Inspirasi Woman Top Leader Kekinian dari Terminal Teluk Lamong

If your actions inspire others to dream more, learn more, do more and become more, you are a LEADER. - John Quincy Adams.

Jika tindakan anda bisa menginspirasi orang lain untuk bermimpi, belajar dan berbuat lebih baik dan lebih baik lagi, maka anda adalah Leader alias Pemimpin. Quote diatas saya sungguh sepakat, bagaimana dengan anda? Sepakat juga kan?

Ya, terutama di jaman millenials ini, sudah nggak jamannya pemimpin itu sekedar orang yang punya kekuasaan tertinggi, tak bisa dijangkau dari bumi dan tinggal main telunjuk saja agar pekerjaan beres. Leader saat ini tak hanya harus bisa jadi pemimpin. Mereka harus bisa juga menjadi teman, sahabat, partner main dan teman curhat dengan orang-orang yang dipimpinnya. Tentu saja peran sosial ini dilakukan sesuai dengan porsi, situasi dan kondisi yang tepat.

Perempuan menjadi leader, bagi saya pribadi, masih menjadi sesuatu yang luar biasa. Untuk itu saya seperti orang yang selalu kehausan ketika bertemu dengan sosok pemimpin perempuan. Saya haus untuk menyerap energinya, melihat gestur tubuhnya, mendengar dengan seksama cara mereka berkata-kata dan bagaimana cara berpikir mereka, sehingga bisa memimpin sebuah perusahaan besar. Itulah kenapa kalau saya sampai bertemu langsung, maka pandangan saya takkan berpaling sedikitpun dan kalau bisa setiap momen pertemuan itu saya rekam dengan berbagai alat yang ada. Saking kepinginnya saya menyerap banyak informasi dari mereka, untuk kemudian saya terapkan pada diri sendiri dan saya bagikan juga kepada dunia.


Dr. Ir. Sri Setiawati, M.A Kepala PUSPIPTEK
Woman Top Leader yang pertama saya temui langsung adalah ibu Dr. Ir. Sri Setiawati, M.A yang menjabat menjadi Kepala PUSPIPTEK (Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). Saya bertemu beliau, ketika mengikuti ajang kompetisi menulis marathon, Writingthon #1, di Puspiptek. 

Baca Juga: 
Writingthon #1 di Puspiptek Membuatku Redirect Kembali Ke Sainstek

Woman Top Leader kedua yang saya temui langsung adalah bu Dothy, Direktur Utama Terminal Teluk Lamong, sebuah terminal pelabuhan kebanggaan Indonesia yang canggih. ramah lingkungan dan bertaraf internasional.

Bu Dothy sebagai Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong yang sebelumnya menjabat sebagai Plt SM Peralatan pada Direktorat Teknik, Teknologi Informasi dan Komunikasi Kantor Pusat.
credit: photo by Ika (www.kakaika.com)


Antara sosok bu Sri dan bu Dothy ada satu kesamaan. Yaitu keduanya ada basic olahraga dan beladiri. Bu Sri adalah mantan atlet. Serupa juga dengan bu Dothy yang termasuk atlet karate dan aktif berenang. "Saya mantan atlet ya, jadi nggak mudah menyerah dan kalau gerak itu harus cekatan, kuat,"begitu kata bu Sri waktu itu.

Apakah basic menjadi atlet ini yang mendasari mereka berdua menjadi pemimpin perempuan tangguh?

Pertanyaan ini yang ada di benak saya. Dan pastinya langsung saya jawab iya. Karena menjadi atlet bukan perkara mudah. Harus berlatih hal sama terus menerus. Ketika gagal, bangun lagi dengan kekuatan yang lebih penuh. Terus berani melangkah maju. Dan yang pasti kuat dan punya stamina yang tinggi karena latihan yang mumpuni.

"Harus ada ENDURANCE dan POWER" begitu kata bu Dothy di acara sesi sharing bersama Blogger Goes To Lamong, di dalam kantor beliau tanggal 6 Desember 2017 lalu. Tentu saja, kedua hal itu harus beliau punyai karena menjadi pemimpin dari Terminal Teluk Lamong yang mempunyai berbagai kelebihan dan juga rencana inovatif kedepannya sebagai pioneer terminal pelabuhan berbasis automasi di Indonesia dan  menjadi Top 5 ASEAN.


Menyaksikan gestur bu Dothy yang tiap gerakannya tampak ada power. Otot kuatnya sudah dilatih banget ya. Sesuai dengan postingan di instagram Terminal Teluk Lamong berikut yang menyebutkan bahwa Bu Dothy adalah pemegang sabuk cokelat karate. *ah jadi pengen belajar bela diri (lagi).


Sebuah kiriman dibagikan oleh Terminal Teluk Lamong (@terminalteluklamong) pada


Bu Dothy, Pak Eko dan tim Best Costume Bike to Work Terminal Teluk Lamong

Power itu tampak juga ketika beliau bersalaman dengan pak Eko, Direktur SDM dan Keuangan, ketika beliau memberikan piala The Best Costume Bike To Work Pelindo III kepada bu Dothy. Yang menarik, power ini dibarengi dengan senyuman dan sapaan yang ceria dan hangat kepada kami. Begitulah yang kami rasakan ketika pertama kali bertemu dengan bu Dothy, di hari pertama acara Blogger Goes To Lamong.



Sapaan hangat dan ceria itu cukup mengejutkan saya pribadi ya. Karena ketika membaca profil beliau melalui instagram resmi Terminal Teluk Lamong, saya punya asumsi beliau akan bersikap rada kaku dan protokoler karena jabatan sebagai Direktur Utama. 

Ternyata asumsi saya "pecah" begitu bertemu langsung dengan beliau dan melakukan sharing bersama rekan blogger lainnya. 

credit: photo by KangErik_Ingsun




Momen sharing saat itu, adalah momen paling asik dan friendly yang pernah saya alami bersama Top Leader suatu perusahaan. Biasanya saya akan tegang bukan kepalang dan hanya bertanya hal-hal yang sekiranya "aman". 

Akan tetapi bu Dothy telah membuka percakapan dengan sangat ringan dan terbuka, dengan kalimat yang "kekinian". Ketegangan saya langsung lebur menjadi hujan pertanyaan yang memenuhi benak saya. Ketika tiba giliran, tanpa ragu saya kemudian mengajukan pertanyaan perihal Pemberdayaan Perempuan dan bagaimana saran serta pengalaman beliau dalam menghadapi isu serupa. 


credit photo: www.kakaika.com

Ya, mau ke acara apapun, isu Pemberdayaan Perempuan Melalui Teknologi, adalah satu topik yang berusaha saya libatkan. Karena saya ingin mendapatkan masukan dan cara pandang dari berbagai pihak, terutama sosok perempuan yang menjalani sendiri sebagai pemimpin perusahaan besar.

Dan syukurlah, bu Dothy menanggapi pertanyaan saya dengan sangat baik dan memberikan pencerahan. Dengan kalimat kunci, 

"Jadilah PROVOKATOR agar para perempuan itu berani memulai apapun yang mereka minati." 

Menjadi provokator ini kemudian saya ramu lagi menjadi satu kata yang lebih tepat, yaitu menjadi KATALISATOR

Kalau menjadi katalisator, saya bisa menyediakan sesuatu hal sebagai ENERGI AKTIVASI di awal sehingga suatu projek bisa terwujud. Dan ketika projek itu telah berjalan dengan baik, maka saya bisa melepaskan diri dan melanjutkan lagi ke projek selanjutnya. Dengan menjadi katalisator, saya harus terlibat juga dalam proses pemberdayaan perempuan melalui teknologi ini. Kalau hanya sekedar menjadi provokator, bisa jadi saya cuma teriak-teriak di luar lingkaran, tidak ikut terlibat proses dan hanya bikin berisik saja :). 

SALAM GANESHA. . . Salam satu almamater ini saya sebutkan ketika bersalaman dengan bu @sidothy2000 , Direktur Utama Terminal Teluk Lamong. . Sama-sama berasal dari kampus berlambang Ganesha, sama-sama tampak "macho"-nya :) . Tapi yang paling penting adalah sosok bu Dothy, perlu saya angkat lebih detil di blog saya dan dalam setiap momen berbagi ketika menjadi narasumber berbagai acara kelak. . Menjadi Woman Top Leader, adalah hal yang luar biasa. Akan tetapi semua perempuan hakikatnya bisa menjadi pemimpin. Minimal untuk dirinya sendiri, lalu keluarga kecilnya, kemudian lingkungan terdekatnya. . Saya banyak meminta masukan pada bu Dothy, untuk isu PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, ketika bertemu langsung di kantor beliau kemarin. . "Harus ada yang jadi provokator! karena mungkin perempuan yang belum ada kesempatan berkarir itu, hanya takut untuk memulai. Kita harus mendukung mereka, untuk mulai saja apapun kegiatan yang mereka minati. Baru kemudian diarahkan ke tahap selanjutnya." . . Masukan dari bu Dothy ini langsung membuncahkan banyak rencana di kepala saya. Terkait ide menyelenggarakan Road show AYO NGODING REK!, yang InsyaAlloh digagas oleh tim @codingmumsurabaya. . Roadshow itu harus bisa masuk ke semua lini perempuan. Baik itu yang suka masak, macak, manak #eh. . Pokoknya asik deh ketemu bu Dothy. Saya tersengat gaya bicaranya yang lugas, tegas namun tetap hangat bersahabat. . . Masih banyak yang harus didiskusikan dengan berbagai pihak. Yang penting, perempuan harus terus berdaya dan mandiri dalam segala bentuk karyanya. . Bismillah. . . . Terminal Teluk Lamong IG Official: @terminalteluklamong . #InstitutTeknologiBandung #BloggerTelukLamong #TTL4ALL #BloggerGoestoTelukLamong #TelukLamongGoGreen #EmpowerWomen #CodingMumSurabaya
Sebuah kiriman dibagikan oleh Heni Prasetyo Rini (@heniprasetyorini) pada


Inspirasi yang saya dapatkan ketika bertemu dan berbincang langsung dengan bu Dothy, bisa dijabarkan dalam bentuk Question & Answer berikut ini:

Q:  Bagaimana bu Dothy bisa menjadi Direktur Utama Terminal Teluk Lamong, menjadi pemimpin di sebuah perusahaan yang mayoritas adalah laki-laki?

A: Secara pribadi, bergaul dan bekerja dengan laki-laki adalah hal yang sudah biasa bagi bu Dothy. Selain saudara kandungnya banyak yang laki-laki, kuliah juga di ITB yang mayoritas laki-laki, beberapa pekerjaan bu Dothy dulu, juga berada di perusahaan yang banyak laki-lakinya. Jadi beliau sudah terbiasa. Tidak menganggap bahwa bekerja bersama laki-laki itu menakutkan, atau membuat cemas.

Karena merasa biasa saja ini, bu Dothy akhirnya mempunyai sikap yang setara ketika bekerja bersama kaum adam tersebut. Untuk memperlakukan mitra kerjanya, bu Dothy juga bersikap sama. Memilih karyawan baru tidak berdasar perbedaan gender, akan tetapi karena memang kemampuannya sudah mumpuni.

Walaupun begitu, bagaimana perbedaan fisik perempuan dan laki-laki juga mendapat perhatian beliau. Misalnya untuk pekerjaan sebagai operator crane manual yang harus naik sampai ketinggian 35-40 meter di atas tanah, beliau masih memilih pekerja laki-kali. Karena secara fisik, perempuan bisa mengalami perbedaan metabolisme tubuh yang mempengaruhi konsentrasi, misalnya ketika haids, hamil atau sedang menyusui. 

Jika ditarik untuk diri kita pribadi, sebaiknya kita juga bersikap setara ketika harus bekerja dan bekerjasama dengan laki-laki Tidak perlu minder atau bahkan jumawa. Apalagi bersikap terlalu manja dan ingin dinomorsatukan ketika ada hal yang tampak aman dan dibebastugaskan untuk pekerjaan yang sedikit menantang. Jangan manjah ala-ala gitu deh. Percaya diri dan biasa saja, bekerja sesuai dengan kemampuannya. 

Karyawan perempuan dan laki-laki mendapatkan perlakuan yang setara di Terminal Teluk Lamong
Q: Bagaimana pendapat ibu dengan karyawan perempuan? dan apa rencana ke depannya untuk memfasilitasi dan meningkatkan kinerja mereka?

A: Bu Dothy tidak memungkiri bahwa usia sebagian besar karyawan di Terminal Teluk Lamong mayoritas dibawah 40 tahun, alias anak-anak muda. Jika karyawati masih muda, maka tentu akan ada periode menikah - hamil dan melahirkan plus merawat bayi - batita - balita.

Untuk itu, bu Dothy mempunyai rencana akan disedikan Nursing Room dan Day Care di kawasan Terminal Teluk Lamong. Supaya, para karyawati yang masih mempunyai anak bayi dan balita, bisa memaksimalkan pemberian ASI serta mendapatkan tempat penitipan anak yang aman dan dekat dengan ibunya bekerja. Sehingga ibunya tetap bisa bekerja secara optimal, selain itu anaknya juga sehat, aman dan kelak bisa menjadi generasi bangsa yang kuat. 

Dale, tim Humas Terminal Teluk Lamong

Linda, Operator mesin ASC (Automated Stacking Crane)
Sentuhan Feminin Operator Stacking Crane - NET JATIM


Q: Dengan banyaknya karyawan yang muda disini, bagaimana gaya leadership ibu?

A: Bu Dothy mengatakan, bahwa beliau harus melakukan shifting atau penyesuaian gaya kepemimpinannya dengan karakter anak-anak muda yang bekerja di Terminal Teluk Lamong. Seperti halnya ciri khas generasi millenials yang harus connected to social media, innovative, fast moving and open mind, maka Bu Dothy pun berusaha mengikuti ritme kehidupan sosial mereka. Beliau menerapkan gaya bekerja yang luwes, serius tapi santai dan pastinya digitalize.  

Hal ini sangat kami rasakan juga ketika diterima sebagai tamu dalam acara Blogger Goes To Lamong. Bu Dothy, sama sekali tidak menjaga jarak pada kami. Bahkan dengan antusias ikut saja gaya berfoto yang kami usulkan. Beliau pun menerima dengan hangat, 3 Putri Indonesia Jawa Timur yang menyapa di kantornya dengan kalimat yang saling memberikan dukungan.

Bu Dothy mau juga pose berfoto "ajaib" (by KangErik_Ingsun)

Berfoto gaya Teluk Lamong :)


Bu Dothy menyapa 3 Putri Indonesia Jawa Timur
Saya pribadi mendapatkan sengatan motivasi yang cukup besar, ketika bisa berjumpa langsung dengan bu Dothy. Dan yang pasti, sengatan ini akan saya sebarkan juga kepada lebih banyak perempuan yang akan saya temui. Bahkan juga untuk para laki-laki ya, siapapunlah. Karena mereka juga pasti mempunyai istri, anak putri, keponakan atau bahkan murid-murid perempuan. Terima kasih bu, salam sukses mulia barokah selalu. Very Very Very Nice to Meet You.....

SALAM GANESHA, SALAM HI-SPEED





Comments

  1. Uwaaa keren bgt kantornya kalo ada nursing room n daycare. Ibu2 bisa tetep kerja dgn nyaman ga perlu antar jemput yaa. Asik bgt. Coba makin bnyk jg perusahaan begitu

    ReplyDelete
  2. Asik banget lah Bu Dothy ini :)
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete

Post a Comment

Thanks For Your Comment :)

back to top