Coding Mum Bekraf Membuka Peluang Kerja Untuk Perempuan di Dunia Digital

Wednesday, August 10, 2016

Sekali lagi saya sampaikan, saya merasa beruntung sekali bisa terlibat di Coding Mum Surabaya. Selain karena dapat ilmu baru yang sudah lama saya idam-idamkan. Saya juga makin keren. Plus membuka peluang kerja baru bagi saya pribadi. Nambah joblist gitu loh. Beneran? Bener banget, beneran, serius deh.

Coding Mum adalah program belajar ibu-ibu untuk mengenal pemrograman front-end dan web-design.

coding mum
Coding Mum pusat bisa diakses di www.codingmum.id
Coding Mum Surabaya bisa diakses di http://codingmumsby.wordpress.com
Program ini diselenggarakan oleh Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif), bikinan pak Jokowi. Jadi program ini resmi diselenggarakan oleh negara tercinta kita ini. Yang ingin memberikan peluang berkarya dan bekerja para perempuan, ibu-ibu, khususnya ibu rumah tangga. Program belajar yang ditawarkan masih pada basic web design dan basic front end programming. Hasil belajar yang diharapkan adalah para peserta mampu membuat web design sendiri dan bekerja di bagian front end developer.

Waktu saya antusias mendaftar, sebenarnya harapan saya adalah bisa membuat template blogspot. Selain untuk diri saya sendiri, saya ingin bikin bisnis baru di dunia digital, yaitu “Jualan Template Blogspot”.

Karena awam banget dengan dunia coding (pemrograman), saya ikut saja. Saya senang sekali bisa diterima. Terlebih ketika mendaftar, saya menggunakan status saya sebagai Ibu Rumah Tangga Digital dengan sidejob sebagai Blogger. Namun dalam ESSAI tentang tujuan mengikuti Coding Mum dan rencana selanjutnya, saya tuliskan bahwa saya ingin membuka kelas belajar pemrograman dan digital learning, baik untuk perempuan, guru dan anak-anak. Dan memang ini rencana saya sejak menekuni digital learning dan aneka jenis platform e-learning untuk pembelajaran di sekolah. 

Niat awal ingin bisa bikin template blogspot, ternyata harus ditahan dulu. Kenapa?
Karena di Coding Mum, yang diajarkan adalah membuat web design menggunakan kode HTML 5, Javascript dan CSS 3. Sedangkan kode template blogspot bertipe XML. Beda kode maakk, hiks. Namun kekecewaan saya tidak berumur panjang. Untunglah… karena para mentor memberikan jaminan, akan membimbing saya memahami XML jika diperlukan. Mentornya alias coach-nya super sitimewa deh beneran. Eh, istimewa maksudnya :D

Menurut mentor, “XML itu lebih jadul bu daripada HTML 5 yang akan diajarkan di Coding Mum”.
Tapi ya, gimana lagi, saya ini biasa menggunakan Blogspot yang memakai XML. Jadi biar jadul, tetap aja butuh. Biarin deh saya jadi "Vintage Developer" aja kali. Hehehe.

Lalu bagaimana Coding Mum membuka lapangan kerja buat saya pribadi, khususnya?
Jadi begini. Ketika foto narsis saya pertama kali muncul di Dilo Surabaya, langsung saja derajat saya naik di dunia persilatan jagad maya. Kemarin hanya blogger sekarang nambah jadi coder. Apaan sih coder? Bikin istilah baru sendiri, hehehe.
Beberapa teman baru, malah mengira saya Sarjana IT. Luar biasa kan? Padahal saya Cuma belajar Coding Mum 3 bulan saja.

Yang mungkin memberikan Nilai Tambah bagi saya adalah….saya tidak berhenti belajar dan berkarya di dunia coding itu tadi.
Walaupun saya diberi ilmu tentang HTML5, saya nekad saja masih otak-atik kode XML blogspot saya sendiri secara otodidak. Lalu saya juga kesana-kemari membaca berita tentang dunia developer dan startup. Saya pun rajin ikutan acaranya para developer dan anak-anak muda keren, pinter bin canggih yang pada mendirikan perusahaan digital bernama Startup. Padahal hidden agenda saya sebenarnya biar terus awet muda sekaligus nyari inceran calon mantu, #ehgimana :) .

Dari kiprah ini, saya mendapatkan tawaran job baru berupa:
  1. Aplikasi reviewer. Ya, bahkan ada mbak-mbak bule dari luar negeri yang mengirimkan email Review Request pada saya. Dia meminta saya mereview aplikasi ‘graphic editing’ yang baru dibuatnya itu. Amazing kan? Walaupun saya ngobrol di emailnya dengan bahasa Inggris, dia menginginkan saya mereview aplikasinya dengan bahasa Indonesia saja. Mungkin dia ingin aplikasinya terkenal di negeri kita ini kali ya? Hidup Indonesia!
  2. Narasumber. Tawaran menjadi narasumber alias pembicara di sebuah acara mulai datang pada saya. Yang pertama dari teman saya yang bekerja sebagai dosen. Dia ingin saya tampil di depan mahasiswanya. Yang kedua, teman saya penulis novel, dia ingin saya tampil di komunitas sastranya sebagai blogger. Nah loh, happy kan? Makanya cari temen yang sebaik mereka :D
  3. Trainer. Menjadi trainer alias guru, memang sudah saya jalani sebelumnya. Namun yang terbaru adalah permintaaan menjadi trainer workshop blog dan web design. Biarpun belajar web nya baru aja, saya tetep pede menerimanya. Kenapa? Karena saya punya backup dari mentor Coding Mum yang siaga setiap saat ketika saya butuh bantuan. Coach Siaga dari Dilo Surabaya. Horee…
  4.  Template Blog Redesigner. Peluang jasa ini baru saya temukan kemarin. Ketika saya membenahi template blogspot teman saya yang masih statis. Saya memasang template baru yang responsive dan enak dibaca di gadget mobile seperti HP, Ipad dan tablet android. Disini saya kepikiran ide menerima jasa mengubah template lama jadi responsive. Eh, ternyata responnya bagus juga. Alhamdulillah.


Nah, menarik bukan belajar coding?
Cobain deh. Jika sudah pernah mencoba, akan ketagihan ngodingnya. Dijamin.

Technology can be fun!
Salam,

Heni Prasetyorini



You Might Also Like

0 comments

Thanks For Your Comment :)

Sahabat

Twitter @HeniPR