaksimalkan websitenya agar "branding" Kipas Lontarnya semakin terlihat "mahal" dan sesuai dengan target marketnya. 

Ah, kalau bisa seharian di situ ya untuk ngobrol panjang lebar. Senang jika langsung ngobrol dengan pebisnis UMKM begini. Mereka mentalnya tangguh-tangguh dan tahan banting biasanya. 


Kiri-Kanan: Ayu dari Qlapa, Pak Wawan dari Bekraf, pak Putu dari Komisi X DPR, pak Made - Direktur Alfa Prima, saya


foto bersama - Alfa Prima = BERANI SUKSES!!!


di depan lobi hotel bersama geng Bekraf dan geng Qlapa
Ki-ka: Bayu, Ayu, Rina, Saya, Agung

Pengalaman di Bali kali ini sangat berkesan. Mulai dari kondisi sebelum berangkat. Ketika tiket pesawat sudah siap. Lalu ada berita gempa cukup besar di Lombok. Malam Senin saya pastikan dulu kepada pihak Bekraf, apakah acara lanjut atau ditunda. Kemudian mereka menjawabnya, "ON schedule mbak. Semoga aman."

Dan alhamdulillah, di Bali memang aman sampai saya kembali ke Surabaya. Hal yang terus akan saya asah untuk terus tajam menancap di hati saya adalah tentang konsep pendirian kampus Alfa Prima. Kampus diploma. Kampus kecil. Didirikan di daerah. Tujuannya agar semua anak daerah bisa kuliah tanpa harus jauh-jauh pergi ke kota. 

Saya jadi terbayang pelosok-pelosok desa di Jawa Timur. Bagaimana jika kelak di sana, berdiri kampus diploma berbasis bisnis kreatif, coding, blogging, konten kreatif dan semua skill serta networking yang sudah saya bina selama ini. Sejak mengikuti Coding Mum Surabaya tahun 2016,  sampai saat ini, 2018,  memulai kelas Coding untuk anak dan guru di Kelasku Digital

Baiklah, saya tahu selanjutnya harus menapaki anak tangga yang mana.
Terima kasih Bekraf. Terima kasih Alfa Prima. 

Thursday, August 9, 2018

Marlina: Jadi Peneliti Nuklir? Siapa Takut!

Thursday, August 09, 2018 1 Comments
"Saya memang ingin jadi Peneliti bidang Nuklir," kata Marlina. 


Jawaban dari peneliti nuklir yang bekerja di BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional)  ini cukup mencengangkan. Memang ada ya orang yang dari awal sudah ingin berkarya dan berkarir di satu bidang yang menurut orang awam, cukup bikin "ngeri".

Ya, kata NUKLIR di benak orang awam, yang muncul secara visual adalah negara yang hancur berkeping-keping setelah dikirimi bom nuklir. Jadi nuklir = bom = perang = seram. That's it. Isn't it? Iya kan ya?

Nah, kalau bayangan sudah sengeri itu, kok ya kak Lina ini mau "bertemu" nuklir setiap hari?
Daripada mengira-mengira jawabannya, mari kita baca dengan seksama hasil wawancara melalui email ini dengan kak Marlina, peneliti nuklir Indonesia.

Apakah tidak kuatir dengan dampak nuklir ketika bekerja sebagai
peneliti? dan bagaimana cara mencegahnya?

Tidak khawatir, karena pada awal bekerja di BATAN mendapat diklat dasar mengenai Proteksi Radiasi. Diklat ini memnjelaskan semua bahaya radiasi dan usaha untuk memproteksi diri dari radiasi. Selain itu, selama bekerja dengan zat radioaktif, kita mengguanakan TLD badge, yaitu alat untuk membaca dosis radiasi yang diterima tubuh. 

Batasan dosis radiasi yang diperbolehkan diterima oleh pekerja radiasi, yaitu 20 mSv/thn. TLD badge
ini dievaluasi setiap 3 bulan sekali. Sehingga kita bisa mengukur jumlah dosis yg diterima. Tapi, selama saya bekerja di BATAN, belum pernah mencapai hingga dosis 20 mSv/thn. Jadi masih aman lah... Semisal pada pertengahan tahun sudah mencapai dosis maksimal, maka pekerja radiasi tidak diperbolehkan bekerja dengan zat radioaktif lagi hingga waktu yang ditentukan.

Selama bekerja dengan zat radioaktif, pekerja radiasi selalu ditemani oleh petugas Pengawas Radiasi. Petugas ini bertugas untuk mengukur besaran paparan radiasi di tempat kerja dan juga mengawasi apabila ada kontaminasi zat radioaktif.


Sebenarnya menjadi peneliti nuklir, berbahaya nggak sih, terutama bagi perempuan? dan sampai seperti apa bahayanya?

Efek radiasi itu terbagi 2, yaitu efek deterministik dan efek stokastik.
Efek deterministik yaitu efek jangka pendek yang dirasakan langsung akibat adanya zat radioaktif dengan dosis tertentu. Misalnya dapat mengakibatkan pusing-pusing, atau jika terkena kulit tubuh, bisa terjadi ruam kemerahan, atau seperti terbakar, bergantung pada tinggi rendahnya aktivitas zat
radioaktif.
Sedangkan efek stokastik adalah efek jangka panjang yang terjadi karena adanya akumulasi efek dari zat radioaktif, walau dengan aktivitas sekecil mungkin akan memberikan efek di masa depan.

Efek untuk perempuan atau laki-laki, sama saja. Memang ada efek radiasi bagi sel/organ reproduksi tapi itupun bergantung pada dosis yang diterima oleh pekerja radiasi. Jika masih di bawah dosis ambang, mudah-mudahan tidak ada efeknya.


Jika ada anak muda ingin menjadi peneliti nuklir, tahap belajar harus seperti apa?

Di BATAN sangat luas bidang ilmunya. Banyak sekali bidang keilmuan untuk  menjadi peneliti di BATAN. Diantaranya: Teknik nuklir, Teknik fisika, kimia, biologi, farmasi, Fisika nuklir, kimia nuklir, material, Teknik  lingkungan, apoteker, dokter umum, dokter hewan, dokter spesialis
kedokteran nuklir, pangan, pertanian, geologi, geodesi, fisika medis, dan masih banyak lagi.


Apa hal paling asik ketika menjadi peneliti nuklir? 

Menjadi peneliti nuklir, kita meneliti sesuatu yang sangat spesifik. Di Indonesia, hanya BATAN lah yang boleh melakukan penelitian mengenai nuklir, sehingga kita bisa unggul dengan instansi lain. Contohnya penelitian mengenai bioetanol, yang melakukan penelitian ini banyak sekali, ada LIPI atau perguruan tinggi lainnya. Tapi kalau nuklir, tentu saja hanya BATAN yang melakukan sehingga kita meneliti secara spesifik.

Selain itu, kalau ditanya kerja dimana, dijawab kerja di Badan Tenaga Nuklir Nasional, rata-rata penanya menjadi merasa serem dengan kata nuklir. Nah, kesempatan kita buat menjelaskan manfaat nuklir. Sehingga masyarakat tidak takut lagi dengan nuklir dan mengetahui akan manfaat nuklir itu sendiri. Bahkan ada abang gojek yang nanya-nanya juga.


Siapa tokoh idola/ilmuwan idola?

BJ. Habibie..
Beliau ilmuwan yang mendedikasikan ilmunya demi kepentingan bangsa Indonesia.

Bagaimana cara belajar sehingga bisa jadi ilmuwan atau peneliti?

Duh susah jawabnya. Mungkin sama aja ya kalau belajar di bangku kuliah mah. Namun setelah menjadi peneliti, kita belajar akan lebih sedikit namun lebih fokus pada bidang ilmu yang kita dalami.

*fokus gais...fokus




Cita-cita tertinggi, ingin membuat apa dari teknologi berbasis nuklir ini?

Berhubung saya sedang meneliti generator Tc-99m, cita-cita saya generator ini akan digunakan secara rutin di rumah sakit. Dimana pada saat ini rumah sakit mengimpor generator Tc-99m dari luar negeri. Harga 1 buah generator Tc-99m impor sekitar 30 juta rupiah perbuah yang dapat digunakan selama 1
minggu. Biaya yang mahal ini pastinya dibebankan kepada pasien. Akan dirasa sangat berat apalagi untuk pasien BPJS.

Kalau generator Tc-99m yang saya teliti ini berhasil, tentunya bisa menggantikan generator impor
sehingga biaya pembelian generator tidak terlalu mahal. Semoga sedikitnya bisa meringankan beban pasien.


Oh ya, di Puspiptek ada Reaktor Nuklir, itu suatu saat akan berbahaya nggak sih bagi lingkungan? misalnya bocor kek atau apa gitu? 

Indonesia punya 3 reaktor nuklir:
1.      Reaktor TRIGA, lokasi di Bandung, memiliki daya 2 MW, mulai beroperasi tahun 1964 pada daya 250 kW, dan diupgrade pada daya 2 MW pada tahun 2000. Fungsi utama adalah untuk penelitian dan produksi radioisotop.

2.      Reaktor Kartini, lokasi di Yogyakarta, mulai beroperasi pada tahun 1979, memiliki daya 100 kW. Fungsi utama adalah untuk penelitian dan pelatihan.

3.      Reaktor GA. Siwabessy, lokasi di Serpong, beroperasi pada tahun 1987, memiliki daya 30 MW. Fungsi utama adalah untuk produksi radioisotop, penelitian material, penelitian berkas neutron, pewarnaan batu permata (gemstone), analisis aktivasi neutron, radiografi neutron, dll

Nah, dengan pengalaman memiliki dan menangani reaktor nuklir hampir 54 tahun dan belum pernah terjadi kecelakaan nuklir, rasanya para ahli reaktor sudah bisa dibilang unggul dalam menjalankan reaktor nuklir. Indonesia sudah sangat unggul di bidang nuklir. Bahkan sampai saat ini Indonesia dijadikan rujukan negara-negara lain di Asia untuk mempelajari tentang nuklir.

Semua pelaksanaan ketenaganukliran di Indonesia, mendapat pengawasan dan inspeksi rutin oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nasional (BAPETEN) dan juga International Atomic Energy Agency (IAEA).

--

Wah, dari wawancara singkat ini sudah lumayan terjawab ya segala kecemasan dan ke-suudzonan kita terhadap nuklir. Tentu saja akan masih banyak lagi pertanyaan lanjutan untuk kak Lina ini. Termasuk bagaimana sih cara kerjanya di laboratorium BATAN? perlu baju khusus nggak? repot nggak bekerjanya dengan baju khusus itu?

Jawaban lanjut di artikel berikutnya ya.
Yang penting sekarang kita semua sudah tahu bahwa,
JADI PENELITI NUKLIR? SIAPA TAKUT!


Marlina, M.Si (Ms)
Bidang Teknologi Radioisotop
Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR)
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)
Gedung 11 Kawasan Puspiptek, Tangerang Selatan, Indonesia
Telp/Fax : +62 21 756 3141