Domain Blog Nama Asli


Saya paham saja kalau Memilih DOMAIN itu topik yang ruwet sekali untuk blogger pemula. Karena saya pun mengalaminya. Memutuskan akan membeli domain .com atau .id atau web.id ataupun .net, itu juga mikir ... mikirin duitnya :)

Paling murah emang domain web.id, bayarnya hanya sekitar 50ribuan per tahun. Kalau lagi promo malah cuma 20-30ribuan setahun. Tapi domain ini gak familiar.

Yang paling disukai adalah domain .com. Orang awam malah akan mengira semua alamat situs pasti berakhiran .com.

Baiklah keputusan diambil, yaitu domain .com. Lalu nama apa yang akan saya daftarkan ke domain itu?

Widih ini mikirnya hampir sebulan lebih. Bikin rencana nama kayak mau milih nama bayi yang ada di perut dan bulan depan mau lahir. Inteeens banget mikirnya.

Nama yang muncul:
1. Orin (itu nama panggilan saya di Asrama Putri ITB),
2. Madoji, kepanjangan dari Mamanya Aldo dan Aji, kedua anak lelaki saya.
3. Heni PR, biar sama dengan twitter
4. Heni Pras
5. Ini Heni
6. Hand Heni
7. Mbak Heni
8. Halo Heni
9. Bu Heni

Daaan seterusnya.
Sampai akhirnyaaa nemu postingan fesbuknya mbak Shintaries, foundernya Blogger Perempuan tuh yang menyarankan memakai nama asli saja dan sama untuk semua media sosial.

Saat itu sempat amazing dengan nama dari content writer yang punya situs beradadisini.com. Nah itu dia nama aslinya jelas bukan Berada Di Sini. Tapi semua media sosialnya pake akun yang sama @beradadisini.

Saya tanyakan ini ke mbak Shintaries, senada dengan nama domain teman seperti Omah Antik, Kotak Warna, Rumah Inspirasi, yang mudah diingat daripada nama asli saya yang nJawani dan mbulet.

Coba silahkan baca cepat, Heni Prasetyorini.
Mbulet kan?

Tapi jawaban mbak Shinta begini, "boleh aja sih mbak. Pakai nama seperti itu. Tapi nanti kalau membranding diri sendiri, orang jadi nggak diingat nama kita sendiri."

Saya yang Nol Puthul tentang blogger profesional, ya wis manut saja. Lalu memutuskan membeli nama asli lengkap di domain. Yaitu heniprasetyorini.com.

Nah, masalah kedua muncul. Domain ini dicantolkan ke blog lama atau bikin baru? Tanpa ngeh ilmunya, saya putuskan untuk me-REDIRECT heniprasetyorini.blogspot.com ke heniprasetyorini.com.
Dan hasilnya adalah.....semua perhitungan traffic Kembali ke TITIK NOL.

Nangis boookkk.....

Harusnya saya bikin blog baru saja. Jadi blog lama ini tetap blogspot.
Ya sudahlah saya berusaha nggenjotntraffic dengan segala cara termasuk rajin Fetching di Google Webmaster. Yo wis pokoke ngono iku lah rek.

Berjalannya waktu, saya baru mengenal ada SUB DOMAIN, dan ini gratis bisa nebeng Domain lama.

Jadi mikir-mikir cara IRIT punya domain.
Wah misal aku beli domain prasetyorini.com bisa dibikin subdomain berikut:
1. heni.prasetyorini.com
2. akademi.prasetyorini.com
3. galeri.prasetyorini.com
4. etalase.prasetyorini.com
Dan seterusnya.
Jadi ibaratnya saya bisa punya 5 blog TLD dengan hanya bayar satu domain aja, 150ribuan per tahun. Irit to?

Atas pertimbangan ini, domain pertama saya bumihanguskan. Setahun aja lalu saya lapor ke provider domain untuk memutus langganan.

Nah, pilihan ini lumayan berhasil. Nama media sosial saya juga semuanya nyantol ke Heni Prasetyorini. Kecuali di twitter karena karakter huruf tidak cukup.

FB/IG/LINE/Telegram/Linkedin/Kompasiana/Medium: @heniprasetyorini
Kalau Twitter hanya @HeniPR.

Begitulah lika-liku memilih domain ala emak ngirit hahaha. Kalau kamu gimana?


---
Ini ngeblog dari hape. Di kamar anakku yang udah tidur dan ga demam lagi. Sekian.

Comments

back to top