Terus Belajar : Dari Coding Mum ke Indonesia Android Kejar

Thursday, November 10, 2016


Learning to Code is Useful, No matter You're Career Ambitions Are. - Arianna Huffington-

Perjalanan saya masuk ke dalam dunia coding, belajar code (pemrograman), 
sungguh mencengangkan dan semakin mencengangkan. 


Coding Mum.
Saya tak akan berhenti-henti menggunakan hestek Coding Mum (#codingmum) dalam identitas atau sharing di sosial media tentang gerak laku saya di bidang digital kreatif. 
Karena gerakan pemberdayaan perempuan di bidang teknologi digital ini,
bisa dibilang menjadi Titik Belok dari perjalanan karir saya di dunia digital.

Kesempatan itu akan datang bagi mereka yang bersungguh-sungguh dan tak hendak berhenti belajar serta mengajar. 

Quote ini saya buat sendiri, karena saya rasakan sendiri. Setelah lulus dari Coding Mum di Surabaya, sekitar bulan Mei 2016 kemarin, saya tak henti-hentinya mengikuti even baik Seminar atau Workshop yang bisa menambah wawasan dan skill saya di bidang coding. Ketagihan dan penasaran, bisa disebut begitu.

Sampai akhirnya, seorang teman membagikan link tentang Indonesia Android Kejar. Yaitu sebuah program kelas belajar membuat aplikasi android untuk umum.

Awalnya teman saya memberikan link di waktu deadline. Dan saya telat pula membuka pesannya. Terlambat!
Begitu pikir saya.

Tapi, dengan bondo nekad juga, saya klik saja link pendaftaran dan menuliskan data diri sebagai peserta. Pikir saya waktu itu, registrasi online semacam ini ada beberapa kemungkinan. Jika penuh akan ditolak. Tetapi jika ada yang mengundurkan diri, maka akan tersedia lagi peluang bagi saya.

Dari segi umur, juga saya pikir tak akan diterima. Karena membaca program IAK di websitenya, sepertinya khusus untuk anak muda. Walau begitu, saya mengajak teman saya yang juga ibu-ibu, untuk nekad juga mendaftar.

Ketika masa pengumuman tiba, tidak ada satu pun email pemberitahuan bahwa kami diterima. Saya sudah tidak berharap lagi, kecuali untuk batch selanjutnya jika ada peluang akan mendaftar lagi.

Ndilalah, alhamdulillah, ternyata beberapa minggu kemudian, ada email masuk. Dan email itu memberitahukan bahwa saya terpilih Sebagai Peserta Women Study Group - IAK Surabaya.



Sungguh alhamdulillah. Senang sekali rasanya. Kenapa?
Karena saya sudah lama juga penasaran dengan cara bikin aplikasi berbasis android. Nah, tempo hari sih sempat  ikutan acara serupa, hanya workshop sehari yang diadakan oleh Intel XDK.
Sayangnya waktu itu saya cuma bengong sepanjang workshop, karena laptop kecil mungil saya itu nggak kuat menahan beban, eh, nggak memenuhi spesifikasi software Intel XDK yang digunakan untuk membuat aplikasi android. Jadinya ya dieeem aja tampilannya, nggak gerak kemana-mana. HANG.

waktu laptop ngadat di acara workshop Intel XDK 21 Mei 2016


Nah loh, kekhawatiran juga menyelimuti benak saya nih. Kalau ikutan IAK, harus mengunduh Android Studio. Apakah laptop saya kuat?
Setelah cek spesifikasi yang dibutuhkan dan mendapat masukan dari bu Farida (dosen ITATS) dan Woko , saya yakin 100% kalau laptop saya nggak bisa dipakai ikutan kelas android.

*mulai mlipir ke pojokan T_T

Udah kepikiran aja, mau menyerah aja deh. Nyari pinjeman laptop juga nggak mungkin. Beli laptop baru juga emangnya pakai sulap bisa?. 

Alhamdulillah, suami saya berpikiran jauh ke depan.
Sebenarnya seputar anaknya juga sih, hehehe. Pikirnya, kalau saya bisa android development gini, ntar kan bisa ngajarin anaknya sendiri.Jadi, urusan laptop akan diusahakan dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Anggap saja, membeli laptop ini adalah INVESTASI.

Baik, setelah menghitung isi dompet, maka suami saya all out dalam mencari laptop preloved (kayak istilah kosmetik seken aja nih, hehehe). Maksudnya laptop seken atau laptop bekas.

Setelah 3 hari full browsing dan tanya-tanya ke penjualnya, kami berdua pun berangkat naik motor sejauh puluhan kilometer. Kebayang dari Surabaya Barat ke area Medokan Semampir. Lumayan juga nih pinggang, apalagi saya baruuu aja beres bertarung dengan bakteri Salmonella typhi yang ngendon selama seminggu di badan. Jadi badan udah panas dingin meriang melayang nggak karuan rasanya. 



Singkat cerita, jadinya saya dapat alat perang baru yang imut-imut. Warnanya pink. 
Ternyata super matching sama warna stiker Coding Mum. 

Seperti sudah diatur sama Tuhan .......

Stiker itu saya dapat ketika menjadi Narasumber Sosialisasi Coding Mum di Tulungagung.
Dari sana saya mendapatkan benefit fee yang cukup lumayan. 
Awalnya mau saya tabung buat beli emas aja, hahaha khas emak-emak. 
Ternyata berguna untuk membeli laptop Pink ini, yang kemudian dipakai untuk tahap belajar selanjutnya. Bisa dibilang, laptop pink itu termasuk hasil saya dari Coding Mum. Dari Coding Mum untuk Coding Mum. 

Allahu Akbar. Kalau saya ingat-ingat, semakin diingat-ingat, Rabb Allah SWT itu sungguh Maha Mengetahui, Maha Penyayang dan Maha Indah sekali dalam mengatur liku kehidupan makhluk ciptaan-Nya, termasuk saya ini. Betul tidaaakk ? :D



Makin Semangat Belajar Untuk Mengajar Para Moms & Kids


Dari pengalaman ini, saya semakin optimis akan terbukanya peluang berkarir di dunia digital kreatif, terutama coding. Entah itu membuat website seperti program Coding Mum sebelumnya. Juga membuat aplikasi android, seperti yang akan saya ikuti nanti di program Indonesia Android Kejar.


Jika berpikir belajar untuk diri sendiri, saya tidak terlalu akan bersemangat seperti ini. Tetapi, jika saya bayangkan untuk bisa mengajar sesama perempuan dan anak-anak yang lucu, maka semangat saya langsung membara dan menyala-nyala. Sakit typus, ya udah bye bye lah yaaa.... #nenggaksusuberuang


Selanjutnya apa?

Setelah perangkat sesuai spesifikasi siap. Maka saya lanjutkan untuk belajar mandiri tentang bahasa pemrograman menggunakan Android Studio melalui kursus online di WWW.UDACITY.COM.
Kursus ini gratiiisss....




Di Udacity ini, tahapan belajarnya sederhana dan dipotong kecil-kecil, sehingga mudah dipahami. Bahkan beberapa analogi, seperti Parent Code, Children Code dan gambar  bisa memudahkan peserta memahami. Syaratnya cuma satu sih, ngerti bahasa Inggris :D

Nah, ternyata di android, menggunakan XML Syntax.
Wah kebetulan banget, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui nih.
XML Syntax adalah tipe code yang digunakan untuk template blogspot. Jadi, ketika belajar bikin app android, saya sekalian bisa rada ngeh dengan bahasanya template blogspot. Platform blogspot adalah platform yang saya gunakan untuk ngeblog sejak dulu kala, tahun 2009.

Dan saya sungguh suka dengan platform ini. Karena (bagi saya) mudah, relatif aman dan murah jika diredirect ke domain dotcom. Sebuah cara membuat website yang paling mudah dan murah untuk dieksplor dan digunakan untuk blogger atau onlineshopper pemula.


tampilan Android Studio ketika membuat kode aplikasi android
Di Udacity, saya baru sampai ke level 2 Beginner. Video belajarnya cukup lama juga, kadang sampai ngantuk melihat videonya dan konsentrasi ke tahapan tutorial plus kalimat bahasa Inggris yang diucapkan narasumber. Lumayan mikir sih. Walau enak juga, lebih paham sebenarnya karena pasti dijelaskan dengan detil.

Sebagai pilihan, ternyata di internet sudah beredar banyak sekali tutorial serupa yang berbahasa Indonesia. Walau isinya tak sedetil di Udacity, tapi lumayanlah sebagai suplemen biar paham bahasa pemrograman android.

Berikut link belajarnya:
  1. https://www.dicoding.com/academies/2
  2. http://www.okedroid.com/p/belajar-android.html
  3. https://teknorial.com/tutorial-pemrograman-android-studio-bahasa-indonesia/
Tentu masih banyak lagi link belajar mandiri berbahasa Indonesia yang tersebar di blog pribadi orang. Bahkan yang berjualan modul belajar android untuk pemula juga ada. Tinggal bayar ratusan ribu, sudah dikirim DVD nya. 

di kelas IAK di Universitas Ciputra Surabaya (saya pojok kiri)


Syukur alhamdulillah, dengan saya terpilih menjadi peserta Indonesia Android Kejar 2016 ini, saya bisa belajar android secara gratis. Sekaligus bisa mendapatkan link networking baru, yang pasti akan sangaaaat berguna untuk aneka projek kolaborasi di masa depan. 

Wis ah, gitu saja kisah singkat perjalanan saya menuntut ilmu,
walaupun katanya ilmu nggak perlu dituntut karena dia tidak menghina kitab suci, #eh.

Jadi, untuk sahabatku yang mulia dan baik hatinya :v
mari terus semangat mengejar peluang untuk belajar,
Betapapun ada keterbatasan, baik dari segi ekonomi atau apapun, jika niat kuat, pasti diberikan jalan.

Seperti Quote yang saya tampilkan di awal tulisan ini, yaitu :
"Belajar Coding Pasti Berguna, Walau Apapun Ambisi Karir Yang Direncana"

Salam,

Heni Prasetyorini




You Might Also Like

4 comments

Thanks For Your Comment :)

Sahabat

Twitter @HeniPR